alexa-tracking

Tanggapi Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Rocky Gerung Beberkan 3 Poin Penting

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af7e3afc2cb1760328b4570/tanggapi-bom-bunuh-diri-di-gereja-surabaya-rocky-gerung-beberkan-3-poin-penting
Tanggapi Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Rocky Gerung Beberkan 3 Poin Penting
Tanggapi Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Rocky Gerung Beberkan 3 Poin Penting

Terdapat peristiwa ledakan yang terjadi di tiga gereja Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Tiga gereja tersebut merupakan Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Atas kejadian tersebut, dilaporkan sedikitnya terdapat 9 orang tewas dan 38 orang lainnya luka-luka.

Kronologi kejadiannya, pada pukul 07.30 WIB bom meledak di Gereja Santa Maria. Bom kedua meledak pukul 07.45 WIB di Gereja GKI Jalan Diponegoro, dan bom ketiga meledak pukul 07.50 WIB di salah satu gereja di Jalan Arjono.
Informasinya, pelaku adalah seorang perempuan yang datang ke gereja bersama dua orang anak.

Hingga salah satu netizen dengan akun @rizahariati menanyakan pendapatnya tentang kasus tersebut.

@rizahariati: Prof daripada tempurung. Urusan bomb di gereja2 lebih urgent saat ini. What to do??


Menjawab pertanyaan netizen, Rocky memberikan tiga poin utama menurut pandangannya mengenai kejadian teror tersebut.

Rocky mengatakan jika teror adalah suatu kejahatan dan tidak memerlukan stigma agama.

Lebih lanjut, dirinya menyarankan untuk mengaktifkan kesederajatan warga dan tidak memerlukan pamer kuasa.

Yang terakhir, dirinya berharap dapat menghidupkan kultur kritik dan tidak perlu klaim prestasi.

@rockygerung:

1. Teror itu kejahatan. Tak perlu stigma agama.
2. Aktifkan kesederajatan warga. Tak perlu pamer kuasa.
3. Hidupkan kultur kritik. Tak perlu klaim prestasi.


Tanggapi Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Rocky Gerung Beberkan 3 Poin Penting


Tribun

=========================

Filsuf Rocky Gerung.... emoticon-Cool

.
.
.
.
.
.
.

.
.
.

Tanggapi Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Rocky Gerung Beberkan 3 Poin Penting

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Quote:


Top koment di trit ane..emoticon-Request
tanggapan ente Fiksi njink
image-url-apps
kirain nulis "oi! dollar udah 14 ribu dan perlahan daya beli menurun."
KASKUS Ads
Quote:


banyak yg meninggal malah lu cengegesan
setan jahanam lu
image-url-apps
Teroris kok bukan bagian dari Agama? gua selalu aneh sama pernyataan ini

Padahal mereka mengaku dan membaca Manual book dari suatu Agama.

Apa segitu malu mengakui? emoticon-Turut Berduka:
image-url-apps
dosbing revisi piksi ne
ga perlu stigma agama
karena KITA SUCI LU FIKSI

emoticon-Traveller
Quote:


tergantung sukses tidaknya
awal2 isis byk loh yg bangga

emoticon-Leh Uga
image-url-apps
tapi mrreka melaksanakan perintah dari buku agama yg dibacanya kan ?

garong tolol
image-url-apps
Ya begitulah nasbung dan kumpulanya emoticon-Embarrassment


coba menengok ke belakang sedikit........

siapa2 di balik lambatnya disahkan UU anti terorisme.....emoticon-Smilie







Charles Honoris: Syafi'i Tak Pantas Pimpin Pansus RUU Terorisme
http://www.beritasatu.com/nasional/4...terorisme.html

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakayat (DPR) Charles Honoris mengatakan pembahasan Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme sangat lambat prosesnya karena dihambat oleh ideologi Ketua panitia khusus (Pansus) RUU Terorisme Muhammad Syafi'i dari Fraksi Partai Gerindra.

pansus itu dipimpin oleh orang yang menurutnya tidak layak menjadi Ketua Pansus RUU Tindak Pidana Terorisme. Buktinya, kerja-kerja pansus hingga hari ini masih tahap pembahasan dan jauh dari selesai.

"Kita lihat‎ Syafi'i yang menjadi Ketua Pansus statemen-statemennya kontraproduktif. Saya ingat dalam kunjungan pansus terorisme ke Poso, Ketua Pansusnya menyampaikan bahwa sebetulnya yang teroris di sini bukan Santoso, tapi polisi yang teroris," jelas dia.

Bahkan, kata Charles, Syafi'i mengglorifikasi Santoso sehingga dikhawatirkan Ketua Pansus itu punya ideologi lebih dekat kepada pelaku teror dibanding ideologi sebagai Ketua Pansus yang membahas Undang-undang Tindak Pidana Terorisme.







Pernyataan 'Polisi Teroris' Sebenarnya Melukai Perasaan Personel di Poso
http://nasional.republika.co.id/beri...rsonel-di-poso

Muhammad Syafii seperti dikutip sebuah koran harian di Kota Palu yang juga mengambil berita itu dari ROL, Selasa (26/7), antara lain menyebutkan bahwa setelah meninggalnya Amir Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, suasana di Poso, sangat aman, tenteram dan tidak ada persoalan. Itu karena polisi tak lagi di sana dan masyarakat di Poso tidak menganggap kelompok Santoso sebagai teroris.

Bagi masyarakat Poso, kata Syafii, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian sebab masyarakat di sana menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi akibat banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat. Syafii juga menyebut bahwa jenazah Santoso disambut oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Poso bahkan mereka membawa tulisan selamat datang syuhada sementara di sisi lain, mereka menginginkan agar aparat kepolisian angkat kaki dari kota mereka.

