alexa-tracking

Cek Data: Apa Benar Nuklir Itu Sangat Berbahaya?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdabaadbd770db7d8b4567/cek-data-apa-benar-nuklir-itu-sangat-berbahaya
icon-hot-thread
Cek Data: Apa Benar Nuklir Itu Sangat Berbahaya?
 Cek Data: Apa Benar Nuklir Itu Sangat Berbahaya?

Spoiler for Pembukaan:



Spoiler for "Dampak Nuklir":



Spoiler for "Bahaya Lain":


Spoiler for Penutup:



Spoiler for Referensi:
image-url-apps
Kalau bicara RADIASI dah pada parno duluan emoticon-Big Grin

Padahal tiap hari juga terpapar radiasi dr Matahari
Tiap hari juga terpapar radiasi dr TV
Dan gak berkeberatan saat sakit dalam di Rontgen yg juga terpapar radiasi

emoticon-Big Grin
Quote:


mau gimana lagi gan, masyarakat banyak yang kurang paham mengenai pemanfaatan energi nuklir, keseringan ditakut-takuti nuklir lewat film atau LSM anti nuklir ya begitu.

oh ya gan, untuk membandingkan tingkat bahaya suatu hal memangnya bisa langsung dibandingkan seperti itu? bukankah jika ingin membandingkan antara dua hal, misalnya kecelakaan mobil dan kecelakaan pesawat, agan harus bandingkan juga jumlah penerbangan dengan jumlah perjalanan mobil selain jumlah korbannya?
KASKUS Ads
Quote:


Kita bisa bicara soal risk assessment berbagai aspek secara lebih detail, pakai metrik Kematian per TWh, tapi pembahasannya melelahkan barangkali sulit dicerna awam. Jadi saya pakai raw number saja.
image-url-apps
Mereka takut karena belom paham emoticon-Shakehand2
Lalu, berapa lama dampak lingkungan akibat radiasi nuklir sebelum pulih seperti semula?
Seperti di Chernobyl, apakah kondisi sudah pulih?
Atau di Fukushima, apa penduduk sudah boleh kembali ke rumah mereka?

Dampak kecelakaan gak selalu cukup ditunjukkan dengan jumlah korban jiwa, tapi juga dampak berkelanjutan.
image-url-apps
Quote:


Sudah. Bahkan orang-orang sebenarnya tidak perlu dievakuasi sejak awal, karena bahaya radiasi yang dihadapi tidak signifikan. Para saintis menganggap tindakan evakuasi yang dilakukan pemerintah Uni Soviet dan Jepang adalah kekeliruan (lihat Jaworowski, 2009 dan Harding, 2018).
Quote:

AFAIK, kawasan Chernobyl sampai sekarang masih dianggap "no-go zone".
Untuk Fukushima, kurang data.
Tapi salah satu dampak pada hewan ternak yang kena dampak radiasi dan dibiarkan hidup, yang sudah ditemukan adalah kasus leukemia. Ini untuk hewan ternak yang terpapar radiasi relatif rendah.
Quote:


Ada datanya? Kalau saya datanya dari sini, sono dan sana. (yang terakhir ini sebenarnya referensi no.2) Sebenarnya masih ada lagi, tapi saya kira itu cukup dulu.

Ingat bahwa keputusan politik dan sains itu tidak selalu beriringan. Keputusan untuk menjadikan kota Chernobyl dan Pripyat sebagai "no-go-zone", seandainya benar, maka itu adalah keputusan politik yang tidak dilandasi pertimbangan sains, tapi unreasonable fear.
Quote:

Nuklir jauh dari bidang gue, jadi gue lebih tertarik bertanya untuk membandingkan informasi.
Soal Chernobyl, baca banyak artikel menyangkut peringatan 30 tahun kasusnya.
Level radiasi memang sudah menurun jauh, utamanya di luar kawasan eklusif.
Banyak hewan liar yang hidup di sekitar kawasan itu.
Dan mungkin saja level radiasi di luar kawasan eklusif sudah di bawah ambagn batas aman, tapi sellau ada potensi bahaya yang mungkin gak disadari sebelumnya, belum lagi efek psikologis. Jadi gak aneh kalau langkah pengamanan ekstra diberlakukan.

Seperti di Fukushima juga, yang sudah mulai kembali dihuni. Padi, yang tadinya jadi produk unggulan mereka sudah ditanam kembali. Tapi perlu waktu agar produk mereka bisa diterima pasar, walau data pengujian jelas-jelas menunjukkan tidak ada radiasinya sama sekali. Itu lebih ke psikologis manusia, memang.

Menyangkut reaktornya sendiri, sampai tahun 2017 kemarin, katanya terus melepas radiasi ke lautan.
Quote:


Kalau memang jauh dari bidang, mending banyak-banyak baca dan tanya ke orang-orang yang biasa berurusan dengan nuklir. Saya nulis thread soal nuklir di kaskus karena masih banyak kengawuran yang beredar soal konsep nuklir, radiasi, limbah radioaktif dan sebagainya.

"sellau ada potensi bahaya yang mungkin gak disadari sebelumnya"
Nope. Tidak ada bahaya pada dosis radiasi nuklir level rendah. Baca paper (Jaworowski, 2009) yang saya kasih itu. Sekalian juga buku Radiation and Reason tulisan Prof. Wade Allison dan Radiation and Health tulisan Prof. Thormod Henriksen.

Katanya masih melepas radiasi ke lautan? Benar, tapi tidak ada maknanya kalau tidak dijelaskan berapa dosisnya. Saya malas baca laman clickbait seperti itu, tapi kalau radioaktivitas yang dimaksud itu tritium, saya mau tertawa saja, deh.
Quote:

Justru karena jauh dari bidang, makanya mesti banyak bertanya dan belajar emoticon-Malu (S)
Punya teman yang jurusan teknik nuklir, tapi udah lama hilang kontak.

Dan yang terdeteksi itu bukan tritium om, cesium.
Quote:


Sama saja, cesium-137 juga tidak ada maknanya kalau tidak disebutkan dosisnya. Dari yang saya baca pada referensi lain, aktivitasnya kurang dari 10 PBq, Saya bilang sih biarkan saja dilepaskan ke laut. Toh tidak akan membahayakan biota laut dan manusia. Laut bersifat mengencerkan, konsentrasi kental akan mencair kalau sudah bercampur air laut. Laut masih ribuan kali lebih radioaktif daripada cesium yang dilepaskan PLTN Fukushima Daiichi.
Quote:

Berhubung memang belum nemu kadarnya, belum bisa ngasih tanggapan lebih lanjut. emoticon-Smilie
opini pribadi saya sih, mental dan psikologis masyarakat yang menghalangi, bukan "bahaya" nuklir dalam artian nyata. sekalipun mau dibuat penyuluhan, seminar, apalah... ketika masyarakat sudah keburu takut duluan, segalanya berubah rumit.

apalagi, tidak semua bagian dalam masyarakat adalah saintis (atau minimal tertarik dan paham sains), sehingga tantangannya lebih rumit lagi. mereka cenderung lebih mengedepankan subjektifitas, dalam artian mereka "seolah" mempercayakan keputusan kepada siapa yang mereka anggap lebih mengerti (namun dalam ruang lingkup yang mereka kenal - atau bahasa now-nya WAKIL RAKYAT). padahal, wakil rakyat yang kita tahu juga belum tentu paham betul dengan apa itu nuklir. alhasil, kalau wakil rakyat bilang "nuklir itu bahaya, nuklir itu kejam, nuklir itu ......" masyarakat yang ga ngerti mah manggut-manggut aja.

sementara itu, posisi seorang wakil rakyat gak pernah bisa lepas dari kepentingan politik baik itu bersifat pribadi, golongan, maupun partai, yang mana kepentingan-kepentingan itu tentu saja terkait dengan substansi yang kita pahami bersama dapat membuat dapur ngebul.

lets say, selama batu bara atau BBM lebih menguntungkan bagi politik, maka kemungkinan nuklir untuk eksis dalam skala besar bakal terdengar sebagai impian -atau paling tidak untuk sekarang ini. kecuali nuklir bisa kasih "keuntungan" atau sumbangsih di bidang politik.

bahasan nuklir memang bahasan saintifik, tapi pengaplikasiannya tentu saja tidak bisa lepas dari bahasan sosial. selama masyarakat gak mau pakai, maka sebagus apapun sebuah teknologi hanya akan berakhir sebagai kata demi kata dalam jurnal penelitian.

oh ya, negeri ini kan pecinta birokrasi, coba cari cara gimana supaya operasional reaktor nuklir "keliatan" agak berbelit supaya ntar ada pihak-pihak yang berlomba-lomba nyumbang andil dengan harapan bisa dapet seperak dua perak atau sekursi dua kursi.
emoticon-Ngakak ngomong apa sih gw dari tadi
Ini negara dimana orang banyak yang percaya hoax mie instant mengandung lilin dan pengawet sampai kalau masak mie rebus mesti diganti air kuahnya. Itu baru mie instant, gimana kalo nuklir?
image-url-apps
Kalau di masyarakat kampung si denger kata nuklir tahu nya itu bom
Emang kalau di orang awam kebanyakan udah takut denger kata2 nuklir. Mau dijelasin kaya apa jg gk ngefek karena mereka gk bakal paham.
True story.
image-url-apps
Agan ts kasih perbandingannya yg gak seimbang

Bayangin kl semua udah pake teknologi nuklir, salah sedikit aja akibatnya fatal gan,
image-url-apps
Quote:


Gak tuh. Salah sedikit ya paling sistem otomatis langsung mengkoreksi.

Memang yang dikatakan dic.thorium benar, bahwa halangannya itu sebenarnya adalah ketakutan yang berlebihan. Yang sebab awalnya adalah ketidakmengertian. Seperti anda yang mengira PLTN itu segitu rapuhnya sehingga tidak boleh ada salah sedikit pun, padahal PLTN sebenarnya sangat resistan.

Santai aja, Bung. PLTN itu biasa aja. Lebih bahaya sepeda motor kamu. Lihat aja faktanya. Berapa yang mati/luka jatuh dari motor? Berapa yang dikejar kolektor karena motor? Berapa yang ditinggal pacar karena motor? Tapi tetep aja lu pakai motor. PLTN itu jauh lebih aman. Bebas kolektor. Gak bakal bikin pacar mendua. Dan lu kagak bakal pernah diserempet PLTN.
Quote:


emoticon-Bingung sebentar, ane gak paham esensi komen ini sebenernya apa
misalnya ada 100.000 reaktor tersebar di seluruh dunia, lalu ada kesalahan pada satu reaktor, maka seluruh dunia tercemar.
begitu bukan gan?
×