skydavee
TS
skydavee
Mengenal Istilah "Peak Season" Yang Menyebabkan Harga Menjadi Mahal


Pernahkah kita mengamati perubahan sebuah harga pada momen tertentu? Misal, tiket pesawat yang biasanya tidak sampai menembus angka jutaan untuk sekali perjalanan, tiba-tiba harganya berubah dan bikin pusing kepala?

Biasanya, menjelang liburan seperti Lebaran, Natal, Liburan anak sekolah dan pergantian tahun, seperti yang sebentar lagi akan kita temui, membuat harga beberapa hal menjadi lebih mahal dari harga normalnya. Terutama pada peak season.

Istilah peak season, sebenarnya merupakan istilah asing namun sudah jamak ditemukan dan diucapkan akhir-akhir ini.

Jadi bukan semata-mata saya sok British. Tapi emang ini istilahnya. Sama lah seperti kita biasa menyebut kata "sandal". Tahukah bahwa sandal itu ternyata berasal dari bahasa Inggris?

Sebenarnya, apa sih peak season itu? Secara sederhana, peak season, menurut saya, adalah sebuah kondisi dimana kebutuhan akan beberapa jasa meningkat drastis yang disebabkan oleh faktor liburan panjang.

Liburan yang dimaksud seperti yang saya sebutkan diatas. Yaitu liburan Lebaran, dimana kebiasaan masyarakat Indonesia melakukan tradisi mudik, lalu liburan Natal, dan liburan menjelang tahun baru serta liburan anak sekolah.

Berikut beberapa hal yang harganya biasanya terkena dampak dari peak season:
1. Jasa Transportasi
Spoiler for Harga² tiket biasanya melambung tinggi pada saat peak season:


Pada hari normal selain pada momen yang saya sebutkan diatas, harga rata-rata tiket pesawat dari Jogja menuju Medan berkisar 800-900ribuan.

Tentu, penerbangan yang saya lakukan menggunakan maskapai kasta terendah alias kelas ekonomi. Namun, seminggu menjelang lebaran, harga bisa meningkat drastis, bahkan bisa lebih dari 100%.

Demikian pula untuk moda transportasi lainnya. Baik melalui jalur darat, dan laut. Semua harga otomatis akan naik dari harga biasanya.

2. ‎Penginapan
Spoiler for Sebaiknya booking jauh² hari agar mendapatkan penginapan:


Jika pada masa liburan lebaran dan natal harga jasa transportasi yang paling menonjol kenaikan harganya, maka kenaikan harga penginapan biasanya terjadi menjelang pergantian tahun dan memasuki masa liburan anak sekolah.

Kenaikan jasa penginapan ini, bahkan bisa sampai 250% dari harga normal.

3. ‎Tiket Ditempat Wisata
Spoiler for Tiket masuk ketempat wisata sering berbeda. Liat sikon:


Sama halnya dengan harga kenaikan penginapan, tiket di daerah wisata juga biasanya ikut naik menyambut liburan panjang yang terjadi setiap tahun.

Selain harga yang naik secara ugal-ugalan seperti anak alay keparat yang suka ngebut dijalanan, pada peak season, diwajibkan memiliki stamina dan kontrol emosi yang baik.

Karena beberapa orang, memiliki tujuan yang sama dengan kita. Tentu, sudah merupakan pemandangan lazim jika ada saja orang yang gak sabar dan berebutan demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Lihatlah bagaimana terminal Bungurasih jadi ajang perebutan demi dapat menaiki bis agar sampai ke kampung halaman. Gak perduli orangtua, ibu-ibu yang bawa anak, semua saling sikut, saling injak dan kadang terjadi adu fisik.

Spoiler for Suasana diterminal bungurasih menjelang mudik:


Untungnya, kejadian horor tersebut sudah mulai berkurang saat pemerintah setempat, bekerja sama dengan beberapa perusahaan, menyelenggarakan eventmudik gratis.

Spoiler for Pada berebut naik:


Lalu, mengapa pada peak seasonini harga dari ketiga kebutuhan yang saya sebut diatas berubah drastis?

Jika masih ingat dengan teori ekonomi yang menyebutkan bila permintaan atau demand naik, sedangkan stok terbatas, maka disitulah harga akan melambung. Begitu kira-kira.

Namun, dalam menyikapi kenaikan tersebut, tak perlu rasanya menggunakan berbagai macam teori. Baik teori ekonomi, teori yang masih memperdebatkan apakah bumi itu bulat atau datar, terlebih teori pemilihan deret numerik cantik untuk melakukan demo dan reuni. Misalnya teori 412, dan yang kekinian teori 212. Gak perlu lah. Nanti malah pusing.

Simpelnya gini. Ketika permintaan tinggi, dan itu kita dibutuhkan, maka jangan heran jika harga naik.

Contohnya ketika lebaran. Anak bisa dicap durhaka saat lebaran gak berkunjung ke rumah orangtuanya. Oleh sebab itu, mau setinggi apapun harga tiket, maka akan berusaha dibela- belain untuk dibeli.

Padahal, jika mau ditarik maknanya lebih dalam, namanya sillahturrahmi itu gak cuman pas lebaran. Ini ajarannya siapa ya? Tapi sudahlah. Nanti saya bertekak, dianggap berhaluan kiri. Bisa bahaya hidup saya nanti.

Lagian, bila ada kenaikan itu hal yang lumrah. Disaat kita merayakan momen lebaran, entah itu Idul Fitri atau Natalan, maka pak supir merelakan waktunya mengantarkan kita ketujuan. Mereka ikhlas tidak berkumpul dengan keluarga demi melihat kita bisa makan opor bareng sanak saudara.

Bukankah itu sebuah konsekuensi yang logis?

Jadi gak usah bingung jika semua kebutuhan jadi naik. Apalagi pas momen Lebaran dan Natal tiba.

Tak hanya tiga hal diatas yang naik. Semua pada ikutan naik. Harga kelapa naik, minyak goreng naik, daging naik dan lain sebagainya. Yang nggak naik cuman satu, harga diri!

Tapi ada sedikit tips. Jika tetap ngotot merayakan momen pada saat peak season, pastikan kita sudah booking semuanya jauh-jauh hari.

Daripada beli tiket mefet, gak kebagian jatah, malah stress.

Ingat, selain patah hati, penyakit stres karena kehabisan tiket gak ditanggung BPJS!

©Skydavee...

Sumber gambar: google
Mari hormati penulis dengan mencantumkan sumber asalnya saat artikel dibagikan. Be Smart, Respect Yourself...
Diubah oleh skydavee 30-07-2018 05:16
nona212
nona212 memberi reputasi
1
38.4K
186
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan