alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / REGIONAL / All / ... / Japan /
Mengenal Tradisi Pernikahan Tradisional Jepang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acac78e925233f3188b456a/mengenal-tradisi-pernikahan-tradisional-jepang

Mengenal Tradisi Pernikahan Tradisional Jepang

Spoiler for Wedding:


Salah satu tahapan hidup yang paling penting dalam kehidupan manusia adalah pernikahan. Pernikahan menjadi hal sakral dan di banyak negara ritual yang dilakukan dalam pernikahan mengandung banyak makna yang umumnya berupa pengharapan baik atas tahapan baru dari kehidupan seorang manusia. Hal yang sama juga berlaku untuk pernikahan tradisional Jepang. Ada begitu banyak makna yang terkandung dalam pernikahan tradisional Jepang, mulai dari acara pertunangan, baju yang dikenakan, sampai pada saat upacara pernikahan.

Spoiler for "Wedding 2":


Meski di zaman modern ini pengaruh budaya Barat membuat banyak pasangan pengantin Jepang memilih menggelar pernikahan ala Barat dengan gaun putih dan menjalani pemberkatan pernikahan di gereja (bahkan sekalipun mereka bukan penganut Kristiani), tapi tidak sedikit pasangan yang memilih untuk mempertahankan tradisi dengan menggelar acara pernikahan tradisional yang dilakukan di Kuil Shinto.


Spoiler for "Japanese Wedding":


Kali ini, akan dibahas tentang beberapa tradisi dalam pernikahan tradisional Jepang dan makna yang terkandung di dalamnya.

Yuino, acara pertunangan ala Jepang


Spoiler for Yuino:


Dalam budaya tradisional Jepang, setelah sepasang kekasih sepakat untuk menikah, selanjutnya diadakanlah acara pertunangan yang disebut yuino. Dalam acara ini keluarga kedua belah pihak bertemu dan saling bertukar hadiah. Hadiah yang utama adalah obi untuk calon pengantin perempuan dan hakamauntuk calon pengantin laki-laki. Obi melambangkan kebajikan perempuan, sedangkan hakama simbol kesetiaan. Tapi, dewasa ini banyak yang memberikan uang tunai sebagai “biaya obi” dan “biaya hakama”. Selain hadiah utama tersebut, beberapa barang lain yang umum dijadikan hadiah antara lain konbu(ganggang laut) yang mengandung harapan agar pasangan pengantin bahagia dan memiliki anak yang sehat, katsuo bushi simbol harapan pernikahan langgeng, kipas lipat suehiro lambang pengharapan kebahagiaan dan masa depan yang lebih baik, serta beberapa hadiah lain yang juga sarat makna. Selain itu, ada juga yuinokin, yaitu uang pemberian dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai “uang persiapan pernikahan untuk calon pengantin perempuan”.      

Spoiler for "yuino 2":


Nakodo, sang matchmaker
Sejak zaman dulu dan bahkan sampai sekarang, perjodohan atau omiaimerupakan hal biasa di Jepang dan orang yang mengatur perjodohan ini disebut nakodo. Di zaman Edo, seorang nakodo berperan mencarikan calon pasangan, mengatur perjodohan, membantu jalannya acara yuino hingga ke acara pernikahan. Tapi, di zaman sekarang ketika praktek perjodohan sudah banyak berkurang, peran nakodo sebatas membantu dalam acara yuino dan upacara pernikahan. Orang yang ditunjuk menjadi nakodo umumnya mereka yang sudah lama menikah dan bisa diandalkan secara sosial. Orang tersebut bisa kerabat, atasan di kantor, atau senior semasa kuliah.  


Kuil Shinto, tempat berlangsungnya upacara pernikahan


Spoiler for Pasangan:


Shinto merupakan agama asli Jepang dan pernikahan tradisional Jepang biasanya berlangsung di Kuil Shinto sebagaimana pemeluk agama Nasrani yang mengucapkan janji pernikahan di gereja. Upacara pernikahan ini akan dipimpin oleh pendeta Shinto yang akan melakukan ritual pensucian shubatsu no giterhadap calon pengantin dan hadirin yang berkumpul di awal upacara. 

Pakaian pengantin sarat makna


Spoiler for costum:


Dalam pernikahan tradisional Jepang, pengantin perempuan biasanya berganti kostum beberapa kali. Saat upacara pernikahan, biasanya pengantin perempuan mengenakan kimono berwarna putih yang disebut shiromuku. Warna putih melambangkan “kesucian, kebersihan, dan kemurnian”. Makna dari shiromuku sendiri adalah membuang diri kita selama ini dan menjadi kosong, putih, serta bersih. Shiromuku dilengkapi dengan penutup kepala wataboshi yang juga berwarna putih. Setelah upacara pernikahan, pengantin perempuan akan berganti kostum irouchikake untuk acara resepsi. Irouchikake mengandung makna kalau pengantin akan mendapatkan warna dari keluarga barunya (dalam bahasa Jepang iro berarti warna). Saat menggunakan irouchikake, bagian kepala biasanya memakai hiasan kepala semacam topi yang disebut tsunokakushiTsuno artinya “tanduk” dan kakushi bermakna “menyembunyikan”. Tsunokakushi menjadi simbol perempuan menyembunyikan perasaan-perasaan egois seperti kecemburuan dan menampilkan sikap patuh serta baik terhadap suami. Berbeda dengan pengantin perempuan, pengantin laki-laki tidak perlu mengganti kostum dan hanya menggunakan pakaian pernikahan montsuki haori hakama yang biasanya berwarna hitam.



Tradisi San San Kudo


Spoiler for "san san kudo":




San San Kudo adalah tradisi dalam upacara pernikahan Shinto di mana pengantin menjalani ritual minum sake secara bergantian dengan menggunakan mangkuk khusus pesta yang disebut sakazuki. Mangkuk yang digunakan berjumlah tiga buah. Pengantin perempuan dan laki-laki masing-masing minum tiga kali sehingga total sembilan kali yang mana sesuai dengan nama ritual “San San Kudo (Tiga Tiga Sembilan Kali)”.


Spoiler for "san san kudo":






Kuil yang biasa digunakan untuk pernikahan Shinto


Spoiler for kuil:




Di Tokyo, salah satu kuil yang banyak dipilih untuk melangsungkan pernikahan Shinto adalah Kuil Meiji Jingu yang berlokasi tidak jauh dari Stasiun Harajuku. Meiji Jingu menyediakan beberapa paket pernikahan yang bisa dipilih. Jika Anda datang ke kuil ini di akhir minggu dan cukup beruntung, mungkin Anda akan bisa melihat iring-iringan pengantin Shinto melintas di halaman kuil.
Kuil lainnya adalah Kuil Tsurugaoka Hachimangu yang ada di Kamakura. Upacara pernikahan Shinto di kuil ini disebut “maiden shiki” dan dilangsungkan di bagian kuil yang disebut “Maiden” atau “Aula Tari”. Aula tari ini berbentuk terbuka sehingga para turis yang datang ke kuil bisa melihat ritual pernikahan yang sedang berlangsung.


sumber:






Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di