alexa-tracking

Demo puisi semangat membara, korban penipuan dapatkah perhatian yang sama ?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ac81caadad77088568b4567/demo-puisi-semangat-membara-korban-penipuan-dapatkah-perhatian-yang-sama
Demo puisi semangat membara, korban penipuan dapatkah perhatian yang sama ?
Quote:


emoticon-terimakasih
Sampai jumpa di thread lainnya

Apakah tiada maaf untuk orang yang khilaf ?

image-url-apps
emoticon-Entahlah
Quote:


Spoiler for Update diskusi halaman 3 dan 4:
image-url-apps
ga bakal didemo itu penipu umat, orang udah dipenjara, kalo masih keliaran baru deh didemo generasi cepirit biar dimakobrimobkan



7juta umat suruh urunan itu buat ganti rugi emoticon-Leh Uga
KASKUS Ads
image-url-apps
Puisi doang ribut.

Yang jelas-jelas nipu dari bisnis umroh, diem-diem bae.
Padahal korbannya banyak banget. Sampai ada yang belain nabung puluhan tahun biar bisa ibadah, malah dana ditilep.

Itu pelakunya dipidana, tapi dana korban bakal kembali sepenuhnya kagak?!



Post ke-3210.
image-url-apps
padahal dr jauh2 hari udah diwanti2

Demo puisi semangat membara, korban penipuan dapatkah perhatian yang sama ?

semut di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan
emoticon-Malu
image-url-apps
Quote:

Duitnya semoga bisa kembali ke jamaah
Quote:

Semoga saja ada keajaiban
Quote:

Jangan mau di bohongi pake bla bla bala emoticon-Takut
image-url-apps
Puisi bagian dari seni. Mnrt saya. Banyak pesan tersirat dari pembuatnya, yg kadang diartikan berbeda oleh orglain. Sudut pandang tiap² org tdklah sama.

Jika dalam thread ini dikomparasikan antara pendemo "puisi" dgn penipuan, maka konteksnya tdk sama.

Bagi mereka yg berdemo krn puisi, mereka memahaminya sebagai bagian dari penghinaan syariat, yg tentu saja menimbulkan polemik bagi org² yg sensitif, krn ini jg sensitif. Hubungannya secara vertikal.

Pada kasus penipuan, ini hubungan horizontal, antara penipu dgn yg ditipu, yg obyeknya adalah manusia vs manusia.

Yuk ngopi. Pesen yg creamernya banyakemoticon-Request
Mantau dari kejauhan.
lha wong yg nipu jg ikut donasi buat demo wktu itu koq emoticon-Wakaka emoticon-Shakehand2
image-url-apps
djadi bagaimana dong...
Btw, Sang Imam Besar udah pulag belom bre?
Apa masih ngumpet?

image-url-apps
Quote:

Pada kasus penipuan adalah horizontal plus vertikal

_ Merusak hubungan manusia sesama manusia karena telah percaya janji manusia
_ Memupuskan harapan manusia yang memiliki impian untuk memenuhi panggilan Tuhan menjalankan ibadah

Jadi menurut pendapat ane jauh lebih dari sekedar puisi akibatnya.

Image penipu dan gampang ditipu itu di pertontonkan secara nyata. Mungkin ini teguran ILLAHI
emoticon-Entahlah
image-url-apps
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Numpang nyimak aja ya gan. Biar ane bisa paham tulisan ane di thread ini emoticon-Nyepi
image-url-apps
Quote:


Jawaban cerdas. Apa yg saya sampaikan, itu berdasarkan info yg saya dapatkan dari "mereka" yg memperkarakan ttg puisi yg tersurat. Harusnya, dgn pola pikir yg acapkali "final", bu Sukma bisa memilih diksi kata berbeda. Kita sering terjebak dgn patron pemikiran segalanya serba "final". Padahal, hal demikian mematikan nalar kewarasan.

Andai saja bu Sukma tahu bahwa satire, sarkasme pun bisa mendobrak dogma asal dilakukan dgn cerdas. Sialnya, komparasi yg disebut dalam puisi nyerempet perkara yg sensitif, dan itu menggunakan pilihan kata yg "jelas".
image-url-apps
Parah emang..
Ompol lebis sibuk ngurusin puisi daripada nyari pelaku yang nyulik Thukul.
Ompol lebih sibuk ngurusin puisi daripada nyari pelaku yang niram Novel Baswedan.
Bahkan ompol sibuk ngurusin puisi daripada nyari penyebab kenapa banyak jamaah umroh yang ketipu biro biro perjalanan.
image-url-apps
Quote:

Udah mau 2019 gan ujung ujungnya urusan kekuasaan. Kebetulan dapat angin seger pas ada yang kecemplung di lumpur.
image-url-apps
Quote:


Jika saja semua isi puisi itu bisa dianggap sebagai kritik kepada kita untuk memperbaiki diri itu jauh lebih bermakna.

Yang tersinggung sudah memaafkan dan yang pura pura tersinggung akan mengambil celah dan kesempatan..

Sekumpulan manusia jika sudah merasa besar maka akan terjerumus dalam kesombongan. Semua kehendak kelompoknya akan di paksakan, apapun pendapat orang lain akan di kesampingkan.

Mereka tidak akan bisa di hentikan, yang khilaf tinggalah terima apa adanya. Mungkin itu juga adalah hukuman Tuhan. Karena kecerobohan

Sementara mereka yang telah meraksasa hanya akan mampu di hentikan oleh Sang Pencipta alam semesta ini.
image-url-apps
Quote:


Keterlaluan emang..
Padahal cuma puisi loh. Kalopun sarkas kan gapapa, biar penguasa nya kerasa dengan adanya puisi dari bu sukma. Tapi malah nyerempet ke hal hal kek giniemoticon-Hammer (S)

Ini gak ada bedanya kayak bang iwan dulu. Gegera lagu sosial politiknga malah ndekem di balik jeruji.

Haruskah sebuah seni di hilangkan, sekarang muncul lagi satu seniman bawah tanah yang aliran nya plek nemplek kek bang iwan. Semoga gak di gambar sama pemerintah dan netijenemoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Sudah kodratnya manusia ganemoticon-Big Grin
Kalo masih nyari nyari kesempatan dalam kesempitan mah wajaremoticon-Big Grin
Egois juga wajar, iri, sombong juga wajaremoticon-Big Grin kan manusia, hakekatnya manusia emang begituemoticon-Big Grin

KECUALI Rasulullah SAW manusia satu satunya yang tidak mempunyai dosaemoticon-Big Grin

Ah kalo bahas hakekat manusia gak ada kelarnya ganemoticon-Hammer (S)
Cuma nambahin aja heheheemoticon-Peace
https://gemasastrin.wordpress.com/20...an-teks-puisi/

Menurut Mukhlis A. Hamid

Quote:


Memahami puisi harus liat konteks nya ga bisa eksplisit kata demi kata di artikan telanjang atau polos begitu aja, bisa rusak sastra kalo gitu ceritanya ....
×