TS
metrotvnews.com
Terduga Teroris Tewas karena Serangan Jantung

Jakarta: Polri memastikan tim Densus 88 Antiteror Polri tidak melakukan pelanggaran saat menangkap dan menahan terduga teroris Muhammad Jefri, 30, alias Abu Umar. Jefri dipastikan meninggal karena serangan jantung usai ditangkap di Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Hal itu sesuai hasil autopsi dokter forensik di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sekretaris Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Kombes Agung Wicaksono mengatakan penangkapan oleh tim Densus 88 sudah sesuai prosedur kepolisian.
'Kami sudah melaksanakan klarifikasi dengan hasil bahwa anggota Densus 88 Polri dalam pelaksanaan tugas penangkapan tersangka teroris di Kabupaten Indramayu, 7 Februari lalu itu sudah sesuai dengan prosedur, SOP penyidikan,' kata Agung dikutip dari Media Indonesia, Sabtu 17 Februari 2018.
Baca: Polri Akui Terduga Teroris Indramayu Meninggal
Agung merinci, Jefri dibawa tim Densus 88 untuk menunjukkan lokasi persembunyian. Namun, saat perjalanan, Jefri mengeluh sesak nafas. Jefri langsung dilarikan ke klinik terdekat di Indramayu, tetapi tidak tertolong. Setelah itu, jenazahnya dibawa ke RS Polri.
Polri menepis tuduhan bahwa polisi tidak mengizinkan pihak keluarga melihat jenazah Jefri. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan pihaknya langsung menghubungi keluarga tersangka yang selanjutnya dibawa ke Lampung untuk dimakamkan.
'Keluarga dari Lampung dan Indramayu sudah diberi kesempatan untuk melihat oleh rumah sakit. Jadi tidak benar bahwa keluarga tidak boleh melihat,' cetusnya.
Dokter RS Polri Arif Wahyono memastikan tidak ada tanda-tanda luka akibat tindak kekerasan di tubuh Jefri. Pihaknya melakukan autopsi dan menemukan bahwa jantung Jefri dalam keadaan tidak sehat dan kondisi tersebut sudah lama diidapnya. 'Kami berkesimpulan bahwa ada riwayat penyakit jantung baru dengan riwayat penyakit jantung lama yang memicu terjadinya serangan jantung,' kata Arif.
Jefri ditangkap lantaran diduga anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang juga terlibat dalam peristiwa pelemparan bom ke Kantor Polsek Bontoala, Sulsel, 1 Januari 2018.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/Gb...rangan-jantung
---
Kumpulan Berita Terkait :
-
Menhan 6 Negara ASEAN Sepakati Kerja Sama 'Our Eyes'-
Masyarakat Diminta tak Kucilkan Mantan Napi Teroris-
Menhan RI Ajak ASEAN Bersama-sama Perangi Terorismeanasabila memberi reputasi
1
252
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan