alexa-tracking

Literasi dan Sastra Budaya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3af78096bde6176a8b4568/literasi-dan-sastra-budaya
Literasi dan Sastra Budaya
Literasi dan Sastra Budaya

Saya membaca karya tokoh yang berisi tentang cerita yang paling suka. Sastra budaya di koran merasa membantu untuk memuat karya sastra. Mungkin dunia jurnalistik sebagai media pembelajaran yang menekuni di media. Sayangnya menulis pun jadi syarat utama, sejak kecil sudah diajarkan menulis dan membaca di sekolah anda. Pencinta literasi juga kurang diminati seiring berkembangnya tekonologi di akui oleh masyarakat. Di pendesaan merasa tidak mempunyai sinyal dan hidup terbatas.

Sering kali di desa yang dikunjungi merasa keberatan dengan sinyal lalu mengirim ke mana jika jaringan makin menyantol. Karya tulisan sebagai bumbu keseharian oleh penulis. Tidak semua karya tulisan yang dibukukan dan dijadikan rujukan bagi pembaca. Bagi saya bisa mendalami kehidupan mereka dengan berasosialisasi membaca. Semakin anda banyak membaca semakin banyak pengetahuan yang dimiliki. Lalu mengenai literasi digital yang makin luas. Ternyata buku elektronik cenderung kurang menghandal. Buku cetakan juga bisa kemana-mana dan dirawat dengan sebaiknya. Sastra budaya biasanya menemui di rubrik koran pada tiap akhir pekan. Setiap koran memiliki tema yang klask dan berbobot. Penerbit pun menawarkan naskah fiksi yang bergaya sastra berat. Tidak tahu sulitnya memaknai bahasa yang begitu berat sebab sulit dimaknai dari kata per kata. Lantas si kritik sastra merasa kesulitan menerjemahkan tulisan yang dibuat oleh penulis tentu menuai tantangan di era Milenial.

Sastra budaya juga minat pada pembaca. Bayangkan setiap kolom yang dibaca ternyata ada honor. Setiap hari hanya menghandalkan artikel, opini, dan berita populer saja. Sehari mencetak jutaan eksemplar. Sungguh berat sekali menantang besar bagi penulis. Literasi juga berbondong-bondong tetapi hanya memuat tugas akademik saja. Sementara waktu luang bagi manusia juga susah. Maksud dari saya adalah seorang manusia mampu memanagement kebiasaan dengan menumbuhkan cinta literasi. Lama-kelamaan sebagai pembaca yakin akan mengores tinta kita dengan menulis apa pu n. Saya membaca free writing karya Hernowo Hasim berisi tentang bagaimana para masyarakat mencoba menulis bebas selama sepuluh menit tanpa memikirkan teori, kutipan, dan referensi yang bisa ditularkan melalui ide dan imaginasi. Seorang sastrawan, seniman, dan pengiat literasi selalu mengembangkan aktivitas menulis dan membaca untuk mengolah pengetahuan anda dan tetap dilekang di akhirat nanti.