alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59dbeb7e96bde6dd0c8b4567/aksi-mendag-baca-puisi-karangannya-kursi-berduri-menteri
Aksi Mendag Baca Puisi Karangannya 'Kursi Berduri Menteri'
Duduk di kursi berduri, bagaimana rasanya? πŸ€”. Bila kursi berduri memang betul ada tentulah semua akan menghindarinya. Karena tentulah sakit rasanya bila betul betul itu ada dalam konotasi yang seadanya. Namun kursi berduri di sini yang dimaksud adalah kursi kiasan yang di hadirkan seorang menteri ketika memangku atau menyanggupi sebuah amanat dari negara.
Aksi Mendag Baca Puisi Karangannya 'Kursi Berduri Menteri'
Quote:Dalam keseharian kita memandang, memiliki sebuah jabatan dan posisi penting di struktur organisasi pemerintahan tentulah nyaman rasanya. Padahal di sana terdapat ribuan tuntutan tanggung jawab yang harus di laksanakan.
Di sana terdapat jutaan tuntutan rakyat sebagai amanat yang harus di kerjakan dengan hikmat.
Di sana ada bertumpuk tugas yang menunggu pengerjaan dengan lugas.
Disana ada arus yang harus di arahkan dengan bagus.
Di sana juga ada malam yang bisa menjeratnya dalam kelam.
Di sana terdapat banyak catatan yang harus segera terselesaikan

Sebagai salah satu pemangku jabatan menjalankan amanat Negeri tentulah posisi menteri tak salah bila di gambarkan sebagai kursi berduri. Karena memang sejatinya jabatan terkadang seperti makan buah simalakama begitulah sebagian orang memandangnya, dan memberikan makna kiasan terhadap apa yang di tugaskan.

Saat duduk berdiam diri maka duri menusuk diri. Tak mungkin akan ada kenyamanan bila benar tanggung jawab di kerjakan. Mungkin kira kira begitulah secara singkat makna puisi " kursi berduri menteri " yang di gambarkan oleh pak menteri ini. Penggambaran yang tertuang dalam puisinya tentu karena berbagai alasan yang ada dan telah menghiasi sepanjang perjalanan hidupnya.

Cara memandang jabatan sebagai beban dan tanggung jawab yang harus di penuhi bila telah bersedia dan bersumpah untuk di sanggupi, perlu di tularkan ke banyak pribadi. Dari jajaran petinggi penting negeri ini hingga ke kita kita sebagai penonton atau sekedar pembaca. Cara lawas yang memandang sebuah jabatan sebagai posisi roti renyah dan singgah sana empuk tak perlu lagi kita pupuk. Sebagai contoh nasihat para ortu kita dulu seringkali mengatakan belajar yang rajin, sekolah yang bener nanti bisa jadi Mentri seperti bapak anu, ibu ana, si ane dll. Kalo sudah jadi pejabat seperti mereka itu enak, hidup terjamin, duit banyak dll. Emang sih ga ada masalahnya dengan nasihat ortu kita dulu. Namun bila posisi kita saat ini sudah seperti ortu kita dulu, tentu kita harus modifikasi nasihat seperti itu untuk kita sampaikan kepada anak anak kita. Mesti kita sampaikan juga tanggung jawab dunia akhirat yang menanti bila kita mendapat amanat dan kita sanggupi. Karena setiap jaman terdapat perubahan maka bekal mental kepada generasi penerus kita mesti kita siapkan.

Cara pandang diri kita pun bila saat ini masih menggunakan anggap sebuah amanat sebagai kemegahan yang harus di perebutkan juga mesti kita sedikit miringkan dengan melihatnya sebagai sebuah kursi berduri yang siap menancapkan serta menusuk siapapun yang hendak duduk. walau kursi berduri dalam berita ini hanyalah isi dalam sebuah puisi namun ada beberapa pelajaran yang bisa kita resapi.


πŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’ΊπŸ’Ί

Aksi Mendag Baca Puisi Karangannya 'Kursi Berduri Menteri'
Quote:Rangkaian info berita dari puisi kursi berduri menteri sudah termuat dalam beberapa berita online yang salah satu nya bisa kita baca sebagai berikut ini:


Acara puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2017 dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh sejumlah pejabat di Tanah Air. Salah satunya puisi berjudul 'Kursi Berduri Menteri' yang dibacakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

"Kursi berduri menteri. Apa gunanya harga pangan naik tetapi petani tercekik. Apa gunanya stok melimpah tetapi pembeli gelisah," begitu petikan puisi Mendag yang dibacakan di Gedung Graha Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2017).

Riuh penonton pun terdengar saat Mendag membacakan tiga bait pertama puisi yang ia karang sendiri. Politikus Partai NasDem itu pun merespons dengan senyuman sambil melihat ke arah penonton.

"Kursiku masih bersandarkan duri. Aku akan tetap berdiri dan bahkan berlari untuk mewujudkan harapan. Dan cita-cita anak negeri adalah kerja, kerja, kerja, kerja terus tanpa henti," tutup Enggartiasto.

Berikut sajak puisi karya Mendag dalam HPI 2017:

Kursi Berduri Menteri
Aksi Mendag Baca Puisi Karangannya 'Kursi Berduri Menteri'
Apa gunanya harga pangan naik tetapi petani tercekik
Apa gunanya stok melimpah tetapi pembeli gelisah
Lalu aku bertanya pada diri sendiri, apa gunanya aku jadi menteri jika tak mampu membantu presiden mensejahterakan anak negeri

Kursi empuk jadi sandaran Berduri tak kuasa ku duduki
Ini adalah tugas Mulia memastikan petani riang gembira bercocok tanam, berdagang, tersenyum ramah tanpa mengelabui, dan pembeli ceria tanpa curiga
Ini adalah keadilan sosial memastikan berkah melimpah dari pelosok Desa hingga kota

Tikus-tikus akan selalu ada di sawah, di ladang, di pasar hingga sudut-sudut sempit rumah kita
Dia tidak mungkin dihilangkan tetapi bukan tidak bisa dikendalikan

Aku berbicara atas nama Pancasila
Aku berseru demi keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia
Bagi mereka yang tak juga mau bertobat, tersimpan khianat untuk amanat penderitaan rakyat

Aku pembantu presiden, aku katakan jika kalian ingin bermain api, aku siapkan air seluas samudera
Kalau kalian ingin untung sendiri, aku pastikan kalian buntung pada waktunya

Jika kalian masih jadikan pangan untuk alat spekulasi, maka operasi-operasi kami akan jadikan hidup kalian tidak pasti
Kalau kalian tak sudi mendengar suaraku, maka pasar akan mengusir kalian dengan caranya sendiri
Ini adalah tugas mulia walau tak mudah melaksanakannya

Kursiku masih bersandarkan duri
Aku akan tetap berdiri dan bahkan berlari untuk mewujudkan harapan, dan cita-cita anak negeri adalah kerja, kerja, kerja, kerja terus tanpa henti.

emoticon-Hot News Judul berita
Aksi Mendag Baca Puisi Karangannya 'Kursi Berduri Menteri'
https://m.detik.com/news/berita/3670...erduri-menteri
IMG Di kopi dari twitter dan pixabay
kebanyakan 'kursi berduri menteri' sudah dipermak dengan spon atau busa berlapis2, jadinya duri sudah tak terasa dan tetap nyaman duduk di atasnya emoticon-Big Grin

Hmm Hasilnya begini ya sob ?

Aksi Mendag Baca Puisi Karangannya 'Kursi Berduri Menteri'
Quote:Original Posted By ibnutiangfei β–Ί
kebanyakan 'kursi berduri menteri' sudah dipermak dengan spon atau busa berlapis2, jadinya duri sudah tak terasa dan tetap nyaman duduk di atasnya emoticon-Big Grin


emoticon-Leh Uga
Spoiler for Info tambahan seputar ijin perdagangan:
Spoiler for Sinkronisasi Kebijakan Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Tahun 2017:
Pejabat duduk di kursi berduri
Rakyat duduk di kursi bergoyang
Nasi uduk bunga melati
Sambil duduk ayo berdendang
Kursi berduri
Sungguh indah warnamu
Sungguh cantik Rupamu
Sehingga banyak pemujamu

Kursi berduri
Banyak orang inginkamu
Banyak orang rebutkanmu
Banyak orang gilaimu

Kursi berduri
Indah rupamu semu
Bagai bulan yang merindu
Indah nampakmu tidak hakikatmu


Kursi berduri
Berapa manusia mati atasmu
Tertusuk duri pesonamu
Seolah indah hakikatmu menikam

Hanya orang yang lurus
Hanya orang yang berserah
Berserah kursi adalah amanah
Duduk dengan dengan kehormatan
Duduk dengan kepala ditegakkan

Kursi berduri
Engkau adalah nikmat
Engkau juga laknat

Kursi berduri
Engkau adalah surga
Tapi Engkau juga neraka

Kursi berduri
Di kananmu malaikat
Di kirimu iblis laknat

Seberuntungnya orang yang lupa
Masih lebih beruntung manusia
Yang Eling dan Waspada



by. H.A.K
06.00 ,101017
nah fadli zon....ente anak sastra ui, masa puisi ente kalah ama mendag yg cuma lulusan ikip? kerja ente jg kalah ama dia? jangan malu2in iluni lah dg puisi ente yg kaya anak sd disuruh bikin puisi. selain isinya dangkal bahasanya jg ga berbobot. walau diri ente lebih berbobot tp sayang bobotnya ga ada yg lari keotak. ente ama temen ente FH cuman bikin iluni makin kehilangan wibawa.
Trit vagoosh dapet emoticon-Rate 5 Star dari iskrim gan emoticon-Wink
Makjleb nih gan emoticon-Leh Uga
kondom berduri Aksi Mendag Baca Puisi Karangannya 'Kursi Berduri Menteri'
halah kaya gini jadi berita emoticon-Cape d... (S)
Sejauh ini prestasi dia cukup baik, menjaga kestabilan harga pas masa Ramadhan dan Hari raya tahun ini.
Harga pangan stabil Ketersediaan ada. Pas lah.. Untuk sementara
jadi ada duriannya gitu ?
saingannya om zonkie ini,ayo zonkie bikin puisi lagi emoticon-Toast
Seenggaknya puisinya gk jelek
ya liat aja, smoga durinya ga ditutupin pake duid gepok2an aja
Semoga kerja bersama bisa sukses
Menuju Indonesia Sejahtera Makmur Sentosa