alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bahas Pilpres, Mardani Buka-bukaan Strategi Pemenangan Anies di DKI
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b474780dc06bde85e8b4567/bahas-pilpres-mardani-buka-bukaan-strategi-pemenangan-anies-di-dki

Bahas Pilpres, Mardani Buka-bukaan Strategi Pemenangan Anies di DKI

Quote:


Ngakui juga.. emoticon-Smilie
Diubah oleh: difitnah.teman
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
udah jelas2 strategi terbaiknya adalah mengkomersilkan org mati, bener2 taktik yg mulia emoticon-Cool
emang gak sholatin bangke itu Sara ? bagi mereka itu bukan Sara jadi yah wajar Aja ...


luar biasa
Ga pake isu SARA ya, trus tuh mayat mayat yg ga mau disholatin gimana tuh, LOL
Bahas Pilpres, Mardani Buka-bukaan Strategi Pemenangan Anies di DKI

Kalau yang omong dari partai ini harus diambil kebalikannya emoticon-Recommended Seller


Bahas Pilpres, Mardani Buka-bukaan Strategi Pemenangan Anies di DKI
yg penting yakin kl utk kemashalatan warga sg keberpihakan
Civil war emoticon-Wakaka

Kalau yang ana rasa waktu itu warga dki lebuh tertarik pada program program unggulan anies sandi, ketimbanh program program ahok yang pro ke pengembang dan anies sandi itu lebih rajin turun ke kampung kampung demi menyerap aspirasi warga dki ketimbang ahok yang ga pernah blusukan

Jadi kemenangan anies sandi itu ga ada hubungannya dengan aksi 212 atau keberadaan habib rizieq dan hal ini harus dipahami betul oleh semua pihak
Pilkada dki kemarin murni adu gagasan dan program
jualan agama emang paling laku
Padahal sejak kabinet reformasi saya sudah bertanya2 kok tiba2 semua pake peci. Non muslim juga pake. Biasanya kaga. Heran aja ada yg sok2 iye ga pake peci.
Quote:


Program yg paling cemerlang ini emoticon-Ngakak
Bahas Pilpres, Mardani Buka-bukaan Strategi Pemenangan Anies di DKI
Ternyata tingkat loyalitas para kader PKS paling tinggi, sangat mirip dengan kader PKI zaman dulu. Kemiripan PKS dan PKI amat banyak sekali:

1. Baik PKI mapun PKS memilih bentuk sebagai Partai Kader. Meskipun pada tahun 1960an, PKI mengkombinasikan antara Partai Kader dan Partai Massa. Demikian juga dengan PKS, setelah tahun 2010, mendeklarasikan diri sebagai partai “terbuka”. Meskipun demikian, motor pengerak tetap bertumpu pada kader. Alasannya serupa, partai kader yang bersifat eksklusif sulit untuk merangkul semua kelompok untuk memenangkan Pemilu.

2. Pembinaan kader yang dilakukan PKI dan PKS mengunakan sistem sel. Membentuk kelompok kecil beranggota tidak lebih dari 7-10 orang dan dibina oleh seorang mentor. Istilah “dibina” dahulu dipergunakan juga oleh PKI. Sehingga jelas hubungan antara mentor (guru/murrobi) dan kader (murid). Setiap seminggu sekali, para mentor akan bertemu untuk melaporkan perkembangan binaan masing-masing dalam rapat bersama antar mentor. Usroh, sistem sel ini bersifat eksklusif. Jelas perjenjangan kadernya. Hubungan guru dan murid digunakannya oleh kalangan NU, dengan hubungan Kiai dan Santri. Tetapi hubungan ini tidak dilakukan dalam sistem sel.

3. Dalam pola yang seperti ini, sulit bagi murid untuk melawan guru. Karena pembinaan dilakukan bertahun-tahun lamanya. Guru atau Murrobi sebenarnya juga murid dari guru di atasnya. Bila ada yang menyerang guru atau kiai, maka para murid akan serentak membelanya.

4. Para mentor atau guru akan menunjukan buku buku wajib yang harus dibaca oleh para kader. Mengikuti pengajian/liqo atau diskusi lapangan (istilah PKI) secara rutin. Pada saat yang bersamaan, akan keluar beberapa doktrin dasar. Seperti menjauhi kehidupan duniawi (PKS) atau kehidupan kaum borjuis (PKI).

5. Baik PKI dan PKS mengenal “sumpah” atau “baiat” bagi anggotanya. Hal ini untuk mengikat dengan kesatuan komune atau jama’ah. Hampir semua kader dipahamkan jika mereka berbeda pendapat dengan qiyadah (pemimpin) dan mengkritiknya, hal itu bisa mencederai makna bai’at dan jamaah

6. Para kader dituntut untuk “melek buku”. Belajar terus menerus. Selain itu mereka diarahkan untuk mengikuti kursus-kursus ideologi maupun kursus keterampilan. Sekolah-sekolah formal dibangun sejak TK/SD. Bahkan PKI memiliki perguruan tinggi, namanya Akademi Ali Archam. Sekolah-sekolah PKI tidak terlampu jauh dengan pabrik atau wilayah perkebunan. Sedangkan PKS, sekolah berdekatan dengan Masjid dan banyak SDIT di daerah.

7. Literatur wajib yang dibaca oleh kader sudah dipandu. Seperti buku sejarah dan karya Hasan Al Banna, Sayyid Qutb, Abul A’la Al-Maududi dan Yusuf Qaradhawi. Begitupun dengan PKI, yang mewajibkan kader memahami pemikiran Karl Marx, Feurbach, Hegel, Lenin, dan Mao Tse Tung. Kisah perjuangan Hasan Al Banna tidak kalah heroik dengan kisah perjuangan Mao Tse Tung. Dan dapat membangkitkan semangat para kader. Bacaan wajib lebih bersifat agitatif dan menjadi doktrin. Seperti Matrialisme, Dialektika Historis (MDH), Manifesto Komunis atau Garis Masa (PKI). Sedangkan PKS, akan diperkenalkan dengan bacaan Tarbiyah Politik, Pajak Kehinaan atau Catatan Harian Dakwah. Mempertegas varian gerakan PKI mengajarkan doktrin Marxisme Lenisme, sedang PKS diperkenalkan IM varian Quthbiyah.

8. Baik PKI dan PKS, tidak percaya pada media massa. Mereka menganggap media massa tidak lebih dari propaganda agen barat atau kaum kapitalis. Untuk menyeimbangkan itu, PKI dan PKS membuat media propaganda tersendiri (mis: piyungan.com). Dahulu, oplah koran seperti “bintang merah” yang dikeluarkan PKI mengalahkan oplah koran umum. Karena para kader wajib membacanya. Informasi yang benar hanya bersumber pada partai. Di luar itu hanya berisi fitnah atau propaganda hitam.

9. Tidak ada hari bagi kader PKI dan PKS untuk melakukan dakwah (PKS) atau propaganda (PKI). Tugas ini, tugas semua kader di semua tingkatan. Istilah PKI, semua kader adalah agen agitprop (agitasi propaganda). Salah satu tujuan dakwah dan propaganda adalah pengorganisasian calon-calon kader baru. Berbeda dengan partai politik lain, yang baru melakukan kampanye saat menjelang Pemilu. PKI dan PKS, tugas dakwah atau propaganda dilakukan setiap hari, setiap saat.

10. Baik PKI maupun PKS, mengandalkan iuran dan infaq anggota. Kantor pusat PKI di jalan Kramat Raya Jakarta, sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan anggotanya. Semua pendapatan dari anggota dibukukan secara rapi.

11. Ciri yang dapat dilihat juga antara PKI dan PKS, dalam penyebutan istilah. Misalnya, kata “kawan” disadur dari kosa kata “Camerade” yang biasa dipakai kaum komunis di Soviet. PKS mengunakan kata ikhwan dan ukhti; ana dan antum. Atau istilah “revolusi” menjadi “jihad”; istilah “martir” menjadi “mujahid”. Istilah “setan desa” menjadi “thaghut”.

12. Kedua partai ini juga mengatur kehidupan anggota dan kadernya hingga pada tingkat rumah tangga. Dahulu ada istilah, nikah ala partai, maka kini PKS mengambil jodoh di lingkungan anggota sendiri. PKI lebih rigit mengatur kehidupan. Sampai ada pembatasan harta di semua anggota dan kadernya. Mereka dituntut hidup sederhana. Para pejabatnya hanya diizinkan untuk memiliki satu radio transistor saat itu. Kehidupan “sama rasa sama rata” itu kemudian diterapkan juga di PKS. Tuntutan hidup sederhana, saling berbagi dan tolong menolong sesama anggota dan kader (kecuali elite parpol boleh bermewah-mewahan )

13. Doktrin kehidupan diantaranya: “10 pedoman Hidup” ajaran Hasan Al Banna (PKS). Sedangkan PKI menggunakan doktrin “Tiga boleh, Lima Jangan”. Lima Jangan model PKI mengambil dari norma Jawa: mo-limo.

14. Baik PKI dan PKS sangat ketat mengajarkan doktrin kepada kadernya. Sikap dan kepatuhan para kader dipandu juga dengan “Tuntutan Kader Revolusioner” (PKI) atau “Enam Rukun Leadership” (PKS). Secara umum berisi sikap ta’at, percaya kepada pimpinan (tsiqoh), putusan garis massa atau syuro qiyadah, ijtihad, dan fiqhuddakwah.

Baca Juga:

Politisi Goblok @habiburokhman Sebut Mudik ‘Neraka’, Netizen: Mudiknya Saingan Sama Tikus Got Lewat Selokan

Ini Fatwa Ulama Besar @PKSejahtera: Nonton Film Porno Bukan Dosa Besar

Viral! Meme @habiburokhman Politisi @gerindra Sebut Arus Mudik 2018 Seperti ‘Neraka,’ Tapi Faktanya Lancar



15. Secara struktur organisasi, PKI dan PKS tidak bergantung kepada ketua umum atau presiden. Dahulu PKI mengunakan struktur Comite Central dan Polit Biro; saat ini PKS menggunakan Majelis Syuro dan Dewan Syariah. Sidang Comite Central lah yang menjadi lembaga tertinggi di Partai. Demikian juga dengan PKS, yang menempatkan Majelis Syuro di posisi tertinggi.

Sumber http://www.dutaislam.com/2018/06/15-...kfYaw.whatsapp



taktik mah bebas... yang penting menang...
Quote:


kek gini ya contoh taktik bebas asal menang emoticon-Ultah

Bahas Pilpres, Mardani Buka-bukaan Strategi Pemenangan Anies di DKI
Quote:


Bahas Pilpres, Mardani Buka-bukaan Strategi Pemenangan Anies di DKI
Quote:



Tadinya ana juga sempat pesimis apa program ini benar benar bisa terwujud atau tidak, mengingat yang udah udah pejabat kan bisanya cuma obral janji kayak pemerintah saat inilah
Tapi ana kaget begitu melihat progres program ini yang begitu cepat, banyak entreprenuer muda yang tercipta akibat oke oce
Quote:


Bukan pake SARA emoticon-Malu emoticon-Big Grin
ndak menarik strateginya
FOLITIK MAYAT NGOAHAHAHAHS emoticon-Ngakak
Ngoahaha emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di