CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a4fbd479a09517d528b456c/tamat-i-bet-my-life

I Bet My Life

I know I took the path that you would never want for me
I know I let you down, didn't I ?

So many sleepless nights
Where you were waiting up on me
Well I'm just a slave unto the night

Now remember when I told you that's the last you'll see of me
Remember when I broke you down to tears

I know I took the path that you would never want for me
I gave you hell through all the years

So I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you
I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you

I've been around the world but never in my wildest dreams
Would I come running home to you

I've told a million lies
But now I tell a single truth
There's you in everything I do

Now remember when I told you that's the last you'll see of me
Remember when I broke you down to tears

I know I took the path that you would never want for me
I gave you hell through all the years

So I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you
I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you

Don't tell me that I'm wrong
I've walked that road before
I left you on your own

And please believe them when they say
That it's left for yesterday
And the records that I've played

Please forgive for all I've done

So I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you
I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you

So I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you
I, I bet my life, I bet my life
I bet my life on you



I Bet My Life - Imagine Dragons
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh saleskambing
Halaman 1 dari 38
Indeks

Quote:

Quote:

Komen Terbaik Kaskuser

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
profile-picture
profile-picture
towi76 dan andybtg memberi reputasi
Diubah oleh saleskambing
Part 1

Sinar mentari yang menembus celah celah hordeng perlahan menerpa wajah gua. Kilauan cahayanya secara perlahan membuat gua terbangun dari tidur yang lumayan pulas ini. Gua beberapa kali mengerjapkan mata, melegakan otot otot yang masih kaku, mencoba mengumpulkan semua kesadaran sebelum kemudian turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.

"eh kamu mau kemana mas ?" cegah seorang gadis yang tak lain adalah adik gua saat melihat gua sedang berjalan menuju kamar mandi.

"lah, ya mau mandi lah cha. Udah bawa handuk gini masih ditanyain juga." jawab gua singkat, lalu kembali berjalan.

"eits, mana bisa. Kamar mandinya kan udah aku booking duluan. Tuh keran sama air panasnya juga udah aku siapin, Udah sekarang kamu tunggu disini atau sarapan dulu aja, aku mau mandi..." Dia menahan langkah gua, kemudian berjalan santai melewati gua menuju kamar mandi. Untuk kemudian menggelar 'konser' dadakannya.

"yaudah, tapi jangan lama lama cha." gua akhirnya mengalah, kemudian merubah arah menuju dapur.

Jam dinding diruang keluarga menunjukkan pukul 6 pagi saat gua sedang menikmati beberapa potong roti bakar sisa semalam yang sudah gua 'angetin' lagi. Semakin lengkap dengan secangkir kopi hitam sachetan yang asapnya masih sedikit mengepul, gua pun mulai menyalakan televisi sambil menunggu giliran kamar mandi yang sekarang masih digunakan adik gua.

"buruan mandinya chaa, udah siang nih !" ucap gua sedikit berteriak saat mengetahui kalau suasana dalam kamar mandi terdengar semakin 'meriah'. Adik gua memang termasuk gadis yang hobi menjadi seorang bathroom singer. Kalau sudah berada di kamar mandi dia bisa menjadi siapa saja. Mulai dari Celine Dion, Avrill lavigne, Nike Ardilla, bahkan kadang kadang bisa menjadi Ikke Nurjanah atau Inul Daratista. Semua lagu dia nyanyikan, tak peduli diluar ada ribuan orang yang sedang menunggu giliran.

Rutinitas gua setiap pagi memang hampir selalu sama, gua selalu bangun (agak) kesiangan, gua juga selalu berebut kamar mandi dengan adik gua. Dan pagi gua juga selalu berlanjut dengan kondisi dimana gua harus mengalah, merelakan kamar mandi dipakai terlebih dahulu oleh adik gua satu satunya itu.

***


Sekitar setengah jam kemudian, mesin yamahmud RX queen yang gua kendarai sudah meraung raung dijalanan. Bergerak lincah menembus kepadatan kendaraan yang pagi ini sudah mulai menyemut. Tetap acuh meski makian dari pengendara lain juga sesekali terdengar cukup panas ditelinga gua. Rutunitas pagi gua memang hampir selalu begini (lagi), bertarung dengan waktu agar bisa sampai di sekolah sebelum bel masuk berbunyi terlebih dahulu. Gua memang termasuk orang yang konsisten, meski kadang bukan pada hal hal yang baik.

Sepuluh menit kemudian, gua sudah memarkirkan motor dua tak buatan jepang ini tepat dibelakang sebuah warung kopi yang letaknya tak jauh dari sekolah. Gua memang jarang sekali memarkir motor didalam sekolah. Bukan karena disana tak ada lahan parkir, atau siswanya dilarang membawa kendaraan bermotor. Tapi setelah gua pikir pikir, memarkir motor diluar sekolah juga punya keuntungan lebih. Bisa pulang sewaktu waktu tanpa harus ribut dengan satpam misalnya, yah meski gua juga harus merogoh satu lembar rupiah bergambar Thomas Matulessy sebagai ongkosnya.

Sembari berjalan menuju sekolah, gua menyulut sebatang rokok. Udara pagi yang cukup dingin seperti ini memang perlu sedikit dihangatkan. Walau merokok di area sekolah adalah salah satu perbuatan yang terlalu beresiko, karena bisa saja gua 'kepergok' guru yang kebetulan sedang lewat. Tapi rasa dingin dan asam dimulut yang gua rasain sedari tadi juga butuh pelampiasan. Lagipula, gua juga lebih senang menjadi seorang risktaker. Sekalian menguji adrenalin, pikir gua.

Sekolah gua letaknya agak masuk dari jalan raya, posisinya berada ditengah tengah persawahan dan ladang tebu. Butuh waktu sekitar 5 sampai 10 menit berjalan kaki dari tempat gua parkir tadi. Cukup untuk menghabiskan sebatang rokok sembari menikmati segarnya udara pagi.

Jam tangan yang melingkar ditangan kiri gua menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit saat gua sampai didepan gerbang sekolah. Sebuah pagar besi berwarna biru tua yang sudah mulai usang dimakan usia dan sudah mulai berkarat dibeberapa bagiannya. Diiringi sebuah senyum yang gua tujukan pada bu Novi, guru piket yang ikut berjaga di gerbang sekolah, gua mulai berjalan santai menuju ruang kelas yang letaknya ada di pojok belakang sekolah.

Setibanya dikelas, gua sudah disambut dengan senyum dan tawa meledek dari sekumpulan lelaki yang berada dideretan sebelah kanan kelas.

"nah, duit berjalan gua akhirnya dateng juga.." ucap Ikram, salah satu teman gua yang langsung disambut dengan tawa dari anak anak lain saat gua baru masuk kelas dan meletakkan tas ringan gua diatas meja.

Tawa mereka memang bukan tanpa alasan, Ikram dan beberapa teman gua ini adalah penggemar berat Inter Milan, klub sepakbola dari Italia yang semalam baru saja mengalahkan klub favorit gua yang juga rival sekotanya, AC Milan.

Gua berjalan menghampiri mereka, sedikit tersenyum meski gua masih tak terima atas hasil tadi malam, lalu kemudian mengeluarkan tiga lembar lima ribuan dari dalam dompet. Yang secara langsung juga membuat dompet gua kosong melompong dibuatnya.

"nih kram, tenang aja. Gua orangnya sportif kok."

"hahaha, gini dong pis.." Dia masih tertawa, kemudian meraih tiga lembar lima ribuan yang tadi gua 'banting' dimejanya. "makasih ya pis, tar lu gua traktir kopi deh dikantin. Itung itung selametan." tawarnya.

"sama nasi pecel ya kram ? tadi dirumah gua belum sempet sarapan nih." tawar gua balik. Dia sempat terlihat berfikir sejenak, sebelum kemudian mengangguk.

"iya deh, hari ini gua lagi baik soalnya."

"uang kas juga ya kram, males banget gua ngeliat Putri ngomel ngomel mulu. Terus LKS geografi juga belum kebayar nih.."

"sekalian aja nyet, SPP sama semesteran minta gua juga."

"hehe, emang boleh ya kram ?" tanya gua lagi.

"boleh kok, asal lu comblangin gua sama adek lu aja pis.."

"hahaha, ngimpi lu !" ucap gua sambil tertawa, kemudian mengajaknya ke lapangan untuk segera mengikuti upacara bendera.

***


Gua sedang merebahkan badan diatas meja sambil membaca komik kungfu komang, saat bu Dewi, wali kelas gua tiba tiba masuk dan langsung membuat suasana kelas yang tadinya lebih mirip pasar induk mendadak hening. Dengan cepat gua juga melompat dari singgasana favorit gua, menyembunyikan komik 'somplak' ini dilaci, kemudian memperhatikan apa yang akan disampaikan bu Dewi. Lebih tepatnya, gua lebih memperhatikan sosok yang sedang berada didepan kelas bersama bu Dewi.

"selamat pagi anak anaak.." ucap bu Dewi, yang langsung dijawab serempak dengan kata kata yang sama. "hari ini kalian punya teman baru. Nah sekarang coba kamu perkenalkan diri kamu dulu." Bu Dewi bergerak sedikit kesamping, kemudian menggerakkan tangannya, mencoba memberi isyarat agar 'teman baru' itu memperkenalkan diri.

Gadis berkulit putih dengan rambut sepunggung yang dikuncir kuda, serta poni yang dibiarkan menutupi sebagian keningnya itu mengangguk. Hingga bando berwarna biru muda yang menghiasi kepalanya juga turut bergerak seirama. Ia melihat sekeliling kelas, entah sedang apa. Membiasakan diri dengan kelas 'busuk' ini mungkin. Kemudian dia tersenyum, lagi lagi gua nggak bisa melihat apa yang ada dibalik senyumannya. Kecuali deretan gigi putih yang semakin membuatnya terlihat manis.

"selamat pagi semuaa.." ucapnya ramah, yang juga dibalas dengan sangat ramah oleh seisi kelas, terlebih 'kaum adam' nya. "perkenalkan, namaku Lydia. Salam kenal yaa.."

Gadis (yang menurut gua cukup manis) itu memperkenalkan diri sebagai Lydia, siswi pindahan dari sebuah kota yang terkenal dengan gedung sate, 'paris' nya jawa, dan tentu saja, kota yang cukup populer dengan wanita cantiknya. Dia pindah ke tempat ini karena orang tuanya baru saja dipindah tugaskan kesini, ke sebelah selatan kota yang juga sama sama terkenal dengan hawa sejuknya.

"baiklah Lydia, untuk sementara kamu bisa duduk disebelah apis dulu. Sampai bagian sarpras menyediakan meja dan bangku baru untuk kamu." ucap bu Dewi setelah gadis bernama Lydia itu memperkenalkan diri, sementara Lydia hanya membalasnya dengan sebuah anggukan kepala.

"eh tapi bu, ini kan tempat duduknya Wawan." ucap gua spontan. "dia hari ini ijin karena masih kena cacar air, bukan mau pindah sekolah. Main gonta ganti aja." lanjut gua, yang masih sedikit merasa aneh kalau harus duduk dengan orang yang baru kenal, apalagi dia seorang cewek.

"kan ibu bilang cuma sementara piss, paling besok pagi bangku sama mejanya juga udah ada.." jawab bu Dewi. "lagian bagus dong kalau kamu duduk sama Lydia, kelamaan duduk sama Wawan ibu takut kamu malah 'belok' piss.."

"hahahaha..." seisi kelas kompak tertawa mendengar candaan bu Dewi, termasuk Lydia yang juga sekilas nampak tersenyum kecil. Sementara gua hanya menanggapinya dengan senyum kecut.

Lydia akhirnya duduk disebelah gua, di bangku yang biasanya diisi oleh remaja urakan bertubuh lumayan tambun yang sudah sepuluh tahun lebih duduk disebelah gua. Iya, gua dan Wawan memang sudah duduk sebangku sejak kita baru masuk SD. Entah kebetulan atau apa, kita juga selalu berada di satu kelas yang sama. Mungkin hal itu juga yang membuat bu Dewi mengucapkan candaan seperti tadi, meski gua juga yakin kalau orientasi seksual gua masih belum sesuai dengan yang tadi beliau ucapkan.

Tak ada obrolan yang terjadi setelah itu, Lydia nampak serius menyimak pelajaran yang tengah disampaikan bu Dewi didepan. Sementara gua juga melakukan hal yang sebenarnya sama, menyimak pelajaran yang diberikan bu Dewi. Namun sambil sesekali melirik kearah Lydia.

"woi, gue pinjem buku catetan lo dong.."ucap Lydia tiba tiba saat bu Dewi mengakhiri jam pelajarannya. Membuat gua sedikit kaget meski gua bisa mengatasinya dengan bersikap se-cool mungkin.

"wai woi wai woi, gua punya nama kali.." balas gua singkat sembari merapikan buku.

"oh iya, pis.. pis.. eh, siapa tadi nama lo ? pipis ya ?"

"Sembarangan, yang bener dong kalo mau nanya nama." ucap gua sedikit ketus, sementara Lydia malah terlihat sedang menahan senyum.

"haha, iya deh.." balasnya sambil tertawa, kemudian mengulurkan telapak tangan kanannya. "kenalin, nama gue Lydia. Nama lo siapa ?"

Gua nggak langsung menyambut uluran tangannya. Disatu sisi gua masih sedikit kesal dengan kata kata yang baru saja dia ucapkan. Namun disisi lain, gua juga nggak mungkin menyia nyiakan kesempatan untuk menjadi orang pertama yang dikenal Lydia dikelas ini.

Setelah berpikir sejenak, sejurus kemudian gua menyambut uluran tangannya. Lalu memperlihatkan badge nama yang melekat dibagian dada sebelah kanan seragam gua.

"kenalin, nama gua Hafiz. Muhammad Hafiz."
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan secretos memberi reputasi
Diubah oleh saleskambing
Ikutan mejeng huuu, kali aja ada penghuni jamban nyasar emoticon-Big Grin
Diubah oleh rahmahidayat
Njiiiirrr bikin trit lagi....ijin rusuh hu
Quote:


Banteeee apa bangkeeee pul emoticon-Ngakak (S)
Semoga bango ngelawak terossss BEHAhaha emoticon-Big Grin
Quote:


jangan om...aduuuhhh bango ngelawak bisa jadi bango goreng

emoticon-Ngakak
Quote:

Gapapa pul, tinggal nungguin Tim Pelastik ikutan ngelawak juga emoticon-Ngakak (S)

AntiOOT: Silpah for Sale ga Huu? Kali aja Chitod mau lepas One Season Wonder lagi BEHAhaha emoticon-Big Grin
Kok di cerita ngedadak jadi Ejen Melon Huu? Tergiur hestek #WeAreSoRich ya Huu? emoticon-Wink
Diubah oleh rahmahidayat
Si kambing bikin trit lagi. Kali ini trit real ato fiksi mbing emoticon-Leh Uga
Ikutan pejwan ditrit pak bingkam bareng bapak" ganteng penghuni sfthemoticon-Big Grin
saya bukmak ya pak bingkamemoticon-Leh Uga
pfffttttt
Pejwan ae duls dimariemoticon-Cool


Oh Lydiaemoticon-Wowcantik
Diubah oleh redmoon97
mumpung masih pekiwinemoticon-Kaskus Banget


resepet duluemoticon-Cool
Izin nyusun rumah om wkwkwk

Kira kira fiksi atau real ga yaa wkwkwk
wow..emoticon-Belo.. para suhu ada di mari..! emoticon-Nohope

salken ts..emoticon-shakehand diksinya bagus.. (anjayyy..sok tau bgt sih gw!?) smoga langsung tamat..! emoticon-Shutup emoticon-Peace



wooo....

absen dolo di trit legen... emoticon-Malu




mejeng dulu lah d trit si sales kambing
Widihhh cerita baru neh

Nb : jangan ada kentang diantara kita emoticon-Big Grin
widih. nulis lagi. ikutan mantau emoticon-Cool
Nyobain pageone gimana sih rasanya...ternyata biasa saja
profile-picture
didikrahmadi memberi reputasi
Diubah oleh iyonp7
Wah udah rilis aja nij mbing,,
Seret kepejwan woy
Diubah oleh minion15
Halaman 1 dari 38


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di