- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
PKS Terganggu dengan Teror Bom


TS
kaninaninditya.
PKS Terganggu dengan Teror Bom
PKS Terganggu dengan Teror Bom: Akan Ada Stigma dan Opini Menyesatkan
PKS menegaskan adanya rentetan teror bom di Surabaya dan Sidorajo cukup menganggu kondisi politik jelang Pemilu 2019. Aksi teror bom tersebut dapat menghadirkan stigma dan opini negatif di masyarakat.
"Ya mengganggu situasi politik, sangat mengganggu karena dengan cara itu akan menghadirkan stigma, menghadirkan labelisasi. Akan menghadirkan salah paham di tingkat publik," kata Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5).
Selain itu, menurut Wakil Ketua MPR tersebut dengan adanya teror bisa menimbulkan opini yang menyesatkan jelang Pemilu 2019. Ia mengambil contoh bom Poso yang terjadi setahun sebelum Pemilu 2014. Namun kini juga kembali terjadi sebelum Pemilu 2019.
"Akan menghadirkan opini menyesatkan, dan tahun 2013 lalu malah sudah ada kajian menjelang tahun politik, pilkada, pemilu. Terorisme muncul lagi. Itu tahun 2013 loh dan sekarang 2018. 2019 ada pemilu. Saya berharap ini bukan pengulangan," ujarnya.
Jokowi tinjau lokasi ledakan bom di SurabayaJokowi tinjau lokasi ledakan bom di Surabaya.
Untuk itu, Hidayat berharap agar polisi segera menuntaskan masalah terorisme di Indonesia, sehingga tak ada insiden serupa terjadi lagi di Indonesia menejelang tahun politik.
"Berantas ke akar-akarnya termasuk yang diingatkan oleh Jokowi dan Wiranto masalah kesenjangan ekonomi," pungkasnya.
Ledakan bom di Gereja SurabayaLedakan bom di gereja Surabaya.
Presiden Jokowi tengah meminta DPR untuk segera merampungkan Revisi Undang-undang (RUU) Antiterorisme. Ia menargetkan RUU tersebut dapat selesai pada Juni 2018 mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan seluruh fraksi di DPR telah sepakat untuk segera mengesahkan RUU Antiterorisme.
https://m.kumparan.com/@kumparannews/pks-terganggu-dengan-teror-bom-akan-ada-stigma-dan-opini-menyesatkan

PKS menegaskan adanya rentetan teror bom di Surabaya dan Sidorajo cukup menganggu kondisi politik jelang Pemilu 2019. Aksi teror bom tersebut dapat menghadirkan stigma dan opini negatif di masyarakat.
"Ya mengganggu situasi politik, sangat mengganggu karena dengan cara itu akan menghadirkan stigma, menghadirkan labelisasi. Akan menghadirkan salah paham di tingkat publik," kata Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5).
Selain itu, menurut Wakil Ketua MPR tersebut dengan adanya teror bisa menimbulkan opini yang menyesatkan jelang Pemilu 2019. Ia mengambil contoh bom Poso yang terjadi setahun sebelum Pemilu 2014. Namun kini juga kembali terjadi sebelum Pemilu 2019.
"Akan menghadirkan opini menyesatkan, dan tahun 2013 lalu malah sudah ada kajian menjelang tahun politik, pilkada, pemilu. Terorisme muncul lagi. Itu tahun 2013 loh dan sekarang 2018. 2019 ada pemilu. Saya berharap ini bukan pengulangan," ujarnya.
Jokowi tinjau lokasi ledakan bom di SurabayaJokowi tinjau lokasi ledakan bom di Surabaya.
Untuk itu, Hidayat berharap agar polisi segera menuntaskan masalah terorisme di Indonesia, sehingga tak ada insiden serupa terjadi lagi di Indonesia menejelang tahun politik.
"Berantas ke akar-akarnya termasuk yang diingatkan oleh Jokowi dan Wiranto masalah kesenjangan ekonomi," pungkasnya.
Ledakan bom di Gereja SurabayaLedakan bom di gereja Surabaya.
Presiden Jokowi tengah meminta DPR untuk segera merampungkan Revisi Undang-undang (RUU) Antiterorisme. Ia menargetkan RUU tersebut dapat selesai pada Juni 2018 mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menegaskan seluruh fraksi di DPR telah sepakat untuk segera mengesahkan RUU Antiterorisme.
https://m.kumparan.com/@kumparannews/pks-terganggu-dengan-teror-bom-akan-ada-stigma-dan-opini-menyesatkan

Diubah oleh kaninaninditya. 15-05-2018 06:50
0
1.8K
24


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan