alexa-tracking

Tak Perlu Malu Bawa Bekal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aced24edbd770b8338b457a/tak-perlu-malu-bawa-bekal
Tak Perlu Malu Bawa Bekal
Tak Perlu Malu Bawa Bekal

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Masa kecil, usia sekolah, hampir setiap anak punya satu kotak kecil yang selalu dibawa di dalam tas. Kotak berisi bekal yang disiapkan orang tua untuk menemani aktivitas di sekolah.

Kebiasaan membawa kotak bekal ini pun ditanggapi positif Kementerian Kesehatan. Sejak tahun 2013 lalu, Kemenkes bersama Kementerian Pendidikan Nasional, BPOM beserta perusahaan multi-nasional asal Amerika Serikat, Tupperware menggagas Hari Bekal Nasional yang diperingati setiap 12 April.

Kampanye membawa bekal ini penting karena merujuk data BPOM sepanjang tahun 2006-2010, 40 persen lebih jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat keamanan pangan.

Pada perayaan Hari Bekal Nasional hari ini Kamis (12/4/2018), Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengajak semua orang, tanpa terkecuali membiasakan diri membawa bekal jika beraktivitas di luar rumah.

Bagi Puan, untuk menciptakan manusia unggul, semua bisa diawali dengan mengonsumsi makanan sehat. "Hidup sehat itu dimulai dari kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dari rumah. Itu kenapa saya selalu ingatkan pentingnya membawa bekal sendiri. Demi kesehatan, bukan semata pelit loh," kata Puan.

Menteri koordinator perempuan termuda ini mengapresiasi mereka yang tidak pernah luput membawa bekal. Karena ada ada banyak keuntungan yang bisa didapat, yakni:

1. Menjamin nutrisi yang diperlukan
Bisa mengatur menu makanan yang kita suka. Selain nutrisi yang baik, kita juga melatih kreativitas dalam mengatur atau memadukan berbagai jenis makanan ke dalam bekal. Untuk anak-anak, para orang tua bisa lebih mudah mengatur komposisi karbohidrat, protein dan lemak.

2. Menghemat uang jajan

Kita bisa hemat dengan membawa bekal. Kita juga diajarkan bertanggungjawab terhadap bekal yang sudah kita buat. Untuk anak-anak, sekaligus untuk mengajarkan cara hidup hemat. Si anak bisa menabung uangnya untuk membeli barang atau keperluan lain.

3. Menjamin makanan tetap higienis

Secara teori, makanan yang dibuatkan seseorang untuk kita sudah pasti melalui proses tertentu, mulai dari pemilihan bahan hingga kesesuaian dengan selera (menghindari alergi). Selain itu, karena dari awal hingga akhir proses pembuatan makanan berada di dalam pengawasan kita, maka dapat dijamin kebersihannya.

4. Menjamin makan tetap waktu

Ada kalanya kita sangat sibuk di kantor dan terlambat makan. Nah, dengan bekal, selain hemat waktu karena tidak perlu membeli makanan di luar, kita dengan mudah makan bekal kapanpun.

Khusus untuk anak-anak, kebiasaan bermain bersama teman-teman memang menyenangkan, tetapi kadang-kadang itu juga membuat mereka lupa waktu. Nah, dengan adanya bekal, mereka bisa dengan mudah diingatkan untuk memakan bekalnya.

5. Menghindari makanan terbuang sia-sia

Berapa kali kamu memesan makanan dan akhirnya merasa kenyang untuk menghabiskan? Atau kamu yang super risi dan menolak membawa pulang (bungkus) makanan tersebut? Dengan membawa bekal, kamu bisa memastikan porsi makan kamu, tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit.

Puan mengatakan, Hari Bekal Nasional ini harus dimaknai sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menciptakan lingkungan sehat dan perilaku hidup bersih. Termasuk bagaimana kita memilih makanan sehat yang dibuat atau dimasak sendiri.

"Untuk makanan gizi seimbang, maka wajib mengonsumsi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Agar hidup sehat maka perlu dilengkapi dengan minum air putih yang cukup, berolahraga, cuci tangan sebelum makan dan memantau berat badan," tutup Puan.

Jadi, jangan lupa dan malu bawa bekal...


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...alu-bawa-bekal

---

Baca Juga :

- Puan Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang UNESCO ke-204

- Menko PMK Kunjungi Google Cultural Institute Demi Jaga Hak Cipta Karya Seni-Budaya

- ‎‎Hadiri Kongres SBSI, Kang Hasan Tekankan Pentingnya Buruh Dalam Pembangunan Nasional