alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b42c925d44f9f00728b457c/waw-ini-rasanya-tinggal-di-pulau-di-tengah-samudera-hindia

Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia

Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia

Namanya Pulau Christmas. Letaknya ada di Samudera Hindia, 500 km dari arah selatan Jakarta.

Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
Pulau Christmas atau Pulau Natal memang terletak dekat Pulau Jawa. Karena itu, iklimnya tropis. Meskipun berjarak 500 km dari arah selatan Jakarta, pulau ini bukanlah milik Indonesia. Secara administratif, ia merupakan wilayah Australia yang terletak di Samudera Hindia. Jaraknya sekitar 2.600 km atau 1.600 mil dari barat laut Perth, Australia.


Pulau ini tidak punya penduduk asli sama sekali. Artinya saat pertama kali ditemukan, pulau ini kosong
Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
Penamaan "Christmas Island" diberikan oleh Kapten William Mynors. Sewaktu berlayar, ia melewati pulau ini pada tanggal 25 Desember 1643. Karenanya dinamakan "Christmas" yang berarti Natal. Meskipun sudah dilewati oleh Kapten William Mynors, Kapten William Dampier dari kapal Inggris Cygnet yang menjadi pengunjung pertama Pulau Christmas. Setelah mengelilingi pulau ini pada Maret 1688, ia mencatat jika pulau ini tidak berpenghuni.

Sebenarnya, keberadaan pulau ini sudah ada dalam surat pelayaran orang Inggris dan Belanda di awal abad tujuh belas. Tapi di tahun 1666, peta yang menampilkan pulau ini baru diterbitkan. Penerbitnya adalah Pieter Goos, ahli peta asal Belanda. Waktu itu, pulau ini masih disebut "Mony" atau "Moni".


Dulunya pulau ini dijadikan sebagai pusat penelitian karena alamnya yang masih alami
Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
Pulau ini sangat terisolasi secara geografis. Sebelum abad sembilan belas, keberadaannya jauh dari jangkauan manusia. Karena itu, beragam flora dan fauna endemik di pulau ini berkembang dengan baik. Salah satu yang terkenal adalah populasi kepitingnya yang beragam dan menjamur di tepi pantai. Hal ini amat menguntungkan bagi para ilmuwan dan naturalis.

Asia Pasific Space Center (ASPC) yang merupakan perusahaan peluncuran satelit, pernah menjadikan Pulau Christmas sebagai tempat peluncuran satelit. Pertimbangan ini diambil karena lokasinya lebih dekat dengan equator dan iklimnya dapat diprediksi. Resiko roket jatuh dan mengenai manusia bisa lebih kecil karena pulau ini terpencil.


Sekarang, pulau ini sudah memiliki penduduk yang rata-rata adalah orang Melayu
Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
Pulau ini memiliki populasi sebesar 1.402 warga. Mayoritas tinggal di ujung utara pulau yaitu Flying Fish Cove, Kota Perak, Poon Saan, dan Drumsite. Selain orang Melayu, orang Tionghoa juga banyak menghuni pulau ini. Dulunya, mereka didatangkan dari Malaysia dan Singapura sebagai pekerja tambang fosfat (guano).

Zaman dulu, orang Bugis dan Makassar juga sering bertandang ke sini untuk berdagang. Beberapa di antaranya memutuskan menetap. Tak mengherankan, kamu juga bisa melihat komunitas penduduk Muslim dan masjid di sini. Selain itu, pastinya ada orang Australia yang ikut tinggal di sini.


Kini pulau ini dibuka untuk pariwisata. Kamu akan menikmati kehidupan yang damai & tenang, ditemani pemandangan ombak
Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
Karena letaknya yang terpencil, jumlah penerbangan ke pulau ini masih jarang. Dari Jakarta saja, hanya ada satu penerbangan dalam seminggu. Namun dijamin kamu tidak akan menemukan kehidupan seindah ini di ibukota. Di sini, kamu bisa menemukan gua yang airnya merupakan pertemuan air tawar dan air laut. Airnya bersih dan biru bening. Kamu bahkan bisa melihat sampai dasarnya.

Di daerah Cove, kamu bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan snorkling. Airnya biru jernih dan biotanya masih terjaga dengan baik. Kalau hanya sekedar ingin bermain air dan pasir, bisa coba ke Lily Beach, Dolly Beach, Mural Beach, atau Blow Holes. Blow Holes atau geyser laut adalah lubang yang terbentuk ketika gua laut tumbuh ke arah daratan dan juga ke atas. Lubang ini menghasilkan kompresi hidrolik air laut yang dilepaskan melalui lubang di atasnya. Geometri gua dan lubang, tingkat pasang air laut, dan kondisi ombak yang mampu menentukan tingginya semburan air yang keluar dari Blow Holes.


Vegetasi di hutannya membuatmu serasa terasing namun termeditasi & segar kembali
Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
Selain ekosistem lautnya, Pulau Christmas masih punya pemandangan serba hijau dari hutan hujan tropis. Salah satu penghuni dari hutan tersebut adalah burung boobie brown. Burung ini dapat ditengarai dengan bulunya yang hitam dan paruhnya yang berwarna ungu. Untuk vegetasinya sendiri, hutan-hutan di Pulau Christmas dipenuhi semak-semak yang tumbuh cantik karena kehadiran bunga berwarna ungu. Di samping itu, ada pohon serupa beringin yang besar, tinggi, dengan akar yang menjuntai ke bawah.


Jangan heran jika kamu lihat kepiting berjalan di tengah jalan
Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia
Seperti disampaikan sebelumnya, Pulau Christmas adalah habitat baik untuk populasi kepiting. Ada beberapa spesies kepiting yang hidup di sini. Salah satunya adalah kepiting Robber Crab. Ia bisa hidup sampai umur 30-60 tahun. Ada juga jenis kepiting merah yang sangat populer dan banyak sekali muncul antara bulan Oktober sampai Desember. Kemunculan mereka ini karena migrasi kepiting dari laut ke hutan. Tidak mengherankan jika kamu bertandang ke sini, kepiting seringkali nampak menyeberang jalanan aspal.

Menarik sekali kehidupan alam, sosial, dan juga sejarah Pulau Christmas. Kita yang ada di Indonesia, hendaknya dapat mempelajari bagaimana melestarikan ekosistem alami seperti Pulau Christmas. Walaupun sudah membuka pulau untuk pemukiman, pertambangan, dan pariwisata, belum ada laporan soal kerusakan ekosistem alaminya. Bukan hanya kita yang menikmati, kelak anak cucu kita juga merasakan hidup di alam yang menenangkan itu bukan?


Sumber : https://www.idntimes.comscience/disc...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia Begini Cara Bedakan Ayam Segar Suntik Berformalin dan Tiren

- Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia 10 Negara yang Menghabiskan Waktunya Paling Lama untuk Minum Makan

- Waw! Ini Rasanya Tinggal di Pulau di Tengah Samudera Hindia Di Indonesia Ada Masyarakat dengan Warna Mata Biru Alami



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di