CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Memoar Pecundang Cinta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a25f410de2cf2ba0f8b456b/memoar-pecundang-cinta

Memoar Pecundang Cinta

Memoar Pecundang Cinta

Quote:


Jika bicara hari ini, mungkin tidak ada yang menarik dari hidup ku. Hidup ku pas-pasan hari ini. Pas pengen senior, ada yang bisa aku pakai untuk beli. Pas pengen ikan asin, juga sama. Bahkan pas pengen F4 LH44 pun, aku bisa membelinya. Lalu apa yang menarik dari hidup seperti ini? Tidak ada. Andai aku tidak punya istri, anak dan teman-teman yang hebat, mungkin aku akan pergi jauh dan memulai hidup baru dari bawah. Yah, aku suka berjuang, dan aku selalu rindu untuk berjuang dari bawah.

Itulah mengapa aku ingin menulis memoar ini. Sebagai pengingat, sebagai pengenang masa-masa dimana aku berjuang mengejar cinta ku. Gembel kok mikir cinta, makan aja susah payah mikirnya, agar yang masuk ke perut dan organ pencernaan itu sah dan halal. Namun itulah hebat nya Tuhan. Dia anugerahkan cinta kepada semua makhluknya yang bernyawa tanpa kecuali. Jika pada akhirnya ada yang terinspirasi dan mau berjuang demi cintanya meski dia gembel seperti aku, aku ikut senang dan mendoakan semoga nasib kalian sebaik aku hari ini.

Quote:


Quote:


Setiap manusia mempunyai fase-fase dalam hidupnya. Dimulai dari bayi, anak, remaja, sampai dewasa. Tidak hanya bentuk fisik yang berkembang, tapi kondisi psikis, dan psikologis juga ikut berkembang. Cinta pun sama. Mungkin ketika kita masih anak-anak, cinta kita hanya berbatas pada orang tua, dan orang-orang terdekat. Cintanya pun bukan untuk "memiliki" tapi lebih kepada "menyayangi."

Fase remaja, fase dimana perkembangan tubuh, psikis dan psikologis menuju puncak nya, cinta pun mulai menunjukkan "greget" nya. Fase ini adalah fase paling indah, jika mampu mengelola dan mampu mendapatkan apa yang dimau. Tapi jika tidak, bisa jadi akan menjadi fase paling suram, bahkan bisa menimbulkan trauma yang mendalam.

Fase dewasa, cinta sudah mulai bergeser. Apalagi ketika sudah punya pasangan. Aku sudah mengalaminya hari ini. Fase ini, cinta lebih mengarah kepada "membahagiakan" orang-orang yang kita cinta. Istri dan anak, jelas masuk dalam prioritas utama. "Nafsu" ada, tapi berfokus pada saru subjek. Istri. Ke yang lain? Hilang. Ini dalam kacamata ku. Tidak tau kacamata mu kayak apa.

Aku tidak akan bercerita soal fase dewasa atau hari ini. Kurang, bahkan cenderung tidak menarik. Aku ingin membagi cerita saat aku menjadi gembel dan mencintai anak hawa. Bagaimana aku harus bertarung dengan diri ku sendiri. Memilih antara cinta dan "perut." Yah, cinta itu butuh dana. Jujur dan akui, kalo semua orang itu matre. Tidak ada orang yang tidak matre. Yang ada, kadar matrenya yang beda. Ada yang parah, ada yang biasa dan normal saja.

Kenapa ada pertempuran macam itu? Karena jika aku mengejar cinta, mau tidak mau, aku harus menambah penghasilan ku. Mengurangi konsumsi yang masuk ke perut ku. Dan menyisihkan waktu yang nyaris tidak bersisa ini (karena aku sudah kerja sambil sekolah) untuk cinta ku.

Itu masih belum seberapa. Tantangan yang paling besar justru muncul dari diri sendiri. Yah, Tuhan memberikan ku "kekurangan." Aku bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Hanya dengan menajamkan penglihatan dan sedikit fokus, aku tau apa yang orang pikirkan. Masa lalunya, hal yang dibencinya, hal yang disukainya, sampai hal yang diinginkannya.

Luar biasa? Iya. Luar biasa sampahnya! Ini adalah sebuah penyiksaan yang luar biasa bagi ku. Kamu pikir enak punya "kekurangan" seperti ini? Tidak! Jika aku boleh memilih, aku ingin normal seperti kalian. Dimana yang aku lihat adalah hal yang "sewajarnya" aku lihat. Kamu pikir mudah menyimpan aib orang yang tanpa sengaja aku lihat? Menahan tertawa dan tidak mengolok-olok atas cita-cita yang terlalu extrem dan nyaris tidak mungkin tercapai yang juga terlihat? Mencoba tabah dan tidak tergoda dengan rupiah, ketika aku tau barang yang hilang ada dimana, dan si empunya barang ingin barangnya kembali.

Kan tinggal bantu? Itu pemikiran sederhana mu. Tapi kamu tidak pernah "berfikir ala Tuhan." Dimana suatu kejadian, tidak dapat dipisahkan dengan kejadian lainnya. Kamu hilang HP hari ini, maka ingatlah, apa yang dulu pernah kamu hilangkan? Nikmat mana yang sudah kamu dustakan. Tuhan, tidak akan mengambil kecuali untuk mengembalikan.

Hah! Ribet ya? Banget. Aku sudah berjanji pada diri ku sendiri, aku lebih memilih mati kelaparan, daripada menggunakan "kekurangan" yang Tuhan berikan kepada ku untuk mencari uang yang akhirnya aku belikan makanan bahkan kebutuhan yang lain. Aku juga sudah berjanji, tidak akan menggunakan "kekurangan" ku untuk mengejar cinta ku, apapun resikonya! Jika kamu tertarik dengan memoar ini, simaklah dan ambil yang baik-baik saja. Karena kebaikan itu murni dari Tuhan, sedangkan kejelekan, akulah tersangkanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dechan88 dan 10 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 138
Spoiler for Indeks:
profile-picture
briansepta memberi reputasi
Diubah oleh londo.046
Sip bang. Sambil menunggu pesanan cerita ane pantengin
profile-picture
profile-picture
widkaryo.16 dan yantha2 memberi reputasi
bangun tenda dulu sembari nunggu updatetan emoticon-nyantai
Akhirnya bisa mejeng di pej wan, ijin mantau.

1. Merana Dari Awal

Ada yang bisa mendefinisikan apa itu cinta? Sepertinya sulit untuk mendefinisikan lima huruf itu. Lima huruf, yang menghasilkan milyaran kisah. Lima huruf yang mampu mengguncang dunia. Dan lima huruf yang menghasilkan bahasan yang seolah tiada habisnya. Jika aku boleh berpendpat,

Quote:

Silahkan caci makinya. Aku bukan pujangga dan pencinta ulung. Aku hanya orang yang pernah merasakan cinta yang menusuk ke dalam tubuh ku.

Aku lahir karena cinta? Kenapa aku bertanya seperti ini? Karena proses setelah aku lahir, tidak menggambarkan bahwa ada cinta yang hadir di sana. Menurut cerita, aku dibuang sesaat setelah aku dilahirkan. Aku memang tidak tau benar jalan cerita di awal-awal aku dilahirkan. Semua hanya cerita dari pemilik panti yang menemukan ku di depan warung kelontong miliknya. Orang tua ku memang "pintar." Membuang ku di tempat yang tepat. Paling tidak, dengan dibuang di depan toko pemilik panti asuhan, aku akan dipelihara. Bayangkan jika aku dibuang di kali atau tempat sampah, mungkin aku sudah habis dimakan kucing.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah ada cinta di sana? Lepas dari apa yang mereka (orang tua ku) rasakan, jelas tidak ada cinta yang hadir dalam diri mereka. Bahkan jika aku boleh meminjam istilah orang-orang pada umumnya, perilaku mereka adalah perilaku kejam, biadab, tidak tau malu dan silahkan isi sendiri makian-makian yang pas untuk orang tua seperti ini. Awalnya aku sangat benci kepada mereka. Tapi jika hari ini aku ditanya, apakah aku benci mereka? Jawaban ku adalah tidak. Aku ingin mereka kembali, dan menerima bakti ku layaknya seorang anak yang berbakti pada orang tua nya.

Jadi, jika ada yang menyimpulkan bahwa di awal hidup ku pun aku tidak mengenal cinta, rasa-rasanya aku tidak bisa menolak dan menyalahkan pernyataan itu. Normal nya, seorang anak manusia itu begitu lahir, akan mendapat limpahan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Mendapatkan fasilitas yang paling baik, mendapat perhatian lebih, tapi itu semua tidak terjadi pada ku. Justru yang aku terima adalah sebaliknya. Dibuang seolah tidak diharapkan. Tapi sudahlah, itu cerita usang masa lalu. Mengingatnya boleh, tapi menyimpan dendam untuk hal itu, jangan.

