CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Video Bokep Kembali Terjadi Kini Dengan Dua Anak Kecil Dan Satu Wanita Dewasa.
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a4f09d2529a4588078b4575/video-bokep-kembali-terjadi-kini-dengan-dua-anak-kecil-dan-satu-wanita-dewasa

Video Bokep Kembali Terjadi Kini Dengan Dua Anak Kecil Dan Satu Wanita Dewasa.

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 3
parah banget gan asli
Quote:

Iya bener gan....parah...
Quote:


hukum mati aja gan
Quote:


Setuju ane gan.. .
Quote:


laksanakan gan
Quote:


emoticon-Hansip mdah2an... Segera terlaksana komandan..

Quote:


mantap gannnnnn
Kabarnya dah tngkao gan
Quote:


iya sudah ketangkep gann..n
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
walik
up dolo dah
ngeri juga... polisi harus mengusut tuntas karena ini bukan sekadar nafsu sakit jiwa tapi patut diduga adalah penjualan child pornography content ke pihak luar negeri. Polisi harus mengawasi transfer uang dari luar negeri ke rekening pelaku. Juga memberi informasi ke polisi internsional karena ini sudah masuk kategori child pornography yang dilarang di berbagai negara.
Spoiler for you said:


[Era sebelum Internet, TVRI, dan News Restricted] [Belum ada HAPE]

Menurut saya masukknya media & internet secara bebas belum bisa ditangani oleh pendidikan moral di negara ini. Jaman saya kecil, ada majalah2 dengan konten dewasa juga film22 yg no sensor. ada juga kaset (dulu masih VHS/Betamax) dengan warna kaset menandakan konten tersebut adalah konten X. Misalnya merah berarti full hardcore. Kaset berwarna biru berarti film semi. Hijau berarti kekerasan. Kaset hitam normal. Kuning berarti konten anak kecil.

Tetapi masyarakat tidak sebejat sekarang. Saat itu para orang dewasa melarang anaknya melihat hal2 begituan. Kontennya juga tidak menampilkan hal2 yang sifatnya TABOO (tabu). Di dunia saat itu, taboo atau tabu adalah konten yang menampilkan immoral sexual activity misalnya gangbang, threesome, child porn, incest, animal, forced/rape, dll.

[Era Sesudah internet, TV Swasta, dan News Freedom] [Belum ada HAPE]

Dengan masuknya tv swasta pertama (RCTI), kases berita di seluruh pelosok Indonesia menjadi terbuka, berita jatuhnya presiden Soeharto tidak terbendung oleh TVRI, sehingga pergerakan massa menjadi trend di pelosok Indonesia. Gerakan kemerdekaan pers ini sangat mendunia, dikenal dengan istilah Reformasi. Dimengerti oleh masyarakat kecil sebagai era kebebasan. Dari ga pakai helm sampai menyerobot tanah kosong.

Internet juga memberi kebebasan informasi tanpa sensor, hoax bertebaran melalui email tentang pembantaian dan pemerkosaan masal tahun 98 ke etnis Cina di Jakarta. Dimana2 orang menulis kata "pribumi" di depan ruko/rumah mereka.
Internet juga secara massive memberi akse pornografi. Bahkan era taboo di luar negeri sudah berakhir, internet bebas memperlihatkan taboo secara terbuka.

Definisi seksual berubah dari laki vs perempuan menjadi gangbang, threesome, mmf, ffm, dll. Bukkake, penyiksaan, child pornografi, teen, dll menjadi marak. Dunia berubah dengan kebebasan yang tidak bermoral. STANDARD MORAL BERUBAH DEFINISINYA.

[Era Modern, Non Mainstream Media, dan Hoax] [Hape & Social Media] [Fascist Terrorist & Radicalism]
Di era ini, standard moral semakin berubah di luar negeri. di dunia perlendiran, gay dan lesbian mulai menjadi bagian dari search enginenya dan dianggap normal. aktifitas seksual yang dulu abnormal menjadi normal misalnya threesome, gangbang, oral sex, posisi 69, dll.

Adanya sosial media juga menjadi parah karena perilaku remaja yang masih mencari jati diri lebih melihat / memilih role model orang asing yang perilakunya mengikuti standar moral asing yang tiak sesuai dengan standar moral dan kearifan lokal budaya bangsa.
Adanya Hape juga memberi akses seolah2 dunia berada dalam kantong gue.
Radikaslime ideologi fasisme juga berkembang tanpa kontrol dengan akses informasi secara bebas. Konten2 yang salah yang cuman diambil sepengal dua penggal dari buku di luar negeri menjadi pembenaran para korban informasi ini dan menjadi alasan melakukan physical terror ke masyarakat. Korban informasi yang cuman setengah pun banyak juga dari kalangan terpelajar dan profesional. Mereka menelan mentah2 infromasi tanpa meng-compare dengan keaslian naskah tersebut.

[Musik, Film, dan Budaya]
Standard moral yang runtuh diluar negeri juga di copy oleh beberapa pencipta musik dan pelaku fim nasional. Budaya2 asing dicitrakan berlebihan. Musik2 dengan tema dan nada sesuai budaya asing juga digemakan. Sudah jarang ada orang mau menciptakan musik dengan nada lokal atau alat musik lokal. Bahkan jarang ada film dengan pakaian atau tema budaya lokal.

Beberapa film sudah sangat baik, kita mengenal film misalnya Si Doel Anak Sekolahan, film ini menurut saya sangat bagus karena mencerminkan budaya lokal seperti standar moral yang seharusnya seperti cium tangan dan menghormati orang yang lebih tua. Memakai pakaian yang masih pakaian budaya. Tidak mengajarkan atau menampilkan kesan kemewahan.Coba lihat sinetron2 jaman sekarang, smeua memperlihatkan seolah2 hidup normal di Indonesia itu berumah besar, bagus, dengan sofa dll, pacarnya harus punya mobil dll. Padahal di beberapa daerah, mereka tdak memakai sofa melainkan lesehan di lantai. ini budaya nusantara yang sesungguhnya.

[JATI DIRI, MEDIA, dan KRISIS IDENTITAS KEBANGSAAN]
Banyak rang yang mengalami krisis indentitas akibat media informasi yang tidak terbendung. mereka mencari identitas yang dapat membanggakan mereka. Ada yang memilih identitas agama, ada yang memilih identitas budaya dan suku, ada juga yang memilih identitas nasional.
Pemerintah seharusnya mulai membangkitkan identitas bangsa lagi, mengajarkan mereka kepada kebanggaan identitas nasional. Menampilkan di media2 berita yang positif tentang masyarakat nusantara yang berhasil melakukan sesuatu, bukan saja berhasil di kancah internasional tetapi di kancah lokal misalnya berhasil mengembangkan budidaya jamur di kampungnya.
Berita mainsteram media juga harus dekembalikan sebagai corong yang mempersatukan bangsa kedalam identitas nasional. Bukan mendengung2kan standar moral asing dan identitas asing.
Mari kita bangga sebagai Indonesia, bukan sebagai agama ini itu, bukan sebagai suku ini itu, bukan sebagai golongan ini itu. mari kita bangga dan memakai produk nasional.

[Penanganan Reformasi yang Kebablasan]
Negara segera mengambil langkah2 untuk melawan arus informasi yang negatif dari luar negeri. Beberapa program dijalankan:
1. Deradikalisasi bagi penganut paham fasis ideologi yang berlebihan.
2. Menekan perusahaan media informasi asing yang masuk ke indonesia misalnya google, whatsapp, telegram dan menerapkan sensor ketat terhadap konten dewasa.
3. Melakukan pembinaan moral dan nasionalisme melalui badan2 keagamaan, pendidikan, dan usunr2 terkait di masyarakat.
4. Melakukan pendidikan ke masyarakat tentang perbedaan berita mainstream media vs hoax media. Mengejak semua unsur untuk bersatu melawan hoax. Mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada media mainstream.
5. Mengajak masyarakat untuk mengembalikan fungsi media sosial sebagai fungsi pendidikan, sosialisasi normal dengan tidak mengadaptasi perilaku sosial media orang asing.
6. Mengembalikan jiwa nasionalisme dengan mengfokuskan berita dan masyarakat dari beforkus kepada perbedaan menjadi fokus pada persamaan, Misalnya menaruh artikel di forum yang bukan bercerita tentang kehebatan orang minang saja melainkan lebih menekankan pada perilaku orang yang mau kerja kera terlepas dari suku agama jenis kelamin dan golongannya.
7. Pendidikan informasi sehingga masyarakat tidak mudah percaya dengan sampul buku melainkan melakukan deep research sebelum mengambil conclusion.

Wassalam & Terimakasih. Shalom.
Diubah oleh c4tboo
Quote:


Wahh lengkap banget 👍👍👍👍

Makasih gan
masak iya gini juga sih cara untuk viral emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga
Halaman 3 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di