Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
Satpol PP Tangkap Koordinator Pengemis Anak di Depok
Satpol PP Tangkap Koordinator Pengemis Anak di Depok

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mengamankan dua orang koordinator pengemis dan peminta-minta anak, yang beroperasi di sejumlah ruas jalan utama di Kota Depok.

Kedua orang koordinator yang diamankan adalah Surti (54) dan Supriyati (53), warga Desa Rawa Panjang, Kabupaten Bogor.

Mereka ditangkap petugas Satpol PP Depok, Minggu (22/4/2018) dinihari sekira pukul 02.00.

Baca: Hakim Praperadilan yang Putuskan Boediono Tersangka Dimutasi ke Jambi

Surti, diamankan dari depan ruko di Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok. Sementara Supriyati diamankan dari depan Toko Ramanda, di Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan saat diamankan petugas, keduanya sedang mengorganisasi dan tengah memobilisasi sejumlah pengemis anak.

"Masing-masing sedang mengorganisasi dan mengatur empat anak untuk mengemis san meminta-minta, saat kami amankan. Jadi ada delapan pengemis anak dan dua orang kordinator, yang kami amankan," kata Yayan, kepada Warta Kota, Selasa (24/4/2018).

Menurut Yayan, delapan anak yang sedanh dimobilisasi keduanya berusia antara 7 sampai 12 tahun.

"Dari kedua koordinator pengemis anak tersebut, kamis sita tas berisi amplop kosong untuk nampug uang dan kotak amal bertuliskan mohon bantuan anak yatim," kata Yayan.

Selain itu, tambah Yayaan, disita juga alat musik pianika yang digunakan untuk meminta-minta dengan modus mengamen serta beberapa lembar fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) yang diduga palsu. "Semua fotokopi KTP nya berlaku seumur hidup," kata Yayan.

Dari penangkapan ini kata Yayan terungkap bahwa selama ini ada jaringan pengemis anak yang beroperasi di Depok, terutama menjelang Ramadan.

"Selama ini, kami cukup sering merazia pengemis dan gelandangan. Tapi jumlah mereka tidak berkurang. Ternyata ada jaringan pengemis di Kota Depok. Itu hasil interogasi kami ke dua orang koordinator yang kami amankan," ujar Yayan.

Ia menjelaskan kedua koordinator dan pengemis anak ini sebagian berasal dari luar Kota Depok. Selama di Depok mereka tinggal di gubuk dan rumah kontrakan di belakang Terminal Depok.

"Hasil mengemis para anak, nantinya disetorkan kepada kedua orang koordinator. Targetnya seharia setiap anak menyetor uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu," kata Yayan.

"Kalau setoran kurang, jatah makan anak akan mereka kurangi," tambah Yayan.

Dari pengakuan kedua orang koordinator itu kata Yayan, mereka mengaku satu jaringan dan mesti menyetor lagi bos mereka yang mereka kenal dengan sebutan Juleha.

Juleha inilah yang mengongkosi dan membawa koordinator dan para pengemis anak dengan kendaran minibus ke Kota Depok.

"Kami masih usut, bos yang mereka maksud ini," kata Yayan.


Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...-anak-di-depok

---

Baca Juga :

- Emil Dardak: Pak Zulkifli Hasan Representasi Generasi Milenial

- Khasiat Kunyit Putih Obati Penyakit Maag

- Ketua MPR Semangati Komikus Eks Marvel

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
325
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan