alexa-tracking

Kumpulan puisi cinta dan cita kehidupan pengelana dunia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b12e34cdcd77008318b4568/kumpulan-puisi-cinta-dan-cita-kehidupan-pengelana-dunia
Kumpulan puisi cinta dan cita kehidupan pengelana dunia
Pengelana dunia terkadang tak sadar di lakukan oleh siapapun. Kita, kamu ,aku dan orang sekitar kita kadang melakukan itu. Tak di sadari sebetulnya sejak kita di lahiran dan mulai bernafas ke dunia ini kita sudah mulai di tujukan untuk berkelana. Dari jabang bayi merah kita mulai menyerap ragam arti dan makna dunia dalam sebuah perjalanan, pengembaraan atau pengelana.
Quote:

Pangeran rantau


Di sudut terpencil dari tanah berasal
Dalam rimba yang sudah di bongkar
Menjadi area penggalian harta
Mutiara hitam berbingkai remah

Bara baru bahan pemanas
Mendidihkan dinginnya air untuk bergerak
Menghasilkan tekanan uap menerjang
Guna mendorong jeruji sekat besi roda

Buku hitam aku pinjam
Buku kusam aku pinjam
Mencari catatan putih merona
Mencari jatidiri mempelajari jiwa

Kemana arah melangkah
Kemana raga menuju
Untuk apa aku ini
Aku mencari dalam waktu yang melaju

Dulu
Sudah berlalu
Kini
Sedang dijalani
Nanti
Akan dilakoni

Hanya ketiga hal itu
Dulu kini dan nanti
Yang terus di lakoni dan di jalani
Oleh pengelana hingga waktu tak tentu


Quote:

Asal muasal kita Berbeda beda, ada yang dari desa kini di kota dan sebaliknya. Ada juga yang dari rimba kini di pinggiran kota dan sebaliknya. Namun ada pula yang lupa tempat asalnya dan sebaliknya.

Tempat kita di lahirkan, terkadang menyimpan ciri khas tersendiri. Misalnya bahan tambang seperti batu bara. Yang di jadikan bahan pemanas air guna menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin penghasil energi listrik. Namun di berbagai tempat juga menghasilkan sesuatu yang berbeda. Walaupun bisa juga sama. Tapi kadang ada bedanya. Dan di antara perbedaan apa yang di hasilkan itu, terbentuklah pertukaran antar wilayah. Karena penghasilan beda dan kebutuhan berbeda pula. Inilah yang membuat kehidupan kita, berhiaskan aneka keunikan.

Dalam memenuhi kebutuhan kita, cenderung menuntut kita belajar. Belajar membaca. Dari buku hitam, putih, kuning, merah , hijau dan warna lainnya, kita banyak tahu aneka yang menjadi keunikan manusia. Dan terkadang ragam catatan yang pernah kita baca membawa pikiran kita berkelana melanglang buana, kemana mana.


Arah angin kadang tak menentu. Walaupun semestinya itu sudah ada ketentuan. Dari rotasi bumi mengelilingi mentari dan roda putaran galaksi alam raya, sebetulnya itu petunjuk arah. Sayangnya kita sering tak mampu untuk membaca itu. Dan kita tersesat dalam pertanyaan pengelanaan yang kadang bingung dengan arah. Walau begitu, kita harus tetap melangkah.


Masa waktu yang menentukan langkah kita. Kemana arah dan tujuan akhir akan dihentikan oleh waktu yang ada. Kita punya waktu. Aku ada masanya. Kamu ada masanya. Semua ada juga batasan masanya untuk berlaku. Hidup dalam dunia. Berkelana mencari ilmu.

Quote:

Cita cinta berkelana


Diriku punya cita dan juga punya cinta
Dirimu pun mungkin sama saja
Seperti burung terbang melayang berkelana
Seperti itulah mungkin adanya
Walaupun tiada pasti serupa demikian juga

Cita cita mendorong gerakan badan
Seperti angin yang bertiup menggerakan dedaunan
Di keheningan jiwa yang sunyi ramai nyata
Berbaur padu untuk dilebur berkejaran

Cinta membawaku menuju dirimu
Cinta menariknya menuju diriku
Dirimu ada juga karena cinta
Pun sedemikian dengan aku asal mula awalannya
Cinta yang membuat semua ini ada

Perjalanan membaurkan cinta dan cita
Menggerakan raga dan hati menuju tempat yang kadang tak menentu
Kadang juga sudah berlabuh
Kadang juga diam membatu
Namun inilah yang membuat semuanya jadi indah
Walau terkadang hanyalah keindahan semu

Quote:

Terima kasih kepada semua yang telah Sudi menyempatkan masanya bertandang ke catatan hati. Yang mungkin tiada bermakna. Tiada pula indah dibaca dan di pandang mata. Kedua catatan goresan asal asalan ini. Akan menjadi awal catatan hati yang rencana akan dihimpun. Dalam goresan kata di berikutnya.
emoticon-terimakasih
Sampai jumpa
image-url-apps
Kumpulan coretan hasila tarian kedua jempol tangan

Update Segera<...... emoticon-nyantai
image-url-apps
Apakah ini kerana terlalu banyak minum kopi? Sehingga lamunan dalam benak meletup-meletup dan kemudian merangsang kedua jempol untuk menari-menari di atas papan qwerty? emoticon-Wow
KASKUS Ads

Kopi malam teman lamunan

image-url-apps
Quote:


Kopi malam
Tak beda dengan kopi pagi
Pun sama halnya kopi siang
Juga setara raya kopi sore

Yang beda adalah masa
Masa waktunya dalam menikmatinya

Kopi pagi penyegar raga pemecut semangat berangkat berkuda
Kopi siang pengusir lelah kantuk membatik
Kopi sore penghias sekedar rame

Kopi malam
Kopi hitam
Sewarna dengan nuansa
Searah dengan rona gulita
Sejajar dengan cahaya yang tiada
Hitam pekat seakan gambarkan gulita yang ada

Ditambah dengan lamunan malam
Jiwa kelam bersemayam
Menambah pacuan pencarian cahaya dalam kelam

Cuma beda waktunya
Namun
Ada kalanya
Beda pula setiap jiwa yang ada menikmati dan memaknainya

Kopi malam
Tak selamanya harus kelam
Kopi malam hanyalah teman menyelam dalam kelam mencari sinar rembulan malam
image-url-apps
Quote:


Wah ... wah .... keren dah ... puisinya ...
Ini ane juga menikmati kopi malam di bawah sinar rembulan malam yang sayangnya suasananya agak kelam, sekelam ampasnya. Kelam dan penuh misteri ...
Aku ingin menyelami misteri tersebut, misteri tentang sejuta bintang, misteri tentang bisikan angin malam ...
Aku ingin menyelam bersama kopi malam dan kemudian kutinggalkan ampasnya begitu saja yang sebenarnya masih penuh dengan misteri.
Ada rasa yang terpendam dalam ampas kopi yang tak pernah kita seduh sebelumnya, penuh misteri ...
Sruput dulu gan bib kopinya ... Ampasnya biarlah, biar jadi misteri yang tak pernah terjawab.

Puisi cinta Dalam Dunia

image-url-apps
Cinta
Ada yang mencintai
Ada yang di cintai

Cintaku
Ada aku
Ada kamu
Bila bersatu kamu jadi cintaku

Cintailah
Apa yang pantas untuk dicinta
Apa yang sanggup untuk di cinta
Dalam semarak luas samudera cinta

Cintamu
Ada aku
Ada kamu
Bila bersatu
Aku menjadi cintamu

Cinta hanyalah kata multi makna
Dan pada ujung persinggahan untuk bercinta
Dalam api asmara penuh cinta

Ramadan Pergi Syawal Datang Menghampiri

image-url-apps
Di tengah malam
Di pergantian hari
Sayup terdengar suara takbiran
Menyambut hari Fitri

Ramadhan meninggalkan kita
Bulan hilang tiada muncul
Datang sabit Syawal mengganti
Mengajak kita mengingat kesalahan terhadap sesama
Untuk saling dapat berangkulan
Untuk bisa saling memaafkan

Dosa kepada Tuhan
Kumohon ampunan Allah SWT
Dosa dan khilaf ku kepada anda semua
Ku mohon maaf tulus dari hati yang dalam

Tak mampu tangan berjabat terpaut
Tak dapat muka bertatap saling
Tak juga badan bertemu berpaling
Tapi maaf anda semuanya diharapkan terjaring

Salah, dosa, khilaf, Angkara , dan sebagainya
Setiap detik ada terbesit
Setiap saat bisa terhimpit
Walau kadang tak sadar kita mengingat itu

Kini syawal menghampiri
Ramadan sudah pergi
Dan mulai kita melangkah di hari nan Fitri

*******



Selamat hari raya idul Fitri 1439 H
Mohon maaf lahir dan batin

Habis mudik terbitlah kerja lagi

image-url-apps
Kerja lagi
Masuk lagi
Absen lagi
Cari duit lagi

Berburu kembali dengan waktu
Menggeluti rutinitas dan keseharian
Bekerja kembali
Melaksanakan tugas sehari hari

Masuk kembali
Kerja lagi
Cari duit lagi
Sampai mudik lebaran nanti

Apa ini punya arti ?

Aura Kasih Cinta Dalam Senandung Malam

image-url-apps
Auramu terang
Menyilaukan mata
Kasihmu menyejukkan
Menjadikan tubuh gundah jiwa resah dapat tenang tiba sahaja

Wajahmu elok
Tubuhmu berkelok
Lekuk bukan bungkuk
Yang membuat pandangan termangkuk

Kau semampai
Geraknya lemah gemulai
Namun tersirat kerasnya hidup dalam jalanmu yang gontai

Kau tegar
Seperti pagar
Menjaga kebun agar tanaman terus bugar

Aura kasih cinta
Putri cantik jelita
Engkau memikat berjuta jiwa
Menuju peluk dan dekapmu berharap di cinta

Mungkin semua kumbang akan berharap hal yang sama
Mengharapkan cinta yang bergelora
Darimu putri jelita
Aura kasih cinta


Lamunan gulita Jakarta 2018

Syair Cinta Itu Bergemuruh Seperti Syair Puisi Lagu Cinta Kelabu

Cinta itu menggema
Cinta itu mendayu
Bagai sebuah syair lagu

Gemuruhnya seperti itu
Mendayu ya seperti itu
Seperti sebuah syair puisi lagu

Merekah indah bila bersambut
Getar hati membahana, hati bergemuruh
Redup pelita tetap terang berasa
Kering kerontang kemarau panjang
Tetap hati berasa senang

Namun

Bila hidup tak bersama
Itu tidak ada artinya
Cinta hanya menjadi seperti sebuah syair lagu
Cinta kelabu
Spoiler for Seperti ini:

Mengapa pengelana maya meminta minta

image-url-apps
Mengapa pengelana maya meminta
Bahkan di pagi buta gulita
Pesan melayang meminta minta

Permintaan hanya sekedar link download video
Cuma itu
Itu saja
Hanya begitu
Begitu saja
Sebenarnya

Untuk apa ya kiranya punggawa Maya melakukan itu rupa
Apakah sebegitu berharganya bagi kehidupan kita
Atau hanya iseng semu tak berkendara

Mintanya link download video mirip Hana Annisa
Dikasih orang link download video siksa kuburnya
Mintanya link download video bocah dan tantenya
Di kasih orang link siksa bencana
Mintanya link download video mirip Marion jika
Dikasih orang link download video kekalahan tim bola idola
Mintanya link download video mirip ayodj di apartemen
Di kasih orang link download video orang lagi ngaduk semen
Mintanya link download video mirip aura kasih
Dikasih orang link download video neneknya sedang mengunyah sirih

Sudah berulang kali
Dikerjai sana sini
Nun tak jua jera
Macam link download video itu sangat berharga

Padahal
Apa yang di minta adalah sampah
Apa yang di buru hanya miang bambu
Apa yang di cari hanyalah bahan tak berarti

Namun mengapa masih ada saja
Dari pada zaman dahulu kala
Hingga pada zaman kini dan mungkin nanti

Sulit di mengerti
Mungkin inilah perjalanan hidup yang manusiawi

Bisa juga ang yangeminta ya adalah manusia yang tak punya manfaat berguna dan berarti

Begitulah keadaan yang sering di temui
Terutama dalam gelap kelam gulita malam hari
Seperti saat ini
emoticon-terimakasih
Jakarta 20 Juli tahun 2018

Aku lagi malas

image-url-apps
Aku lagi malas
Badan terasa lemas
Padahal keras

Aku mau ngegas
Tapi rasanya malas
Padahal ngga lemas

Apa yang ada sekarang ini
Kenapa rasa begitu begini
Ah... Biarlah jawabnya menepi nanti

Sebenarnya ingin ku jemput bola
Ingin kutangkap cita dan cinta
Tapi semua menjadi lamunan senja

Aku lagi malas
Badan terasa lemas
Padahal keras