Kaskus

News

lpdpAvatar border
TS
lpdp
Situs KPU Down, Transparansi Penghitungan Suara Diragukan
Jakarta - Pilkada serentak yang digelar di 171 daerah Provinsi, kota dan Kabupaten telah selesai di gelar pada 27 Juni 2018 lalu. Hasilnya pun sudah bisa diketahui beberapa jam setelah pencoblosan digelar melalui hitung cepat atau quick count yang digelar sejumlah lembaga survei.

Tak kalah dengan lembaga survei, KPU sebagai penyelenggara Pilkada juga melakukan hitung cepat yang proses dan hasilnya dapat dilihat di laman infopemilu.kpu.go.id, yang ada pada situs resmi KPU. Proses penghitungan yang terus diperbarui itu menjadi acuan bagi KPU daerah atau tim pasangan calon kepala daerah untuk memantau dan mengawasi proses penghitungan pemilu.

Namun demikian, proses itu terhambat karena laman penghitungan suara lumpuh, tak bisa diakses. Berdasarkan informasi yang diterima, tutupnya akses laman penghitungan Pilkada serentak sudah terjadi sejak Jumat, 29 Juni 2018 malam. Ketika Liputan6.com mencoba mengaksesnya pada pukul 13.30 WIB, laman itu masih tidak bisa diakses.

Terakhir, saat diakses pada pukul 21.30 WIB laman penghitungan KPU sudah bisa terhubung namun memutat tulisan yang meyebut akes penghitungan hasil Pilkada tidak bisa diakses. "Untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi Hasil Pemilihan, untuk sementara layanan ini kami tidak aktifkan," demikian tulisan yang tertera di laman tersebut.

Terkait lumpuhnya laman penghitungan suara pilkada serentak di laman tersebut, Ketua KPU Arief Budiman memberi penjelasan. Menurut dia, langkah itu sengaja dilakukan untuk mencegah peretasan.

"Kadang bisa dibuka dan kadang tidak bisa dibuka, itu untuk memangkal serangan yang datangnya kadang tiap menit," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi MNC Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (30/6/2018).

Kendati demikian, Arief memastikan penghitungan tetap berlangsung transparan.

"Prinsipnya proses rekap terbuka. Bukan kami tidak transparan, tapi ini untuk menangkal serangan yang datang tiap menit, bukan jam," ujar Arief Budiman.

Arief mengatakan tim IT KPU terus berupaya mengamankan situs hitung cepat dengan berbagai cara. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia bila dalam suatu waktu situs hitung cepat KPU tidak bisa diakses.

"Mohon maaf kepada masyarakat kalau kadang situs KPU di off- kan sehingga masyarakat kadang tidak bisa memantau, tapi kalau sudah aman jelas akan kami buka kembali," kata Arief.

Dia pun memastikan hal tersebut tak berpengaruh pada angka terakhir dalam hitungan suara yang dilakukan oleh KPU.

"Prinsipnya proses rekap terbuka. KPU menyediakan akses rekap dan penghitungan suara lewat website KPU. Angka tidak akan berubah, tetap sama," kata Arief.

Dia membantah, jika buka tutup situs perhitungan suara Pilkada Serentak 2018 tersebut dilakukan lantaran KPU tidak netral. Langkah tersebut, jelas dia, merupakan solusi yang tepat untuk mengantisipasi pembajakan.

"Karena kalau kita buka terus merepotkan banyak pihak juga. Jadi mohon maaf kalau masih sering buka-tutup. Bukan karena kami tidak transparan, tapi ini strategi yang juga disampaikan para ahli IT kami untuk menangkal serangan yang terus datang tiap menit," ujar Arief.

https://m.liputan6.com/news/read/357...uara-diragukan
0
1.2K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan