alexa-tracking

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afbe16598e31b130a8b456f/kenangan-indah-ramadhan-di-pulau-dewata--dari-mayoritas-ke-minoritas
Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas
Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

#6thThreadCreator

Tinggal Hitungan jam, sebentar lagi kita umat muslim akan menyambut datangnya bulan yang selalu dinanti oleh umat muslim seluruh dunia… yaitu Bulan Suci Ramadhan. Bersyukurlah bagi kita yang masih diperkenankan untuk bertemu kembali dengan Bulan Ramadhan, Bulan penuh berkah dan kebaikan.

Kembali beberapa tahun silam, saat diriku merantau di pulau sebelah yaitu pulau dewata bali. Banyak Alasan diriku memutuskan untuk mengais rejeki di sana, tapi dalam cerita ini aku tidak akan membahas tentang itu. Beberapa bulan setelah berada di Bali tepatnya di daerah Denpasar, waktu itu akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Ada secuil perasaan dilema, karena ini lah pertama kali menjalani ibadah puasa di Bali yang boleh dikatakan kami kaum muslim merupakan minoritas di sana. Bukan kali ini saja dilema ini ku rasakan, awal aku datang kesini memang ada perasaan aneh. Terbiasa hidup di pulau jawa yang setiap waktu menjelang sholat mendengar suara Adzan bergema.. tapi saat disini bisa mendengar suara Adzan jika saat itu berada dekat dengan Masjid. Begitu pula saat akan memasuki bulan ramadhan, yang ada di benakku saat itu adalah Ramadhan kali ini akan berbeda dengan Ramadhan Ramadhan sebelumnya.

Disaat merenung di kamar, akhirnya ku putuskan untuk menelpon ibu di rumah.

“Halo Assalamualaikum”

“Wa’alaikumsalam, Piye Kabare Le di sana? Besok puasa pertama Pulang?”

“Alhamdulillah kabarnya baik Buk, Sepertinya aku gak bisa pulang Buk awal Ramadhan ini” Ini juga hal yang membuat aku sedikit dilema, melewatkan awal Ramadhan tanpa bersama keluarga… aku tidak bisa pulang karena terbentur jarak, biaya dan waktu…

Kami sedikit berbincang bincang mengenai pekerjaanku disini dan Ibu memberikan wejangan wejangannya kepadaku… Setelah mendengar wejangannya yang melegakan hati, aku harus menyambut ramadhan tahun ini dengan perasaan gembira. Aku harus terbiasa menjalani ibadah puasa di tempat ini tanpa keluarga, tanpa mendengar seruan untuk Sahur, tanpa mendengar suara orang mengaji melalui pengeras suara yang menggema mengisi malam malam ramadhan, tanpa orang orang yang jualan takjil di sore hari, dan berpuasa di tengah teman teman yang mayoritas non muslim… itulah yang terlintas pertama kali dalam benak ini karena kami di sini merupakan minoritas…

Pernah aku bertanya kepada teman kerja yang sesama muslim di kantor, bagaimana menjalani puasa di sini karena dia sudah berada lama di pulau bali…

“Nit, bagaimana menjalani puasa di sini”? tanyaku pada temenku yang bernama Nita… Dia ini anak Jawa Tengah yang kurang lebih 2 tahun berada di pulau bali…

“Bagaimana gimana maksudnya… ya biasa saja…” jawabnya santai…

“Bukan gitu… terbiasa menjalani ibadah puasa di pulau jawa dengan suasana khasnya, lalu…”

“Oh aku ngerti yang kamu maksud, memang sih bakalan ada perbedaan bagi yang pertama kali… tapi tenang Nev… Aku jamin deh kamu bakalan kangen nanti suasana bulan ramadhan disini saat kamu kembali lagi ke pulau jawa suatu saat nanti..” Nita menyela pertanyaanku yang belum aku sampaikan…

“Benarkah..?”

“Yap… oh ya… besok buka bersamanya di masjid saja… banyak masjid masjid di sekitar sini yang mengadakan acara buka bersama selama bulan ramadhan…”

“Oke deh, dari pada buka sendiri rasanya kurang nikmat..” pikirku saat itu mungkin menu bukanya hanya berupa takjil ringan ataupun menu nasi kotak sederhana…

Dan Bulan Ramadhan pun yang dinanti telah tiba…

Benar yang ada di benakku… sungguh berbeda suasananya.. sepi sunyi karena kost ku sangat jauh dari masjid… akhirnya aku putuskan untuk sholat taraweh pertama di masjid yang biasa aku kunjungi saat ibadah sholat jumat. Berangkatnya pun sendiri, karena semua anak kost sini non muslim…

Makanan untuk Sahur aku beli sehabis pulang dari sholat teraweh, takut saat jam sahur tidak ada warung yang buka… Saat Sahur pun begitu, sangat beda karena gak ada suara suara orang bangunin sahur dengan suara suara khasnya… Sahuuuur Sahuuur dengan iringan musik entah itu kentongan ataupun lainya… Sunyi Sepi, dan sahurnya disini sekitar jam 04.30 WITA… agak rancu juga sih… biasanya di jawa Sahur jam 03.30 WIB… jelas.. beda waktu..

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Hari pertama puasa ini bertepatan dengan weekend, jadi libur kerja sehingga hanya kluntang klantung di kost seharian. Memasuki waktu berbuka, aku mencoba mengikuti saran dari teman untuk datang ke masjid bermaksud mengikuti acara buka bersama sekalian sholat maghrib berjamaah… Dan Sialnya saat itu aku sedikit terlambat karena sudah banyak orang yang datang berjejer di shaf shaf… 2 Shaf sih karena Masjidnya tidak begitu besar… Tengsin sekali rasanya karena gak ada yang kenal di situ dan sudah memasuki waktu berbuka…

Aku akhirnya langsung menuju ke tempat berwudhu sambil berharap ada yang memanggil untuk mengajak bergabung di shaf untuk menikmati takjil ringan yang telah tersedia di shaf. Setelah selesai berwudhu, tak kunjung ada yang memanggil… Haduh… Terpaksa batalin puasa dengan air putih di galon yang tersedia di depan tempat berwudhu…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

“Glek…Glek Alhamdulillah puasa hari pertama telah berhasil ku lalui…” Batinku…

“Mas Mas.. sini ayok…” Terdengar panggilan dari seorang lelaki yang cukup berumur…

“Oh Iya Pak…” Alhamdulillah diajak gabung juga batinku..Hhaa dan ternyata acara buka bersama di masjid ini cuma takjil ringan berupa kue, gorengan dan teh hangat…

Setelah menikmati takjil, kita semua menuju lantai 2 untuk sholat maghrib berjamaah… Selesai sholat aku berencana pulang dari masjid untuk mencari makanan untuk berbuka… tapi saat turun dari lantai 2 lha kok orang orang pada berkumpul.. eh ternyata hidangan utama berbuka disajikan saat selesai sholat maghrib berjamaah… Dan kagetnya ternyata prasmanan lho… Menunya pun beragam… pemandangan yang tidak aku temukan saat di jawa… Alhamdulillah rejeki anak sholeh… Hhee…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Hari hari berikutnya pun aku sering ikut acara buka bersama di masjid ini jika tidak acara buka bersama dengan teman2 kantor, dan menunya setiap hari berganti ganti sehingga bagi pengunjung tidaklah bosan… beberapa pengunjung ternyata juga rata rata kaum pendatang, karena kami disini minoritas entah kenapa saat berbuka bersama di masjid ini terasa seperti saudara…

Saat di kantorpun ternyata teman teman non muslim sangat menghargai kami yang minoritas dalam menjalankan ibadah puasa… Atasan pun juga demikian… Mereka saat makan siang yang biasanya makan seperti biasa.. di bulan puasa ini agak berbeda.. kadang kala mereka selalu meminta maaf saat terlihat lagi makan di depan kami… Sungguh toleransi antar umat beragama yang indah… Kadang kala mereka juga tanya tanya terkait puasa di agama kami… lucu lucu sih pertanyaannya…

Anggapan pertamaku bahwa menjelang waktu berbuka disini tidak ada yang berjualan takjil ternyata salah besar… di sepanjang jalan utama denpasar.. duh jalan apa lupa namanya.. banyak berjejeran penjual takjil… Menjelang sore pun sebelum pulang kerja kami yang muslim selalu menyempatkan beli takjil dulu untuk kami santap di kantor… kadang teman teman yang non muslim pun ikut gabung berbuka bersama kami…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

“Wah Nikmat ya Nev…” Tanya Mbok Kadek kepadaku… (Mbok itu kalau di bali Mbak / Kakak…)

“Bukan ini yang bikin nikmat Mbok, tapi saat berbuka bersama sama begini nikmatnya sungguh luar biasa…” jawabku sambil menunjuk makanan yang sedang kita santap…

Terkadang teman teman non muslim sering membelikan kami takjil ataupun makanan untuk berbuka… Sungguh kangen dengan mereka… dengan sesama teman muslim pun ikatan kami begitu kuat saat ramadhan tiba… seperti saudara gitu karena sering berbuka maupun sahur bareng bersama mereka… Tak terasa hampir 1 bulan penuh menjalani bulan ramadhan di tempat yang boleh di katakan minoritas, tapi banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan selama menjalani ibadah puasa di sini…

Beberapa teman sudah pada balik ke daerahnya masing masing di pulau jawa… bagi kami yang akan berencana mudik melalui jalur darat, kami sering kontak kontakan sesama teman yang sudah balik duluan untuk mengetahui kondisi terkini situasi di pelabuhan penyeberangan di gilimanuk…

Kalau tidak salah, ada juga agan kaskuser dari daerah gilimanuk yang membuat thread khusus tentang kondisi lalulintas di pelabuhan gilimanuk tahun itu… sangat sangat membantu sekali karena Update dari kaskuser membuat kami yang belum balik bisa aware… Aku memutuskan balik H-1 pada malam harinya bersama teman dengan menaiki motor…

Kami Start dari denpasar jam 22.00 WITA, sebelumnya kami telah pamitan ke teman teman yang non muslim… bakalan kangen dengan mereka selama libur lebaran… tak lupa mereka meminta oleh-oleh saat kembali lagi nanti… Oleh oleh yang diminta malah kue kue lebaran.. Hhaa…

Jalanan di Denpasar masih lengang, terlihat 1 2 rider atau pemudik yang akan mudik ke kampung halamannya masing masing. Memasuki kawasan Tabanan, baru terlihat banyak sekali rider rider yang melintas… sehingga kami pun meskipun tidak kenal tapi saling berkelompok untuk melaju bersama menuju pelabuhan gilimanuk…

Lepas dari Tabanan tepatnya di daerah Jembrana, sudah banyak terlihat pemudik yang beriringan… ah meskipun malam, tapi mata ini tidak ada rasa kantuknya karena riding bersama orang banyak… sungguh kenikmatan yang luar biasa… aku dan temanku sejenak berhenti di pom bensin daerah Jembrana… disini banyak sekali pemudik yang juga singgah untuk sekedar beristirahat…

“Mau kemana mas..” sapaku pada seorang pemudik…

“Ke Malang Mas.. Sampean..?” Tanyanya balik…

“Ke Kota Bla Bla Bla…” Jawabku.. “Puncak mudik kemarin mas, syukur balik sekarang,,,”

“Iyo Mas… Aku lihat di Trit kaskus beritanya…”

“Hhaa.. sampean liat juga tho…”

“Oyi… ID ne opo Sam..?” mulai keluar bahasa ngalamnya dia…

“Ayas belum punya id Kaskus Sam.. cuma jadi SR..Hhaa..” waktu itu memang belum punya ID kaskus yang ini…

“Oalah.. ayo sam labud…” Ajaknya…

“Yok…” aku dan temanku pun berangkat bersama dengan rombongan si anak ngalam tadi…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Dan sampailah di kawasan gilimanuk… sumpah waktu itu antrian mobil sudah sampai di kawasan hutan gilimanuk… Duh kasian bener yang mudik pakai mobil… kondisi saat itu mobil sudah di matikan rata2 sama pemiliknya.. mereka memilih berada di luar mobil entah itu ngudud.. makan dan lain lain… karena benar benar macet total.. bagi motor itu tidak berlaku karena kami bisa melaju sampai di depan pintu pelabuhan… Sesuai dengan berita dari agan agan kaskuser nih… sangat bermanfaat…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Tepat sampai di kawasan depan pelabuhan sekitar pukul 02.00 WITA dini hari dan itu pun sudah antri untuk menyeberang… tik tok tik tok… setelah antri bersama pemudik lain Alhamdulillah akhirnya naik juga ke kapal fery untuk menuju pelabuhan ketapang banyuwangi… Itupun harus antri menunggu selama 3 jam lebih.. Hhaa… Tapi benar benar pengalaman yang sangat seru sumpah…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Saat di tengah laut mentari pagi bersinar… pulau jawa sudah terlihat dekat.. benar benar sebuah perasaan yang sulit di gambarkan.. inikah sebuah kemenangan… Kemenangan selama Bulan Ramadhan di pulau Dewata Bali… inikah nikmat mudik bersama sama dengan pemudik lainnya…?

Selamat tinggal Bali… Di sana aku banyak mendapatkan banyak kenangan dan pelajaran hidup selama menjalani ibadah puasa di Bali… Banyak pemudik yang ikut keluar di deck atas dari kapal fery untuk menikmati mentari pagi dan indahnya pulau jawa…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Hari kemenangan telah tiba… Selamat datang di tanah Jawa… tanah tempat kelahiranku…

Di Sana… kami yang Minoritas diterima dengan baik oleh sesama kami yang Minoritas…

Di Sana kami yang Minoritas… begitu dihargai oleh kaum Mayoritas… Namanya toleransi ini baru ku sadari saat menjadi kaum Minoritas…

Toleransi antar umat beragama itu sangat indah kawan…

Disana… Baru aku sadari arti pentingnya silaturahmi…

Pengalaman menjalani bulan ramadhan di pulau dewata bali merupakan salah satu pengalaman bulan Ramadhan yang tidak bisa aku lupakan…

Marhaban ya Ramadhan… Selamat Datang Bulan Ramadhan…

Mari berlomba lomba dalam hal kebaikan…

Kenangan Indah Ramadhan di Pulau Dewata : Dari Mayoritas ke Minoritas

Tahun ini, Pengalaman pertama menjalani Bulan Ramadhan di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur…

#SURABAYA

Semoga selama Bulan Ramadhan tahun ini suasana berjalan aman dan kondusif….

TAMAT


See u Again,
Nev…