Meskipun aku lahir dan dirawat 'tanpa cinta' yang seharusnya, tapi tetap saja aku adalah seorang manusia. Sudah menjadi kodrat-Nya bahwa setiap yang bernyawa pasti punya cinta. Di awal-awal kehidupan ku, aku sangat "mencintai" atau lebih pas jika aku sebut dengan menyayangi almarhumah Ibu panti asuhan ku. Beliau, seperti malaikat buat ku. Aku tidak begitu ingat dengan wajah beliau. Yang aku ingat, setiap aku akan berangkat sekolah (TK-SD kelas 3) beliau selalu menyuapi ku bersama dengan anak-anak yang seusia dengan ku. Keadaan panti yang memang serba kurang, membuat makan sepiring berdua, betiga bahkan berlima adalah sesuatu yang biasa. Bisa makan saja sudah anugerah kok.

Setiap aku pulang sekolah, beliau bertanya tentang PR yang diberikan guru ku. Kalau ada makanan lebih, beliau akan meminta ku makan sendiri. Tapi jika tidak, beliau akan berbagi nasinya dengan ku, dan juga dengan teman-teman ku yang lain. Jujur, kadang aku masih merasa lapar. Tapi mau minta ke siapa, kalo "jatah" memang sudah habis. Beliau mengajari ku mandiri dengan cara nya sendiri. Tidak ada bentakan jika aku salah, tapi memberikan contoh bagaimana yang seharusnya aku lakukan. Jika aku bisa, beliau tidak segan mencium ku dan berkata "pinter."

Beliau mengajari ku banyak hal. Dari mulai mencuci piring, mencuci pakaian, menyapu, mengepel dan kegiatan lainnya. Mungkin ini terlihat terlalu dini untuk anak SD, namun keadaan juga yang memaksa beliau untuk secepatnya memberikan "keterampilan" agar aku bisa mandiri. Aku juga diajari beliau berdagang. Dimana, setiap pulang dari sekolah, setelah makan, aku harus antar es lilin ke warung-warung yang ada di sekitar panti. Setiap sore menjelang Magrib, aku harus kembali mengambil es-es itu sambil meminta uangnya.

Beliau selalu menghitung jumlah uang dan sisa esnya di depan ku. Dan jika memang ada sisa, beliau memberikan es yang kalo boleh aku memberikan penilaian, adalah es paling enak yang pernah aku rasakan. Jika es nya habis, beliau tidak segan mengambilkan stock yang ada di kulkas untuk ku. Tidak lupa beliau mengajarkan petuah-petuah yang aku pegang sampai hari ini. Apapun yang terjadi, jujurlah. Jangan berbohong, berapa pun dan apapun yang kamu dapat, harus kamu laporkan ke ibu. Jangan dilihat nilainya, tapi lihat proses kejujurannya. Itu yang aku ingat dari beliau.

Setiap habis Magrib, beliau selalu mengajari aku dan juga teman-teman ku untu mengaji dan belajar agama. Dari beliaulah aku pada akhirnya bisa membaca dan menulis tulisan Arab. Selesai mengaji, PR dan tugas-tugas dari sekolah adalah hal yang beliau periksa selanjutnya. Semua harus beres malam itu juga. Jika tidak beres, jangan harap bisa "lepas" dari beliau. Setelah ngaji dan PR selesai. Beliau akan memanggil siapa-siapa yang sekiranya "bermasalah." Bermasalah di sini ukurannya macam-macam. Karena anak yang masuk ke sini pun beragam latar belakangnya.

Jika dari bayi sudah dibuang seperti aku, masalah terbesar mungkin soal makan dan minum. Tapi bagi anak yang "dibuang" saat berusia 3-4 tahun, dimana mereka sudah pernah merasakan kasih sayang dari orang tua yang sebenarnya, di sinilah masalah itu akan muncul. Kadang mereka menjadi murung dan pendiam saat ingat pada orang tua mereka. Kadang, mereka juga marah dan berteriak keras karena trauma pernah diperlakukan tidak baik oleh orang tuanya. Dan masih banyak masalah-masalah lain yang mungkin hanya orang panti yang tau kejadian realnya.

Entah sebutan apa yang pas untuk Ibu panti asuhan ku. Beliau seolah menguasai semua bidang. Ekonomi, pendidikan, agama dan psikologi anak pun beliau mampu. Satu hal yang masih membekas dan aku ingat, beliau tidak pernah marah kepada kami, apapun alasannya! Sebandel apapun kami, merusak kan barang apapun itu, beliau tidak akan memarahi kami. Luar biasa! Beliau hanya akan memanggil "sang tersangka", mendudukkannya sambil beliau tanya dengan lembut, kenapa bisa begini dan kenapa bisa begitu. Sikap seperti inilah yang membuat beliau berwibawa di depan kami. Sekali beliau menatap kami jika kami salah, kami akan diam.

Namun, ada sesuatu yang aku rasakan pada beliau. Aku tidak bisa menjawabnya, bahkan aku tidak mengerti apa itu. Aku masih SD, tapi aku bisa merasakan "apa yang akan terjadi nanti." Aku tau, bahwa besok waktu ulangan umum, teman ku akan mendapat nilai 90. Faktanya, saat nilai ulangan umum nya dibagi, dia benar mendapat nilai 90. Aku pernah bercerita pada Ibu panti tentang hal ini. Beliau mendengar dengan antusias, dan mengatakan kepada ku.

Quote:

Benar aku masih kelas 3 SD, tapi kata-kata dan intonasi beliau saat berbicara kepada ku, masih aku ingat sampai detik ini. Kadang aku suka merinding seteiap membayangkan beliau.

Satu peristiwa yang aku sesali adalah, saat aku bercerita ke beliau bahwa akan ada yang mati di sini. Tapi aku tidak tau siapa yang mati. Ibu panti hanya tersenyum dan kembali menjelaskan dengan logika dan nalar ala anak kelas 3 SD. Bahwa semua yang hidup akan mati, bahwa semua akan kembali kepada Tuhan pada akhirnya. Masih dengan senyum manisnya, beliu kemudian berkata.

Quote:

Beliau sangar tenang, dan teduh air muka ketika berkata seperti ini. Aku yang masih bocah pun tidak memikirkan sampai sejauh itu. Bahwa ini adalah kode dari beliau. Bahwa apa yang aku lihat, mayat yang terbaring di tengah-tengah "aula" nanti adalah mayat beliau.

Sampai suatu hari ketika aku baru pulang dari sekolah, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri beliau ditidurkan di tengah aula tepat seperti apa yang pernah aku lihat. Jika di "terawangan" ku, aku tidak bisa melihat itu wajah siapa, maka hari ini aku bisa melihat jika itu adalah beliau. Aku hanya bisa diam. Demikian juga dengan teman-teman ku. Tapi ketika Kakak-kakak yang lebih tua pulang dari SMP dan SMA, mereka pun menangis bahkan ada yang meraung-raung dengan keras. Di situ, aku dan kawan-kawan ku baru sadar, jika kami sudah kehilangan beliau. Kami pun larut dalam duka dan ikut menangisi kepergian beliau.

Entah halusinasi atau apa, tiba-tiba aku bisa melihat ada bentuk-bentuk aneh yang ada di samping kiri, kanan, atas dan bawah beliau. Ingin aku mengusir mereka, tapi aku tak punya nyali. Yang aku ingat, aku hanya bisa menangis keras. Seseorang nampak menggendong dan menjauhkan aku dari sana. Aku pasrah dan hanya bisa menangis.

Aku baru bisa merasakan dampak peristiwa kematian Ibu panti ku beberapa saat setelah beliau dimakamkan. Yah, tidak ada lagi cinta kasih, kelembutan, kasih sayang dan empati yang selalu beliau bawa. Semua hilang dan berganti dengan....... Ah sudahlah biarkan nomor selanjutnya yang akan bercerita.


Salam.
profile-picture
Opiknh memberi reputasi
Thread sebelumnya gimana bang? Haha
Izin nyimak lagi gan Londo
Begitulah cinta.
Susah untuk mendeskripsikannya, setidaknya itu menurutku...
Quote:

Pesan opo?
Quote:

Lha po mantu kok mbangun tendo.
Quote:

Manuk po pie kok dipantau.
Quote:

Kukut.
Quote:

Yo.
Quote:

Patkay koe?
Ndoprok ndek kene nunggu updetane om londo.
Diubah oleh ngopiserius
kirim bintang dulu om bacanya ntar hhe judul nya ngeri2 sedap gitu wkwkwk emoticon-Blue Guy Cendol (L)
pesen tempat dulu :nulisah
cerita baru, semoga banyak pelajaran yang bisa diambil..
Diubah oleh nifiraluniaz

pengalaman

akhirnya ada kelanjutan ceritanya Masemoticon-Toast
trit anyar....
memoar om Kampret iki...najan bahas lope-lope an ..pelajaran urip tetep onok yo om kalih pisuh-pisuhan bareng boss Liem, om Londo, Dj Ono, Ucup..

lanjut ngudud Senior nya om..ngoahahahaha..
Woh om, nulis maneh kih yo, om londo tergeser nih emoticon-Ngakak (S)
keren ndo... tak nggowo kloso iki.. ikut nyimak. lanjutken emoticon-Peace
Quote:


wong iki melu neng kene juga
wah calon e rame iki
izin nongkrong di pejwan gan emoticon-Cool
Quote:


emoticon-Wakaka

udem... gek jadi junk jank idak jelas .. bawak tempoyak tu kesini emoticon-Peace

last comment For You emoticon-Wink
Halaman 1 dari 138


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di