CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Pengembara Cinta SEASON 2 : The Way Of Ninja
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aebb31ee052277b0b8b4567/pengembara-cinta-season-2--the-way-of-ninja

Pengembara Cinta SEASON 2 : The Way Of Ninja


Pengembara Cinta SEASON 2 : The Way Of Ninja


Quote:



Quote:


Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Heidymahrani dan 51 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 58

Index

Diubah oleh rimung13
Reserved for later

Soundtrack for SEASON 2

Promise – Melly Goeslaw



kamu mau sembunyi dimana
Aku bisa mengendus baumu
jangan pernah lari dari-Ku
karena Kita telah berjanji

biar matahari bohong pada siang
pura-pura tak mau panas
tak perlu menyiksa diri sendiri
sembunyikan cinta yang ada

Aku tak perlu bahasa apapun
untuk mengungkap Aku cinta kamu
Aku tak pernah beristirahat
untuk mencintai kamu sesuai janji-Ku, promise

seribu wajah goda aku
yang ku ingat hanya Wajah-mu
janjiku tak pernah main-main
sekali Diri-Mu tetap Diri-Mu

Aku tak perlu bahasa apapun
untuk mengungkap Aku cinta kamu
Aku tak pernah beristirahat
untuk mencintai kamu sesuai janji-Ku

Aku tak perlu bahasa apapun
untuk mengungkap Aku cinta kamu
Aku tak pernah beristirahat
untuk mencintai kamu sesuai janji-Ku, promise
Diubah oleh rimung13
reserved for later
Reserved for Later
alhamdulillah. udah balik lagi agan rimungnya. lama saya menunggu

Chapter 1 : Ninjutsu ?


Spoiler for Ninja Bayangan Merah:


“Ninjutsu, bela diri apa itu ?. Apa seperti bela diri ninja-ninja di TV ?.” tanyaku penasaran

“Bisa dikatakan seperti itu. Untuk lebih jelasnya, kamu datang saja ke tempat latihannya.” Kata Felix yang sepertinya sengaja tidak menjelaskan lebih detail agar aku penasaran.

“Di mana tempat latihannya ?. Kapan aku bisa mulai ?.” tanyaku yang semakin tidak sabaran untuk segera memulai latihan.

“Datang ke rumahku hari minggu pagi. Nanti aku akan antar kamu ke tempat latihannya Latif.” Kata Felix sambil mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari kelas.

Aku terdiam lama sambil separuh tenggelam dalam khayalanku memikirkan betapa kerennya kalau aku bisa memiliki kemampuan seperti karakter ninja bayangan merah di film kartun yang sering kutonton setiap hari minggu pagi.

Begitu aku tersadar dari lamunanku, ruangan kelas sudah kosong. Aku segera mengambil tas dan keluar dari kelas menuju halaman parkir untuk menunggu Ayah menjemputku.

……….

“Ayah, boleh tidak kalau Latif main ke rumah tokonya Felix hari minggu pagi ?.” tanyaku sambil menoleh melihat Ayah yang sedang menyetir mobil.

“Boleh saja nak, nanti hari minggu pagi biar Ayah yang antar Latif.” Kata Ayah yang melihat ke arahku sekilas sambil tersenyum.

“Tapi ingat, jangan jadikan Felix sasaran latihan. Ayah tidak mau berurusan dengan Ayahnya Felix.” Kata Ayah mengingatkanku.

“Ayah, mana mungkin Latif lakukan hal itu kepada Felix. Latif bukan anak kecil lagi yang kerjanya hanya berkelahi.” Kataku sedikit protes dengan peringatan Ayah.

“Iya, Ayah tahu. Ayah Cuma mengingatkan Latif.” Kata Ayah sambil tersenyum melihat sikapku.

..........

Begitu sampai di rumah, aku segera menghampiri Ibu yang terlihat sibuk mengecek pembukuan kantor. Melihat aku telah pulang, Ibu bangun meninggalkan pekerjaannya dan memelukku sambil mencium keningku.

“Latif, hari ini terlihat bersemangat nak. Ada sesuatu yang menarik nak ?.” Tanya Ibu sambil mengelus kepalaku dan menatapku dengan lembut.

“Latif ada rencana mau jalan-jalan dengan Felix hari minggu nanti Bu.” Kataku dengan semangat.

“Mau jalan-jalan ke mana nak ?.” Tanya Ibu sambil tersenyum.

“Mau main ke tempat Felix latihan bela diri, boleh ya Bu ?.” Tanyaku kepada Ibu dengan penuh harap.

“Boleh nak, tapi apa Ayah tahu kalau Latif mau main ke tempat latihan Felix ?.” Tanya Ibu sambil memperhatikan reaksiku.

“Belum Bu, nanti Ayah tidak akan setuju kalau Latif cerita.” Kataku yang sedikit khawatir kalau Ayah tidak mengijinkanku latihan bersama Felix.

“Jangan khawatir nak, nanti biar Ibu yang bicara ke Ayah.” Kata Ibu sambil tersenyum dan mengelus kepalaku dengan lembut.

“Terima kasih Bu.” Kataku sambil memeluk Ibu.

“Sama-sama nak.” Kata Ibu sambil memelukku kembali dan mencium keningku.

……….

“Ingat Latif, jangan kasar saat latihan nanti ya.” Kata Ayah mengingatkanku saat aku turun dari mobil.

“Iya, Ayah tenang saja.” Kataku yang agak sedikit kesal karena Ayah terus mengingatkanku hal yang sama selama perjalanan dari rumah ke ruko Felix.

Setelah Ayah pergi, aku masuk ke ruko Felix dan ngobrol sebentar dengan Orang tua Felix. Tidak lama kemudian Felix turun dari lantai dua.

“Latif, aku kira kamu tidak jadi datang.” Kata Felix sambil tersenyum.

“Aku pasti datang Felix, mana mungkin aku melewatkan kesempatan ini he he.” Kataku separuh tertawa.

“Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang.” Ajak Felix sambil berjalan keluar dari rukonya.

profile-picture
profile-picture
alverno23 dan Kawulo_Mataram memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Maaf, sudah membuat mas lama menunggu emoticon-Smilie
profile-picture
rijalbegundal memberi reputasi
semoga season 2 ini lancar updatenya seperti season 1. aaamiiin
Quote:


Aamiin emoticon-Smilie
Alhamdulillah udah season dua nih gan ijin deprok dilapak barunya gan ....
Akhirnya dirilis juga versi lanjutannya emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2
Behhhh bakal makin sakti nih agan latif nya emoticon-Leh Uga
Nenda hu.. sendiko dawuh
emoticon-Matabelo
akhirnya
emoticon-Mewek
Alhamdulillah versi baru sudah release, ikut nyimak ya gan....
wah mantep nih.

ane pernah diajarin maen katana waktu maen ke rumah temen ane yg juga murid perguruan ninja.

numpang nyimak ah.
Quote:


Silahkan mas, terima kasih sudah mampir emoticon-Smilie

Quote:


Maaf baru bisa update sekarang mas emoticon-Smilie

Quote:


emoticon-Smilie

Quote:


Silahkan mas, terima kasih sudah mampir emoticon-Smilie

Quote:


emoticon-Smilie

Quote:


Silahkan mas, terima kasih sudah mampir emoticon-Smilie

Quote:


Silahkan mas, terima kasih sudah mampir emoticon-Smilie

Chapter 2 : Seishin Teki Kyoyo


“Felix, apa benar ini tempat latihannya ?.” Tanyaku yang kurang yakin sambil kembali memperhatikan toko mebel yang ada di hadapanku.

“Iya, ini tempatnya Latif.” Kata Felix sambil melangkah masuk ke dalam toko mebel.

Aku berjalan mengikuti Felix dari belakang sambil sesekali memperhatikan isi toko. Bagaimana caranya latihan bela diri di ruko ini jika ruangannya penuh dengan barang-barang dagangan ?.

Felix terus berjalan ke ujung toko dan naik ke lantai dua. Ruangan di lantai dua lebih lenggang karena tidak banyak barang namun tetap saja kurang luas untuk tempat latihan bela diri.

Felix membuka pintu sebuah ruangan yang luasnya sekitar 3x6 meter beralaskan karpet berwarna hijau. Di ruangan ini ada 3 orang remaja duduk bersila di hadapan seorang laki-laki yang berusia sekitar 50 tahun.

“Sensei, ini Latif teman saya yang pernah saya ceritakan kepada Sensei sebelumnya.” Kata Felix sambil membungkukan badan memberi salam penghormatan.

Laki-laki itu mengangguk dan melihat ke arahku dan berkata “Nama saya Takumi, kamu bisa memanggil saya Sensei Takumi.”

Aku meniru cara Felix memberikan salam penghormatan dan berkata “Sensei Takumi, saya harap saya diijinkan untuk latihan di sini.”

“Tentu saja saya ijinkan. Silahkan duduk.” Kata Sensei Takumi tersenyum ramah.

Aku dan Felix pun mengambil posisi duduk bersila. Sensei Takumi melihat ke arah 3 remaja yang berada di hadapannya dan berkata “Kenalkan diri kalian masing-masing.”

Mereka bertiga mengangguk dan mempekenalkan diri. Diantara mereka bertiga, Rian yang berusia 17 tahun adalah murid yang paling tua diantara kami semua sementara Radit dan Agus berusia 15 tahun.

Berarti termasuk denganku, hanya ada 5 orang berlatih di bawah bimbingan Sensei Takumi. Sebelumnya aku kira perguruan bela diri ini memiliki banyak murid, ternyata muridnya bisa dihitung dengan jari.

Tapi aku masih belum paham bagaimana caranya kami berlima latihan bela diri dengan ruangan yang termasuk sempit untuk latihan bela diri. Apalagi di ruangan ini sama sekali tidak ada barang lain selain karpet yang menjadi alas tempat duduk kami.

Jauh dari bayanganku kalau latihan Ninjutsu akan penuh dengan senjata-senjata seperti samurai, nunchaku, kunai, naginata dan senjata lainnya seperti yang kulihat di film-film ninja. Jadi seperti apa latihan bela diri yang akan dilatih di ruangan ini ?.

Seperti bisa menebak isi pikiranku, Sensei Takumi berkata “Latihan Ninjutsu di tempat ini berbeda dengan latihan Ninjutsu di tempat-tempat lain. Fokus latihan di sini adalah Seishin Teki Kyoyo yaitu pelatihan pikiran dan jiwa, sehingga tidak memerlukan ruangan yang luas.”

“Kata Ninjutsu sendiri memiliki beberapa arti. Saya pribadi memaknai Ninjutsu sebagai seni untuk menggenal diri.” Kata Sensei Takumi sambil melihatku dengan sorot mata yang tajam.

Untuk sesaat aku merasakan tatapan mata Sensei seperti menembus tubuhku. Tubuhku terasa kaku seakan-akan aku sedang berada di hadapan seekor harimau.

Sepertinya aku pernah merasakan berada di posisi ini. Tapi di mana ?. Rasa ini seperti tidak asing bagiku, hanya saja sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

“Mungkin kamu akan lebih paham jika langsung praktek. Silahkan kamu dan Felix berdiri berhadapan.” Kata Sensei memberikan instruksi.

Aku dan Felix segera berdiri mengikuti perintah Sensei. Kami berdiri berhadapan dengan jarak sekitar satu meter.

“Latif, gunakan seluruh kemampuanmu untuk mengalahkan Felix.” Kata Sensei memberikan instruksi berikutnya.

Eh ?, aku baru datang latihan dan langsung bertarung dengan Felix ?.


profile-picture
profile-picture
Indjay dan Kawulo_Mataram memberi reputasi
cadas !
langsung disuruh duel.
Halaman 1 dari 58


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di