alexa-tracking

Pernyataan Hidayat Nur Wahid soal kimpoi Anak, Picu Kritik Tajam

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b448f3e31e2e6b13c8b456a/pernyataan-hidayat-nur-wahid-soal-kawin-anak-picu-kritik-tajam
Breaking News! 
Pernyataan Hidayat Nur Wahid soal kimpoi Anak, Picu Kritik Tajam
Pernyataan Hidayat Nur Wahid soal Kawin Anak, Picu Kritik Tajam



Pernyataan Wakil Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid tentang pernikahan dini pekan lalu menuai kritik tajam dari sejumlah aktivis perempuan dan akademisi.
WASHINGTON DC —

Menyikapi rencana akan dikeluarkannya peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu tentang pencegahan perkimpoian anak oleh presiden, Fakultas Hukum Universitas Indonesia menggelar seminar “Polemik Pernikahan Dini” di kampus UI Depok.

Beberapa tokoh dari beragam latar belakang ikut bicara, termasuk Wakil Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid yang menjadi pembicara utama. Namun pernyataannya ketika mencoba menjabarkan makna “pernikahan dini” dalam bahasa Indonesia dan Arab, yang menyamakannya sebagai “pernikahan yang sesuai ajaran agama” memicu kritik tajam sejumlah aktivis dan akademisi. Terlebih ketika mantan ketua umum Partai Keadilan Sejahtera PKS ini membandingkan angka pernikahan dini dengan kejahatan seksual terhadap anak.

“Kata-kata pernikahan dini itu berbeda maksudnya menurut bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Dalam bahasa Indonesia artinya lebih dahulu atau dini atau lebih awal. Dalam bahasa Arab artinya yang sesuai dengan ajaran agama. Jadi pernikahan dini artinya pernikahan yang sesuai dengan ajaran agama. Karena kita ada di Indonesia, maka ini artinya pernikahan lebih awal. Memang ada beberapa kasus terkait pernikahan dini yang dilakukan seiring kondisi mereka yang di bawah umur. Tetapi secara bersamaan yang sering terjadi di Indonesia dan ini jarang jadi perhatian, adalah fakta bahwa matangnya kedewasaan anak-anak kita, termasuk soal organ seksual mereka, termasuk soal pemahaman tentang seksual, termasuk perilaku seksual mereka, jika dibandingkan kasus pernikahan dini dan kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, saya yakin angkanya lebih banyak kejahatan seksual,” kata Hidayat Nur Wahid.

Aktivis anti-perkimpoian anak yang juga antropolog dalam kajian gender, Lies Marcoes-Natsir, mengatakan pernyataan itu problematik dan menunjukkan ketidaktahuan tentang persoalan darurat ini.

“Jadi pernyataan itu problematik menurut saya, Pak HNW seakan-akan tidak tahu bahwa kekerasan dan kejahatan seksual bisa terjadi di dalam perkimpoian. Bukan di luar perkimpoian. Ini berarti ia tidak tahu bahwa perkimpoian anak adalah salah satu bentuk kejahatan secara seksual karena di dalam perkimpoian anak… Menurut saya pernyataan HNW sebagai orang parlemen menunjukkan bahwa ia tidak menguasai point-point utama persoalan terjadinya perkimpoian anak,” tukas Lies.

Hal senada disampaikan antropolog Universitas Indonesia Yossa Nainggolan.

“Saya pikir apa yang disampaikan dalam pidatonya menjadi bias karena beliau tidak memusatkan perhatian pada pernikahan dini karena menilai angka kejahatan seksual terhadap anak lebih tinggi, padahal kejahatan seksual terhadap anak itu yaa mencakup pernikahan dini. Ini jelas bias,” ujar Yossa.


Lebih jauh Lies Marcoes-Natsir yang juga dikenal sebagai feminis Muslim menyesalkan penggunaan hukum agama dan bukan hukum positif ketika bicara tentang suatu persoalan yang menjadi keprihatinan bersama, bukan satu kelompok agama saja.