Hari Suprapto membantah pernyataan-pernyataan Muhammad Syafii bahwa warga Poso tidak menginginkan polisi hadir di sana dan masyarakat menyimpan dendam pada polisi, padahal sebaliknya, masyarakat sangat senang dengan kehadiran polisi karena mereka merasa lebih aman dan tenteram untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia juga membantah ada ribuan warga orang menyambut jenazah Santoso di Poso Pesisir dan membawa spanduk bertuliskan "selamat datang syuhada. Yang benar adalah warga yang menyambut itu hanya sekitar 150-an orang. Itupun kebanyakan mereka yang penasaran ingin melihat Santoso dan mereka yang merasa terancam bila tidak hadir di penguburan serta sebagian lagi petugas yang berpakaian preman.

"Warga yang betul-betul simpatisan Santoso yang hadir saat pemakaman paling-paling sekitar 50-an orang," ujarnya. "Spanduk bertuliskan selamat datang syuhada juga hanya ada satu yang diletakkan di kuburan," kata Hari Suprapto.






Bahas Revisi UU Antiterorisme, DPR Ogah Didikte Pemerintah
https://nasional.sindonews.com/read/...tah-1496206086

Ketua Panitia Khusus DPR yang membahas Revisi Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Muhammad Syafi'i mengatakan, hingga kini pihaknya terus membahas revisi UU tersebut secara maraton.

"Enggak pernah melalaikan. Kita juga enggak mau didikte. Jangan gara-gara kita didikte, sehingga pembahasan menjadi amburadul," ujar Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2017).




Revisi UU Antiterorisme, DPR: Definisi Teroris Jadi Perdebatan
https://nasional.tempo.co/read/88029...adi-perdebatan

Syafi'i berujar dari 112 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang masuk, Pansus sudah membahas 61 DIM. "Sisanya, tinggal soal redaksional saja," kata Syafi'i.

Syafi'i mengungkapkan yang masih menjadi persoalan adalah soal definisi apa itu tindak pidana terorisme. Pansus menginginkan agar ada penetapan yang obyektif dan proporsional siapa yang disebut teroris.

Pansus ingin definisi teroris tidak menyasar kepada kelompok dan agama tertentu, padahal banyak yang melakukan tindakan dengan klausal sama. "Tapi karena berbeda agama ditetapkan secara berbeda," ujar dia.

Untuk itu politikus Partai Gerindra tersebut ingin ada kejelasan definisi tindak pidana teroris sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.



Revisi UU Anti-Terorisme, Fadli Zon: Ini Isu Sensitif
https://nasional.tempo.co/read/87923...i-isu-sensitif

Fadli mengatakan dia merasa optimistis RUUA ini dapat segera rampung. Ia mengatakan pembahasan RUU ini wajar berjalan dengan berbagai pro dan kontra. Apalagi isunya sangat sensitif, yakni terorisme.

"Tentu saja kami harus berhati-hati (dalam pembahasan), apalagi isunya sensitif. Jangan sampai ini over ataupun under. Pokomya yang terbaik lah," kata Fadli.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme bisa segera dirampungkan. Hal ini diucapkan Jokowi usai meninjau lokasi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 25 Mei 2017 lalu.

Jokowi mengatakan RUU ini sangat dibutuhkan sebagai dasar pencegahan dan penindakan terhadap aksi teror di Indonesia.






Denny Siregar: Dear Fadli Zon, Harus Berapa Polisi Lagi Mati Supaya Selesai Revisi UU Terorisme?
http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-uu-terorisme

Diberitakan sebelumnya, DPR memutuskan untuk memperpanjang pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-terorisme).

Keputusan ini disepakatai saat rapat paripurna ke-22 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2017-2018 pada 10 April 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Perpanjangan masa pembahasan RUU pemberantasan tindak pidana terorisme dapat kita setujui," kata Fadli Zon saat memimpin rapat paripurna yang dihadiri oleh 289 anggota perwakilan fraksi, dikutip Kompas.com.

Anggota Pansus RUU Anti-terorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan jika pembahasan revisi undang-undang itu tinggal perdebatan mengenai definisi terorisme.

"Urusan peran TNI selesai, tinggal yang jadi perdebatan adalah definisi terorisme," tutur Arsul.






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)








image-url-apps
Quote:


quote yang ini aja....
emoticon-Ngakak
Quote:

dan saat aparat gencar2 mau memberantas termasuk ruu terorisme, sertifikasi ulama terbentur masalah agama

kalo ngk ada hubungan sama agama tentu mudah aja memberantas kanker ini
Quote:

jancuk lulusan untag semolowaru kakean cocot ... arek alumni untag tolong kencengno utek e koncomu sing mengsle iki emoticon-Hammer
image-url-apps
Quote:


ni perek..pasti emaknya perek juga
image-url-apps
bunuh tapir malah masuk surga dikasi bidadari itu hak patennya siapa punya yak ?
image-url-apps
Quote:


Kepintaran ada batasnya tapi TOLOL tak terhingga. Cocok buat Member Ekskul yang 1 ini

Quote:


Betul.
image-url-apps
selama rakyat belum makmur dan keadilan belum merata teroris akan terus ada.....


gak akan ada rakyat yg sejahtera dan bergelimangan rizki serta merasakan keadilan hukum dan sosial akan melakukan aksi2 biadab itu
image-url-apps
Nashox bangke. Teroris itu jahiliyah. Jgn agama gua lo bawa bawa nyet. Moga hidayah mendekati kalian
image-url-apps
Quote:


logika goblok!
×