- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
BI Intervensi Pasar, Rupiah Pagi Ini Menguat ke Posisi Rp 13.875 Per Dolar
TS
tribunnews.com
BI Intervensi Pasar, Rupiah Pagi Ini Menguat ke Posisi Rp 13.875 Per Dolar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (27/4/2018) pagi ini dibuka menguat tipis ke level Rp 13.875 per dolar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 13.891 per dolar AS.
Dalam catatan Bloomberg, secara year to date, pelemahan rupiah berada di level 2,40 persen.
Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada pelemahan rupiah imbas laju dolar AS yang masih mengalami kenaikan imbas adanya penguatan imbal hasil obligasi AS yang melewati batas psikologis 3 persen.
“Tertembusnya imbal hasil obligasi AS hingga melewati batas psikologis 3 persen membuat permintaan akan aset safe heaven meningkat. Laju USD pun terdongkrak naik,” kata Reza dalam risetnya.
Reza memprediksi, gerak rupiah berada di kisaran support Rp 13.896 dan resisten Rp 13.878 per dolar AS.
Intervensi Bank Sentral
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, selain pengaruh imbal hasil obligasi AS, depresiasi rupiah juga terkait faktor musiman permintan valas yang meningkat pada triwulan II.
Antara lain, untuk keperluan pembayaran Utang Luar Negeri (ULN), pembiayaan impor, dan dividen. Untuk itu, bank sentral menyiapkan empat langkah untuk mengantispasi terjadinya depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang cukup dalam.
Pertama, bank sentral senantiasa berada di pasar untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valas maupun rupiah.
Baca: Headlamp dan Stoplamp All New Ertiga Dibilang Mirip Innova dan Xpander, Apa Tanggapan Suzuki?
Baca: Emas Antam Pagi Ini ‘Anteng’ di Rp 653.000 Per Gram
Langkah selanjutnya, memantau dengan seksama perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik.
Bank Indonesia juga mempersiapkan 2nd line of defense bersama dengan institusi eksternal terkait.
Terakhir, jika tekanan terhadap nilai tukar terus berlanjut serta berpotensi menghambat pencapaian sasaran inflasi dan menganggu stabilitas sistem keuangan, yang merupakan mandat Bank Indonesia, BI tidak menutup ruang bagi penyesuaian suku bunga kebijakan BI 7 Days Reverse Repo Rate.
“Kebijakan ini tentunya akan dilakukan secara berhati-hati, terukur, dan bersifat data dependence, mengacu pada perkembangan data terkini maupun perkiraan ke depan,” kata Agus, saat jumpa pers di kantornya, Kamis petang (26/4/2018).
Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...3875-per-dolar
---
Baca Juga :
- Empat Strategi Bank Indonesia Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
- BI Buka Peluang Menaikkan Suku Bunga Acuan
- Ini Strategi Astra Hadapi Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS
anasabila memberi reputasi
1
321
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan