alexa-tracking

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afae3a7a2c06e27038b456e/tsutomu-miyazaki--the-otaku-murderer
icon-hot-thread
Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer
Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer


Tsutomu Miyazaki lahir di Itsukaichi, Tokyo, pada tanggal 21 Agustus 1962. Lahirnya Miyazaki yang prematur menyebabkan tangannya mengalami kerusakan sendi secara permanen dan menyatu secara langsung hingga pergelangan tangan. Yang berarti dia harus menggerakkan seluruh bagian lengan hanya untuk memutar tangannya.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Karena kecacatan yang dimilikinya, Miyazaki sempat dikucilkan ketika dia memasuki Itsukaichi Elementary School. Namun ketika dia memasuki Meidai Nakano Highschool di Nakano, Tokyo, dia sempat menjadi pelajar teladan hingga pada akhirnya nilai-nilainya dikelas menurun secara drastis dan membuatnya ditolak di Meiji University. Ketimbang mempelajari bahasa Inggris dan menjadi seorang guru, Miyazaki justru memasuki kampus lokal dan mempelajari fotografi.

Pada pertengahan tahun 1980an, Miyazaki pindah ke rumah orangtuanya yang lokasinya tidak jauh dari perusahaan percetakan koran milik ayahnya. Walopun keluarganya cukup berpengaruh di Itsukaichi, tapi Miyazaki sama sekali tidak tertarik untuk mengambil alih usaha ayahnya tersebut.

Di rumah, Miyazaki berbagi kamar dengan kakak perempuannya, karena dia tidak begitu diterima oleh kedua adik perempuannya. Selain itu, dia hanya didukung oleh kakeknya. Tapi sayang, pada bulan mei 1988, kakeknya tersebut meninggal. Miyazaki sempat merasa depresi dan secara sengaja mengisolasi diri. Miyazaki juga sempat memakan abu pembakaran kakeknya agar dia tetap bisa mengenangnya.

Beberapa minggu setelahnya, salah satu saudara perempuannya memergoki Miyazaki sedang mengintipnya ketika dia sedang mandi. Ketika saudara perempuannya menyuruhnya pergi, dia justru malah menyerang saudara perempuannya tersebut. Miyazaki juga pernah menyerang ibunya ketika ibunya menyuruhnya untuk bekerja daripada menghabiskan waktu dengan bermain game.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Pada tanggal 22 Agustus 1988, sehari setelah Miyazaki berulang tahun, seorang anak perempuan yang bernama Mari Konno, menghilang ketika dia sedang bermain dihalaman rumahnya. Miyazaki menculiknya dengan menuntunnya menuju mobil Nissan Langley berwarna hitam miliknya, membawa Konno menuju ke daerah barat Tokyo, dan kemudian memarkirkan mobilnya dibawah jembatan disebuah hutan.

Ditempat tersebut Miyazaki duduk disebelah Konno selama setengah jam dan sempat meyakinkan dia untuk membiarkan Miyazaki memotret dirinya, sebelum pada akhirnya dia dicekik hingga tewas. Setelah itu, Miyazaki kemudian melakukan hubungan seksual dengan mayat Konno, melepas bajunya, dan meninggalkannya disebuah bukit yang jaraknya tidak jauh dari rumah Miyazaki.

Lima bulan kemudian, Miyazaki kembali mendatangi tempat dimana dia meninggalkan mayat Konno dan membiarkannya membusuk. Dia lalu memotong-motong mayatnya tersebut dan membawanya kerumah. Bagian kaki dan tangannya disimpan dilemari bersama dengan baju milik Konno yang sudah disimpan sebelumnya.

Bagian tubuhnya yang lain dibakar diperapian hingga semuanya berubah menjadi abu. Kemudian abu tersebut dikirim kerumah orangtua Konno bersama dengan baju milik Konno, sejumlah giginya, beberapa foto bajunya, dan sebuah kartu pos yang bertuliskan,

Quote:


Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Selanjutnya pada tanggal 3 Oktober 1988, Miyazaki sedang berkendara dijalanan pedesaan ketika dia menemukan seorang anak perempuan yang berumur 7 tahun bernama Masami Yoshizawa. Miyazaki kemudian menawarinya tumpangan, tapi dia justru membawa Yoshizawa ketempat dimana dia membunuh Konno.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Sama seperti terhadap Konno, Miyazaki juga mencekik Yoshizawa hingga tewas, melepas bajunya dan memperkosa mayatnya. Namun ketika tubuh Yoshizawa bergidik, Miyazaki merasa ketakutan dan langsung berlari meninggalkan mayat Yoshizawa yang letaknya kurang dari 100 meter dari tempat mayat Konno dulu ditinggalkan.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Walopun ketika membunuh Yoshizawa sempat membuatnya ketakutan, tapi Miyazaki masih mencari korban yang lain. Pada tanggal 12 Desember 1988, Miyazaki kembali menculik anak perempuan yang berumur empat tahun bernama Erika Namba. Saat itu Namba baru saja kembali dari rumah temannya dan sedang berjalan sendirian.

Miyazaki kemudian membawanya ke sebuah tempat parkir didaerah Naguri, Saitama, dan sempat memaksa Namba yang saat itu duduk di jok belakang untuk melepaskan bajunya agar Miyazaki bisa memotret dirinya. Ketika hal tersebut dilakukan, Namba justru menangis terisak-isak.

Oleh karena itu, Miyazaki kemudian meraih leher Namba, menindih tubuhnya yang saat itu terus menerus menendang Miyazaki. Kemudian Miyazaki mencekiknya hingga pada akhirnya anak perempuan tersebut tewas. Setelah membunuhnya, Miyazaki mengikat bagian tangan dan kakinya ke belakang, membungkus mayatnya dengan sprei, dan memindahkannya ke bagasi mobil. Selain itu, baju yang dipakai Namba juga dibuang ke hutan yang letaknya tidak jauh dari sana.

Miyazaki kemudian meninggalkan tempat parkir tersebut. Namun ketika akan berbelok, salah satu ban mobil yang dikendarainya tergelincir masuk ke sebuah selokan, dan membuat mobilnya terjebak. Tanpa berpikir panjang, Miyazaki mengeluarkan mayat Namba dan membawanya ke hutan. Ketika kembali, dua orang laki-laki sudah berdiri didekat mobilnya dan sempat membantu untuk mengeluarkan mobilnya dari selokan.

Keesokan harinya, baju milik Namba ditemukan oleh seorang pekerja. Dan berselang satu hari kemudian, mayat Namba ditemukan oleh polisi yang melakukan pencarian berdasarkan laporan dari orangtua Namba. Sama seperti orangtua Konno, orangtua Namba juga sempat menerima kartupos yang dikirim oleh Miyazaki yang bertuliskan,

Quote:


Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Miyazaki menemukan korban keempatnya pada tanggal 6 Juni 1989 disebuah taman. Dia sempat meyakinkan Ayako Nomoto yang berumur lima tahun, yang saat itu sedang bermain sendirian, untuk membiarkannya memotret Nomoto. Miyazaki kemudian menuntun Nomoto untuk memasuki mobilnya dan langsung membawanya pergi.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Ketika sedang berada didalam mobil, Nomoto sempat menanyakan tentang kondisi tangan Miyazaki. Karena merasa tersinggung, Miyazaki mengambil sepasang sarung tangan dan mulai mencekik Nomoto. Untuk memastikan dia tewas, Miyazaki menutup mulutnya dengan lakban. Kemudian mengikat tangannya, membungkus mayatnya dengan sprei, memasukkannya ke dalam bagasi, dan membawanya ke rumah.

Sesampainya dirumah, Miyazaki melepas semua baju yang dipakai Nomoto dan sempat melap tubuhnya dengan handuk. Kemudian Nomoto dibaringkan disebuah meja. Dari situ, Miyazaki mulai memotretnya sementara dia melakukan mastur*asi.

Beberapa hari kemudian ketika dari mayat Nomoto sudah tercium bau busuk, Miyazaki mulai memotong-motong tubuhnya dengan gergaji dan pisau. Miyazaki kemudian membawa bagian tubuhnya ke sebuah toilet umum didekat sebuah area pemakaman dan meninggalkannya disana, sedangkan bagian kepalanya dibuang di bukit Mitakeyama yang letaknya sekitar 230 meter dari rumahnya. Miyazaki juga menyimpan bagian tangannya dan sempat meminum darah dari bagian tangan tersebut, kemudian dia memanggangnya di halaman belakang rumah dan memakan dagingnya.

Menyadari bahwa tulang yang tersisa akan menimbulkan kecurigaan, Miyazaki kemudian memasukkan tulang tersebut kedalam kantong plastik, dan menyimpannya di ruang penyimpanan yang terletak dibelakang kamar tidurnya. Dua minggu kemudian, Miyazaki membawanya ke sebuah hutan dan menyebarkan tiap potongan tulang disana. Kemudian dia membakar baju milik Nomoto, rambutnya, serta sprei dan kantong plastik yang dipakai untuk membungkus tulang tersebut.

Lima hari kemudian, polisi berhasil menemukan potongan bagian tubuh Nomoto yang disimpan ditoilet umum didekat area pemakaman. Potongan bagian tubuhnya tersebut bisa dengan cepat diidentifikasi sesuai ukuran dada dan golongan darah Nomoto. Selain itu, sisa makanan yang berada diperut menunjukkan bahwa potongan bagian tubuh tersebut memang milik Nomoto.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Aksi Miyazaki tidak berhenti sampai disana. Berikutnya pada tanggal 23 Juli 1989, Miyazaki kembali mencoba untuk menculik dua orang kakak beradik yang sedang bermain disebuah taman. Namun salah satu dari mereka bisa melarikan diri, sedangkan saudaranya masih terus dipaksa Miyazaki untuk masuk kedalam mobilnya. Bahkan dalam keadaan tanpa memakai baju, Miyazaki sempat memotret bagian kemaluan anak perempuan yang berumur enam tahun tersebut.

Tidak lama, aktivitasnya dipergoki oleh sang ayah dan dia sempat mencoba untuk menangkap Miyazaki. Namun Miyazaki melarikan diri menuju ke sebuah sungai. Tidak berapa lama, Miyazaki mencoba kembali untuk mengambil mobilnya, tapi polisi sudah menunggunya disana. Dari situ, Miyazaki ditangkap atas tuduhan percobaan aksi tidak senonoh terhadap anak dibawah umur.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Polisi kemudian melakukan investigasi terhadap Miyazaki. Ketika menggeledah rumahnya, polisi menemukan hampir enam ribu videotape yang isinya tentang film horor, anime, pornografi anak, dan torture porn. Selain itu, polisi juga menemukan rekaman video dari empat orang anak perempuan yang menjadi korban dari Miyazaki. Bahkan, polisi menemukan potongan tubuh dari Mari Konno yang masih tersimpan di lemari.

Ketika ditanya polisi perihal penculikan yang dilakukannya, Miyazaki secara terang-terangan mengakui bahwa dialah yang sudah menculik dan membunuh Mari Konno, Masami Yoshizawa, Erika Namba, dan Ayako Nomoto.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Miyazaki menjalani sidang pengadilan pertamanya yang dilakukan pada tanggal 30 Maret 1990. Selama persidangan, Miyazaki kerap mengatakan hal yang tidak masuk akal, seperti tentang "The Rat Man", yang merupakan alter ego yang muncul dari dalam dirinya.

Miyazaki juga mengaku bahwa alter egonya tersebut lah yang memaksanya untuk melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap korban-korbannya. Dengan begitu kakek tercintanya yang sudah meninggal, bisa kembali lagi.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Meskipun pengacara pembela dan jaksa penuntut memastikan bahwa Miyazaki mengalami permasalahan kesehatan mental yang parah, namun hakim menetapkan bahwa Miyazaki benar-benar waras. Oleh karena itu, pada tanggal 14 April 1997, hakim memutuskan hukuman mati untuk Miyazaki dengan cara digantung. Pelaksanaan putusan hakim tersebut sendiri dilakukan pada 17 Juni 2008, dan saat itu Miyazaki berumur 45 tahun.

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer

Sekian thread dari ane, dan terima kasih.

sumber 1
sumber 2
sumber 3

Tsutomu Miyazaki : The Otaku Murderer


Quote:
ngeri gan
Wait. Ane amankan pejwan dulu

Ane baca 2 paragraf pertama, "Ngeri nih thread." Scroll ke atas gak asing sama namanya ts emoticon-Hammer

Berawal dari anak cacat yang dikucilkan, makan abu kakeknya, ngintip saudarinya mandi, kekerasan ke anggota keluarga, menculik anak kecil, dibunuh, mayatnya ditelanjangi, difoto, diperkosa, dimutilasi, sampe dimakan. Hakim bilang dia waras emoticon-Takut (S) Gimana orang waras bisa punya pikiran kayak gitu? emoticon-Frown

PENGEN ANE TIMPUKIN BATA TAPI DOI UDAH DIGANTUNG SAMPE MATI emoticon-Blue Guy Bata (L)
bagus otobiografinya gan
bentuk proses bagaimana terciptanya psychopat,
Nggilani...emoticon-Takut
Quote:


Ga asing sama namanya TS? TS emang seringnya bikin thread seperti ini.

Quote:


Menurut agan dia psikopat ya?
psyko bgt nih orang ehemoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut
Quote:


Iyaa itu maksudnya emoticon-Leh Uga Trit ciri khas ts emoticon-Kiss (S)
Quote:


kalo menurut kelakuannya jelas psychopat gan
Quote:


Psikopat memang cenderung punya alter ego ya?
Quote:


Iya dong, harus konsisten bikin thread seperti ini.
psikopat 😨
Quote:


Pokoknya kalo pengen baca beginian ane tau harus kemana emoticon-Hammer

emoticon-Ngacir
Mejeng dolo di pejwan,sapa tau HT emoticon-Cool
Quote:


Ya baca aja thread list ane, isinya kebanyakan thread seperti ini semua kok.
gelar tiker dulu bre

xixixi
Quote:


kalo udah menghilangkan nyawa org lain dgn motif yg gak jelas, contoh motifnya karena alter ego kek agan bilang.
itu udah dinamakan psychopat gan
apalagi korbannya di mutilasi di mkan udah jelas banget itu psychonya
psyco itu seinget ane itu ngebunuh untuk senang2.
Sedangkan klo dari cerita ini keknya dia ini punya kelainan s*x sama kepribadian ganda
Quote:


Nah.. Kata agan dibawah ini, psycho itu membunuh hanya untuk senang-senang.

Jadi gimana nih pendapatnya? Apalagi dari tiga sumber yang ane pake ga disebutkan motif dia itu seperti apa. Cuma menurutnya, dengan membunuh anak kecil, maka si kakeknya bisa kembali.

Quote: