alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59e9635ddcd770da688b456a/seronoknya-menikmati-kehidupan
Poll: Siapakah Aku

63 days left - 44 Voters

View Poll
Aku 15.91% (7 votes)
Kamu 18.18% (8 votes)
Dia 20.45% (9 votes)
Kita 18.18% (8 votes)
Nganu 27.27% (12 votes)
Seronoknya Menikmati Kehidupan
Di saat ini
Ingin ku terlena lagi
Terbang tinggi di awan
Tinggalkan bumi di sini iiii iiiii
Spoiler for di saat ini ingiku tuliskan lagu sambil kukenang wajah muuu:

Lagu Ahmad Albar tentang syair kehidupan menemaniku. Pikiran nanar menatap jauh. Arah hidup yang di jalani harus terus di nikmati. Hujan panas silih berganti sudah terlewati.

Quote:Dua dasawarsa silam masa bermainku tak berasa sudah di makan waktu dan tenggelam. Cita dan angan begitu tinggi kini jauh tergapai tangan tuk kugenggam. Namun, semua itu kucoba tak terbawa pikiranku dalam lingkaran suram. Kunikmati saja disaat malam. Ku kerjakan saja tugas dan apa yang harus ku lakukan di benderang ya mentari hingga sang Surya tenggelam. Lalu ku bersantai kembali menikmati beningnya malam. Kuputuskan merebahkan diri menggapai mimpi dalam keheningan malam. Walaupun saat itu masih ada yang membatik dengan malam hitam.

Saat sang Surya pancarkan sinarnya, jiwa pengelana mulai gelisah, aku menapaki susuran jejak jalan kehidupan. Ditengah kota gegap gempita kendaraan dan manusia yang menjualkan diri dalam keramayan. Dari sangar kehidupan hingga ramahnya jalanan bisa di temukan. Semua coba dijalankan. Jatuh bangun berdiri kembali, merayap merangkak mencoba menikmati seronoknya kehidupan.

Aku ibarat sebuah kecambah yang sedang tumbuh, ah tapi bukan, karena aku punya pikiran sedangkan toge hanya tumbuhan. Aku menganggap diri sebagai sebatang pohon, ah tapi bukan karena pohon diam mengakar menembus selapis demi lapis tanah kehidupan. Lalu apakah diri ini sebenarnya,? Masih terus kucari jawabannya. Mengikuti nasihat lagu tanya pada rumput yang bergoyang semuanya pun terdiam. Hingga aku berpikir, aku ya aku, kamu ya kamu, dia ya dia dan seterusnya. Semua status telah kucoba putus. Namun belum kukuh hati memutus.

Hari yang kulalui berganti ganti, apakah semuanya menyenangkan?. Tentu tidak, karena semua masih terpengaruh pasang surutnya emosi jiwa, jauh dekatnya pikiran nanar mengelayap. Dan aku mengenang sejenak masa lalu. Saat bermain bersama teman, keluar masuk belukar rimbunnya pepohonan, yang kini menjadi tempat terbuka area pertambangan.

Dulu masih ku ingat disana, saat belajar berenang, tak berani masuk ke kolam penyaringan, yang luas dan dalam sisa lumpur pertambangan. Namun ayahku menangkap ku dan melemparkannya ketengah kolam, dia cuma berdiri di tepi kolam, sedang kaki tanganku terus berayun bergerak, menggapai gapai, timbul tenggelam berputar dan tersedak dinginnya air waktu itu, hingga sampai ke tepi. Lalu menangis kencang sesegukan meraung memecah kesunyian tempat yang sepi area pertambangan yang baru di kupas. Selang beberapa saat aku mulai diam. Lalu ayah mendekat dan berkata sudah nangisnya,? Kamu seorang pria yang akan kamu jalani lebih kejam mungkin dari ini. Daku terdiam tak mengerti. Tiba tiba ayah menangkap ku dan melemparkannya kembali daku ketengah kolam hingga berulang kali. Dan setelah berpuluh kali pada saat aku di lempar ketengah, rasa mulai beda, mulai ku anggap ah biasa saja, kaki tangan pun mulai berayun dengan santai , memainkan irama tirta, memercik air di tengah kolam. Aku mulai merasa senang mengambang, ayah teriak, terus, terus, teruskan, lanjutkan, salam dua periode.

Aku pun mulai mengerti satu hal saat itu. Aku mulai bisa mengambang hingga berenang renang mengitari kolam karena dipaksa dan terpaksa. Rasa takut di lewati sebab semua terpaksa dijalani. Dan saat ini baru ku sadari, keterpaksaan terkadang adalah salah satu cara agar daku bisa nikmati seronoknya kehidupan.

