Kaskus

News

tribunnews.comAvatar border
TS
tribunnews.com
Bus Bentuk Apapun Martin Bisa Dibikin Tiruan Mininya
Bus Bentuk Apapun Martin Bisa Dibikin Tiruan Mininya

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Berawal dari minat pada bus di Tanah Air, pria asal Dusun Krajan, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Stephanus Martin (29) mendulang pundi-pundi uang.

Lulusan SMK Negeri 1 Bawen ini membikin miniatur bus. "Dulu, setelah lulus SMK, langsung bekerja di toko tanaman di Yogyakarta. Sembari kerja, saya mencoba merakit miniatur bus," kata lulusan jurusan teknik mesin pertanian, Selasa (10/10/2017).

Baca: Mendadak, Sri Sultan HB X Dilantik Presiden Jokowi Jadi Gubernur DIY di Istana Negara

Dari keisengan tersebut, ada seorang kenalan yang tertarik dan membeli hasil karyanya itu.

"Iseng-iseng saya upload juga foto miniatur bus yang saya buat, ke media sosial sehingga ada yang berminat membeli," sambung Martin.

Dia mengatakan, dari modal awal Rp 400 ribu untuk membuat bus pertamanya, bus tersebut laku seharga Rp 800 ribu.

Baca: Ada Jihad yang Lebih Luas lagi Yaitu Berjuang untuk Mensejahterakan Rakyat kata Ahmad Satori Ismail

Setelah ada satu karyanya yang dibeli, Martin giat membuat miniatur bus dan mempostingnya ke media sosial.

Dia pun kebanjiran pesanan. Pada 2012, Martin memutuskan berhenti dari pekerjaan yang telah digeluti 2,5 tahun.

Martin membuat bus dari jenis klasik, high deck (HD), super high deck (SHD), dan double decker.

Ukuran miniatur bus yang digunakan mulai 60-70 sentimeter dan tinggi 17-19 sentimeter. Sementara lebar bus 12,5 sentimeter.

"Pertama, saya buat bodinya. Selanjutnya, interior, mesin, dan terakhir dirakit. Mesin ini untuk menyalakan lampu bus dan lampu sein," ungkapnya.

Martin mengatakan, kini harga miniatur bus buatannya dipatok Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

Harga Rp 2,5 juta tersebut untuk bus double decker yang memiliki pintu, bagasi, dan pintu mesin di bagian belakang yang bisa dibuka.

Saat ini, Martin hanya menggunakan triplek sebagai bahan utama. Dia berencana menggunakan bahan fiber untuk menghasilkan miniatur bus yang lebih bagus.

"Untuk membuat satu bus, butuh waktu setidaknya tiga minggu," jelasnya.

Menurut Martin, usaha yang dimulai dari minat dan hobi itu cukup menjanjikan. Minimal, setiap bulan, ada satu pesanan yang diterima.

"Ada beberapa pesanan miniatur bus yang saya kirim hingga Medan dan Pontianak. Bahkan, beberapa driver bus dari perusahan otobus juga ada yang pernah memesan," ujarnya. (*)


Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...tiruan-mininya

---

Baca Juga :

- Empat dari Delapan Korban Jet Blast Masih Dirawat Intensif di RS

- 'Muhammad Adam Meninggal karena Ada Pembinaan dari Senior Tingkat Tiga'

- Jet Blast Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Ahmad Yani Semarang Akibatkan Satu Korban Luka Berat

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
632
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan