- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Mengapa Amerika selalu berperang terhadap negara miskin?
TS
shouphello
Mengapa Amerika selalu berperang terhadap negara miskin?
Barusan kita dengar ada teroris lagi di Amrik. Sambil teriak alahu akbar terroris membunuh 8 orang.
Saya tidak tahu apa motive terrorist itu. Kayaknya mereka memang ingin perang.
Yang lucunya lagi banyak orang kemudian malah membela terroris tersebut. Lihat berapa banyak orang islam yang dibunuh oleh pemuja sempak (maksudnya kristen) kata mereka.
Sesudah saya pikir pikir. Benar juga ya.
Ratusan tahun kita hidup. Apapun agamanya orang memang saling membunuh.
Ya kristen, ya islam, ya apa lah. Yang kuat gencet yang lemah.
Tapi 100 tahun terakhir ada sesuatu yang menarik.
Amerika hampir tidak pernah berperang dan bermusuhan dengan negara kaya.
Cina yang komunis pun tidak dimushi.
Arab saudi? Itu temannya amerika.
Semua negara yang nggak gila banget tidak dimusuhi.
Dan mengapa Amerika seperti itu?
Sudah banyak yang berusaha meneliti ini. Perbedaan utama antara budaya barat dan budaya bukan barat adalah apa yang kita sebut "trust toward alpha males": Kepercayaan kepada alpha male. Alpha male adalah sosok individu yang status socialnya lebih tinggi.
Contoh orang islam menghormati nabi mereka Muhamad yang mereka anggap status socialnya lebih tinggi.
Hirarchy seperti itu tidak terlihat di amerika. Jangankan nabi. Yesus saja yang dianggap Tuhan mencuci kaki muridnya dan sering jadi bahan lelucon di film film amerika.
Di negara barat, boro boro orang menghormati "alpha male". Alpha male ada saja sudah dipandang "aneh".
Ini sudut pandang. Amerika adalah negara yang makmur dan demokratis. Di mindset orang amerika, tugas pemerintah adalah melindungi dan memakmurkan rakyatnya.
Sama seperti Yesus mau mencuci kaki murid muridnya, presiden, raja, dan lain lain sebetulya bertugas memakmurkan rakyatnya. Dan itu kali mengapa Yesus populer sekali di negara barat. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang "wajar" di negara barat.
Waktu suatu negara miskin, biasanya ada yang nggak beres di negara itu. Korea utara, afganistan, iraq. Negara itu sebelum di serang amrik sudah nggak beres duluan.
Merreka ditindas oleh diktator mereka sendiri.
Di mata orang Amerika, mereka tidak berperang dengan rakyat Irak dan afganistan. Di mata orang Amerika, mereka liberator yang membebaskan Irak dari Sadam dan membebaskan Afganistan dari Osama yang jahat.
Apakah ini benar atau tidak saya kira open to interpretasi. Tapi di mata rakyat amerika, yang sebetulnya nggak peduli, mereka pikir mereka orang baik.
Ada opini kalau rakyat amerika seharusnya sadar. Diktator muncul karena well, si diktator itulah yang menjaga kestabilan politik supaya orang yang lebih gila lagi nggak saling membunuh.
Dan dalam prakteknya negara yang di serang oleh amerika tidak menjadi makmur. Iraq jadi miskin. Afganistan jadi miskin.
Korea utara kalau sampai berani meluncurkan nuklir dan membumi hanguskan suatu kota, akan langsung di bomb nuklear. Ya itu tidak bagus juga kan? Di mata amerika mereka tidak memusuhi rakyat korea utara. Mereka memusuhi Kim Jong un seorang.
Di Amerika tidak masuk akal sekali mengapa jutaan orang korea utara harus kelaparan sedangkan satu atau segelintir penguasa yang menindas hidup dalam kemewahan. Di mata rakyat amerika, ini kim jong un menindas rakyatnya sendiri. Yuk kita tolongin rakyat yang tidak berdaya itu biar bebas dari pemimpin mereka.
Apakah ini sounds familiar? Ya. Pernah dengar komunisme? Orang komunis juga berpikir wah begitu banyak pekerja miskin sedangkan pengusah akaya. Ayuk kita bebaskan pekerja tersebut dari penindasan kapitalis.
Maslaahnya itu masalah sudut pandang. Banyak pekerja tidak merasa di tindas. Negara kapitalis makmur. Justru banyak orang yang tinggal di negara kapitalis merasa intervensi dari comrade sesama komunis itu penindasan. Banyak kapitalis berpendapat orang yang tinggal dinegara komunislah yang ditindas. Tuh buktinya miskin.
Mungkin sekarang kita merasa kalau opini orang komunis itu ridiculous. Udah jelas negara kapitalis lebih kaya. Tapi 30 tahun lalu tidak begitu.
Demikian juga banyak orang islam tidak merasa mereka "ditindas" oleh Sadam dan Osama. Justru mereka merasa Intervensi amerika itu penindasan.
Salah satu intervensi amerika adalah menggulingkan sukarno dan mendukung pemerintahan suharto. Apabila amerika tidak intervensi, kita tidak tahu nasib negara kita. Mungkin kita jadi negara komunis dimana partai komunislah yang membantai kita.
Apapun hasilnya pasti kontroversial.
Kembali ke afganistan. Orang amerika tidak merasa mereka memusuhi orang islam. Mereka merasa orang islam di afganistan ditindas oleh pemimpin mereka sendiri.
Jadi kalau ada orang islam di indo ngomel, lihat orang amerika membunuhi penduduk muslim, orang amerika bakal bingung. Lho. Saya kan bomb terrorist. Terorist yang menindas orang islam sendiri.
Dan sama seperti rakyt vietnam selatan dan rakyat korea selatan tidak merasa butuh comrade comunis mereka untuk "membebaskan" mereka dari kapitalisme. Banyak rakyat afganistan tidak merasa butuh amerika membebaskan mereka dari "islam"
Ada satu key point yang kita agak miss di sini.
Suka atau tidak, komunisme, kapitalisme, dan socialisme memang ada persamaan. Persamaannya adalah pemerataan. Kalau kita sebut socialisme kita beranggapan yang dimaksud adalah socialisme ekonomi. Semua pendapatannya sama.
Pernahkah kita mempertanyakan socialisme lain? Dimana orang mendapatkan sesuatu sama rata tanpa melihat merit?
Ya. Demokrasi itu socialisme politik. Semua orang votenya satu. Nggak penting kamu pinter atau bodo adil atau racist, vote kamu satu.
Kapitalisme itu socialisme peking order. Nggak penting kamu kuat atau lemah. Semua orang tidak berhak memaksakan kehendaknya ke kamu dan kamu tidak berhak memaksakan kehendak kamu ke orang lain.
Mana yang benar saya kira open to interpretasi. Yang saya lihat, kombinasi kapitalisme dan demokrasi memakmurkan rakyat. Tapi socialisme ekonomy memiskinkan rakyat. Itupun nggak mutlak. Sedikit socialisme dan redistribusi kekayaan juga memakmurkan rakyat dan menstabilkan masyarakat. Kalau orang laper, ya mereka pasti berontak. Tapi kalau ada sedikit socialisme dimana orang lapar bisa dikasih makan, mereka cari kerja.
Nah orang yang beragama sama cenderung berpikir sama dan punya nilai nilai yang sama.
Jadi orang kristen dan islam liberal di indo cenderung punya nilai sama dengan orang amerika. Orang islam konservative cenderung punya nilai sama dengan orang arab.
Dan nilai utama dari negara barat adalah pemerataan. Orang barat tidak percaya alpha males. Menurut orang barat, aneh dan jahat sekali 1 diktator berkuasa menindas rakyatnya. Coba kamu lihat politikus politikus di barat. Mereka umumnya rendah hati. Mereka berusaha membuat diri mereka terlihat tolol, supaya merakyat.
Nilai utama di negara arab adalah hirarchy. Orang arab percaya wajar saja segelintir orang yang lebih pintar lebih licik lebih adil berkuasa atas banyak orang.
Again saya tidak bermaksud menyalahkan siapapun. Ya setau saya memang gitu. Yang bahas gitu banyak.
Dan menurut say perbedaan pendapatnya itu disitu.
Amrik membomb terroris di afganistan. Beberapa islam konservative bilang Amerika membomb orang islam. Ini membuat persepsi yang negative sekali tentang islam di mata banyak orang. Lho kamu menganggap terroris itu sesama kamu? Jadi islam memang gini? Yang kemudian akan ditentang lagi oleh orang orang moderate.
Waktu Ahok mengutip al maidah 51, Ahok juga tidak merasa dia memusuhi orang islam. Ahok merasa dia lagi menolong rakyatnya yang sering ditindas koruptor. Ahok merasa majoritas orang indonesia akan diuntungkan. Dan Ahok merasa itu sesuatu yang harus dia ungkapkan. Tidak bisa orang memerangi korupsi tanpa mengikut sertakan korban korupsi tersebut. Kalau rakyat tidak mengerti modus modus penipuan politik dan tidak mengerti korupsi, mereka akan terus jadi korban.
Tapi beberapa orang kemudian melihat itu lain. Mereka melihat Ahok memusuhi ulama dan islam secara keseluruhan. Mereka merasa politikus yang korup, yang berkuasa, yang bohong pakai agama, itu bagian dari mereka. Sesama "muslim".
Dan saya kira ini perbedaan utama antara nastak dan nasbung. Majoritas orang islam bisa jadi tidak tersinggung oleh ucapan Ahok ataupun bomb di afganistan. Akan tetapi komunistas islam beda dengan komunistas barat.
Di komunitas barat, yang menguntungkan banyak orang akan dianggap baik oleh banyak orang. Majoritas menang. Karena semua orang sederajat. Tidak ada alpha male di barat yang bisa menipu rakyatnya.
Tapi di komunitas timur, yang menguntungkan pemimpin yang akan dianggap baik. Mengapa? Karena orang timur percaya alpha male. Mereka percaya pemimpin mereka. Karena mereka percaya pemimpin mereka amat gampang sekali bagi pemimpin mereka untuk menipu pengikutnya dan menguntungkan pemimpin.
Seolah olah, baik dan buruk dalam persepsi nasbung adalah baik dan buruk buat ulama mereka bukan rakyatnya. Itu mengapa MUI dapat uang banyak dari sertifikat halal. Itu mengapa tidak ada yang demo anti first travel. Orang nipu pake agama banyak duit ya dianggap bagus.
Justru mereka protest. Mereka merasa diserang kalau orang berusaha membuat rakyat tidak percaya "ulama". Culture mereka adalah alpha male harus dipercaya.
Apakah salah kalau kita percaya alpha males? Apakah salah percaya dan menghormati pemimpin?
Dan ini saya jujur bingung. Kayaknya ada plus minusnya.
Itu tergantung pemimpinya menggunakan kepercayaan untuk bekerja dengan anak buah atau menipu anak buahnya. Terlalu tidak dipercaya oleh anak buah, dan pemimpin tidak bisa memimpin. Terlalu dipercaya dan pemimpin makan anak buah.
Contoh dalam kapitalsime banyak boss baik ke anak buah
Kapitalisme menguntungkan alpha males. Kapitalis tidak menuntut orang sepintar bill gates untuk hidup sesederhana buruh (komunis menganggap ini penindasan, kapitalis tidak). Hasilnya ada kerja sama yang harmonis antara boss dan anak buah. Dua duanya jadi kaya. Saya melihat percaya alpha male jalan di kapitalisme.
Saya agak kaget waktu saya lihat film amerika dimana anak buah yang mengundurkan diri sering menghina bossnya dan lain lain. Ya mbok ya akur ama boss.
Di sini orang komunis menganggap boss kapitalis menindas anak buahnya. Tapi kapitalis dan sebagian anak buah merasa kita kerja sama untung sama untung.
Bagaimana dengan pemimpin politik. Nastak umumnya menganggap pejabat kita korup dan ulama ulama yang ada disogok untuk menipu rakyat. Apa yang dikatakan Ahok itu disetujui majoritas nastak.
Nasbung menganggap kalau ulama itu pemimpin mereka yang bersimbiosis mutualisma dengan mereka. Meskipun pemimpin korup atau whatever, nasbung menganggap itu sesama mereka. Sesama muslim dan lain lain.
Apa salah cara berpikir seperti itu? Ya saya kira kita semua musti lihat lebih banyak bukti.
Nah sekarang coba kita pikir kalo kita orang amrik. "Seharusnya" orang amrik bagaimana?
Satu solusi adalah orang amrik harusnya menghargai "islam". Itu mungkin yang dipikirkan oleh banyak islam konservative. Artinya? Biarkan saja Sadam dan Osama berkuasa. Rakyatnya maunya gitu. Jangan intervensi.
Ini menurut saya bukan solusi yang masuk akal. Soalnya kan ada WTC. Ada jutaan rakyat tolol ditindas oleh diktator yang rugi semua orang. Coba lihat korea utara. Memang rakyatnya sengsara. Tapi adanya kim jong un juga menyusahkan seluruh dunia. Kalo Kim Jong Un punya nuklir boleh, jepang, korea selatan jgua pengen punya. Lama lama semua negara punya. Lalu probabilitas dunia hancur gede. Semua karena satu orang.
Begitu juga denga korupsi di indo. Kalo orang bohong pake agama lalu karena itu korupsi naik, yang rugi kan nggak cuman islam fundamentalis doang, yang mungkin malah untung dapat bagian. Majoritas masyarakat rugi. Masak yang seperti itu dibiarkan? Ya wajar dong orang berusaha mengungkapkan modus modus penipuan di depan umum.
Saya kira saya sudah tidak tahu lagi bagaimana berurusan dengan orang yang menganggap terroris dan diktator sesama mereka. Mereka mau ditindas ya bikin negara sendiri lah atau hidup di daerah sendiri. Saya kira itu satu solusi yang nantinya terjadi.
Well, solusi itu memang sudah terjadi. Hasilnya kita tinggal di negara yang relative menengah dan negara yang lebih kapitalis tinggal di daerah yang relative kaya. Ya mau gimana lagi? Rakyat yang lebih bodoh lagi dari kita negaranya lebih miskin lagi. Rakyat yang lebih pintar dari kita negaranya tambah kaya. Ya saya kira ini sudah karma yang adil. Mau gimana?
Atau kita hanya perlu belajar? Bule juga nggak bikin negara makmur cepat kan?
Satu hal yang pasti, saya tau bagaimana supaya orang islam atau kristen atau hindu atau apapun tidak harus berperang dengan amerika.
Bangunlah negara mereka sendiri dengan baik dan jadikan negara mereka makmur. Kemungkinan di bomb oleh amrik pasti kecil sekali.
Tidak ada negara yang punya Mc Donald berperang satu sama lain.
Ironisnya, theory itu dilanggar 1 kali waktu Nato berperang melawan serbia yang kristen dan berpihak pada kosovo yang islam. Tapi itu karena kosove punya minyak meskipun mereka genocidal juga.
Saya tidak tahu apa motive terrorist itu. Kayaknya mereka memang ingin perang.
Yang lucunya lagi banyak orang kemudian malah membela terroris tersebut. Lihat berapa banyak orang islam yang dibunuh oleh pemuja sempak (maksudnya kristen) kata mereka.
Sesudah saya pikir pikir. Benar juga ya.
Ratusan tahun kita hidup. Apapun agamanya orang memang saling membunuh.
Ya kristen, ya islam, ya apa lah. Yang kuat gencet yang lemah.
Tapi 100 tahun terakhir ada sesuatu yang menarik.
Amerika hampir tidak pernah berperang dan bermusuhan dengan negara kaya.
Cina yang komunis pun tidak dimushi.
Arab saudi? Itu temannya amerika.
Semua negara yang nggak gila banget tidak dimusuhi.
Dan mengapa Amerika seperti itu?
Sudah banyak yang berusaha meneliti ini. Perbedaan utama antara budaya barat dan budaya bukan barat adalah apa yang kita sebut "trust toward alpha males": Kepercayaan kepada alpha male. Alpha male adalah sosok individu yang status socialnya lebih tinggi.
Contoh orang islam menghormati nabi mereka Muhamad yang mereka anggap status socialnya lebih tinggi.
Hirarchy seperti itu tidak terlihat di amerika. Jangankan nabi. Yesus saja yang dianggap Tuhan mencuci kaki muridnya dan sering jadi bahan lelucon di film film amerika.
Di negara barat, boro boro orang menghormati "alpha male". Alpha male ada saja sudah dipandang "aneh".
Ini sudut pandang. Amerika adalah negara yang makmur dan demokratis. Di mindset orang amerika, tugas pemerintah adalah melindungi dan memakmurkan rakyatnya.
Sama seperti Yesus mau mencuci kaki murid muridnya, presiden, raja, dan lain lain sebetulya bertugas memakmurkan rakyatnya. Dan itu kali mengapa Yesus populer sekali di negara barat. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang "wajar" di negara barat.
Waktu suatu negara miskin, biasanya ada yang nggak beres di negara itu. Korea utara, afganistan, iraq. Negara itu sebelum di serang amrik sudah nggak beres duluan.
Merreka ditindas oleh diktator mereka sendiri.
Di mata orang Amerika, mereka tidak berperang dengan rakyat Irak dan afganistan. Di mata orang Amerika, mereka liberator yang membebaskan Irak dari Sadam dan membebaskan Afganistan dari Osama yang jahat.
Apakah ini benar atau tidak saya kira open to interpretasi. Tapi di mata rakyat amerika, yang sebetulnya nggak peduli, mereka pikir mereka orang baik.
Ada opini kalau rakyat amerika seharusnya sadar. Diktator muncul karena well, si diktator itulah yang menjaga kestabilan politik supaya orang yang lebih gila lagi nggak saling membunuh.
Dan dalam prakteknya negara yang di serang oleh amerika tidak menjadi makmur. Iraq jadi miskin. Afganistan jadi miskin.
Korea utara kalau sampai berani meluncurkan nuklir dan membumi hanguskan suatu kota, akan langsung di bomb nuklear. Ya itu tidak bagus juga kan? Di mata amerika mereka tidak memusuhi rakyat korea utara. Mereka memusuhi Kim Jong un seorang.
Di Amerika tidak masuk akal sekali mengapa jutaan orang korea utara harus kelaparan sedangkan satu atau segelintir penguasa yang menindas hidup dalam kemewahan. Di mata rakyat amerika, ini kim jong un menindas rakyatnya sendiri. Yuk kita tolongin rakyat yang tidak berdaya itu biar bebas dari pemimpin mereka.
Apakah ini sounds familiar? Ya. Pernah dengar komunisme? Orang komunis juga berpikir wah begitu banyak pekerja miskin sedangkan pengusah akaya. Ayuk kita bebaskan pekerja tersebut dari penindasan kapitalis.
Maslaahnya itu masalah sudut pandang. Banyak pekerja tidak merasa di tindas. Negara kapitalis makmur. Justru banyak orang yang tinggal di negara kapitalis merasa intervensi dari comrade sesama komunis itu penindasan. Banyak kapitalis berpendapat orang yang tinggal dinegara komunislah yang ditindas. Tuh buktinya miskin.
Mungkin sekarang kita merasa kalau opini orang komunis itu ridiculous. Udah jelas negara kapitalis lebih kaya. Tapi 30 tahun lalu tidak begitu.
Demikian juga banyak orang islam tidak merasa mereka "ditindas" oleh Sadam dan Osama. Justru mereka merasa Intervensi amerika itu penindasan.
Salah satu intervensi amerika adalah menggulingkan sukarno dan mendukung pemerintahan suharto. Apabila amerika tidak intervensi, kita tidak tahu nasib negara kita. Mungkin kita jadi negara komunis dimana partai komunislah yang membantai kita.
Apapun hasilnya pasti kontroversial.
Kembali ke afganistan. Orang amerika tidak merasa mereka memusuhi orang islam. Mereka merasa orang islam di afganistan ditindas oleh pemimpin mereka sendiri.
Jadi kalau ada orang islam di indo ngomel, lihat orang amerika membunuhi penduduk muslim, orang amerika bakal bingung. Lho. Saya kan bomb terrorist. Terorist yang menindas orang islam sendiri.
Dan sama seperti rakyt vietnam selatan dan rakyat korea selatan tidak merasa butuh comrade comunis mereka untuk "membebaskan" mereka dari kapitalisme. Banyak rakyat afganistan tidak merasa butuh amerika membebaskan mereka dari "islam"
Ada satu key point yang kita agak miss di sini.
Suka atau tidak, komunisme, kapitalisme, dan socialisme memang ada persamaan. Persamaannya adalah pemerataan. Kalau kita sebut socialisme kita beranggapan yang dimaksud adalah socialisme ekonomi. Semua pendapatannya sama.
Pernahkah kita mempertanyakan socialisme lain? Dimana orang mendapatkan sesuatu sama rata tanpa melihat merit?
Ya. Demokrasi itu socialisme politik. Semua orang votenya satu. Nggak penting kamu pinter atau bodo adil atau racist, vote kamu satu.
Kapitalisme itu socialisme peking order. Nggak penting kamu kuat atau lemah. Semua orang tidak berhak memaksakan kehendaknya ke kamu dan kamu tidak berhak memaksakan kehendak kamu ke orang lain.
Mana yang benar saya kira open to interpretasi. Yang saya lihat, kombinasi kapitalisme dan demokrasi memakmurkan rakyat. Tapi socialisme ekonomy memiskinkan rakyat. Itupun nggak mutlak. Sedikit socialisme dan redistribusi kekayaan juga memakmurkan rakyat dan menstabilkan masyarakat. Kalau orang laper, ya mereka pasti berontak. Tapi kalau ada sedikit socialisme dimana orang lapar bisa dikasih makan, mereka cari kerja.
Nah orang yang beragama sama cenderung berpikir sama dan punya nilai nilai yang sama.
Jadi orang kristen dan islam liberal di indo cenderung punya nilai sama dengan orang amerika. Orang islam konservative cenderung punya nilai sama dengan orang arab.
Dan nilai utama dari negara barat adalah pemerataan. Orang barat tidak percaya alpha males. Menurut orang barat, aneh dan jahat sekali 1 diktator berkuasa menindas rakyatnya. Coba kamu lihat politikus politikus di barat. Mereka umumnya rendah hati. Mereka berusaha membuat diri mereka terlihat tolol, supaya merakyat.
Nilai utama di negara arab adalah hirarchy. Orang arab percaya wajar saja segelintir orang yang lebih pintar lebih licik lebih adil berkuasa atas banyak orang.
Again saya tidak bermaksud menyalahkan siapapun. Ya setau saya memang gitu. Yang bahas gitu banyak.
Dan menurut say perbedaan pendapatnya itu disitu.
Amrik membomb terroris di afganistan. Beberapa islam konservative bilang Amerika membomb orang islam. Ini membuat persepsi yang negative sekali tentang islam di mata banyak orang. Lho kamu menganggap terroris itu sesama kamu? Jadi islam memang gini? Yang kemudian akan ditentang lagi oleh orang orang moderate.
Waktu Ahok mengutip al maidah 51, Ahok juga tidak merasa dia memusuhi orang islam. Ahok merasa dia lagi menolong rakyatnya yang sering ditindas koruptor. Ahok merasa majoritas orang indonesia akan diuntungkan. Dan Ahok merasa itu sesuatu yang harus dia ungkapkan. Tidak bisa orang memerangi korupsi tanpa mengikut sertakan korban korupsi tersebut. Kalau rakyat tidak mengerti modus modus penipuan politik dan tidak mengerti korupsi, mereka akan terus jadi korban.
Tapi beberapa orang kemudian melihat itu lain. Mereka melihat Ahok memusuhi ulama dan islam secara keseluruhan. Mereka merasa politikus yang korup, yang berkuasa, yang bohong pakai agama, itu bagian dari mereka. Sesama "muslim".
Dan saya kira ini perbedaan utama antara nastak dan nasbung. Majoritas orang islam bisa jadi tidak tersinggung oleh ucapan Ahok ataupun bomb di afganistan. Akan tetapi komunistas islam beda dengan komunistas barat.
Di komunitas barat, yang menguntungkan banyak orang akan dianggap baik oleh banyak orang. Majoritas menang. Karena semua orang sederajat. Tidak ada alpha male di barat yang bisa menipu rakyatnya.
Tapi di komunitas timur, yang menguntungkan pemimpin yang akan dianggap baik. Mengapa? Karena orang timur percaya alpha male. Mereka percaya pemimpin mereka. Karena mereka percaya pemimpin mereka amat gampang sekali bagi pemimpin mereka untuk menipu pengikutnya dan menguntungkan pemimpin.
Seolah olah, baik dan buruk dalam persepsi nasbung adalah baik dan buruk buat ulama mereka bukan rakyatnya. Itu mengapa MUI dapat uang banyak dari sertifikat halal. Itu mengapa tidak ada yang demo anti first travel. Orang nipu pake agama banyak duit ya dianggap bagus.
Justru mereka protest. Mereka merasa diserang kalau orang berusaha membuat rakyat tidak percaya "ulama". Culture mereka adalah alpha male harus dipercaya.
Apakah salah kalau kita percaya alpha males? Apakah salah percaya dan menghormati pemimpin?
Dan ini saya jujur bingung. Kayaknya ada plus minusnya.
Itu tergantung pemimpinya menggunakan kepercayaan untuk bekerja dengan anak buah atau menipu anak buahnya. Terlalu tidak dipercaya oleh anak buah, dan pemimpin tidak bisa memimpin. Terlalu dipercaya dan pemimpin makan anak buah.
Contoh dalam kapitalsime banyak boss baik ke anak buah
Kapitalisme menguntungkan alpha males. Kapitalis tidak menuntut orang sepintar bill gates untuk hidup sesederhana buruh (komunis menganggap ini penindasan, kapitalis tidak). Hasilnya ada kerja sama yang harmonis antara boss dan anak buah. Dua duanya jadi kaya. Saya melihat percaya alpha male jalan di kapitalisme.
Saya agak kaget waktu saya lihat film amerika dimana anak buah yang mengundurkan diri sering menghina bossnya dan lain lain. Ya mbok ya akur ama boss.
Di sini orang komunis menganggap boss kapitalis menindas anak buahnya. Tapi kapitalis dan sebagian anak buah merasa kita kerja sama untung sama untung.
Bagaimana dengan pemimpin politik. Nastak umumnya menganggap pejabat kita korup dan ulama ulama yang ada disogok untuk menipu rakyat. Apa yang dikatakan Ahok itu disetujui majoritas nastak.
Nasbung menganggap kalau ulama itu pemimpin mereka yang bersimbiosis mutualisma dengan mereka. Meskipun pemimpin korup atau whatever, nasbung menganggap itu sesama mereka. Sesama muslim dan lain lain.
Apa salah cara berpikir seperti itu? Ya saya kira kita semua musti lihat lebih banyak bukti.
Nah sekarang coba kita pikir kalo kita orang amrik. "Seharusnya" orang amrik bagaimana?
Satu solusi adalah orang amrik harusnya menghargai "islam". Itu mungkin yang dipikirkan oleh banyak islam konservative. Artinya? Biarkan saja Sadam dan Osama berkuasa. Rakyatnya maunya gitu. Jangan intervensi.
Ini menurut saya bukan solusi yang masuk akal. Soalnya kan ada WTC. Ada jutaan rakyat tolol ditindas oleh diktator yang rugi semua orang. Coba lihat korea utara. Memang rakyatnya sengsara. Tapi adanya kim jong un juga menyusahkan seluruh dunia. Kalo Kim Jong Un punya nuklir boleh, jepang, korea selatan jgua pengen punya. Lama lama semua negara punya. Lalu probabilitas dunia hancur gede. Semua karena satu orang.
Begitu juga denga korupsi di indo. Kalo orang bohong pake agama lalu karena itu korupsi naik, yang rugi kan nggak cuman islam fundamentalis doang, yang mungkin malah untung dapat bagian. Majoritas masyarakat rugi. Masak yang seperti itu dibiarkan? Ya wajar dong orang berusaha mengungkapkan modus modus penipuan di depan umum.
Saya kira saya sudah tidak tahu lagi bagaimana berurusan dengan orang yang menganggap terroris dan diktator sesama mereka. Mereka mau ditindas ya bikin negara sendiri lah atau hidup di daerah sendiri. Saya kira itu satu solusi yang nantinya terjadi.
Well, solusi itu memang sudah terjadi. Hasilnya kita tinggal di negara yang relative menengah dan negara yang lebih kapitalis tinggal di daerah yang relative kaya. Ya mau gimana lagi? Rakyat yang lebih bodoh lagi dari kita negaranya lebih miskin lagi. Rakyat yang lebih pintar dari kita negaranya tambah kaya. Ya saya kira ini sudah karma yang adil. Mau gimana?
Atau kita hanya perlu belajar? Bule juga nggak bikin negara makmur cepat kan?
Satu hal yang pasti, saya tau bagaimana supaya orang islam atau kristen atau hindu atau apapun tidak harus berperang dengan amerika.
Bangunlah negara mereka sendiri dengan baik dan jadikan negara mereka makmur. Kemungkinan di bomb oleh amrik pasti kecil sekali.
Tidak ada negara yang punya Mc Donald berperang satu sama lain.
Ironisnya, theory itu dilanggar 1 kali waktu Nato berperang melawan serbia yang kristen dan berpihak pada kosovo yang islam. Tapi itu karena kosove punya minyak meskipun mereka genocidal juga.
Diubah oleh shouphello 02-11-2017 02:00
0
1.9K
12
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan