Kaskus

News

gmc.yukonAvatar border
TS
gmc.yukon
Diperiksa Polisi, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah: Saya Tidak Takut
JawaPos.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak langsung diperiksa polisi pada Senin (22/01), gara-gara sikap kerasnya mengkritik polisi yang dinilai lamban dalam mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan

Atas pemeriksaan polisi terhadapnya karena mengkritik keras korps bhayangkara di sebuah program acara televisi nasional, Dahnil menilai aneh. Sebab, bukannya mengusut perkara pokok penyiraman air keras yang dialami Novel, polisi justru memeriksa dirinya.

“Saya mengkritik polisi. Pesimis dengan polisi terkait dengan penanganan kasus Novel Baswedan. Kemudian, karena kritik saya tersebut, saya dipanggil-panggil sebagai saksi,” kata Dahnil dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com,  Rabu (24/01).

Selain mengaku aneh, dalam pemeriksaan yang dilakukan sekitar 9 penyidik, dirinya justru disudutkan dengan pertanyaan yang tidak ada relevansinya dengan kasus yang sedang diselidiki oleh kepolisian.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, usai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya Senin malam (22/01) (istimewa)

“Polisi bilang ’ Dahnil tidak punya fakta, cuma asumsi dan pendapat pribadi saja’. Ini bagi sayaa lucu, seolah mau membangun framing, jadi fokus saja mengejar pada mereka-mereka yang yang diduga sebagai pelaku, dan tetap terbuka dengan berbagai kritik,” kata pria kelahiran Langkat, 35 tahun yang silam tersebut.

Sementara itu, dengan diperiksanya dirinya oleh kepolisian karena sikapnya yang keras mengkritik intsitusi yang dipimpin Jenderal Tito Karnavian, Dahnil menegaskan dirinya tak akan mundur sejengkal pun kendati akan mendapat ancaman.

“Bila harapannya saya (jadi) takut mengkritik karena nanti bisa dipanggil lagi dan bisa dikriminalisasi, dan stop mengkritik, tidak sama sekali. Saya akan lebih keras mengawasi kinerja polisi, karena saya sayang dan ingin polisi lebih baik, dan bisa dipercaya oleh masyarakat.  Karena terang saat ini ada distrust terhadap polisi,” tandas dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa, Banten tersebut.

Di lain pihak, agar kasus penyiraman air keras Novel Baswedan cepat terungkap, Dahnil tetap menawarkan dibentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

”Solusi yang tetap kami tawarkan untuk membantu polisi mengungkap kasus penyiraman Novel Baswedan adalah polisi ikut mendorong Presiden Jokowi untuk membentuk TGPF yang beranggotakan tokoh-tokoh yang berani, independen,  dapat dipercaya, dan memiliki komitmen tinggi terhadap perlawanan korupsi dan HAM,” pungkas pendiri madrasah antikorupsi tersebut.

https://www.jawapos.com/read/2018/01/24/183540/diperiksa-polisi-ketum-pp-pemuda-muhammadiyah-saya-tidak-takut

Semoga terungkap
0
1.3K
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan