alexa-tracking

ASAL USUL PENYONTEK

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af5971f54c07a16318b4572/asal-usul-penyontek
ASAL USUL PENYONTEK
Alkisah di sebuah kota ada anak yang bernama Tom. Dia adalah anak yang sangat aktif dan tidak bisa diam. Ketika TK ia sangat aktif sama seperti anak-anak yang lain. Tidak terpikir olehnya bahwa si Andy, Budi, Candra atau siapapun itu lebih pintar dari dia. Karena memang seperti kita ketahui bersama di TK anak-anak hanya bermain main dan semua menikmati proses bermain di TK tanpa harus bersaing, semua anak merasa mereka cerdas.
Ketika masuk SD ia pun tetap di kenal sebagai anak yang aktif. Sampai akhirnya bagi raport pada semester pertama, ia pun mendapati bahwa nilai raportnya kebanyakan di isi angka 6 bahkan ada yang 5 sehingga dirumah ia pun dimarahi habis-habisan oleh Ibu dan Ayahnya. Dia pun dihukum tidak boleh keluar rumah selama satu minggu sehingga Tom pun hanya bisa menatap "kenapa aku bodoh... Kenapa?" dari orang tuanya ia pun tahu bahwa temannya yang merupakan tetangga sebelah rumah, si Andy mendapat rangking 1 padahal Andy anaknya pendiam, dan kurang gaul di sekolahnya. Ia pun semakin kaget ketika mengetahui bahwa si Budi mendapat rangking 2 padahal si Budi anaknya kurang rapi dan ingusnya sering meler terus. Hebatnya lagi si Candra dapat rangking 3, ini yang paling membuat Tom sedih. Karena Candra adalah teman sebangkunya, teman bercanda, teman bermain, pokoknya teman dikala senang dan dikala duka. Sehingga ia pun berkata dalam hatinya "wow ga nyangka si Andy, Budi dan Candra pinter juga ya mereka. Bener-bener gak nyangka aku". Kemudian ia pun semakin larut dalam kesedihan. Ia benar-benar tidak menyangka.

Tapi sadarkah kamu apa yang sebenarnya terjadi ketika Tom berbicara didalam hatinya "wow gak nyangka si Andy, Budi dan Candra pinter juga ya mereka. Benar-benar gak nyangka aku".
Sesungguhnya pada saat yang sama berarti ia telah mengatakan kepada dirinya sendiri "wow gak nyangka aku, ternyata bodoh juga ya aku, lebih bodoh daripada Andy, Budi dan Candra".
Ketika masuk semester 2, Tom pun mendapati sekolah sedikit berbeda. Ia tidak seantusias semester pertama ketika masuk sekolah, terlebih lagi ketika guru berkata pada semua siswa, "Anak-anak semua dengarkan nasihat ibu. Mulai sekarang kalian semua harus rajin-rajin belajar ya supaya bisa pintar dan rangking seperti kawan kalian Andy, Budi dan Candra". Ketika itu Tom pun semakin yakin bahwa Andy, Budi dan Candra pintar dan ia tidak lebih pintar daripada mereka. Hebatnya lagi ketika ada LCT Andy, Budi dan Candra yang selalu diutus. Nilai mereka selalu lebih baik. Sehingga Tom semakin yakin bahwa ia tidak lebih pintar daripada Andy, Budi dan Candra. Apalagi di rumah Tom sering dimarah orang tua nya karena malas belajar. "Tom! Kamu ini main terus ya, bukannya belajar! Coba lihat si Andy anak tetangga sebelah, dia rangking satu itu karena rajin belajar dan ngerjain PR. Pasti senang benar orang tua Andy itu".
Dan akhirnya Tom pun semakin yakin bahwa ia bukanlah anak yang pintar. Dan hasilnya dari semester ke semester, nilai Tom tidak pernah jauh berbeda. Bahkan semakin parah. Sebaliknya rangking 1,2 dan 3 selalu dipegang oleh Andy, Budi dan Candra.


“menurut penelitian yang dilakukan Jack Canfild : Rata-rata setiap anak menerima 460 komentar negatif setiap hari”

Jadi seperti kisah diataslah yang kemudian menjadi penyebab terbesar anak-anak menyontek yaitu karena mereka tidak yakin pada dirinya. Keyakinan yang salah inilah yang kemudian menjelma menjadi tembok-tembok mental membahayakan dan menghalangi kesuksesan mereka.
Menurut Dr. Georgi Lazanov (Guru Bobbi Deporter) ada 3 tembok mental dalam belajar :
1. Tembok Kritis-Logis ("sekolah itu tidak mudah. Mana mungkin belajar bisa menyenangkan dan mudah")
2. Tembok Intuitif-Emosional ("saya ini bodoh. Jadi, saya pasti tidak bisa melakukannya")
3. Tembok Kritis-Moral ("Belajar itu kerja keras. Jadi lebih baik saya tetap menundukan kepala saya")

Ditambah lagi, ketika di sekolah mereka dibebani dengan tugas-tugas yang banyak plus suasana belajar yang tidak menyenangkan dsb

Dr. Setoran Mulyadi, Psi.,Msi atau yang lebih dikenal Kak Seto pernah mengatakan "menyontek terjadi ketika seorang anak tidak dipenuhi haknya untuk belajar dengan baik, tapi justru disudutkan dengan beban (terlalu banyak : tugas, ujian yang terlalu sulit, suasana belajar yang menjenuhkan dan jam belajar yang terlalu padat) maka hal itulah yang memicu anak untuk melindungi dirinya dengan cara singkat seperti menyontek "

Tentu hal ini mereka lakukan agar nilainya tetap baik dan tidak dimarah orang tua. Artinya hal ini terjadi karena anak merasa tertekan atau karena mereka tidak menemukan suasana belajar yang menyenangkan bagi mereka sehingga tidak terbangun motivasi internal didalam diri setiap anak dan membuat anak tidak PD pada dirinya sendiri.

Jadi dari cerita diatas kita dapat menyimpulkan ada 2 penyebab terbesar yang membuat seorang anak menjadi penyontek :
1. Keyakinan diri yang buruk, sehingga membentuk tembok mental yang melemahkan kepercayaan diri
2. Beban sekolah yang terlalu berat dan kurang memperhatikan siswa


Sekian dan Terima kasih 😊
image-url-apps
Mencontek muncul karena ada suatu kegiatan yg bernama ulangan dan ujian emoticon-Smilie