Kaskus

News

metrotvnews.comAvatar border
TS
metrotvnews.com
Mengurai Tabir Penyerangan Simbol Keagamaan
Mengurai Tabir Penyerangan Simbol Keagamaan

Jakarta: Mengawali 2018, insiden penyerangan simbol keagamaan ramai menjadi perbincangan. Banyak pihak menilai fenomena ini tak lazim. Pasalnya, waktu kejadiannya berdekatan, pola dan penanganannyapun hampir serupa. Pelaku ditangkap, lalu mayoritas dinyatakan orang gila. 


Puas atau tidak, itulah fakta hukumnya sementara. Apalagi yang mau dipegang selain keterangan penegak hukum, yang barang tentu bisa dicatat, dan ditagih pertanggungjawabannya. 


Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto menegaskan Polri tak berpangku tangan menghadapi fenomena yang ada. Korps Bhayangkaran meminta diberi ruang untuk pelan-pelan mengungkapnya dengan data dan fakta.


'Data dan fakta harus yang nantinya disampaikan kepada masyarakat, harus konkret agar justru tak malahan menjadi hoaks (berita bohong),' kata Ari dalam keterangan tertulisnya. 


Mengungkap gamblang fenomena penyerangan simbol agama memang bukan perkara mudah. Terlebih, kadung banyak asumsi yang justru melebar ke ranah politis dan cenderung menimbulkan ketakutan. Itu kenapa, keterangan penegak hukum patut betul-betul dipertimbangkan sebagai obat penawar rasa tidak aman. 


Data Bareskrim, sudah ada 21 kasus kekerasan terhadap simbol keagamaan, baik terhadap tokoh agama atau pun tempat ibadah. Masing-masing satu peristiwa terjadi di Aceh, Banten, DKI Jakarta, juga DI Yogyakarta. Lalu ada empat peristiwa di Jawa Timur, dan 13 peristiwa di Jawa Barat.


'Hasil penelusurannya, seluruh peristiwa murni kriminal biasa. Pelaku, modus hingga motifnya beragam dan tak ada kecenderungan seperti selama ini jadi pembicaraan masyarakat,' jelas Ari Dono.


Baca: BNPT Tunggu Hasil Penyelidikan Kasus Penyerangan Tokoh Agama


Medcom.id coba merangkum dan mengurai sejumlah penyerangan simbol keagamaan yang marak jadi perbincangan: 


Jawa Barat


1. Terjadi penyerangan terhadap pimpinan Pesantren Al Hidayah, KH Umar Basri bin Sukrowi, di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Kiai itu luka-luka akibat diduga dianiaya seorang pria di dalam masjid seusai salat subuh, pada 27 Januari. 


Pelaku inisial A, 50, kemudian ditangkap Polda Jawa Barat. Hasil pemeriksaan menyimpulkan pelaku diduga mengidap gangguan jiwa alias gila. 


Acuannya, tim dokter yang memeriksa kondisi tersangka mendapati riwayat medis pelaku yang pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat pada 26 Juni 2017 hingga 24 Juli 2017. Keterangan keluarga juga menjelaskan pelaku mengidap gangguan kejiwaan sejak usia 15 tahun. 


2. Tokoh Persatuan Islam Indonesia (Persis) HR Prawoto juga mengalami penganiayaan oleh pria inisial AM, awal Februari. Prawoto meninggal di rumah sakit. Polisi telah menahan AM di Mapolrestabes Bandung. 


Polisi sempat menyimpulkan pelaku mengalami gangguan kepribadian. Acuannya, keluarga pelaku menyebut AM memiliki kepribadian labil juga temperamental sejak tiga tahun terakhir. 


Ketua Komite Etik Dokter Spesialis RS Sartika Asih, Bandung, sekaligus Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Leonny Widjaja juga pernah menyebut pelaku memiliki gangguan kepribadian. Hal itu berdasarkan diagnosis sementara tim dokter yang menangani tersangka. Namun, tim akan observasi kejiwaan terhadap pelaku selama dua pekan.


Polisi memutuskan tetap melanjutkan kasus ini. Proses hukum sudah masuk tahap pemberkasan. Kendati, hingga hari ini motif pelaku menyerang Prawoto belum diungkap. 


Banten


Pada 7 Februari, biksu Mulyanto Nurhalim yang diduga dipersekusi sejumlah warga Kampung Baru RT 01/01 Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Kasus itu diklaim sudah selesai setelah warga dan biksu bermusyawarah. 


Yogyakarta


Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta, diserang orang tidak dikenal pada Minggu 11 Februari. Sejumlah orang dan tokoh agama yang sedang menghadiri ibadah terluka. Aksi ini diyakini sebagai aksi teror.


Tak lama berselang, Suliyono ditangkap Densus 88 sebagai terduga pelaku. Pemeriksaan sementara, Suliyono belum terdeteksi terafiliasi jaringan kelompok teror tertentu. Artinya, Suliyono diduga kuat pelaku teror tunggal atau lonewolf.


Jawa Timur


1. Terjadi insiden pembunuhan terhadap seseorang yang diketahui berprofesi sebagai guru ngaji, di Sampang, Jawa Timur, pada akhir Desember 2017. Ada tiga terduga pelaku, satu di antaranya sudah ditangkap, dua lainnya buron.


Kasus ini disimpulkan polisi sebagai kriminal murni. Pasalnya, motif pembunuhan lantaran korban diduga sebagai guru santet yang menyantet salah satu pelaku. 


2. Pengasuh pesantren di Karangasem, Lamongan, Jawa Timur, Kiai Hakam Mubarok, diserang orang tidak dikenal. Polri menyimpulkan pelaku mengidap gangguan jiwa. 


Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, insiden ini terjadi tanpa disengaja. Mulanya, Kiai Hakam menegur seseorang yang duduk di pelataran masjid sambil makan. Teguran dilakukan lantaran makanan orang tersebut mengotori masjid. 


'Makanannya disingkirkan sama Kiai, dia (pelaku) marah dan ngejar. Kiai lari, jatuh, lalu luka di tangan dan kaki karena jatuh. Bukan karena diserang,' kata Setyo.


Baca: Presiden Instruksikan Polri Jaga Tokoh Agama


3.  Masjid Baiturrahim di Jalan Sumurgempol, Tuban, Jawa Timur, Jawa Timur, dirusak seseorang inisial MZ, 40. Kasus bermula saat MZ kesal menunggu seseorang di masjid dan sempat cekcok dengan warga sekitar. Polisi menyebut pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.


Acuannya, polisi mendapati bukti surat dari RSUD dr Moewardi Surakarta dan surat keterangan puskesmas setempat yang menyatakan MZ tercatat sebagai pasien rawat jalan akibat depresi. Kejiwaan Warga Klingking, Tuban, itu tengah didalami di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojono.


4. Terjadi kasus pengrusakan patung Duara Pala di Pura Mandara Giri, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pertengahan Februari. Kasus ini menjadi perhatian khusus Wakapolri Komjen Syafruddin lantaran rentan mengarah kepada isu intoleran dan berpotensi memecah belah. Kasus ini masih diusut Polda Jawa Timur.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/9K...mbol-keagamaan

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Mengurai Tabir Penyerangan Simbol Keagamaan MUI Desak Polisi Ungkap Dalang Penyerangan Tokoh Agama

- Mengurai Tabir Penyerangan Simbol Keagamaan Presiden Instruksikan Polri Jaga Tokoh Agama

- Mengurai Tabir Penyerangan Simbol Keagamaan Polri Jamin Keamanan Tokoh Agama

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
621
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan