alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?
5 stars - based on 16 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b14143956e6af6a508b4567/setelah-kuliah-mau-jadi-apa

Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?

Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?

Tidak terasa buat agan-agan yang dulunya masih SMA, mungkin tahun ini ada yang memiliki kesempatan kuliah, sebentar lagi akan merasakannya.

Jika agan berada di masa ini (akan kuliah), pasti ada pertanyaan khas yang di tujukan pada agan biasanya berkutat di kenapa pilih jurusan ini, apa motivasinya, pilihan sendiri atau paksaan orang tua? Atau bahkan masuk jurusan tersebut karena "kecelakaan"? Tidak masuk jurusan utama, namun masuk di jurusan kedua atau ketiga dan seterusnya.
Paling mentok jawaban yang menghibur diri ga jauh-jauh seperti ini:
"Daripada nganggur dan males kerja, selagi orang tua mampu atau diri sendiri punya biaya untuk kuliah, mending kuliah di jurusan "kecelakaan" tersebut."

Pertanyaan yang paling berbobot kira-kira setelah lulus di bangku kuliah akan menjadi apa. Dan biasanya akan dilanjutkan pertanyaan dengan intonasi kurang menarik. "Ah, yakin mau jadi anu (profesi yang sesuai dengan jurusan agan)?"
Atau berdasarkan pengalaman ane di masa itu, "Yakin lu mau jadi psikolog?"
Dan dari situ berbagai nyinyiran orang-orang sekitar terus bermunculan tanpa henti.


Tujuan ane membuat thread ini bukan untuk menyebarkan threat, skeptis, ataupun virus pesimisme dikalangan agan-agan yang calon mahasiswa, tapi sebaliknya. Agar agan semangat dan sukses dalam belajar. Dan juga ane sedikit curhat seputar kegundahan hati ketika ada orang yang bertanya seputar profesi dan penjelasan singkat bagi mereka yang meragukan masa depan setelah menjadi sarjana psikologi, atau mereka yang ingin lebih tahu nasib psikologi.

Idealnya, keberadaan seseorang di lingkungan pendidikan adalah menuntut ilmu, dan belajar. Menambah ilmu pengetahuan, lalu menciptakan perubahan. Namun seiring berkembangnya zaman, muncul tolak ukur baru yang bernama materialisme. Segala sesuatu diperhitungkan atas dasar materi dan untung rugi. Dunia pendidikan pun terkena imbasnya. Seringkali pendidikan dikaitkan dengan pekerjaan dan profesi di masa yang akan datang. Muncul sebuah kesan jika pendidikan menjadi sangat materialis karena selalu ditarik ke ranah dunia kerja. Satu sisi terlihat naif, tapi di sisi lain menjadi realistik; tentang ijasah dan pekerjaan.

Akibat sederhananya, saat ini ada pembagian jurusan tentang prospek tidaknya di masa setelah lulus dari bangku kuliah. Lihat saja jurusan management, akuntansi, teknik, dan kedokteran selalu menjadi jurusan terfavorit. Tidak pernah sepi dari peminat. Sedangkan jurusan filsafat dan keagamaan semakin samar memudar, semakin tua dan ringkih. Bahkan dengan iming-iming beasiswa pun jarang yang berminat.

Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?

Lalu agan kuliah di jurusan yang agan pilih mau jadi apa?
Atau secara khusus, agan yang ambil kuliah ilmu psikologi mau jadi apa?
Dalam kasus psikologi, terdapat satu profesi khusus bernama psikolog. Dengan syarat, agan lulus S1 Sarjana Psikologi, dan mengambil S2 Profesi Psikologi.
Tapi, jika profesi psikologi harus diukur dengan penghasilan yang di dapatkan, untuk Indonesia profesi ini masih terlalu menakutkan.

Meski sama-sama mengobati sebagaimana dokter, tapi budaya dan masyarakat di Indonesia lebih mempercayai pengobatan yang sifatnya tampak dan jelas seperti injeksi dan lainnya untuk penderita penyakit tubuh. Sedangkan psikolog, sifatnya lebih kearah komprehensif, dan psiko-sosial sehingga tidak cukup sekali datang. Mungkin bisa puluhan kali datang dengan tanpa obat dan garansi kesembuhan. Efeknya, seorang klien harus merogok kocek dalam-dalam. Persoalan duit memang bikin sakit kepala sehingga memunculkan kesan hanya orang-orang berduit yang bisa datang ke psikolog. Belum lagi dikaitkan dengan asumsi masyarakat kepada psikolog. Jika ada orang yang datang ke psikolog langsung di anggap gila, ga waras, dan sebagainya. Padahal tidak seperti itu adanya.

Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?

Jika tidak mau menjadi psikolog, sarjana psikologi dapat bekerja di perusahaan di bagian HR (Human Resource), Personalia, dan sebagainya. Buat agan yang bekerja di divisi ini, paling yang di gunain cuma alat-alat tes psikologis umum. Ga jauh dari tes koran, entah itu Kraeplin, atau Pauli ditambah papikostik.
Karena calon karyawan yang selesai mengerjakan tes diatas pastilah capek dan mumet, akhirnya di kasih tes yang menghibur seperti tes Grafis; HTP, DAP, DAT, Wartegg. Itu juga ga sering-sering banget di gunain. Yang paling di pake soal wawancara, mentok juga di BEI (selama ane kuliah, ngebahas metode wawancara ini juga cuma sekali pertemuan dalam mata kuliah PIO). Padahal selama kuliah psikologi hal seperti itu paling cuma 3 semester (1,5 tahun) ilmu psikologi lain tidak di gunakan. Kurang lebih hampir 50% ilmu yang kita dapat selama perkuliahan menguap gitu aja.

Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?

Kemudian bekerja di dunia pendidikan bisa menjadi guru BK. Jujur aja, ane ngerasa ga fair dengan orang-orang yang belajar secara khusus bidang ini. Terkesan mengambil jatah dengan orang yang mengambil kuliah di ilmu pendidikan konseling. Memang, di psikologi sendiri mempelajari tentang Konseling. Pengalaman ane, itu cuma terjadi sekali dan bobotnya 2 SKS. Pastilah beda antara orang yang belajar secara khusus di bidang tersebut selama 4 tahun (jika kuliahnya lancar tanpa drama kehidupan) dengan orang yang belajar hanya kulit luarnya saja.

Kira-kira jawaban seperti itu yang bisa ane berikan kepada orang-orang yang kuliah di jurusan Psikologi. Jika kuliah di kaitkan dunia pekerjaan bener-bener berasa horornya. Jangankan jurusan dengan masa depan samar. Jurusan dengan konon yang lebih menjamin pun, lebih ada saja yang menganggur.

Jujur di dunia kerja, calon karyawan yang minim pengalaman ketika melamar, kebanyakan juga di skip. Di dunia kerja yang di lihat pertama adalah pengalaman yang sesuai dengan penempatan. Kejadian screening macem ini ga lebih dari satu menit membaca resume, cv calon karyawan. Bisa lebih jika calon karyawan memiliki sesuatu yang menarik.

Toh juga perusahaan cenderung lebih seneng punya calon karyawan yang memiliki pengalaman. Sehingga bisa langsung di pake di dunia kerja dibandingkan harus ngeluarin duit lagi untuk training ataupun development.
Ujung-ujungnya para fresh graduate sarjana S1 yang minim pengalaman dapet pekerjaan dengan penghasilan ga jauh-jauh dari UMR setelah kena potongan ini itu.

Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?

Adanya kenyataan ini merupakan waktu bagi mahasiswa secara khusus, dan pelajar secara umum untuk kembali meluruskan niat.
Tugas utama yang harus dilakukan adalah belajar, meneliti, dan mengabdi. Sah-sah saja menentukan tujuan untuk menjadi apa dan bekerja dimana sehingga menjadi pelajar yang dapat dipertanggung jawabkan secara kualitas. Karena akan memunculkan peluang dan kesempatan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Masa depan memang harus dipikirkan secara matang. Karena tujuan akan menentukan usaha yang akan dilakukan.
Tapi bukankah sekolah sejatinya tidak untuk mencari kerja? Bukankah tujuan pendidikan tidak untuk mencari uang?

Logika sederhananya, jika agan-agan yang sedang atau akan kuliah hanya untuk memiliki
Pekerjaan dan uang, mengapa bersusah payah melalui jalan yang belum menjanjikan?
Sejauh yang ane tahu, tidak ada universitas menjamin para lulusannya bekerja di perusahaan gede, dengan gaji dua digit, dan menempati posisi "wah" di sebuah perusahaan.
Kuliah itu mahal, hitung saja berapa biaya yang dikeluarkan untuk kuliah. Entah PTN atau PTS. Coba saja agan-agan mulai hitung-hitungan berapa yang harus di bayar. Mungkin bisa ratusan juta untuk sekedar dapet sertifikat S1. (mulai dari biaya masuk: uang gedung dan sebagainya, SPP yang harus di bayar tiap semester, biaya yang tidak terduga entah praktikum, beli buku, dan sebagainya. Buat yang ngekos juga ada biayanya, belum lagi urusan perut yang harus diisi tiap hari).

Persoalan kerja memang tergantung dari kualitas yang dimiliki seorang individu. Karena bekerja bukan hanya soal ijasah dan nilai tinggi. Belum lagi jika ijasah yang didapat berasal dari colongan. Memperluas jaringan (link), meningkatkan pengalaman, mengembangkan pengetahuan di luar kampus emang ga boleh di lupakan. Jadi, selama kuliah jangan sungkan melakukan hal-hal tersebut demi memperkaya CV agan nantinya.

Namun yang terpenting adalah sejauh mana keilmuan yang agan miliki bisa bermanfaat untuk orang lain. Jangan pula mengukur kesuksesan seseorang dari apa yang di dapat. Menurut ane, ukuran kesuksesan seseorang adalah kebahagiaan. Dan kebahagiaan hanya dapat di rasakan pribadi masing-masing individu.

Untuk agan yang sedang atau akan kuliah di jurusan psikologi secara khusus, dan mahasiswa jurusan lain secara umum yang sedang bingung kedepannya ingin menjadi apa, masih bisa bermanfaat untuk orang lain.
Terlebih agan-agan yang memiliki latar belakang pendidikan psikologi, kita (agan termasuk ane) selalu bicara tentang kedinamikaan manusia. Selalu mengagung-agungkan "Memanusiakan Manusia." Pada titik inilah kita, (orang-orang yang berpendidikan psikologi) sejatinya adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Apalagi, "Manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain."

Sebagai penutup, mendapat pekerjaan adalah bonus dari usaha dan kerja keras yang telah kita lakukan. Tentu dengan tanpa melupakan merencanakan masa depan yang kita inginkan.

Gimana? Apa agan-agan masih bingung kuliah untuk apa? Atau masih bingung ketika agan nanti setelah lulus menjadi apa?

Yuk, biarkan ane tahu pemikiran agan melalui komentar agan di bawah ya emoticon-Big Grin

Update 6 Juni 2018

107 shares emoticon-Matabelo
Sebelumnya ane berterimakasih kepada agan-agan yang nge-share thread ane emoticon-Smilie

Setelah ane baca komentar agan satu persatu dari page awal hingga terakhir (page 17 saat tulisan ini di buat) ane kepengen meluruskan beberapa hal.

Pertama, memang betul thread ini ditujukan kepada agan-agan yang bingung mau kemana (mencari jati diri). Seperti tulisan ane di page pertama "Karena masa depan harus direncanakan dengan matang."
Karena itu, di saat agan selesai membaca thread ini, sebisa mungkin mulai merencanakan masa depan agan sendiri.

Kedua, ane ga bermaksud bekerja harus sesuai dengan latar belakang pendidikan S1 agan.
Di zaman sekarang mencari pekerjaan itu susah. Ane iseng-iseng coba melamar di salah satu website pencari kerja. Ternyata, untuk satu lowongan saja dalam dua hari sudah terlihat rata-rata seribu pemalar kerja yang ingin mengisi sebuah posisi di sebuah perusahaan. Saran ane, jika ada lowongan, boleh lah cari pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan, namun juga jgn lupakan ngelamar pekerjaan yang memiliki syarat "S1 segala jurusan." Baik di sadari atau ngga, apapun pekerjaan agan pasti ada pengaruhnya dengan latar belakang pendidikan agan.

Ketiga, masih ada hubungannya dengan point kedua.
Karena banyaknya pelamar kerja sebisa mungkin agan memiliki nilai tambah. Jujur saja, orang-orang HR hanya menghabiskan satu menit untuk melihat surat lamaran kerja, cv dan sebagainya.
Untuk agan yang masih kuliah, jika ada kesempatan pelatihan yg ada hubungannya dgn latar belakang pendidikan agan, sebisa mungkin diikuti. Sertifikat pelatihan akan menjadi nilai tambah ketika melamar sebuah pekerjaan.

Keempat, ketika masih kuliah agan boleh-boleh saja ikut sebuah organisasi di kampus.
Tapi, jangan sampai organisasi yang agan ikutin justru menghabiskan sebagian besar waktu agan selama kuliah. Agan masuk kuliah untuk belajar, dan menambah ilmu sesuai dengan jurusan. Itulah porsi waktu paling banyak yang harus agan habiskan dibanding organisasi kampus.
Pilih organisasi mahasiswa yang ga kolot, ga rigid, atau yang memberatkan kehidupan kampus. Cara gampangnya, telusuri saja sejarah organisasi kampus yg pengen agan ikuti. Cari tahu bagaimana cara senior mengayomi juniornya, dsb.
Beberapa organisasi kampus bisa menjadi bahan pertimbangan dalam melamar kerja.
Contohnya, ketika agan melamar sebagai content writer, agan bisa masukkan pengalaman menulis ketika agan menjadi anggota pers mahasiswa.
Bukan hanya lowongan kerja tersebut, beberapa lowker reporter mewajibkan pelamar kerja aktif dalam organisasi pers selama kuliah.

Kelima, ketika agan kuliah sebisa mungkin pelajari mata kuliah yang memiliki nilai jual di pekerjaan.
Sebagai contoh dalam perkuliahan di jurusan psikologi, beberapa mata kuliah yg memiliki nilai jual:
1 Berbagai mata kuliah tes psikologis,
2 Konseling,
3 Wawancara dan Observasi
4 Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) -> seputar rekrutmen, training & development, diagnosis organisasi.
5 Jika agan minat dan mau menekuni bagian klinis, sebisa mungkin belajar bagaimana cara asesmen

Untuk jurusan lain, ane berharap agan-agan lain bisa share agar yg lain bisa sama-sama belajar.

8. Jika akan masih SMA dan kedepannya ada psikotes yg di adakan di sekolah, hasilnya jika bisa di konsultasikan kepada guru BP / BK. Jadi, agan bisa tahu dan di jelaskan di mana minat dan bakat untuk mengetahui potensi agan.

9. Buat agan-agan yg udh lulus dan masih belum dapet kerjaan, ane ga bisa ngomong apapun selain bilang mohon bersabar. Namanya dapet kerja emang soal rejeki.
Memang betul, beberapa temen ane bisa dpt kerjaan sebelum masa wisuda. Namun, yang mengalami fase nganggur terlebih dahulu lebih banyak, termasuk diri ane.
Ada yg nganggur berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan setahun baru dapet pekerjaan.
Dibanding nganggur malah pikiran jelek sering dateng, agan bisa isi waktu untuk lamar pekerjaan intership, magang, dsb untuk menambah pengalaman, jangan di lihat penghasilan yg di dapat dari magang. Tp yg dibutuhin itu pengalamannya. Intinya jangan menyerah walaupun orang2 di kanan kiri agan mulutnya sering kritik hidup agan. Namanya juga hidup, kita yg ngejalanin, orang lain yg komentarin.

Semoga kita terus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain ya gan. Tetep semangat dalam memperjuangkan apa yg ingin agan capai emoticon-Big Grin
Diubah oleh Gludin
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 18
amankan dulu PERTAMAX emoticon-Cool
setelah tamat mau jadi pengusaha ajalah emoticon-Leh Uga



emoticon-2 Jempol emoticon-Rate 5 Star

Setelah Kuliah Mau Jadi Apa?


bagi cendolnya dong gan..
(yg ngasih cendol semoga byk rejeki, sukses semuanya, makin ganteng/cantik, panjang umur dan sehat selalu) emoticon-Cendol (S)
Diubah oleh yeduoka
jadi pns lah eh... emoticon-Hammer2
Lulus sekolah atau kuliah... emoticon-Ultah

Sejak dulu sampai sekarang, pilihannya cuma dua:

1). Negeri : Pegawai Negeri
2). Swasta : Pegawai Swasta, Pengusaha/ Wiraswasta

Tinggal pilih saja track dalam hidup ente sob, mau jadi yang mana?
Disesuaikan dengan minat, bakat dan kondisi ente.

emoticon-Ultah
Klo udah tamat, pokus jadi pengangguran aja bray
emoticon-Wkwkwk
setelah kuliah ya harus mempraktekan ilmu yang di dapatnya emoticon-Big Grin
saran ane yg udh malang melintang di dunia kerja:

* sblm daftar kuliah tentukan dulu cita2 agan pengen jadi apa dan pengen kerja di bidang apa.... cari marketnya juga dan prospek di masa depan...

* sering2 baca lowongan kerja posisi pekerjaan yg agan/aganwati inginkan... trus penuhi semua syarat2nya itu

* cari jurusan kuliah yg sesuai minat dan kepribadian agan/aganwati... jgn sampe ikut2an temen... spya agan minat ama pelajarannya smpe lulus kuliah

* sebaiknya gak sampe buang2 waktu dan duit ortu kayak kasus2 gini ya bray:

masuk jurusan kecelakaan demi dapet gengsi kuliah di kampus negeri ---> most likely kuliahnya gak selesai atau lulus tapi kerjaannya nanti ga sesuai dgn jurusan yg dia ambil di kampus

pernah temen ane cewe sok2an masuk jurusan IT krna ngerasa gaptek ---> cuma bertahan setahun krna ga kuat otaknya, trus setahun kemudian pindah ke sastra

temen ane ambil s2 kriminologi di kampus negeri krna ikut2an temennya ---> 1 thn drop out krna bosan ama pelajarannya dan nilai2nya berantakan

temen ane orgnya pendiem dan ga banyak omong masuk jurusan hukum.. ---> lulus siy.. tapi kerjanya ga nyambung... honorer pns... katanya udah ga minat kerja di bidang hukum

emoticon-Ngakak
Diubah oleh setiapmenit
dulu ane kuliah cm utk nambah ilmu dibidang yg ane senangi...tp duitnya dpt dari bisnis jualan
Quote:


emoticon-Marah
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Buset. Thread curhatan ane jadi hate emoticon-Ngakak (S)

Hall of Fame buat agan-agan yg udh ngerasain pahitnya hidup ternyata lebih sering datang dibanding manisnya hidup emoticon-Leh Uga

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



Quote:


Quote:



Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



Quote:


Quote:



Diubah oleh Gludin
ujung2nya ngegojek emoticon-Wakaka
Diubah oleh satriagujis
kalo cewek ya tinggal nikah aja kalo udah lulus
bawah ane mo jadi mahoemoticon-Betty
Diubah oleh aliezrei
jadi apaaaaa prok prok prok...!!!
enak jadi driver ojol ae brooo emoticon-Big Grin
jadi pengusaha
ane biasanya abis kuliah ya pulang trus mandi bree
kadang ya jalan dulu sama pacar jajan bakso apa ke kantin emoticon-Ngakak
santai dulu setahun emoticon-Big Grin
percuma sekolah tinggi2 gan , ilmu yg di dpt skrng dah lupa semua nya gan !!! emoticon-Jempol :gagalpaham

jd kesan nya mubazir gitu gan !!! Yg penting mah pengalaman kerja nya gan !!! :merdeka :tepuktangan

page one ane gembok yaa gan , yg laen bisa ke belakang !!! :monggo :monggo
Diubah oleh penjualideindo
Klo ane langsung kimpoi emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 18


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di