alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Pintu Surga Yang Dirindukan(Short Story)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1957991ee5df5a608b4568/pintu-surga-yang-dirindukanshort-story

Pintu Surga Yang Dirindukan(Short Story)

Bandung 1987 dimana saat itu aku belum lah terbentuk menjadi Manusia bahkan masih dalam ketiadaan,hidup sepasang suami istri dengan mempunyai 5 orang anak,3orang laki laki dan 2 orang perempuan.keluarga kecil tersebut hidup dalam keterbatasan,untuk di katakan cukup sangat lah jauh dari kata cukup karna suami dari sang istri adalah pengangguran dan hanya mengentaskan sekolah di pendidikan Sd saja sehingga lowongan pekerjaan sangat susah dicari baginya.

sehingga membuat keluarga kecil tersebut berinisiatif untuk merantau kepulau seberang yang kata orang orang lowongan kerja disana sangatlah mudah untuk didapat,rombongan keluarga kecil tersebut akhirnya berlabuh kepulau seberang dengan menggunakan kapal dari uang hasil menjual tanahnya yang ada di bandung,pulau tujuan mereka saat itu adalah Kalimantan,tepatnya di Banjarmasin kalimantan selatan,modal nekat serta keyakinan yang kuat untuk bisa merubah keluarganya menjadi lebih baik lagi si Adhe memantapkan niatnya untuk merantau berharap kesulitan keuangan yang ada di keluarganya berakhir.

Ujang adalah anak yang tertua saat itu umurnya masih 14 tahun sedang adik adiknya ada yang berumur 5 tahun bahkan ada yang masih dalam gendongan Ibunya,di umur tersebut dirinya sudah di uji dengan hidup yang serba kekurangan dirinya hanya bersekolah lulusan Sd setelah itu kesibukannya hanya membantu Ayah dan Ibunya bekerja demi menghidupi adik adiknya yang kelaparan,terlebih lagi ketika dirinya ikut merantau orang tuanya ke kalimantan dengan sangat berat harus berpisah dengan teman teman sebayanya.

"Buk,apa kita akan kembali kerumah lagi nantinya?"ucap Ujang
"enggak Nak,rumah kita sudah di jual,kamu harus pinter beradaptasi lagi dengan teman teman barumu nanti di kalimantan"jawab ibunya

Ujang akhirnya menuruti apa kata Ibunya dia mengerti tentang kehidupannya yang serba kekurangan,di umurnya yang masih anak anak harusnya mendapat pendidikan layak namun dengan tegar dia mengurungkan mimpinya untuk melanjutkan sekolah lagi demi adik adiknya.

sebulan di kalimantan tepatnya di Banjarbaru Adhe akhirnya membeli sebidang tanah yang kecil lalu di bangun gubuk beratapkan daun kelapa kering yang apabila panas kepanasan sedang hujan kehujanan,sebulan berada di Kalimantan tak jua merubah kehidupan Adhe dan istrinya menjadi lebih baik,bahkan dengan keterputusasaan akhirnya Adhe mulai bermalas malasan dirumah sedang istri dan anak anaknya yang bekerja mencari kayu bakar untuk menyambung hidupnya.

entah apa yang ada dibenak Adhe saat itu sehingga membiarkan anak dan istrinya yang bekerja,padahal dialah yang seharusnya berkewajiban untuk menghidupi serta memberikan perlindungan kepada anak dan istrinya,sungguh ironi memang mempunyai orang tua yang berlepas diri dari tanggung jawab,namun dengan tabah Istri malah memakluminya entahlah dorongan cinta atau apa sehingga istrinya sangat sabar menghadapi prilaku suaminya.

ditengah sedang mencari kayu bakar Ujang begitu sangat heran dengan prilaku Ayahnya yang santai santai dirumah tanpa mau membantu dirinya dan Ibunya bekerja,didalam benaknya berpikir kemana sosok Ayah yang begitu dicintainya yang dulu mau banting tulang panas serta kehujanan bekerja untuk nya dan adik adiknya.

"Buk kenapa Bapak enggak pernah ikut kita mencari kayu bakar?kenapa ibu malah panas panasan gini mau mencari kayu bakar?"tanya Ujang
dengan tersenyum lalu Ibunya menjawab "udah Nak jangan risaukan prilaku Bapakmu,yang terpenting sekarang berdoa semoga Alah selalu memberi kelancaran rezeki buat kita,mungkin Bapakmu lagi banyak pikiran jadi biarkan saja siapa tau nanti Beliau berubah"ucap Ibunya dengan sabar
"tapi Buk,liat badan Ibu kurus tak terawat,Ibu istirahat aja biar Ujang yang nyari kayunya"pinta Ujang
dengan tersenyumm sembari membelai lembut rambut anaknya akhirnya Ibunya Istirahat dengan keempat adiknya yang masih kecil kecil,sedangkan Ujang melanjutkan tugas Ibunya mencari kayu kering untuk nanti dijual dan hasilnya di belikan beras serta lauk pauk.

setelah seharian mencari kayu bakar akhirnya mereka menuju kepengepul untuk ditukar dengan beberapa rupiah ,kayu bakar yang terkumpul kemudian diikat lalu di naikan kesepeda,kemudian Ujang menuntunnya bersama Ibunya berjalan sejauh 6 kilometer menuju rumah sang pengepul kayu bakal.setelah mendapatkan uang dari hasil menjual kayu bakal akhirnya Ujang bersama Ibu dan adik adiknya pulang menuju kerumah gubuknya yang kecil untuk istirahat melepas lelah seharian bekerja.

ketika sampai dirumah wajah Ujang memerah memendam rasa kesalnya kepada Ayahnya yang di lihatnya tidur nak enakkan dirumah,ingin sekali Ujang menegur Ayahnya namun apa daya kekuatan anak kecil dibanding orang tua sangatlah berbeda jauh.melihat kedatangan anak dan Istrinya Adhe lalu terbangun dengan wajah sumringah,kemudian menghampiri Istrinya lalu berkata "mana hasil dari penjualan kayu bakarnya?aku mau beli rokok ini udah asem bener bibirku"pinta Adhe

"Mas aku cuman dapet beberapa rupiah saja,rokoknya besok aja yah soalnya ini mau di belikan lauk pauk dan beras"pinta istrinya dengan sangat penuh hati hati kepada suaminya

"aaahh urusan lauk pauk enggak penting lah,sini uangnya udah masem bibirku ini"ujar ADhe seraya merebut paksa uang yang ada ditangan Istrinya sehingga meninggalkan beberapa rupiah saja

dengan perasaan enggak bersalah Adhe lalu keluar rumah tanpa memperhatikan Anak dan Istrinya,terutama anak anaknya yang masih kecil menagis karna menahan lapar seharian belum makan,sedangkan Ujang melihat kondisi tersebut tak kuasa menahan tangis karna emosinya yang dia pendam ke Ayahnya tak tersalurkan.Ayah macam apa yang membiarkan anaknya kelaparan?ayah macam apa yang bisa bisanya mementingkan dirinya sendiri ketimbang anak anaknya,entah kesabaran apa yang dimiliki Ibunya Ujang sehingga masih setia dengan perlakuan suaminya yang seperti itu,tak mencerminkan sosok suami serta Ayah yang tak bertanggung jawab.
pertamax diamankan mau sampe brp part bray ?

Edit eh kagak langsung kelar
Diubah oleh maszgalang
Quote:


sampe kelar pkknya bray

Part 1

setelah melihat perlakuan Ayah kepada Ibunya seperti itu Ujang tak melihat ada kesedihan yang tersirat di wajah Ibunya,bahkan dengan tegar Ibunya memberikan pengertian kepadanya serta adik adiknya " malam ini makan pakai garam dulu besok insya Allah kita makan pakai lauk pauk"ujar Ibunya

mendengar penuturan dari Ibunya,hati Ujang begitu tersayat sayat,bagaimana tidak Ayahnya enak enakkan membeli rokok dari hasil jerih payahnya bersama Ibunya tanpa berdosa uang tersebut malah di ambil paksa dan enggak memikirkan nasib anak anaknya kalau malam ini hendak makan apa.

akhirnya Ujang berjalan mendekati Ibu serta Adik Adiknya kemudian menggendong adik kecilnya yang ada dalam pelukan Ibunya seraya berkata "sabar yah,besok kakak akan kesungai untuk mencari ikan,sapa tau dapet banyak dan kita makan pakai ikan"

"asyiik,bener yah Kak besok kita makan pake ikan"ucap Fatimah kepada Ujang
"iyah,yang penting sekarang habiskan dulu makananmu,jangan mubazir"pinta Ujang
"Iyah Kak"jawab Fatimah seraya menelan nasi yang hanya bercampur garam di dalamnya

karna tak sanggup melihat Adiknya dengan lahap memakan nasi tanpa ikan Ujang berjalan menuju keluar rumah semmbari duduk dikursi,air matanya tak mampu untuk dia bendung akhrinya keluar terjatuh dipipinya,Ujang hanya bisa membathin "Ya ALLAH kenpa sikap Bapak begitu kepada Hamba dan Adik Adik hamba?ya Allah sadarkan dia menuju kejalan yang benar agar dia tau bahwa harusnya dirinyalah yang berkewajiban mencari nafkah bukan Ibu"

"kamu belum tidur Nak?"sapa Ibunya

Ujang terkejut lalu dengan segera menghapus air matanya "belum Buk,Ibu sendiri kenapa belum tidur?"
"ibu habis nidurin Adik Adikmu tadi,Ibu liat kamu abis nangis yah?"ucap Ibunya

ujang hanya bisa terdiam tanpa menyahut pertanyaan dari Ibunya
"kamu kenapa?cerita dong ke Ibu?"

ujang tetap terdiam
"kamu mikirin tetang Bapak yah?"

ujang lalu metap Ibunya kemudian memeluknya seraya menangis dalam pelukan Ibunya
"udah kamu enggak usah sedih atas perlakuan Bapak,doain aja semoga Allah menyadarkannya itu lebih baik"pinta ibunya
"Buk,apa salah jika aku membenci Bapak?Bapak udah keterlaluan Buk,Bapak egois,Bapak hanya mementingkan untuk kesenangannya saja dari pada anak anaknya"
"membenci Bapak enggak boleh Nak,benci lah sikapnya tap jangan benci orangnya karna kamu lahir juga karna ada Bapak"
"Ibuk tau kenapa sampai saat ini aku enggak punya teman disini?"tanya Ujang
"emang kenapa Nak?"
"karna setiap melihat teman teman yang seumuran dengan ku begitu sangat bahagia Buk,melihat Ayah mereka begitu sangat bertanggung jawab atas anak anaknya sedangkan Bapak ku malah sebaliknya,malu aku Buk punya Bapak seperti dia!"
"hush...kamu enggak boleh ngomong seperti itu,Allah paling cinta kepada hamba hambaNya yang berbakti kepada orang tuanya jadi Ibu harap kamu enggak usah mikirin sikap Bapak kamu,tetap sayangi dia tapi jangan tiru sikapnya"ujar Ibunya menasehati Ujang

akhirnya Ujang pun mengerti dengan omongan Ibunya lalu masuk kerumah yang berukuran kecil,kemudian tidur dengan beralaskan tikar sedang Ibunya di ranjang bersama Adik Adiknya,Ujang harus membiasakan tidur di atas tanah yang beralaskan tikar tidak seperti dulu yang hidupnya sedikit nyaman dengan tidur di kasur yang empuk serta berselimut tebal untuk menyelimuti tubuhnya ketika cuaca dingin menerpa,beda dengan kehidupannya yang sekarang tubuhnya harus terbiasa dengan hawa dingin menerpa tanpa satu selimutpun melilit ditubuhnya,terpaksa tidur dirumah yang jauh dikatakan rumah seperti gubuk disawah yang beralaskan dinding dan atap rumah terbuat dari daun kelapa yang kering.

ketika subuh menjelang,dirinya erbangun karna mendengar suara berisik dari Ayahnya yang memaki Ibunya,matanya terbuka dan terkejut melihat Ibunya terduduk di atas tanah sedangkan Ayahnya berdiri sembari berkata kata kotor dengan jari yang menunjuk kerah Ibunya,entah apa yang terjadi sehingga Ibunya di buat nangis oleh Ayahnya.
Ujang lalu berinisiatif memasang tubuhnya agar Ibunya tak diapa apakan oleh Ayahnya namun sayang kekuatan yang dimilikinya begitu jauh dari Ayahnya sehingga tendangan Ayahnya membuatnya terlempar dari muka ibunya dan terduduk menahan sakit di dadanya.

"KAMU SAMA DENGAN IBUMU YANG ENGGAK BERGUNA,BISANYA NYUSAHIN BAPAK,DIBESARKAN DARI KECIL SEHARUSNYA BISA NYARI UANG BANYAK UNTUK BAPAK,KALAU BISA KAMU KELUAR SANA NGAMEN KEK,ATAU CARI UNG NGEMIS DIPEREMPATAN SUAPAYA BAPAK ENGGAK SUSAH HIDUPNYA"bentak Ayahnya

Ujang hanya bisa terdiam sembari tangannya menggenggam menahan amarah yang ada di dadanya,sedangkan Ibunya hanya bisa menangis memeluk Ujang seranya menyabarkannya atas tindakan yang dilakukan Ayahnya,entah sampai kapan dirinya bisa bertahan atas perlakuan Ayahnya tersebut yang semakin hari semakin memburuk kepada Ibu dan dirinya
Lanjut gan
Ninggalin jejak dulu
Ijin baca dulu emoticon-Big Grin

Ada lagi nggak gan ?
Ninggalin Jejak Page 1.. Semoga Sampe Tamat Lagii
kq ga di lanjut nih thread ?


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di