Tak terasa waktu berjalan, membuat tulisan ini sambil menyeruput anugerah napas kehidupan. Kulihat penanda waktu memanggilku seakan. Mengingatkan ku bahwa sesaat lagi sudah harus aku kerjakan, tugas kemarin yang belum tunai . Hutang kerja yang belum usai. Di lain waktu kulanjutkan catatan ini. Untuk bisa aku baca kembali.

Seronoknya Menikmati Kehidupan
gif by google plus

2 post #17
3 #MondayMotivation post #28

Sam bung beer emoticon-Traveller
seronok itu kalau malaysia..indah yak
Nenda disini boleh kah?
tandain dulu, lg di jalan emoticon-Ngacir
Coy aer minum lu kobok lagi ?
Jejak dulu..

#ambil nyari tiker buat lesehan sambil bacabaca nanti abis jumatan an... emoticon-Ngacir
percampuran 2 bahasa nih
lagu kenangan ane masih zaman kerja di kapal nih, dah lama banget ga dengerin nya emoticon-Matabelo
ini apaan? emoticon-gagalpaham
Puisi kah? Atau sajak? Pindah kali ya ke poetry
Paan neh emoticon-dor
Let it flow emoticon-Angkat Beer
Yg ane inget tulisan di atas cuma kata "kecambah" gan, gatau napah...
nganu.. puisinya syahduh gan emoticon-Frown
Quote:Original Posted By punkfajar
seronok itu kalau malaysia..indah yak


Tepat sekali gan, dengan kata lain sedap di pandang mata
Mata penglihatan
Mata kenangan
Dan mata nganu
Quote:Original Posted By budhie
lagu kenangan ane masih zaman kerja di kapal nih, dah lama banget ga dengerin nya emoticon-Matabelo


dah tua kayaknya lu bre

emoticon-Shakehand2

#2 Tenda Persinggahan Dan Ikat Tanggungan Menuju Tujuan

Quote:Aku berkelana
Berjalan menapaki, kehidupan dan menikmati perjalanan. Tujuan menanti di depan. Jalan berliku lurus dan berliku lagi mesti terlewatkan. Sampai mestinya tiba di tujuan.

Akhggghhh tapi.....
Kuhela napas sejanak. Terlintas bosan dalam pikiran mungkin butuh tertibkan kejenuhan. Pikiran nakal mulai menatap miring kiri, jiwa petualangan pun mengajak serong ke kanan. Aku bimbang. Goyang. Cekidat cekidot. Sedang aku tak punya dot. Sebagai pegangan.

Menerawang. Melayang. Bimbang. Tenang tenang. Ini hanya bunga dan kembang. Yang biasa di temui di perjalanan. Lalu, ikat tanggungan seakan memanggilku. Mengingatkan kepadaku. Menyadarkan ku. Kembalilah sayang. Aku dan tali temali kecil menantikanmu. Hati hatilah sayang. Semoga cepat dan selamat dalam perjalanan. Suara itu, sepertinya jelas terdengar di telingaku.

Ku coba untuk kembali memandang jalan lintasan. Yang sudah di petakan. Ku coba teguh terus berjalan. Meski tenda persinggahan seakan memanggilku. Sementara ini tenda persinggahan ku anggap hanya sebagai ilusi. Optik kaki kumainkan. Terus berjalan. Pandangan mata sementara kuabaikan. Entah sampai kapan.

Sementara , hari ini, tenda persinggahan, kuanggap hanya sebagai ilusi, hanya pintasan imajinasi, karena lapar jiwa, lapar raga, mungkin belum bertemu nasi.

Aku makan sementara berjalan, dari bekal yang di persiapkan. Hati gundah beri perintah minggir menepi. Menuju tenda persinggahan. Disini ....

Tenda itu memanggilku, sementara tak mampir aku. Cuma saat ini. Nanti saja. Kutunda sejenak. Godaan jiwa diri pengembara. Yang mencari tenda persinggahan. Aku harus jalan sedikit lagi jalan.

Walau nanti mungkin singgah di tenda persinggahan
Walau nanti mungkin menetap di tenda persinggahan
Entahlah, aku tak tau pasti di depan. Namun untuk saat ini aku lebih memilih, suara yang memanggilku, dan mengingat kan, tali temali kecil yang menunggu
Quote:
Spoiler for Cinta Persinggahan:

- namun tenda persinggahan mungkin begitu menawan -
emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio emoticon-Motret emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio


Quote:Original Posted By djoeragancendol
Nenda disini boleh kah?

sampai jumpa gan di catatan selanjutnya
nyimak dulu y kak emoticon-nyantai
Quote:Original Posted By .hello.there.
nganu.. puisinya syahduh gan emoticon-Frown


Seperti nya bahasanya dikenal ini?
Tapi ah sudahlah emoticon-Traveller
Untuk Sementara Aku Kunci dahulu Untuk Kuisi Di lain waku
Spoiler for Aku menutup ini Hanya sementara: