alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Stockholm Syndrome
4.44 stars - based on 16 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a5846c9620881e7248b456b/mengenal-stockholm-syndrome

Mengenal Stockholm Syndrome

Mengenal Stockholm Syndrome


Apa itu Stockholm Syndrome?

Menurut Wikipedia, Stockholm Syndrome atau Norrmalmstorgssyndromet dalam bahasa Swedia, merupakan sebuah kondisi yang membuat para sandera membentuk ikatan psikologis dengan penyanderanya, sebagai cara untuk tetap bertahan hidup selama masa penyanderaan. Walopun para penyandera tersebut secara berselang melakukan kekerasan, pemukulan, ancaman, pelecehan, atau intimidasi terhadap para sanderanya.

Istilah Stockholm Syndrome ini dimunculkan pertama kali oleh seorang kriminolog dan psikiater Swedia yang bernama Nils Bejerot.

Pada tahun 1973, Bejerot diminta untuk menganalisa reaksi para korban yang disandera dan status mereka tersebut dalam perampokan yang terjadi di bank Kreditbanken pada masa itu.

Mengenal Stockholm Syndrome

Dalam Wikipedia juga dijelaskan bahwa ada empat komponen yang secara umum mengarah pada pembentukan Stockholm Syndrome ini.

- Para sandera memiliki perasaan yang positif terhadap penyanderanya.

- Tidak ada hubungan yang pernah terbentuk sebelumnya antara yang disandera dengan penyanderanya.

- Penolakan yang dilakukan oleh para sandera untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian atau instansi pemerintah lainnya.

- Keyakinan para sandera akan rasa kemanusiaan yang dimiliki penyanderanya, dengan alasan bahwa ketika para sandera memiliki nilai yang sama dengan penyanderanya, maka mereka dianggap bukan lagi sebuah ancaman.

Keempat komponen ini pernah ditunjukkan oleh para sandera dalam kasus perampokan bank Kreditbanken pada tahun 1973. Dimana para sandera justru bahkan sempat menggalang dana untuk para penyanderanya atas dasar kemanusiaan.

Mengenal Stockholm Syndrome

Stockholm Syndrome terjadi bukan hanya dalam kasus penyanderaan, namun dalam situasi yang bermacam-macam. Seperti contoh dalam kasus pelecehan terhadap anak, kasus perdagangan manusia, atau bahkan kasus incest yang terjadi dalam sebuah keluarga.

Selain itu, tahanan perang, terorisme politik, anggota aliran sesat, tahanan kamp konsentrasi, prostitusi, juga bisa terjerat dalam Stockholm Syndrome ini. Dan sebagian besar dari mereka adalah perempuan.

Selanjutnya, Stockholm Syndrome ini juga sempat dialami oleh Patty Hearst. Cucu dari pemilik publisher ternama di Amerika, William Randolph Hearst. Patty diculik oleh Symbionese Liberation Army pada tahun 1974. Patty bukannya merasa takut, tapi dia justru merasa simpati dan bahkan ikut merampok salah satu bank di San Fransisco setelah mengubah namanya menjadi "Tania". Kemudian Patty ditangkap pada tahun 1975 dan dijatuhi hukuman penjara.

Mengenal Stockholm Syndrome

Kasus lainnya adalah penculikan yang dilakukan oleh Wolfgang Priklopil terhadap korbannya, Natascha Kampusch. Natascha yang saat itu berumur 10 tahun, disekap selama 8 tahun disebuah basement. Dan setelah mendengar penculiknya meninggal, Natascha justru menangis dan sempat menyalakan lilin di kamar mayat.

Mengenal Stockholm Syndrome

Mengenal Stockholm Syndrome

Mengenal Stockholm Syndrome

Pada tanggal 23 Agustus 1973 disalah satu bank terbesar di Stockholm, Swedia, yang bernama Kreditbanken, terjadi sebuah perampokan. Pelaku yang diketahui bernama Jan-Erik Olsson itu, merupakan mantan narapidana yang dibebaskan secara bersyarat.

Dua orang polisi Swedia sempat memasuki lokasi kejadian, namun salah satu polisi terluka karena ditembak Olsson. Sedangkan yang lainnya diperintahkan untuk duduk dikursi dan menyanyikan lagu yang berjudul "Lonesome Cowboy".

Spoiler for Para sandera:


Olsson kemudian menyandera empat orang yang merupakan karyawan bank Kreditbanken tersebut. Tiga diantaranya perempuan yang bernama Birgitta Lundblad, Elizabeth Oldgren, dan Kristin Enmark. Serta seorang laki-laki yang bernama Sven Safstrom.

Spoiler for Lundblan, Oldgren, Enmark, dan Safstrom:


Dia juga sempat melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian, dan menuntut mereka untuk membebaskan salah satu temannya yang bernama Clark Olofsson, yang merupakan seorang narapidana atas beberapa kasus perampokan bersenjata dan tindak kekerasan, yang dilakukannya sejak dia berumur 16 tahun.

Selain itu, Olsson juga menuntut disediakan uang sejumlah 3 juta Kronos Swedia, dua buah senjata, rompi anti peluru, helm, dan sebuah mobil berkecepatan tinggi.

Pemerintah akhirnya memberikan ijin untuk mengeluarkan Olofsson dari penjara. Oleh pihak kepolisian, dia digunakan sebagai alat penghubung antara Olsson dengan para negosiator. Dan para negosiator tersebut pun setuju untuk memenuhi tuntutan penyediaan mobil berkecepatan tinggi sebagai cara untuk Olsson dan temannya melarikan diri. Namun, mereka berdua tidak diijinkan membawa serta para sandera.

Selama 6 hari sejak tanggal 23 hingga 28 Agustus, Olsson dan temannya memblokir ruang utama bank Kreditbanken. Mereka juga menakut-nakuti para sandera dengan dinamit. Olsson bahkan sempat menghubungi Perdana Menteri Olof Palme, dan mengatakan padanya bahwa dia akan membunuh semua sandera. Ancamannya tersebut disertai teriakan dari salah satu sandera yang bernama Kristin Enmark.

Keesokan harinya, Enmark menghubungi Palme. Dia justru mengatakan bahwa dia tidak senang dengan sikap Palme yang tidak membiarkan Olsson dan temannya, serta para sandera untuk bebas.

Spoiler for Para sniper yang sedang membidik Olsson dan temannya:


Pada tanggal 26 Agustus, polisi membuat lubang akses untuk melihat situasi dan keadaan penyanderaan dari atas apartemen yang menyatu dengan gedung Kreditbanken. Ketika salah satu polisi sedang mengawasi, Olofsson justru menembak polisi itu melalui lubang akses tersebut. Dan polisi itu langsung terluka dibagian mata serta wajahnya.

Saat itu, Olsson sempat mengancam akan membunuh semua sandera jika polisi berusaha untuk melakukan penyerangan terhadap mereka.

Spoiler for Olsson didampingi polisi bermasker ketika dia menyerahkan diri:


Namun, pada tanggal 28 Agustus, polisi melemparkan gas air mata kedalam ruangan tempat Olsson dan temannya berada. Dan satu setengah jam kemudian, mereka menyerahkan diri.

Mengenal Stockholm Syndrome

Pasca perampokan disertai penyanderaan tersebut, Olsson dan Olofsson, keduanya didakwa dan dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun. Olofsson sempat menyatakan bahwa dia tidak membantu Olsson, tapi dia hanya berusaha untuk menenangkan keadaan. Namun pernyataannya tersebut dibatalkan.

Spoiler for Clark Olofsson:


Saat dipenjara, Olsson mendapat banyak surat dari para pengagumnya yang kebanyakan adalah perempuan. Dan pada tahun 1996, Olsson menikah dengan perempuan Thailand dan pindah kesana. Lalu pada tahun 2013, dia kembali lagi ke Swedia dan sempat menulis autobiografi yang berhubungan dengan penyanderaan yang dilakukannya pada tahun 1973.

Sedangkan temannya, Olofsson, diketahui sempat beberapa kali bertemu dengan Kristin Enmark setelah kejadian itu. Dan bahkan kedua keluarga mereka berteman sangat baik.

Mengenal Stockholm Syndrome

Sekian thread dari ane, dan terimakasih.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3

Mengenal Stockholm Syndrome


Komentar Kaskuseremoticon-Jempol


Quote:
Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 8
Quote:
Diubah oleh marywiguna13
ane tahunya Stockholm adalah sebuah tempat

ternyata ada juga yah sindromnya
Quote:


Iya, sindrom yang muncul gegara sebuah penyanderaan
Pake jimat pengasih kali ya emoticon-Big Grin
Quote:


Bisa jadi emoticon-Big Grin
Jadi semakin tahu.
Quote:


Awalnya belum tau ya, gan?
Yang pernah ane baca kenapa orang bisa mengalami ini adalah :

Dalam keadaan yang bersifat traumatis seperti penculikan, korban tentu akan mengalami tindakan kekerasan; baik fisik, seksual, dan/atau verbal yang akan membuatnya sulit untuk berpikir dengan jernih. Di satu sisi menurut sang penculik, kabur bukanlah suatu pilihan bagi korbannya karena ia pasti akan mati bila melakukannya. Penculik juga mengancam akan membunuh keluarganya bila ia berusaha untuk kabur. Jadi, satu-satunya jalan untuk bertahan hidup adalah dengan mematuhi penculiknya tersebut.

Kemudian seiring berjalannya waktu, kepatuhan mungkin bukanlah satu-satunya hal yang diinginkan oleh si penculik. Hal ini dikarenakan sang penculik juga merasa stress dan perubahan mood sang penculik ini tentunya akan membawa pengaruh buruk bagi korbannya. Jadi, menemukan berbagai hal yang dapat memicu kemarahan sang penculik juga merupakan salah satu cara untuk bertahan hidup. Dengan demikian, korban pun mulai mengetahui seperti apa sifat sang penculik.

Suatu kebaikan kecil yang dilakukan oleh sang penculik, termasuk dengan tidak membunuh korbannya, akan membuat sang penculik tampak seperti seorang pahlawan yang sangat baik bagi sang korban. Pada situasi traumatis dan mengancam nyawa, satu kebaikan kecil atau tidak adanya lagi tindakan kekerasan, akan tampak seperti suatu tanda persahabatan dan korban pun biasanya akan sangat bergantung pada hal tersebut demi bertahan hidup.

Sang penculik pun lama-kelamaan tidak lagi terlihat menakutkan, melainkan seperti sebuah alat untuk bertahan hidup dan melindungi diri dari bahaya. Sang korban pun akhirnya akan mengalami suatu delusi atau pemahaman palsu (untuk mengurangi stress psikologis dan fisik yang ia alami), di mana ia benar-benar mengira bahwa sang penculik adalah temannya, bahwa ia tidak akan membunuhnya, dan bahkan mereka dapat saling membantu untuk dapat keluar dari kekacauan yang telah terjadi. Jadi, orang-orang lain yang berusaha untuk menyelamatkan korban justru dirasa bukanlah temannya. Sang korban merasa bahwa orang lain tersebut justru akan melukai sang penculik, sehingga mereka justru melindungi orang yang telah menculiknya tersebut.
Quote:


Komennya aku pindahin ke atas ya, om emoticon-Jempol
Baru tau ane ..
Nais inpoh bray emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
ngeri juga, saking deketnya dengan penyandera, malah ikutan berbuat kejahatan emoticon-Takut
Jejak deh emoticon-Big Grin
Quote:


Quote:


Oke, gan.. emoticon-Jempol
Quote:


Kalo dalam peribahasa Jawa itu "witing tresno jalaran soko kulino" emoticon-Big Grin
Diubah oleh marywiguna13
Keren sis tritnya emoticon-Big Grin
sindrom ini salah satu contoh rapuhnya psikologi manusia, yang dengan mudah dibelokan dari sebuah realita. Dan bisa jadi sangat berbahaya, apalagi kalao kondisi para korban sudah muncul kekaguman pada pelaku. Tapi kalau sekarang sepertinya para korban yang dicurigai terkena sindrom ini akan di test oleh ahli, jadinya pelaku tetap bisa dihukum walaupun para korban membelanya, kayak kasus penyekapan/pemerkosaan atau incest, apalagi yang dibawah umur. Kalo korbannya kebanyakan perempuan mungkin karena wanita biasanya lebih sensitif perasaan dan psikisnya.
wuih puanjangemoticon-Betty
berkat thread ini ane juga jadi baru tahu bre
emoticon-Malu
Quote:


Quote:


Hihihi.. emoticon-Big Grin

Tapi kalo bicara soal kekaguman terhadap pelaku kejahatan, sepertnya banyak juga pembunuh berantai yang dikagumi banyak perempuan walopun mereka bukan korbannya. Contoh, Richard Ramirez yang walopun jarang gosok gigi tapi akhirnya nikah sama salah satu fansnya. Termasuk Ted Bundy juga.

Terus tadi ane baca disumber kasus Hearst atau Kampusch ya, katanya pengadilan tetap menghukum pelaku walopun sempat melibatkan Stockholm Syndrome ini.
ini berarti semacam penyakit gitu ta sist..klu aq pernah baca artikel tuh yg di sandera akhirnya menikah sama yg nyandera...lupa tapi judulnya
Diubah oleh ayiksanta
Quote:


Ga ada pejwan atau gembok-gembokan dithread ane.

Nyampah => Report
Diubah oleh marywiguna13
Halaman 1 dari 8
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di