Kaskus

News

deniswiseAvatar border
TS
deniswise
WP KPK: Jika Kasus Novel Tak Diungkap, Kami Sasaran Selanjutnya
Jakarta - Perwakilan pengurus Wadah Pegawai (WP) KPK, Aulia, ingin agar pelaku teror terhadap Novel Baswedan segera diungkap. Aulia menyebut sasaran teror selanjutnya adalah seluruh pegawai KPK apabila kasus itu tak kunjung selesai.

"Seandainya kasus Novel tidak diungkap, kita semua pegawai KPK bersiap saja menunggu serangan selanjutnya. Karena pelaku masih berkeliaran. Apa pun bentuknya, kita serahkan bagaimana prosesnya, yang penting pelaku diungkap," kata Aulia di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2017).

Hal itu disampaikan Aulia bersama Koalisi Masyarakat Antikorupsi, bertepatan dengan 6 bulan sejak peristiwa teror menimpa Novel pada 11 April 2017. Salah satu rekan Novel yang juga hadir, Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat berkomunikasi dengan Novel melalui video call.

Dahnil menyebut Novel akan menjalani operasi tahap kedua untuk mata kirinya pada bulan ini. Setelahnya, Novel direncanakan kembali ke Jakarta dan bekerja kembali di KPK. Dahnil pun berharap KPK tetap mendukung Novel.

"Maka jangan sampai ada upaya misalnya mencampakkan Novel dalam peran-perannya sebagai penyidik KPK. Misalnya ada upaya memindahkan Novel ke mana supaya peran orang ini tidak signifikan lagi di KPK agar orang ini tidak punya magnitude lagi di KPK. Ini yang harus dihentikan," kata Dahnil.

Di tempat yang sama, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut penyerangan terhadap Novel itu bukanlah pada seorang individu, tetapi pada KPK sebagai lembaga. Oleh sebab itu, KPK ingin pelaku penyerangan segera diungkap.

"Sikap KPK melihat penyerangan tersebut, tentu saja KPK melihat sejak awal penyerangan Novel bukan penyerangan individu. Tapi kami pandang sebagai serangan terhadap kerja-kerja KPK. Oleh karena itu, komitmen KPK, seluruh jajaran ingin pelaku penyerangan ini segera diungkap," kata Febri.

Pimpinan KPK Harus Tentukan Sikap Tegas terkait Teror pada Novel

Dahnil juga mendesak pimpinan KPK tegas dalam bersikap. Dahnil menyebut pimpinan KPK seharusnya selalu hadir dan bersuara lantang untuk melindungi seluruh pegawainya dari ancaman teror.

"Saya mendesak pimpinan KPK terang bersikap. Sampai detik ini, orang yang nalarnya sehat, apalagi mereka yang paham, proses penyelidikan harusnya bisa tuntas dengan mudah," Dahnil.

Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 seusai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya di Jakarta Utara. Kedua mata Novel terpapar air keras, mata kirinya yang paling parah harus dioperasi.

Pada akhir bulan Oktober ini, Novel akan menjalani operasi tahap kedua pada mata kirinya. Setelah itu, Novel disebut akan kembali ke Jakarta untuk bertugas lagi di KPK.

https://news.detik.com/berita/d-3680...an-selanjutnya

ngeri juga ya...
0
2K
28
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan