TS
metrotvnews.com
Presiden Diminta Terbitkan Inpres soal Perdagangan Antarprovinsi

Jakarta: Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Syahrul Yasin Limpo meminta Presiden Jokowi Widodo menerbitkan instruksi presiden (inpres) soal perdagangan antarprovinsi. Hal ini dianggap dapat memperkuat kerja sama oerdagangan antardaerah, untuk memperkuat ekonomi nasional.
Syahrul menilai perdagangan antardaerah harus diperkuat dengan regulasi. 'Kami berharap koordinasi kelembagaan ini tidak hanya menteri, tapi mungkin di bawah kesekretariatan tertentu yang Pak Presiden bisa memonitor kemampuan yang ada,' kata Syahrul di Bandung, Kamis, 22 Februari 2018.
Dia menilai sejatinya antarprovinsi bisa saling menunjang kebutuhan satu sama lain. Kebutuhan daging di Jakarta, contohnya, bisa disuplai dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Denganbegitu, impor bisa dikendalikan.
Baca: Sri Mulyani Sebut Kinerja Perdagangan RI Stagnan
Dia mengaku perdagangan antardaerah sudah dilakukan oleh Jawa Timur dan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dipimpin Syahrul. Kedua provinsi bahkan meneken kontrak hingga Rp5,1 triliun.
Sulsel mengirim kebutuhan Suarabaya Rp3 trilun lebih. Sebaliknya, Surabaya mengirim kebutuhan untuk Sulsel dengan nilai Rp1,7 triliun.
'Dengan sedikit instruksi Pak Presiden ini sangat memberikan penguatan kami semua. Saya kira itu yang paling utama Pak Presiden karena kita berharap kekuatan negara bisa diperkuat oleh daerah sendiri,' jelas dia.
Pemerintah diharapkan membuat desk khusus untuk memantau masalah-masalah daerah. Syahrul pun menekankan para gubenur akan selalu menjadi kekuatan besar bagi Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Sementara itu, Presiden Jokowi menyambut baik saran membentukan inpres pedagang antarpovinsi ini. Namun, dia maaih perlu mengkajinya.
'Saya kira ini membentuk sebuah desk dalam rangka mengintegrasikan pola distribusi dari provinsi ke provinsi, mana yang lebih, mana yang kurang. Informasi itu juga cepat sehingga nanti akan kita olah lagi nanti dengan satu, dua, tiga gubernur yang menjadi pengurus APPSI,' paparnya.
Kepala Negara hanya ingin agar aturan baru harus membuat segalanya lebih simpel. 'Jangan sampai ini malah meruwetkan, harusnya memudahkan, mempercepat,' jelas dia.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...-antarprovinsi
---
Kumpulan Berita Terkait :
-
Indonesia Hadapi Tantangan Besar Perdagangan Internasional-
Review dan Outlook Perdagangan Indonesia (2)-
Mendag Jamin Tak ada Gejolak Harga Pangan di Akhir Tahunanasabila memberi reputasi
1
578
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan