alexa-tracking

Daur Ulang Oksigen

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a34715896bde6a4728b4569/daur-ulang-oksigen
Daur Ulang Oksigen
Daur Ulang Oksigen
Mikroalga Arthrospira


Para ilmuwan sedang mempelajari bagaimana mendaur ulang oksigen di luar angkasa dengan menggunakan fotosintesis pada tumbuhan. Seperti yang diketahui, fotosintesis tumbuhan adalah proses merubah karbon dioksida menjadi oksigen dengan bantuan energi cahaya.

Daur Ulang Oksigen

Dalam percobaan ini, mereka memasukan mikroalga Arthrospira ke dalam fotobioreaktor, sejenis tabung yang disinari dengan cahaya khusus. Mikroalga tersebut dikirim dengan menggunakan kargo SpaceX Dragon yang telah diluncurkan pada 12 Desember 2017 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Pengiriman tersebut berguna untuk mengetahui bagaimana efek radiasi terhadap fotosintesis, gen, dan daya tahan mikroalga.

Daur Ulang Oksigen


Uji coba mikroalga ini merupakan program Micro-Ecological Life Support System Alternative (MELiSSA) yang diadakan oleh lembaga antariksa Eropa, European Space Agency. Tujuan dari program ini adalah mengembangkan kehidupan di luar angkasa.

Kredit:
European Space Agency


- Physics On The Sky

--
Line: @ROT9595H
Facebook: Physics On The Sky
Instagram: physicsonthesky

emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
cahaya khusus apakah yg dimaksud? apakah kamehameha emoticon-Big Grin
Bakalan bisa diterapkan di Mars ini kalau NASA sdh bisa ke sana..

emoticon-Jempol emoticon-Toast
Oksigen (O2) dihasilkan dari fotosintesis pada tumbuhan.
Prosesnya termasuk dalam anabolisme.
Disamping menghasilkan oksigen,tumbuhan juga melakukan respirasi yang mana tumbuhan mengeluarkan karbondioksida(CO2),dan prosesnya termasuk dalam katabolisme
Oksigen dihasilkan dari fotosintesis yang hanya berlangsung dengan bantuan sinar matahari,kecuali tumbuhan mendapatkan pencahayaan UV yang cukup dari sumber lain selain matahari.
Artinya secara umum dalam kondisi normal di bumi,proses ini hanya terjadi pada siang hari.

Yang tidak bisa dilupakan,tumbuhan juga melakukan respirasi (ber nafas).
Respirasi ini terjadi selama tumbuhan itu hidup tanpa pandang siang dan malam.
Artinya saat tidak terjadi fotosintesis,tumbuhan tetap membutuhkan O2 dan melepaskan CO2..layaknya tumbuhan di bumi pada malam hari.

Yang jadi pertanyaan....:

Untuk didapatkan oksigen dalam jumlah lebih daripada karbondioksida yang dikeluarkan tumbuhan,maka fotosintesis harus berlangsung sama durasinya dengan respirasi tumbuhan itu.
Artinya tumbuhan itu mesti mendapat pencahayaan non stop.
Pada wahana luar angkasa ini oke lah..dengan cahaya UV buatan itu bisa dilakukan.
Kira kira sejauh mana efisiensi produksi oksigen ini akan menguntungkan bila berbanding lurus dengan biaya operasional penyinaran UV non stop ?

Ini penting...
Sebab bila berhenti ber fotosintesis maka dia juga berhenti menghasilkan oksigen,sedangkan respirasi tetap berlangsung tanpa fotosintesis..yang artinya alih alih menghasilkan oksigen,dia malah mengkonsumsi oksigen dan menambah volume CO2 dalam wahana antariksa.
Kira kira bagaimana solusi dari para ilmuwan dan antariksawan ya ?
Quote:


Kalo cuma pencahayaan nonstop sih bisa diatur gan. Toh matahari terbit di ISS bisa 17x. Artinya, pencahayaannya relatif stabil meskipun porsi terkena cahayanya juga tetap sebanding dengan tidak terkena cahaya.

Tapi meski begitu, secara logika sederhana jika memang tumbuhan mengambil O2 dengan nominal yang sama dengan yang ia hasilkan, maka oksigen di bumi seharusnya tidak cukup untuk menopang kehidupan manusia.

Saya gak punya data akuratnya sih, tapi kalo menurut saya pribadi, jumlah O2 yang dihasilkan tumbuhan "seharusnya" lebih banyak dibanding yang ia perlukan, mangkanya O2 di bumi seakan gak habis-habis.

Apalagi kalau memang konsumsinya equal dengan produksinya, maka orang-orang yang hidup di suku pedalaman hutan mestinya sudah mati ketika malam datang. Mestinya tiba-tiba pengap karena oksigen diambil oleh tumbuhan.

Tapi, kenyataan justru sebaliknya. Di tempat yang banyak pepohonan, gak peduli siang/malam, udara tetap aja segar
emoticon-Big Grin
emoticon-Hoax emoticon-Tai emoticon-anjing

pathetic emoticon-Ngakak
Quote:


bener jg yak

logikanya kalo tumbuhan memerlukan oksigen dlm jumlah besar alias katabolis harusnya itu pohon jadi hangat malem malem bisa dilihat lewat nightvision goggle emoticon-Ngakak

sementara pohon ga bergerak seperti binatang. artinya bisa dibilang hampir ga memerlukan oksigen sama sekali

banyak jenius wannabe dimarih buzzer karbitan belagu model pione emoticon-Wakaka
Quote:


mungkin tidak ada data akurat untuk itu dari ane gan.
Tapi ada faktor lain yang menyebabkan dibawah pohon selalu terasa segar.
Pun bila malam terasa segar,atau lebih tepatnya dingin..dan efek segarnya itu karena pada saat dingin..molekul udara yang mengandung oksigen menjadi lebih rapat.
Efeknya ialah ketersediaan oksigen meningkat dan membuat udara terasa segar.
Tapi hal ini kembali lagi hanya bisa terjadi dalam area dengan kandungan oksigen bebas.
Untuk lingkup oksigen terbatas seperti wahana angkasa,ane pikir apa yang mau dirapatkan.?
Memang betul...kebutuhan oksigen pada tumbuhan tidak sebesar pada mahluk hidup bergerak. Tetapi bukan berarti tumbuhan tidak membutuhkan oksigen dan tidak memproduksi karbondioksida.
Quote:


Quote:


Btw..Ini bukan hoax loh...emoticon-Big Grin
Juga bukan berdasar logikanya..
Sains itu berdasar fakta...
fakta itu logis tetapi tidak didasarkan pada logika semata..
Membatasi sains pada logika hanya akan mengekang kebenarannya.
Tetapi suatu fakta memang mestilah logis..

Lagipula ini cuma diskusi orang yang kepo gan.
Bukan target kita buat jadi jenius.emoticon-Peace
ane resapi dulu bre emoticon-Entahlah
Quote:


Kalau soal dirapatkan atau tidak, menurut ane tinggal tergantung positif negatifnya aja. Kalo kerapatan molekul di udara gak ada ruginya, ya kenapa nggak.

Atau gini.

Kalau memang mau recycle O2, kenapa gak dibuatkan ruang terpisah buat tumbuhannya? Ada batas isolasi yang memungkinkan udara tidak tercampur bebas antar kedua ruang. Nanti, dengan sistem tersendiri (entah mau membran atau katub buka tutup) udara minim oksigen ditukar dengan udara kaya oksigen.

Simplenya gini, ketika tumbuhan tidak menghasilkan oksigen, maka katub pemisah ditutup, jadi tumbuhan tidak mengambil kembali oksigen yang sudah ada di ruang awak, nanti setelah terkena sinar matahari barulah katub pemisah dibuka agar terjadi pergantian udara yang kaya oksigen masuk ke ruang awak, sedangkan yang sudah minim oksigen dimasukkan ke dalam ruang daur ulang.
Quote:


Dia itu kenapa gan? emoticon-Bingung
Habis kalah debat apa gimana tu orang sampe rada singit gitu

Namanya forum sains bukan berarti yang hadir disini isinya saintis semua toh. Seperti kata ente, kita ini cuma kumpulan MAPO (Masyarakat Kepo)
emoticon-Ngakak
Quote:


hehehe...
masuk akal
boleh juga tuh..emoticon-Jempol
nampaknya memang mesti demikian.
Quote:


Nah..begitu.
Maklumi saja lah..emoticon-thumbsup
Mesti pelan pelan bacanya.emoticon-Embarrassment
maaak, canggih amat teknologinya emoticon-Matabelo
terus ntar di luar angkasa, buat menuhin seisi 'atmosfer' disono butuh banyak banget oksigen agar bisa memungkinkan kehidupan di sana dong, iya ga soh? gimana caranya buat ngumpulin sebanyak itu dan gimana bawanya ya Gan? ane kadang ga bisa tidur mikirin ginian Gan, seak demen nonton Star Trek emoticon-Bingung


Quote:


nah ini betul bingits sains itu berdasar fakta bukan asumshit emoticon-Angkat Beer
dihirup dikeluarkan dihirup dikeluarkan terus sampai mati fan