CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Jaran Sungsang by: gatiandoko
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b5d106c32e2e6d7388b4574/jaran-sungsang-by-gatiandoko

Jaran Sungsang by: gatiandoko

Jaran Sungsang merupakan karya dari Gati Andokoyang juga telah dibagikan di Kerabat Keliling Jogja.


Jaran Sungsang by: gatiandoko
Jaran Sungsang by: gatiandoko
Jaran Sungsang by: gatiandoko

Sebenarnya kisah atau cerita ini sangat sensitif. Karena di dalam cerita terdapat kisah kekejaman dari kelompok komunis yang pernah ada di negara kita. Selain itu di dalam cerita ini terdapat beberapa misteri yang ada di Jogja.

Tentu sudah mendapatkan izin dari Gati Andoko untuk membagikan kembali ceritanya disini.


tokoh "Aku" disini merupakan seorang penulisnya, Gati Andoko



JARAN SUNGSANG

Spoiler for Daftar Isi::


Jaran Sungsang by: gatiandoko
Jaran Sungsang by: gatiandoko

Berhubungan untuk seri Jaran Sungsangsudah tamat, maka saya akan memberikan bonus. Bonus cerita lain tentang Gati Andoko yang tidak kalah menarik dengan Jaran Sungsang.

Spoiler for Bonus Gan:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
InaSendry dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ffernando69
Halaman 1 dari 7
great story emoticon-Wow
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
kalo cerita nyata, ini banyak yg gak di ekspose nih , banyak orang2 dan pihak2 yg di tuduh antek PKI wlpn sebenarnya dia ga tau apa2 terkait PKI
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
mbah Gati ceritanya selalu dinanti
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
Real Story, perjuangan, percintaan, mistis, semua termasuk disini... keren...
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
.5
uj
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
ijin baca gan emoticon-Shakehand2
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
sekian lama ngaskus.. ini adalah cerita terbaik yg pernah aku baca..
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
iki real story gan, daerah karanganyar, gonbong, magelang, kotaku purworejo sering disebut
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
jouuusss tenan lek ceritamu . . real story . . . tak tunggu kelanjutane sinambi puji pujian
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
di bookmark dulu deh om, lanjut bsk lagi bacanya

emoticon-Hammer22
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
ffernando69 dan m.cavalera memberi reputasi
Quote:


Ini horror apa komedi sih emoticon-Ngakak
profile-picture
ffernando69 memberi reputasi
Trimakasih atas thread nya yg keren puolll gan, keingetan gombong beserta semua cerita sejarahnya.
profile-picture
profile-picture
dmshp dan ffernando69 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Quote:
KARTO BAN SANG KURIR
(Sapu Lidi Mengejar Awan)


Jaran Sungsang by: gatiandoko


Belum juga dibuatkan minum oleh ibuku, Poerwanto bergegas pamit pulang ke Jogya,
"Punten dalem sewu, kangmas saha mbakyu ampun repot repot saestu, cekap niki kemawon sakuger tamba salit (permisi, mas mbak tidak usah repot-repot, saya cuma ingin melepas dahaga)", kata Poerwanto.

Betapa terperangahnya ayah dan ibu begitu tangan Poerwanto meraih gelas teh tubruk bapak yg tinggal seteguk dan meminumnya hingga ampas teh tersangkut di mulutnya, tidak dibuang justru dikunyah dan ditelannya. Sungguh rendah hati Poerwanto ini, pikir ayah dan ibuku. Teh sisapun diminumnya. Tak banyak kata saat Poerwanto pulang. Hanya saja baik ayah, ibu dan Poerwanto sama sama menyembunyikan air mata haru. Entah jumlahnya berapa, ibu ditinggali uang untuk biaya peringatan seribu hari mbah Karto Ban yang tinggal tiga minggu lagi.

Baiklah!
Tak ada salahnya melihat ke belakang menyelami sisi kehidupan Karto Ban dengan kaki yg tinggal sebelah dan mata yg tinggal sebelah pula.

Sekiranya boleh berandai andai sedikit; jika saja dalam meraih cintanya Karto menyertakan derajat dan kekayaan orang tuanya, barangkali kisah cinta Karto denga gadis berdarah biru Kasultanan Ngayogyakarta tidak berakhir menyedihkan.

Namun begitulah, Karto hanya membawa dirinya sendiri, tak ada bekal yg dibawa baik derajat dan harta. Satu satunya yg membesarkan keinginannya adalah kebesaran cinta itu sendiri.

Meski kaki dan mata sudah tidak sempurna, Karto hidup bersama kedua orang tuanya dalam keduniawian sangatlah berkecukupan. Sebagai anak tunggal keluarga kaya raya di kampung. Kekayaan keluarga Karto hanya bisa dikalahkan oleh mitra bisnisnya, yakni Khoo Kim Guan.

Sedikit ilustrasi.
Khoo Kim Guan adalah saudagar sukses se Karesidenan Kedu yg tinggal di dusun Wonosari Muntilan. Dusun yang sama dengan keluarga Karto. Rumah mewah bergaya Indisce begitu megahnya berdiri dengan sedikit ornamen gaya China. Ketakutan serangan Jepang saat itu dan sempat dibom beberapa kali membuat Khoo Kim Guan mengungsi dan meninggalkan Muntilan dan tidak kembali. Akhirnya semenjak Indonesia merdeka rumah tinggal Khoo Kim Guan dinasionalisasi pihak negara. Jadilah SMP Negeri I Muntilan hingga sekarang.

Nah.
Nasib kehidupan keluarga Kartopun sejalan bersama dengan liku liku kehidupan Khoo Kim Guan. Rakus, pantas disematkan pada bangsa Jepang yg sudah menduduki bangsa ini sejak thn 1942. Jangankan batangan emas, sampah mobil bekaspun dirampas dan diangkut ke negaranya. Hingga suatu ketika, karena ancaman Jepang yg ingin menguasai seluruh aset milik Khoo Kim Guan, dititipkannya rumah kepada ayah Karto. Seperginya Khoo Kim Guan thn 1944, beberapa 2 kali rumah itu di "bom" oleh pesawat tempur Jepang. Hanya sebagian hancur, rumah induk masih utuh namun ayah Karto berserak anggota tubuhnya terpisah satu sama lain.

Tahun 1952
Karto dengan tubuh yang terbatas, sementara ibunya merapuh tulang. Untuk meringankan beban pekerjaan dicarilah pembantu untuk keberlanjutan usaha sekaligus merawat Karto yg masih saja belum mau menikah lagi karena penuh berharap Poerwanto dan ibunya kembali.

Singkat kata, seorang perempuan dengan satu anak laki laki yg konon berasal dari daerah perbatasan Wonogiri dan Ponorogo, hidup terlunta semenjak suaminya tewas dalam pertempuran Jogya Kembali. Diangkatnya perempuan itu sebagai pembantu dan anaknyapun tinggal bersama Karto dan ibunya.

Tahun 1953, menikahlah Karto dengan perempuan itu. Gairah hidup Karto semakin semarak dengan istri, terlebih anak tiri laki laki bernama Pareng mengingatkan Poerwanto buah hatinya.

Mengakhiri tahun 50an, ibunda Karto meninggal dunia karena terjangkit "pes" yang sedang mewabah diberbagai daerah. Mulailah jalan terjal Karto terpaksa dilaluinya. Istrinya berkuasa penuh atas diri Karto berikut harta kekayaan peninggalan orang tuanya. Pareng yang sudah dewasa semakin liar tak terkendali atas kesenangannya berjudi khususnya "adu jago/sabung ayam".

Jaran Sungsang by: gatiandoko

Begitu cepatnya harta kekayaan Karto tergerus. Perhiasan milik ibunya, batangan emas yg memang sebagai bahan dagangan habis hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Perempuan yang awalnya dikira titisan trah Kesultanan tak henti hentinya membawa pulang laki laki sebagai pemuas nafsunya sampai alat kelaminnya membusuk terkena siphilis dan mati di tahun 1962. Tabiat Pareng justru semakin membabi buta sepeninggal ibunya dan sudah terlibat penuh sebagai Pemuda Rakyat (underbow PKI). Dengan dalih UU Agraria 1960 yang berisi tentang "Land Reform"; tanah warisan orang tua Karto yg berhektar hektar diminta dan diserahkan ke negara, ternyata dijual untuk kepentingan yg sangat jauh dari akal dan hati nurani.

Akhirnya Karto tinggal memiliki tanah 300 desi are dan rumah yang tinggal separuh. Karto masih diam dan ikhlas menerima keadaan dirinya. Mulailah Karto untuk menghidupi dirinya dengan membuat sapu lidi dan serabut kelapa. Dalam benaknya, Pareng bukan lagi anaknya, tak ubahnya bajingan yang berlidung dalam revolusi. Pareng semakin biadab. Membunuhi para Nahdiyin yang memang cukup banyak di desa itu juga memperkosa perempuan perempuan anak lawan politiknya.

Puncaknya tahun 1965, tanah Karto yang tinggal 300 desi are berikut rumah yang tinggal sepsruh dijual oleh Pareng, terpaksa Karto harus pergi dari rumah yang sudah membesarkannya.

" Pareng!" sekali itu Karto berteriak keras dan lantang.

"Aku kudu nesu sing kepiye.. utekmu wis wis bosok kaya gawuke mbokmu, rumangsane aku ra ngerti tingkahe mbokmu, aku kudu nesu sing kepiyeeee (aku harus marah yang bagaumana. Otakmu sudak membusuk seperti Cuminya ibumu, menurutmu aku tidak tau tingkahnya ibumu, aku harus marah yang bagaimanaa"!

Kemarahan Karto pada Pareng mengundang perhatian warga tetangga dan berdatangan berjaga kalau terjadi sesuatu pada diri Karto. Wargapun sangat maklum dengan kemarahan Karto yg masih terus marah. Jangankan dimarahi, dibunuhpun layak; batin warga.

"Nyoh aku mung kari duwe peso ongotan sapu, nyooohh, gawa...cekel nyoooh (nih aku tinggal punya pisau untuk membuat sapu, nihh, bawa)".

Wargapun sempat berdebar saat melihat pisau dilemparkan tepat dihadapan Pareng.

"Cublesna nang jantungku ndang..... (Segera tusuk jantungku)".

Warga semakin mendekati Pareng ada yang membawa parang, kayu penthungan dan uba rampe lainnya.

Seketika, Pareng lari meninggalkan Karto dan kerumunan warga. Karto terduduk lemas dan wargapun mencoba menentramkannya. Tubuh yg memerah beserta raut wajah yg sedemikian memelas sementara mulutnya seoalah berkata tanpa suara menyebut nama Poerwanto.

Tinggallah mbah Karto sendirian di sebuah gubug diatas tanah kas dukuh dusun setempat. Membuat sapu lidi dan serabut kelapa untuk mengidupi dirinya. Bergantian tetangga sekitar sekedar mengirim makan siang atau makan malam.
Mbah Karto berdamai dengan dirinya. Begitu dekat dengan anak-anak kecil yang datang dan main di rumahnya, termasuk aku.

Ada saja dongeng-dongeng yang diceritakan mbah Karto yang diperagakan menggunakan "wayang biting" biting = lidi yang dibuatnya sendiri.
Mbah Karto telah berdamai dengan dirinya.

Jaran Sungsang by: gatiandoko

Tamat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
henbodi dan 5 lainnya memberi reputasi
emoticon-Traveller ijin y gan
ceritanya mantap gan..
sampai ngebayangin pas kejadian di kampung itu serem bener dah..
hehehehhe..
cool
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di