- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Bagaimana orang yunani bisa melihat penipuan Odyesius dan bisakah dipakai sekarang?
TS
shouphello
Bagaimana orang yunani bisa melihat penipuan Odyesius dan bisakah dipakai sekarang?
Point:
1. Kadang kadang kita bisa menilai orang bukan dari perkataan tapi dari perbuatan.
2. Karena ini pun susah, andalkanlah technology dari pada orang. Ada alasan kuat kenapa kita mengambil uang di BCA dengan password dan keybca, bukan dengan sumpah dan janji. Karena technology bisa dipercaya dan orang tidak.
3. Jangan memberi kesempatan kedua kepada orang yang sudah pasti nipu.
4. Membedakan orang yang sengaja menipu dengan orang yang secara effective menipu tapi tidak sengaja susah, dan sering kali tidak penting.
5. Hasil susah bohong. Perasaan bisa mendeteksi hasil. Jadi lihat hasil dan perasaan juga dalam deal dengan orang.
6. Kita sering kali tidak akan pernah tahu sesuatu benar atau salah, boro boro menipu sengaja atau tidak. Dalam hal ini lihatlah indikasi penipuan. Kalau ada informasi tidak credible.
Ada orang namaya odyseius. Dia orang pintar. Seperti Zhuge Liang lah. Odysius diajak oleh tentara Yunani untuk menyerang Troya. Tapi Odyesius sudah diramal tidak akan kembali selamat.
Jadi Odyesius tidak mau.
Apa yang dilakukan Odyesius?
Odyesius belagak gila. Dia bajak sawahnya mondar mandir jauh sekali. Lebih baik semua orang bilang dia gila dari pada dia harus berbakti ke negara.
Orang Yunani bingung. Mereka butuh jasa Odeysius. Tapi Odeysiusnya sudah gila. Gimana dong?
Anyway, di sini saya tegaskan kalo ini bukan masalah moral. Sebagian dari kita berpikir odeysius seharusnya mengabdi ke negaranya dan tidak menipu. Sebagian berpikir ini hak asasi manusia odeysius. Saya tidak mau menyalahkan siapa siapa disini. Okay. Ini kita bahas penipuan.
Orang Yunani menaruh bayi kecil Odeysius didepan bajaknya Odeysius. Kalo Odeysius betulan gila, itu bayi akan digilas bajak. Kalo Odeysius waras, dia akan stop.
Odeysius stop.
Sebetulnya ada kemungkinan ke tiga nggak?
Ada
Ini kemungkinan yang menarik. Bisa jadi Odeysius tidak nipu. Dia emang gila. Waktu bayinya didepan dia mendadak dia jadi waras dan tersadarkan.
Kemungkina ketiga ini menarik sekali. Di satu sisi, ini sering dianggap bukan penipuan. Di sisi lain, science menganggap ini penipuan berlapis. Jadi bawah sadarnya odeysius menipu dirinya sendiri supaya lebih bisa meyakinkan orang kalau dia gila. Gilapun strategy.
Kemungkinan ketiga ini menjelaskan banyak phenomena kepercayaan dan kegilaan di dunia. Agama, prejudice, ideology, rasa keadilan, itu semua bisa dijelaskan dari kemungkinan ketiga ini.
Effectnya seperti penipuan dimana orang mencoba meyakinkan orang lain tentang suatu info yang betulnya ngaco atau punya banyak indikasi ngaco. Tapi orang itu melakukan penipuan lagi untuk melapisi penipuan utama supaya bisa menipu masyarakat dan tidak menganggap itu penipuan.
Tapi orang susah bilang ini penipuan. Justru yang bilang ini nipu yang bisa kena pencemarana nama baik, penistaan agama apa lah.
Kemungkinan ketiga ini jauh lebih bahaya dari penipuan biasa. Hukum tidak melarang karena secara technis bukan penipuan. Tapi effectnya seperti penipuan.
Susah sekali membedakan kemungkinan ketiga dan kemungkinan kedua. Susah membedakan orang sengaja sadar nipu dan orang betul betul percaya bullshitnya. Jangankan kita, psycholog saja musti agak advance. Anda bisa belajar NLP untuk tau lebih lanjut. Saya juga lagi belajar.
Akan tetapi membedakan 1 dan (2&3) gampang dan sering kali yang kita perlu tau kan itu. Kita nggak perlu tau orang sengaja atau tidak sengaja menipu kita. Kita hanya perlu tau apakah informasi yang kita percaya, karena tindakan orang tertentu kredible tidak.
Bagaimana mentestnya? Ya kita lihat tindakan orang itu. Kita perlu test dimana orang itu akan bertindak beda apabila infor yang kita ributkan betul atau salah.
Contoh orang Yunani tidak bisa tanya Odyesius, apakah anda benar benar gila? Ya tentu saja Odyesius akan bilang iya, atau belagak gila lagi. Kalo iya, dia begitu. Kalo nggak dia begitu juga. Namanya juga pura pura. Kita perlu signal dimana orang akan melakukan hal yang beda.
Kita nggak bisa tanya pejabat, anda korupsi tidak? Ya tentu dia bilang tidak. Anda perlu bertanya, apa anda setuju dengan e-budgeting? Kalau iya artinya dia pejabat jujur. Kalau tidak artinya dia niat korupsi. Lihat perkataanya. Apa dia pakai kata kata yang artinya jelas dan tidak open to interpretasi? Biasanya orang yang lebih sering memaki lebih jujur dan orang yang lebih sopan lebih sering berbohong.
Raja Solomo tanya ke dua pramuria yang mengclaim itu bayi mereka (gimana ceritanya pramuria bisa punya anak, dan menghadap raja, itu kontroversi kuat tapi itu article lain). Solomo bertanya, siapa yang punya bayi. Baik ibu yang asli maupun yang palsu dua duanya bilang iya. Mungkin dua duanya bener kali. Kita juga nggak tau technology jaman dulu gimana.
Solomo bilang, ya sudah belah saja bayinya. Ibu yang asli nggak mau. Ibu yang palsu bilang silahkan.
You see. Kita perlu test dimana orang jujur dan orang nipu akan melakukan hal yang beda.
Orang bule, ngomongnya di film, fuck, shit, fuck, shit, goddamn, asshole, motherfucker, dan mereka lebih jujur dari orang asia. Untuk pekerjaan tertentu, seperti menyetir kapal terbang, bule lebih jarang nabrak.
Soalnya kalo nabrak, copilotnya bilang, fuck you, we gonna fucking hit the goddamn mountain mother fucker.
Kalo orang korea kapal terbangnya mau nabrak gunung mereka akan bilang, coba lihat ada yang aneh di pemandangan ini. Dan beberapa detik kemudian pilot yang nggak ngerti nabrak sambil berusaha mikir ini maksudnya apa?
Banyak tokoh agama mengajar kita untuk tidak melakukan pornography dan sex diluar nikah.
Ini jujur objective gitu? Atau dia nipu? Atau kemungkinan ketiga? Jadi dia benar benar percaya sex diluar nikah nggak boleh, tapi gitu liat cw mau, ya dia jadi "waras" sikat.
Di sini bilang kalau sex diluar nikah itu tidak boleh itu kepercayaan yang menguntungkan. Jangankan sex diluar nikah. Kalo perlu saya juga mau meyakinkan semua orang kalo sex itu nggak boleh. Biar semua cowok nggak kejar cw kan gw dapetnya jadi gampang. Mengurangi saingan lah.
Bagaimana kita bisa tahu? Gampang. Itu orang sex diluar nikah nggak? Kalo dia jujur percaya betul sex diluar nikah nggak boleh dilarang agama dan cost benefit analysisnya bilang rugi, kan dia pasti nggak. Masak lu percaya saham microsoft naik lu nggak beli? Masak lu percaya saham microsoft turun lu nggak jual?
Kalo orang bilang sex diluar nikah dosa dia sendiri make, ya artinya opini orang itu tidak credible anda bisa abaikan.
Ya ini anda check anda simpulkan sendiri
https://news.detik.com/berita/350226...adacintarizieq
Saya kira nggak fair kalau saya kasih contoh yang merugikan nasbung saja. Ya kalo mau fair, jangankan si rizieq, paus pun dulu punya selir.
Apa itu artinya si rizieq tidak bisa dipercaya. Ya. Tapi kalo mau fair, siapasih dari kita yang tidak munafik? Semua orang memang tidak bisa dipercaya. Kemungkinan ketiga dan kedua itu memang sering dilakukan oleh banyak orang. Nggak ada yang bisa dipercaya.
Pengacara, ulama, pendeta, scientist, semua orang. Semua bisa bohong.
Itu kenapa kita harus teliti memeriksa argument mereka.
1. Kadang kadang kita bisa menilai orang bukan dari perkataan tapi dari perbuatan.
2. Karena ini pun susah, andalkanlah technology dari pada orang. Ada alasan kuat kenapa kita mengambil uang di BCA dengan password dan keybca, bukan dengan sumpah dan janji. Karena technology bisa dipercaya dan orang tidak.
3. Jangan memberi kesempatan kedua kepada orang yang sudah pasti nipu.
4. Membedakan orang yang sengaja menipu dengan orang yang secara effective menipu tapi tidak sengaja susah, dan sering kali tidak penting.
5. Hasil susah bohong. Perasaan bisa mendeteksi hasil. Jadi lihat hasil dan perasaan juga dalam deal dengan orang.
6. Kita sering kali tidak akan pernah tahu sesuatu benar atau salah, boro boro menipu sengaja atau tidak. Dalam hal ini lihatlah indikasi penipuan. Kalau ada informasi tidak credible.
Ada orang namaya odyseius. Dia orang pintar. Seperti Zhuge Liang lah. Odysius diajak oleh tentara Yunani untuk menyerang Troya. Tapi Odyesius sudah diramal tidak akan kembali selamat.
Jadi Odyesius tidak mau.
Apa yang dilakukan Odyesius?
Odyesius belagak gila. Dia bajak sawahnya mondar mandir jauh sekali. Lebih baik semua orang bilang dia gila dari pada dia harus berbakti ke negara.
Orang Yunani bingung. Mereka butuh jasa Odeysius. Tapi Odeysiusnya sudah gila. Gimana dong?
Anyway, di sini saya tegaskan kalo ini bukan masalah moral. Sebagian dari kita berpikir odeysius seharusnya mengabdi ke negaranya dan tidak menipu. Sebagian berpikir ini hak asasi manusia odeysius. Saya tidak mau menyalahkan siapa siapa disini. Okay. Ini kita bahas penipuan.
Orang Yunani menaruh bayi kecil Odeysius didepan bajaknya Odeysius. Kalo Odeysius betulan gila, itu bayi akan digilas bajak. Kalo Odeysius waras, dia akan stop.
Odeysius stop.
Sebetulnya ada kemungkinan ke tiga nggak?
Ada
Ini kemungkinan yang menarik. Bisa jadi Odeysius tidak nipu. Dia emang gila. Waktu bayinya didepan dia mendadak dia jadi waras dan tersadarkan.
Kemungkina ketiga ini menarik sekali. Di satu sisi, ini sering dianggap bukan penipuan. Di sisi lain, science menganggap ini penipuan berlapis. Jadi bawah sadarnya odeysius menipu dirinya sendiri supaya lebih bisa meyakinkan orang kalau dia gila. Gilapun strategy.
Kemungkinan ketiga ini menjelaskan banyak phenomena kepercayaan dan kegilaan di dunia. Agama, prejudice, ideology, rasa keadilan, itu semua bisa dijelaskan dari kemungkinan ketiga ini.
Effectnya seperti penipuan dimana orang mencoba meyakinkan orang lain tentang suatu info yang betulnya ngaco atau punya banyak indikasi ngaco. Tapi orang itu melakukan penipuan lagi untuk melapisi penipuan utama supaya bisa menipu masyarakat dan tidak menganggap itu penipuan.
Tapi orang susah bilang ini penipuan. Justru yang bilang ini nipu yang bisa kena pencemarana nama baik, penistaan agama apa lah.
Kemungkinan ketiga ini jauh lebih bahaya dari penipuan biasa. Hukum tidak melarang karena secara technis bukan penipuan. Tapi effectnya seperti penipuan.
Susah sekali membedakan kemungkinan ketiga dan kemungkinan kedua. Susah membedakan orang sengaja sadar nipu dan orang betul betul percaya bullshitnya. Jangankan kita, psycholog saja musti agak advance. Anda bisa belajar NLP untuk tau lebih lanjut. Saya juga lagi belajar.
Akan tetapi membedakan 1 dan (2&3) gampang dan sering kali yang kita perlu tau kan itu. Kita nggak perlu tau orang sengaja atau tidak sengaja menipu kita. Kita hanya perlu tau apakah informasi yang kita percaya, karena tindakan orang tertentu kredible tidak.
Bagaimana mentestnya? Ya kita lihat tindakan orang itu. Kita perlu test dimana orang itu akan bertindak beda apabila infor yang kita ributkan betul atau salah.
Contoh orang Yunani tidak bisa tanya Odyesius, apakah anda benar benar gila? Ya tentu saja Odyesius akan bilang iya, atau belagak gila lagi. Kalo iya, dia begitu. Kalo nggak dia begitu juga. Namanya juga pura pura. Kita perlu signal dimana orang akan melakukan hal yang beda.
Kita nggak bisa tanya pejabat, anda korupsi tidak? Ya tentu dia bilang tidak. Anda perlu bertanya, apa anda setuju dengan e-budgeting? Kalau iya artinya dia pejabat jujur. Kalau tidak artinya dia niat korupsi. Lihat perkataanya. Apa dia pakai kata kata yang artinya jelas dan tidak open to interpretasi? Biasanya orang yang lebih sering memaki lebih jujur dan orang yang lebih sopan lebih sering berbohong.
Raja Solomo tanya ke dua pramuria yang mengclaim itu bayi mereka (gimana ceritanya pramuria bisa punya anak, dan menghadap raja, itu kontroversi kuat tapi itu article lain). Solomo bertanya, siapa yang punya bayi. Baik ibu yang asli maupun yang palsu dua duanya bilang iya. Mungkin dua duanya bener kali. Kita juga nggak tau technology jaman dulu gimana.
Solomo bilang, ya sudah belah saja bayinya. Ibu yang asli nggak mau. Ibu yang palsu bilang silahkan.
You see. Kita perlu test dimana orang jujur dan orang nipu akan melakukan hal yang beda.
Orang bule, ngomongnya di film, fuck, shit, fuck, shit, goddamn, asshole, motherfucker, dan mereka lebih jujur dari orang asia. Untuk pekerjaan tertentu, seperti menyetir kapal terbang, bule lebih jarang nabrak.
Soalnya kalo nabrak, copilotnya bilang, fuck you, we gonna fucking hit the goddamn mountain mother fucker.
Kalo orang korea kapal terbangnya mau nabrak gunung mereka akan bilang, coba lihat ada yang aneh di pemandangan ini. Dan beberapa detik kemudian pilot yang nggak ngerti nabrak sambil berusaha mikir ini maksudnya apa?
Banyak tokoh agama mengajar kita untuk tidak melakukan pornography dan sex diluar nikah.
Ini jujur objective gitu? Atau dia nipu? Atau kemungkinan ketiga? Jadi dia benar benar percaya sex diluar nikah nggak boleh, tapi gitu liat cw mau, ya dia jadi "waras" sikat.
Di sini bilang kalau sex diluar nikah itu tidak boleh itu kepercayaan yang menguntungkan. Jangankan sex diluar nikah. Kalo perlu saya juga mau meyakinkan semua orang kalo sex itu nggak boleh. Biar semua cowok nggak kejar cw kan gw dapetnya jadi gampang. Mengurangi saingan lah.
Bagaimana kita bisa tahu? Gampang. Itu orang sex diluar nikah nggak? Kalo dia jujur percaya betul sex diluar nikah nggak boleh dilarang agama dan cost benefit analysisnya bilang rugi, kan dia pasti nggak. Masak lu percaya saham microsoft naik lu nggak beli? Masak lu percaya saham microsoft turun lu nggak jual?
Kalo orang bilang sex diluar nikah dosa dia sendiri make, ya artinya opini orang itu tidak credible anda bisa abaikan.
Ya ini anda check anda simpulkan sendiri
https://news.detik.com/berita/350226...adacintarizieq
Saya kira nggak fair kalau saya kasih contoh yang merugikan nasbung saja. Ya kalo mau fair, jangankan si rizieq, paus pun dulu punya selir.
Apa itu artinya si rizieq tidak bisa dipercaya. Ya. Tapi kalo mau fair, siapasih dari kita yang tidak munafik? Semua orang memang tidak bisa dipercaya. Kemungkinan ketiga dan kedua itu memang sering dilakukan oleh banyak orang. Nggak ada yang bisa dipercaya.
Pengacara, ulama, pendeta, scientist, semua orang. Semua bisa bohong.
Itu kenapa kita harus teliti memeriksa argument mereka.
Diubah oleh shouphello 24-10-2017 09:54
0
1.4K
16
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan