- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Mengapa saya suka mekanisme pasar?
TS
shouphello
Mengapa saya suka mekanisme pasar?
Notice, saya tidak sedang mempromosikan mekanisme pasar. Mempromosikan mekanisme pasar itu seperti bilang ke wasit lomba lari. Pak, menangkan pelari warna biru.
Itu nggak adil. Yang adil, kita bilang Pak, menangkan yang sudah terbukti lari paling kencang. Pastikan lombanya adil, semua start sama, liat yang sampai finish duluan siapa.
Saya tidak mempromosikan mekanisme pasar. Yang saya anjurkan adalah pilh yang sudah terbukti paling jalan. Kamu punya nilai apa saja, kemakmuran, pemerataan, demokrasi, lihat yang mana yang paling jalan dan tiru. Dan itu jawabannya bukan mekanisme pasar murni. Semua negara agak mix kok. Mixnya gimana ya kita pelajari pilih yang terbaik.
Anggap saja semua ideology itu koki. Pilih yang makanannya paling enak. Yang penting bukan kokinya siapa. Yang penting kamu suka hasil masakannya nggak.
Apa alasan utama saya suka mekanisme pasar? Persamaan derajat.
Barusan kendaraan online dilarang di Jabar.
Darah saya mendidih mendengarnya. Mengapa? Saya merasa aturan tersebut merendahkan derajat seluruh umat manusia.
Memang kita anjing atau babi atau sapi perahan atau budak?
Banyak pengusaha "resmi" demonstrasi minta kendaraan online dilarang. Siapa mereka? Apakah mereka Tuhan? Dewa? Apakah mereka raja kita? Apakah kita budak mereka?
Siapa mereka sampai mereka bisa punya "hak" untuk mengatur kita mau pake service apa?
Itu yang terjadi kalau kita tidak menghargai kebebasan individu. Anda cari uang baik baik. Halal. Ya saya bukan ahli agama, tapi memang di kitab suci ada tulisan jangan jadi sopir gojek online? Ya nggak kan. Anda tidak menipu. Anda tidak memaksa.
Tapi orang lain, punya hak untuk melarang anda mencari nafkah.
Anda pikir ya saya toh bukan sopir online ini. Iya saya juga bukan. Tapi itu terjadi berulang ulang. Sekarang sopir online. Besok restoran.
Lama lama semua orang jualan taik. Jual nasi goreng nggak boleh. Jual KFC nggak boleh. Cuman yang jualan taik doang yang laku karena mereka tinggal menuntut pemerintah untuk melarang produk yang justru jauh lebih baik.
Semua orang berusaha meninggikan derajatnya dengan merendahkan orang lain supaya mereka bisa seenak jidat mengatur hidup orang lain.
Tidak ada persamaan derajat diluar mekanisme pasar.
Diluar pasar kita perlu "ijin" yang sewaktu waktu bisa dicabut oleh pejabat yang maha kuasa dengan alasan yang tidak masuk akal. Diluar mekanisme pasar, kita semua harus menjilat sepatu pejabat supaya diijinkan berusaha.
Saya pernah dengar orang berdagang. Lalu oknum polisi tinggal datang lalu mengangkut semua barang dagangannya. Tentu saja polisinya mau setoran. Pedagang yang ketakutan bayar.
Tidak ada aturan jelas. Kalau barang sudah diangkut polisi tinggal hancurkan atau sita, pengusaha tidak bisa apa apa. Semua karena si pengusaha "melanggar aturan" yang nggak jelas dan jelas digunakan untuk memeras.
Dalam mekanisme pasar, selama kita tidak menipu atau memaksa semua boleh. Kalo toh ada hal yang tidak boleh aturan jelas. Pejabat tidak bisa sewenang wenang mencabut ijin.
Kita kerja di garasi bikin program, bisa jadi billionaire. Tidak ada pejabat maha kuasa bilang, wah nggak boleh, saingan lu jadi nggak laku. Kita semua sederajat. Tidak ada yang bisa melarang kita.
Lihat Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zukenberg, Larry Page?
Mereka semua hanya rakyat jelata. Mereka bukan ningrat dan tidak punya jabatan atau pangkat atau status social tinggi. Tapi karena mekanisme pasar, mereka berhak dan bisa kaya.
Coba lihat di korea utara. Cuman Kim Jong Un dan orang yang diijinkannya saja yang kaya.
Ada banyak hal kenapa saya suka mekanisme pasar.
Tapi yang utama, adalah persamaan derajat.
Itu nggak adil. Yang adil, kita bilang Pak, menangkan yang sudah terbukti lari paling kencang. Pastikan lombanya adil, semua start sama, liat yang sampai finish duluan siapa.
Saya tidak mempromosikan mekanisme pasar. Yang saya anjurkan adalah pilh yang sudah terbukti paling jalan. Kamu punya nilai apa saja, kemakmuran, pemerataan, demokrasi, lihat yang mana yang paling jalan dan tiru. Dan itu jawabannya bukan mekanisme pasar murni. Semua negara agak mix kok. Mixnya gimana ya kita pelajari pilih yang terbaik.
Anggap saja semua ideology itu koki. Pilih yang makanannya paling enak. Yang penting bukan kokinya siapa. Yang penting kamu suka hasil masakannya nggak.
Apa alasan utama saya suka mekanisme pasar? Persamaan derajat.
Barusan kendaraan online dilarang di Jabar.
Darah saya mendidih mendengarnya. Mengapa? Saya merasa aturan tersebut merendahkan derajat seluruh umat manusia.
Memang kita anjing atau babi atau sapi perahan atau budak?
Banyak pengusaha "resmi" demonstrasi minta kendaraan online dilarang. Siapa mereka? Apakah mereka Tuhan? Dewa? Apakah mereka raja kita? Apakah kita budak mereka?
Siapa mereka sampai mereka bisa punya "hak" untuk mengatur kita mau pake service apa?
Itu yang terjadi kalau kita tidak menghargai kebebasan individu. Anda cari uang baik baik. Halal. Ya saya bukan ahli agama, tapi memang di kitab suci ada tulisan jangan jadi sopir gojek online? Ya nggak kan. Anda tidak menipu. Anda tidak memaksa.
Tapi orang lain, punya hak untuk melarang anda mencari nafkah.
Anda pikir ya saya toh bukan sopir online ini. Iya saya juga bukan. Tapi itu terjadi berulang ulang. Sekarang sopir online. Besok restoran.
Lama lama semua orang jualan taik. Jual nasi goreng nggak boleh. Jual KFC nggak boleh. Cuman yang jualan taik doang yang laku karena mereka tinggal menuntut pemerintah untuk melarang produk yang justru jauh lebih baik.
Semua orang berusaha meninggikan derajatnya dengan merendahkan orang lain supaya mereka bisa seenak jidat mengatur hidup orang lain.
Tidak ada persamaan derajat diluar mekanisme pasar.
Diluar pasar kita perlu "ijin" yang sewaktu waktu bisa dicabut oleh pejabat yang maha kuasa dengan alasan yang tidak masuk akal. Diluar mekanisme pasar, kita semua harus menjilat sepatu pejabat supaya diijinkan berusaha.
Saya pernah dengar orang berdagang. Lalu oknum polisi tinggal datang lalu mengangkut semua barang dagangannya. Tentu saja polisinya mau setoran. Pedagang yang ketakutan bayar.
Tidak ada aturan jelas. Kalau barang sudah diangkut polisi tinggal hancurkan atau sita, pengusaha tidak bisa apa apa. Semua karena si pengusaha "melanggar aturan" yang nggak jelas dan jelas digunakan untuk memeras.
Dalam mekanisme pasar, selama kita tidak menipu atau memaksa semua boleh. Kalo toh ada hal yang tidak boleh aturan jelas. Pejabat tidak bisa sewenang wenang mencabut ijin.
Kita kerja di garasi bikin program, bisa jadi billionaire. Tidak ada pejabat maha kuasa bilang, wah nggak boleh, saingan lu jadi nggak laku. Kita semua sederajat. Tidak ada yang bisa melarang kita.
Lihat Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zukenberg, Larry Page?
Mereka semua hanya rakyat jelata. Mereka bukan ningrat dan tidak punya jabatan atau pangkat atau status social tinggi. Tapi karena mekanisme pasar, mereka berhak dan bisa kaya.
Coba lihat di korea utara. Cuman Kim Jong Un dan orang yang diijinkannya saja yang kaya.
Ada banyak hal kenapa saya suka mekanisme pasar.
Tapi yang utama, adalah persamaan derajat.
Diubah oleh shouphello 13-10-2017 23:27
0
837
8
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan