alexa-tracking

Ramadhan Terakhirmu, Opik! [#cerpenReligi]

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1538e5162ec2d6728b456f/ramadhan-terakhirmu-opik-cerpenreligi
Ramadhan Terakhirmu, Opik! [#cerpenReligi]
Ramadhan Terakhirmu, Opik! [#cerpenReligi]
Ramadhan Terakhirmu, Opik! [#cerpenReligi]
SEBAGAIMANA KASKUSER YANG BAIK MOHON RATE, COMMENT, SHARE, CENDOL, DAN TIDAK UNTUK REUPLOAD
Ramadhan Terakhirmu, Opik! [#cerpenReligi]
Ramadhan terakhirmu, Opik!

Kau tau kenapa ramadhan kali ini terasa sepi??
Akan kujawab nanti


" Sahur... Sahur!!! " prakk prokk prakk!!!
" Sahur... Sahur!!! " prakk prokk prakk!!!
" Sahur... Sahur!!! " prakk prokk prakk!!!


Kita dulu sekawanan berkeliling RW dg kentongan, botol plastik dan alat tabuh lainya rela berjalan kaki hanya untuk membangunkan warga agar bersantap sahur. Kita pun tak lupa sahur sambil berjalan, walaupun seadanya kita menikmati masa masa ini. Masa yg tak kan bisa dibeli, bersama mu kuhabis kan waktu senang bisa mengenal dirimu. Rasanya semua begitu sempurna sayang untuk mengakhirinya. Dan kita memang bukan anak kecil, melainkan telah menjadi manusia berakal dan berpikir.
Dan tak lama kemudian Imsakiyah berkumandang menandakan santap sahur segera berakhir dan kami berjalan menuju masjid untuk segera ikut mengumandangka adzan Subuh dan menunaikan shalat.


Dugh dugh dugh....!!!
Allahuakbar Allahuakbar...
Allahuakbar Allahuakbar...


Alhamdulillah... Dalam hati gw gembira akhirnya sudah adzan maghrib dan waktunya berbuka
Quote:


Berbuka puasa dg keluarga memang tiada duanya, disitulah kenikmatan tiada tara didunia didapatkan. Canda tawa terlempar dari ibu ke anak, meskipun keluarga kami bukan keluarga utuh tapi aku tetap menyukainya

Quote:

Ayat 1-5 di awali oleh opik, tadarus hari pertama di bulan Ramadhan dan dilanjutkan dg aku dan yg lain
Shodakallah huladzim...

*****

Ramadhan Terakhirmu, Opik! [#cerpenReligi]
*****



" hiduplah bebaslah seperti orang dewasa dan berbahagialah seperti anak kecil yg belum mengenal kerasnya dunia" Opik ber wejang

" tumben amat lu pik! Sok bijak" kata ku

" orang hidup itu harus berjalan antara baik dan buruk, kalo kamu baik ya baik aja seterusnya jangan nanggung. Tapi kalo kamu buruk, ya segera taubat jika kamu sadar" wejang Opik

" tumben amat lu pik! Sumpah!! Elu kek orang mau mati pik!! " maki gw

" mati gak mati itu urusan tuhan Firman! " tegas opik

" suka suka lu pik" kataku berjalan pergi setelah tadarus hari pertama dan Opik mengikuti dari belakang

Hari demi hari Opik mulai berbeda, dia terlihat menyenangkan dari sebelumnya. Selalu dirindukan walau tak bertemu 1 jam. Seperti ada yg bercahaya dari wajahnya, cahaya putih bersih penuh keindahan bahkan orang buta pun dapat melihatnya.

Quote:


Surat terakhir dalam urutan mushaf Al Quran sukses di bacakan Opik dg sepenuh hati di hari terakhir bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah, Opik yg mengawali dg Surat Al Baqarah dan Opik juga yg mengakhiri dg Surat An Nas. Buatku itu mungkin Ramadhan yg paling berkesan sampai saat ini. Dia mengkhatamkan Al Quran tepat pada 29 Ramadhan, mungkin malam Lailatul Qadar.

Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar... La ilaaha illallahu allahuakbar Allahuakbar walilla ilham...
Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar... La ilaaha illallahu allahuakbar Allahuakbar walilla ilham...
Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar... La ilaaha illallahu allahuakbar Allahuakbar walilla ilham...


Takbir berkumandang menandakan hari suci, hari baru untuk mensucikan dari dari kesalahan yg disengaja maupun tidak disengaja baik secara fisik maupun lisan dg cara saling memaafkan secara lahir dan bathin bagi sesama umat muslim. Bahkan umat Non muslim pun tak lupa saling memaafkan kesalahan umat muslim secara tulus dari kesalahan kami. Dan dihari itu aku tak lupa bersungkem pada wanita paling berjasa dalam hidupku, seorang wanita yg memberikan segalanya untukku adalah jaminan cinta tulus seumur hidup, wanita hebat walaupun tanpa sosok laki laki disampingnya dia mampu mendidik dan membesarkan diriku dan dia seseorang yg kusebut Ibu. Dan gw berjanji, janji yg tak akan pernah diingkari lelaki bahwa aku akan menjadi apa yg beliau inginkan. Dan tak lupa saling bermaaf dengan saudara dan saudari kandungku.

Bahkan di tempat biasa aku, Opik dan sohib saling bermaaf maafan. Ada yg berbeda dari cara Opik bermaaf. Dia mengatakan ucapan maaf tulus dari hati dan merangkul kami, bahkan sebelumnya dia tak pernah melakukan ini sungguh suatu perbedaan yg mencolok darinya

Dan seminggu kemudian aku seperti diperintahkan untuk kerumah Opik. dengan mengendarai sepeda kukayuh dg perlahan hingga sampai dirumahnya. Rupanya dia sedang duduk di teras mendengarkan radio tua itu ditemani sebatang rokok favoritnya. Tanpa basa basi aku ikut duduk disampingnya dan mencomot sebuah pisang goreng.
Entah apa yg kami bicarakan hari itu, seingatku kami membicarakan tentang kehidupan. Apa yg membuat kita hidup, bagaimana kita menjalani hidup dan bagaimana kita seharusnya mengakhiri hidup dg cara khusnul khotimah. ketika dia menjeda obrolanya dan penyiar radio memutar playlist sebuah lagu

Aku mengenal dikau
Tak cukup lama separuh usia ku
Namun begitu banyak..pelajaran
Yang aku terima
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony
Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indah
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud harmony

Harmoni-Padi


" Kau membuatku mengerti hidup ini Kita terlahir bagai selembar kertas putih! Kau tau?? Kita lahir tanpa dosa, putih bersih tak bernoda! " ujarnya

Dan aku hanya memperhatikan perkataanya tanpa ada keinginan memotongnya

" tinggal kulukis dengan tinta pesan damai " ujarnya lalu menghisap rokonya dalam dalam dan melempar putungnya ke sembarang.

" dan hidup untuk berbuat baik, kau punya otak dan tau mana baik dan buruk. Tinta pesan damai maksudnya agar kau beribadah semaksimal mungkin dg ikhlas tanpa harapan imbalan, pasrah pada Allah swt"

" Dan terwujud harmony" katanya mengikuti nada lagu tersebut

" maka jika kau sudah terpanggil oleh tuhan, insha allah tuhan mengangkat derajatmu di akhirat " ujarnya lagi dan lagi lagi aku terdiam mendengar ucapanya yg dalam ini.

Lalu dia mengambil ponselku yg ku biarkan tergeletak di meja teras dan memainkan game ular. Setelah beberapa kali bermain dia bisa mengalahkan skor tertinggi miliku.

" lihat, awalnya nol sekarang bisa tertinggi skornya dan berakhir dg mati menabrak dinding. " ujarnya dan aku hanya diam tak bisa berkata sedari tadi

Lalu Opik menutup game dan kembali ke layar utama dan melihat wallpaper seorang wanita dan aku foto bersama

" Cantik!! Siapa? " tanya nya sambil manggut manggut

" Kesayangan " jawab ku singkat

" pacar? " tanya nya lagi

"Bukan, Ya... Sayang aja" jawabku

" Yang sana?? " tanya nya lagi

" Ya... Ya... Gak tau" jawab gw nyengir dan si Opik tertawa

Opik memandangi foto itu lekat lekat dan berkata

" cocok jadi istrimu, cantik orangnya " kata Opik

" Aamiin pik! " kata ku meng-amini

" semoga ucapanmu benar pik, tapi maaf dia berbeda! Bukan dia! Melainkan kita berbeda keyakinan, seperti minyak dan air! Diaduk sampai tangan putus tak akan pernah bersatu. Dan aku tak tega jika dia harus melepas apa yg diyakininya sejak kecil! Tapi gw selalu berdoa semoga ucapanmu benar adanya" kataku dalam hati.

Lalu Opik memberikan lagi ponsel ku dan waktunya untukku pamit pulang.
Sebelum aku siap mengkayuh sepeda dia berwejang

" ingat!, Kau membuatku mengerti hidup ini, Kita terlahir bagai selembar kertas putih, Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai, Kan terwujud harmony! Lakukan perintahnya dan jauhi laranganya! " ujarnya

" gila lu pik! Sumpah gila! Tapi lu ada benernya!
Ok lah! Pulang dulu pik! " pamit ku sambil melambaikan tangan

" ati ati, jangan pelan pelan! " teriaknya.

Aku mengkayuh sepeda ini dg memikirkan apa yg kami perbincangkan tadi dan aku masih belum menangkap maksudnya. Sesampainya dirumah aku menonton sebuah film yg bertema awal dan akhir. Hingga beranjak tidur aku masih memikirkan apa yg Opik katakan tadi ketika aku main kerumahnya. Dan tiba tiba waktu aku ingin memjamkan mata terlintas sesuatu dalam kepalaku

Semua hal memiliki awal dan akhir! Dan yang menentukan adalah waktu. Waktu adalah hadiah dari tuhan! Ada yg bisa menggunakan dg bijak, ada juga yg tidak demikian. Dan yg pasti waktu takkan berjalan mundur meski hanya sedetik


Semua memiliki awal dan akhir, seperti Opik. Berawal ketika lahir didunia putih bersih tak berdosa dan tak ternoda. Dan berakhir ketika ku terbangun dari tidurku dan mendengar suara dari pengeras di mushola jam 5 tepat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innalillahi wainalillahi rojiun... Innalillahi wainalillahi rojiun... Innalillahi wainalillahi rojiun...
Telah meninggal dunia saudara Taufik putra bapak Toha yg beralamatkana utara lapangan kampung. Sekali lagi saya ulangi!!
Telah meninggal dunia saudara Taufik putra bapak Toha yg beralamatkana utara lapangan kampung
Wassalamualaiku warahmatullahi wabarakatuh.


Aku terperanjat kaget, bagaimana bisa?? Kita berbincang dan bercanda tadi malam! Dan Opik meninggal pagi ini??

Aku yg linglung setelah bangun tidur, locat dari ranjang dan berlari mengambil motorku dan meng kick starternya lalu memutar gas sebanyak banyaknya lalu memasukan gigi transmisi. Pagi itu ku tembus dg kecepatan tinggi bahkan aku hampir menabrak sohibku yg juga terburu buru kerumah Opik setelah dengar pengumuman dari mushola dan bahkan aku sampai mengoper gigi transmisi tanpa menarik handle kopling saking terburu burunya dan tanpa cuci muka.

Dan Opik Meninggal dengan tenang pada sofa yg ditaruh di teras waktu subuh. Dan diteras itu dia pamit untuk pulang kepada pencipta pada kedua orang tuanya. Bahkan kami para sohibnya tak pernah mengetahui jika selama ini dia sakit Leukemia. Dan hanya keluarganya yg mengetahuinya, penyakit yg selama ini dia sembunyikan dari para sohibnya.
Kejadian selama bulan Ramadhan ini merupakan pertanda bahwa dia ingin pamit pada kami.

Dia manusia hebat sebelum dia tiada sebab dia bisa bermimpi, mengkhayal, melakukan dan berbuat apa yg dia inginkan sebab dia tau kapan dia akan pulang kepada sang pencipta.
Dan pagi ini aku dan sohib membantu mengurus pemakamnya

Tak lupa aku ikut mengangkat kerandanya sebagai penghormatan terakhir baginya. Setelah talqin dan menguruk dg tanah merah dan nisan aku dan sohib bahkan meneteskan air mata. Dihari itu kami sohib yg biasa tawuran, berkelahi dan melakukan hal sia sia yg membuat hati kami menjadi batu. mendadak menjadi pria cengeng yg kehilangan seorang sahabat! Betapa indahnya persahabatan itu.


" eh, besok mulai puasa! " kata opik

" ayo kita bangunkan warga sahur besok pagi! " kataku dengan penuh semangat


Tapi apa daya ucapan semangatku hanya sebuah imajinasi dari otak semata, karna nyatanya kau sudah tak disini. Kau sudah bersama yg lainya dalam indahnya alam kubur, dan kau telah pergi bertahun tahun silam. Meninggalkan keluarga dan handai taulan, Tak lupa kau juga meninggalkan para sohibmu dengan tenang.

Kosong sepi itulah yg kami rasakan setelah kepergianmu Opik!! Ada yg kurang ketika kami berkumpul, kau yg biasa melontarkan canda tawa agar kami tertawa dan sekarang suaramu tak terrdengar sama sekali. Meskipun kau telah pergi, tapi kau tetap ada di relung hati kami kawan!! Kau tak akan pernah terganti sebagai seorang sahabat! Dan tahun ini aku harus sempatkan pulang ke negriku tempat aku dilahirkan dan dibesarkan untuk mengenang sejenak masa lalu bersama mu.

Sekarang mungkin tak ada lagi acara membangunkan warga untuk bersantap sahur dan mengumandangkan adzan subuh dan itu bukan tugasku lagi, sebab ada generasi yg sedang melakukan apa yg kau lakukan semasa hidupmu. Dan tugasku?? Tugasku adalah membangunkan keluargaku sendiri untuk bersantap sahur dan menunaikan shalat serta membimbing mereka kejalan yg benar, dg menjalankan perintahnya dan menjauhi laranganya.

Dirimu tetap menjadi seorang yg hebat sebagai sahabat dan menjadi teka teki kehidupan ini seperti yang kau bilang. Dan diluarsana masih ada yg harus ku jaga! KELUARGAKU.


Quote:

Based On True Story
Tribute to Opik aka Muhammad Taufik Syaifullah Hidayat

Ramadhan Terakhirmu, Opik! [#cerpenReligi]
best friends forever
Ilustrasi GOOGLE IMAGE
image-url-apps
Pertamax hanya untuk TS
Reserved for cerpen religi
image-url-apps
bagus ceritanya gan ,
gan opik smg tenang disana emoticon-Turut Berduka
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


Thanks gan
image-url-apps
ini serius true story gan? kalau iya alfatihah buat almarhum emoticon-Turut Berduka
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. ..." Ali Imran 3:185

Semoga kematian Opik termasuk kematian yang baik karena terjadi di bulan Ramadhan dan arwah Opik diterima di sisinya... Amin emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S)
image-url-apps
Quote:

Terima kasih gan...
Quote:


Amin amin ya rabbalalamin
image-url-apps
Quote:


sama2 gan tapi saya sista bukan aganemoticon-Cape d...
image-url-apps
Quote:


Sori sis... Mana saya tau... emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
image-url-apps
Quote:


iya gan gppemoticon-Peace
image-url-apps
Like story banget nihemoticon-2 Jempol
image-url-apps
Quote:


Thanks banget sis.... emoticon-Recommended Selleremoticon-Recommended Seller
image-url-apps
Quote:


Afwan gan emoticon-Smilie
image-url-apps
Wowwww..cerpennya amazingemoticon-Wow
image-url-apps
inalilahi wainnalilahi rojiun semoga di terima di sisi allah emoticon-Smilie opik emoticon-Berduka (S)
image-url-apps
Quote:

Elu lagi elu lagi... emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Quote:

Thanks gan....
image-url-apps
Quote:


Sama sama gan..emg gaboleh ane nongol dimariemoticon-nyantai
image-url-apps
Quote:


Emang siapa yg bilang gak boleh??? emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
image-url-apps
Quote:


Ishh si slamet tehh kitu amat ku abdiemoticon-Nohope
image-url-apps
Quote:


Apalagi ini artinya???
×