"Ini menunjukkan ia menggunakan dualisme dalam penggunaan hukum. Seharusnya sebagai anggota parlemen yang ada di Indonesia, ia menggunakan hukum-hukum positif. Hukum agama sedianya ditanggalkan, kecuali itu terkait dengan urusan pribadinya. Jika tentang anak dia, saudaranya, mungkin orang bisa memaklumi. Tetapi hukum agama tidak bisa dijadikan sebagai hukum publik karena Indonesia adalah negara demokrasi yang tidak berdasarkan agama. Hukum fiqih tidak boleh digunakan sebagai hukum positif, kecuali jika ia sudah diproses menjadi bagian dari hukum positif, sebagaimana yang dimasukkan dalam sebagian UU Perkimpoian 1974," tambah Lies.

Dalam pidatonya Hidayat Nur Wahid mengatakan darurat moral di Indonesia tidak perlu ada, jika bangsa ini berpegang kuat kepada nilai-nilai agama. Bahkan UUD 1945 menyatakan dengan gamblang dan jelas sisi-sisi terkait moral, keimanan dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu aktivis “Kapal Perempuan” Misi Misiyah mengkritisi perbandingan angka perkimpoian anak dan kejahatan seksual terhadap anak yang juga disampaikan Hidayat Nur Wahid, yang menurutnya tidak benar.

“Saya membantah pernyataan Hidayat Nur Wahid bahwa kasus kejahatan seksual yang terjadi pada anak-anak di bawah umur lebih banyak dibanding kasus pernikahan anak. Data BPS menunjukkan tingginya angka perkimpoian anak yaitu tahun 2017 sebanyak 25,71 persen. Satu dari lima perempuan yang pernah kimpoi di Indonesia adalah kasus perkimpoian anak. Indonesia juga menduduki peringkat ketujuh tertinggi sedunia. Tetapi terlepas dari sedikit atau banyaknya kasus, sebagai pejabat publik mestinya konsisten untuk tidak membiarkan pelanggaran hak asasi manusia terjadi pada satu orang pun… Tidak ada alasan untuk melakukan pembiaran terhadap masalah perkimpoian anak karena "perkimpoian anak adalah bentuk kejahatan seksual" pada anak-anak,” tandas Misi Misiyah.

Cara Pandang atas Isu kimpoi Anak Pengaruhi Bentuk Advokasi

Lies Marcoes-Natsir mengatakan sudah saatnya semua pihak, termasuk pejabat-pejabat publik, melihat isu perkimpoian anak sebagai masalah kebudayaan. Cara pandang ini menurutnya penting karena akan mempengaruhi advokasi yang dilakukan.

Sementara Hidayat Nur Wahid menegaskan perlunya kerjasama elemen masyarakat untuk menjaga anak-anak bangsa dari kejahatan seksual dan pemahaman yang salah tentang seksualitas. [em/al]

Sunnah Nabi


wajar saja, sebagai seorang mukmin yg mengimani sunnah nabi adalah kebenaran,
hidayat nur wahid menolak wacana pemerintah tentang batas umur penikahan


bagaimanapun sunnah nabi adalah salah satu pokok rujukan hukum perkavvinan bagi umat islam



image-url-apps
69 emoticon-Ngakak
image-url-apps
Pedo emoticon-Leh Uga
KASKUS Ads
jadikan saja umur aisyah dan sunnah nabi muhammad saw, ketika mengavvini aisyah sebagai batasan minimal umur perkavvinan di negara ini emoticon-thumbsup


Pernyataan Hidayat Nur Wahid soal Kawin Anak, Picu Kritik Tajam
image-url-apps
Incar 6 tahun
Tidurin 9 tahun

Bisa dapat pahala emoticon-Leh Uga
image-url-apps
hancur negara ini kalo mengikuti pemikiran pejabat paok macam si HNW ini
emoticon-No Hope

pejabatnya saja goblok begini
gimana rakyatnya gak gobloq?
image-url-apps
Binatang tolol
image-url-apps
Bigot..


emoticon-fuck
Quote:


Diam-diam HNW pedopil rupanya emoticon-Mad
image-url-apps
survey membuktikan.......
image-url-apps
Pos 69
image-url-apps

Kapasitas hnw disana sebagai wakli ketua mpr artinya beliau mewakili suara umat, sehingga wajar bila beliau mengedepankan hukum islam sebagai rujukan karena memang di indonesia mayoritasnya pemeluk agama islam
image-url-apps
masih belom mateng
mana enak
image-url-apps
Quote:


Quote:


Nguenng ___emoticon-Ngacir
image-url-apps
أستاجفيرولة ,Astajim
Quote:

sebagian orang suka yg mengkal² mas emoticon-Ngakak
image-url-apps
umat pedo
lah emg HNW pinter?
emoticon-Ngakak
image-url-apps
Dari segi fisiologis juga sebenernya belom siap buat ngelakuin aktifitas seksual emoticon-Cape d... (S)
image-url-apps
Quote:

kecelakaan umat Islam adalah mengadopsi hadist ini mentah2, hadist seputar ini riwayatnya semua dr Hisyam bin Urwah, yg seharusnya minimal ada 2-3 orang lain yg meriwayatkan serupa,dan ia saat itu berusia 71 tahun & telah lama pindah tinggal di irak, makanya aneh byk ahli hadist di Madinah tidak pernah dengar riwayat ini...oleh krn itu periwayat hadist byk menulis : Hisyam bisa dipercaya, riwayat bisa diterima, kecuali apa-apa yg dia ceritakan setelah pindah ke irak"...
(Tahzibul tahzib; Ibnu Hajar Al Asqalaniy)...Malik bin Anas pun jg menolak riwayat2 dr Hisyam.

Selain itu, At Thabari, salah seorang ulama ahli hadist & tafsir menulis : Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah. Nah, jika menuruti riwayat yg masyhur bhw Nabi meminang Aisyah pada tahun 620 M (mnurut asumsi riwayat Hisyam usia aisyah 6 masuk 7 tahun ) & baru berumah tangga pada tahun 623-624 M, (usia 9 tahun) padahal masa jahiliyah terakhir adalah tahun 610 M, harusnya pada saat dipinang adalah usia 10 tahun & berumah tangga usia 13-14 tahun yg mnurut ukuran zaman itu di seluruh dunia sdh kategori dewasa.

-Ibnu Hajar :"fathimah lahir ketika kakbah dibangun kembali, ketika nabi berusia 35 tahun, ...Fathimah lebih tua 5 tahun dr Aisyah" (Al Isabah fi tamyizissahabah, ibnu hajar al asqalaniy)...jika demikian, Aisyah lahir pada saat usia Nabi 40 tahun, jika Aisyah dinikahi Nabi pada usia 52 tahun, maka usia Aisyah hrsnya 12-13 tahun

- Usia Asma, Kakak Aisyah... Ibnu Katsir : Asma lebih tua 10 tahun dr Aisyah
Ibnu Hajar : Asma hidup 100 tahun, dan meninggal pada tahun 73-74 H...
Jika Asma wafat pada usia 100 tahun pada 73 H, maka harusnya Asma berusia 27-28 tahun saat peristiwa Hijrah (622 M) dimana usia Aisyah adalah 17-18 tahun ketika dinikahi Nabi (623M)

kesimpulan? riwayat Ibnu Hajar pun ada kontradiksi

-Perang Badar & Uhud, Riwayat Muslim mnyebut Aisyah ikut perang badar, dan Bukhari meriwayatkan bhw Aisyah ikut perang Uhud,..Riwayat Bukhari : Ibnu Umar menyatakan bhw Rasulullah tidak mengizinkan dirinya ikut perang uhud krn ketika itu usianya masih 14 tahun, Tetapi ketika perang Khandaq dia berusia 15 tahun, Nabi mengizinkan Ibnu Umar dlm perang tsb''... nah, syarat ikut perang pada saat itu adalah usia 15 tahun, sedangkan Aisyah ikut di kedua perang tsb (Badar 624 M, Uhud 625 M) diketahui Aisyah dinikahi pada 623 M... usia 14 tahun...

ini lebih masuk akal & shahih ketimbang dipinang 6 tahun dinikahi 9 tahun....

hanya yg mau berfikir jernih yg mau terima, yg sdh diliputi kebencian + muslim yg terdoktrin kebodohan berkarat soal kisah Aisyah pasti sulit menerima...
×