alexa-tracking

[#Cerpen Religi] Kisah Tabung Gas Elpiji Dan Ibuku

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1ec7c532e2e6ff4f8b456b/cerpen-religi-kisah-tabung-gas-elpiji-dan-ibuku
[#Cerpen Religi] Kisah Tabung Gas Elpiji Dan Ibuku
[#Cerpen Religi] Kisah Tabung Gas Elpiji Dan Ibuku

Aku merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah karena boleh memiliki semua orang yang kucintai di bawah atap yang sama untuk Ramadan tahun ini.

Ibuku berada di sini bersamaku, sahur dan berbuka puasa bersama, apapun yang aku makan dan minum, dia akan makan dan minum juga ...

Ibu berbagi kesenangannya memasak di dapurku... Ibu berbagi canda tawa dan kejenakaan dengan anak perempuanku sebelum kita berbuka puasa ... ah sungguh suatu hadiah terindah yang diberikan oleh Allah kepadaku.

Beberapa tahun yang lalu ketika anak2 ku belum lahir, ibuku tinggal sendirian di kampung halaman kami. Dia menolak untuk datang dan tinggal bersama kami.

Ibu merasa bahwa jika dia meninggalkan rumah, dia akan meninggalkan semua kenangan dari almarhum ayahku, seolah-olah ayah dapat merasakan kesedihan dan kekosongan rumah jika ibu tidak ada di sana.

Setiap hari aku pasti menelepon ibu, memeriksa apa yang akan dia masak dihari itu ... dan setiap pagi tanpa lelah aku menelepon untuk membangunkan ibu supaya bisa sahur.

Dan setiap hari ketika aku melihat berbagai makanan yang tersedia di meja kantor ku selama jam istirahat makan siang, aku pasti menangis memikirkan Ibu.

Aku membayangkan tempat duduknya sendiri di meja dapur, memakan makanannya selama berbuka puasa sendiri, itu sangat menyedihkan tapi aku tidak bisa membuat Ibu untuk meninggalkan rumahnya.

Begitu kejam dan tidak adil bagiku untuk memiliki banyak makanan di mejaku ketika memikirkan Ibuku hanya bisa memasak satu atau dua piring saja, bagaimana aku bisa menelan makanan dengan lahap, bagaimana aku bisa bahagia dengan semua hal lain yang aku miliki sementara Ibuku tidak mempunyainya.

Suatu hari, seperti biasa aku menelpon ibu di jam 10 pagi dan bertanya apa yang akan dia masak hari itu.

Ibu mengatakan bahwa dia telah kehabisan gas elpiji nya tetapi Ibu memintaku untuk tidak khawatir karena ia akan meminta tetangga nya untuk membantunya membeli gas.

Setelah mendengar hal itu aku tidak bisa duduk tenang di kantor, aku terus memikirkan bagaimana jika tetangga sebelah rumah ibu tidak berada di rumahnya? bagaimana ibu akan memasak? apa yang akan ibu makan?berbagai kekhawatiran bermunculan di otak ku saat ini.

Dengan perasaan sangat sedih, kulihat jam di pergelangan tanganku dan saat itu menunjukkan pukul 11 pagi. Kutelpon kembali ibuku dan menjelaskan bahwa tetangga ibu belum kembali dari liburan.

Sebenarnya aku juga memiliki saudara sepupu yang tinggal tidak terlalu jauh dari rumah ibuku dan aku tahu meminta tolong ke sepupuku akan lebih masuk akal jika aku menelpon nya sekarang.

Sepupuku pasti akan mengatakan hal yang sama seperti yang Ibu katakan kepada ku bahwa tetangga sebelah rumah Ibu akan membantunya membeli gas untuk ibuku.

Akhirnya kuputuskan untuk mengendarai motor maticku menuju kerumah ibuku untuk membantunya membelikan dan memasang tabung gas elpiji.

Setelah itu aku segera menelepon suamiku dan memberi dia sebuah 'kebohongan kecil' bahwa aku harus pergi keluar kantor untuk bertemu dengan client baru dan akan kembali secepatnya setelah jam istirahat.

Motor matic kupacu dengan kencang, begitu cepatnya sehingga bisa sampai kerumah Ibuku dalam waktu kurang dari satu jam.

Tak lupa aku mampir di sisi jalan dan membeli gulai ikan, rendang sapi, kue nastar dan dua kue yang aku tidak ingat lagi apa namanya sekarang.

Aku memanggilnya ... dan Ibu sangat terkejut melihat kehadiranku. Dan benar saja sesuai perkiraanku , tetangganya Ibu tidak ada dirumahnya ... pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 14:00 siang.

Setelah mencopot tabung gas biru seberat 12 kg tersebut, aku meletakkan nya ke lantai rumah ... Ibuku sangat tersentuh dan dia terus menerus berkata

"kamu seharusnya tidak perlu melakukan ini, tidak perlu pulang kerumah Ibu, tetangga kita akan kembali ... kamu orang sibuk, kamu pasti akan sangat lelah setelah semua ini dan bagaimana caranya kamu bisa kembali ke kantor lagi ?".

Aku harus membawa tabung gas biru itu ke toko babah akiong, karena pemasok langganan yang biasa mengantar sedang sakit dan tidak bisa mengirim gas ke rumah Ibu.

Dengan membawa tabung gas itu ke motor, akupun mulai menurunin tangga2 batu di depan rumah Ibu ... jika tugas untuk menurunkan tabung gas kosong itu begitu sulit, coba saja bayangkan bagaimana caranya untuk membawa kembali tabung yang penuh ke atas rumah Ibu yang jalanannya menanjak tinggi keatas ?

Aku tidak tahu darimana diriku memiliki tenaga extra untuk mengendarai motor tanpa merasa lelah, mengambil tabung gas, membawanya kembali ke rumah ibu dan kembali ke kantor dalam beberapa jam.

Sesampainya di dapur akupun segera memasang tabung gas untuk ibuku. Dia meneteskan air mata dan aku ikut menangis di belakangnya emoticon-Frown

Aku akhirnya kembali ke kantor pada jam 4 sore, dan menyelesaikan pekerjaanku sampai jam 6 sore.

Aku tidak tahu apakah orang lain bisa berbagi perasaan yang sama sepertiku, beberapa teman mengatakan aku terlalu emosional, dipenuhi dengan drama, selalu luar biasa ... tetapi aku berpikir tidak masalah untuk menjadi emosional, ketika anda memiliki emosi ekstra yang dapat anda bagikan dengan orang lain.

Akhirnya Allah menjawab doaku, Allah memberiku bonus bukan hanya ibuku datang dan tinggal bersama kami tetapi Allah juga memberiku kebahagiaan ganda, sepasang anak mungil untuk membuat kami terus merasa sehat dan awet muda, membuat kami merasa bahwa setiap hari biasa adalah hari yang sungguh spesial.

Setiap Ramadan tiba, aku tidak pernah melupakan "cerita tabung gas" dan hal itu membuatku selalu bersyukur dan berterima kasih kepada Allah tanpa henti.

Diakhir cerita ini saya berharap agan dan sista sekalian juga menghargai apa yang kalian miliki sekarang, memiliki lebih banyak emosi yang positif, jangan mengesampingkan perasaan sensitif dalam diri sendiri, karena itu akan membuat orang lain ikut merasakannya.

Dan jangan lelah untuk terus membuat orang lain bahagia, anda pasti akan mendapatkan imbalan nya di kemudian hari.

...... Sekian ......


Penulis : budhie - 2018
Untuk update
wan abut mampir buat baca gan emoticon-nyantai
Quote:


Quote:


Sejauh ini ane ikut mantau dulu gan
Ane simak dulu baik baik
emoticon-Leh Uga
Quote:


Siap gan emoticon-Leh Uga
buset bikin 2 cerpen bre?
Quote:


satu aja kok bray emoticon-Malu
Quote:


Wan abut ikut mantau yah gan emoticon-Hansip
terkadang ukuran font-nya ga pas buat ane gan
opini personal aja kok emoticon-Nyepi
Quote:


kegedean kah bray ? ane selalu pake size= 5

Coba deh ane resize ke 4 , btw thanks saran nya emoticon-Recommended Seller
Quote:


eh, cuma opini pribadi loh
kalo slama ini ga ada yg masalah, pertahanin aja, anggap aja ane yg aneh emoticon-Big Grin
entah, mungkin alesannya karna di kaskus rata2 pada pake ukuran font default semua, jadi ane agak aneh aja
trus blm tau juga nih kalo di mobile tampilannya gmn
Quote:


Saya pakai dua mobile , yg satu ukuran size saya default dan yg satu always saya gedein , kmrn bikin thread ini pake yg size gede , gpp gan thanks dah mampir dan Komeng yah emoticon-Shakehand2
ane rate 5 ya om budhie semoga menangemoticon-Big Grin
Quote:


thanks bray emoticon-Big Grin
Bacaan buat ngabuburit..
memuliakan ortu, terutama ibu...in syaa Allah, Allah pun akan memuliakan kitaemoticon-Mewek
Quote:

Silahkan dibaca gan emoticon-Monggo
Quote:


Iya gan sayangilah ibu mu sebab daripadanya lah kita di lahirkan emoticon-Nyepi
Hormatilah dan sayangilah ibu mu selalu emoticon-terimakasih
Quote:


emoticon-Leh Uga napa gan?
Quote:


ngga kenapa kenapa kok gan.
cuma mantau aja gan emoticon-Wkwkwk