TS
metrotvnews.com
Menyajikan Rasa Indonesia di Gerbang Pulau Dewata

Metrotvnews.com, Jakarta: Bali yang menawan dunia, jadi salah satu tujuan utama pelancong domestik maupun mancanegara. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, menjadi salah satu gerbang utama menuju Pulau Dewata.
Tiap hari, 30 ribu pelawat hilir mudik di bandar udara yang dikelola Angkasa Pura I ini. Sebagian besar di antara pengunjung telah berjam-jam duduk di pesawat.
Badan yang lelah menunggu pesawat atau setelah perjalanan panjang, akan terasa segar kembali dengan secangkir kopi Sumatran Blend yang terasa 'menendang' rasa kantuk. Atau mungkin, tubuh pelawat membutuhkan Hibiscus Tea nan menyegarkan dan menenangkan.
Kenyamanan dan kepraktisan sudah barang tentu jadi kebutuhan wisatawan. Mencari kedai kopi nan berkualitas dunia di bandara pun semakin mudah bagi mereka yang baru tiba atau akan meninggalkan Pulau Dewata.

Barista gerai Starbucks di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tersenyum menyambut tamu. Foto: MTVN/Surya Perkasa
Starbucks, siapa yang tak mengenalnya. Salah satu merek waralaba kopi ternama dari Seattle ini kembali membuka tokonya di terminal keberangkatan bandara.
Untuk membuka outlet ke-300 ini, Starbucks Indonesia disebut-sebut 'menanti' lima tahun lebih. Lima tahun untuk mempersiapkan gerai, enam bulan pengerjaan dengan menggunakan desainer Hongkong.
'Kita terlambat juga untuk jalin kerjasama dengan Angkasa Pura, akhirnya tunggu pembukaan kontrak baru,' canda Direktur Starbucks Indonesia, Anthony Cottan saat ditemui di pembukaan gerai ke-300 Starbucks di Indonesia, Rabu 20 September 2017.
Lapak ke-300 juga masuk ke salah satu catatan penting bagi rencana besar Starbucks Indonesia. Semakin memperkenalkan kualitas kopi nusantara bagi wisatawan, terutama mancanegara.

Peresmian sekaligus pembukaan gerai ke-300 Starbucks di Indonesia yang berlokasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu 20 September 2017 Foto: MTVN/Surya Perkasa
Anthony, yang telah 15 tahun lebih menahkodai bidang makanan PT Mitra Adiperkasa, mengakui mencintai kopi Indonesia. 'Saya sangat cinta kopi Sumatera. Nomor satu. Nomor duanya kopi Kenya,' ujar Anthony sembari tertawa.
Karena itu, Starbucks Indonesia berusaha menciptakan tempat bersuasana nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung. Rumah yang jauh dari rumah, atau Starbucks Indonesia sebut sebagai 'tempat ketiga'.
Anthony pun menyebut, Starbucks terus melakukan riset beragam kudapan lokal yang cocok dengan kopi dan minuman jualan mereka. 'Contohnya kue pandan dan Klapetart. Jadi khas Indonesia,' katanya.
Bukan tidak mungkin, nantinya kopi Sumatera bisa bertemu dengan pie susu khas Bali.

Direktur Starbucks Indonesia, Anthony Cottan. Foto: MTVN/Surya Perkasa
Potensi besar Pulau Dewata
Manajer Wilayah Bali dan Lombok Starbucks Indonesia, Ida Bagus Dwipayana, menyebut potensi pasar penikmat kopi di Bali sangat besar. Bahkan, dari sisi penjualan, Bali-Lombok hanya dikalahkan oleh Jakarta.
Saat berbincang sembari menikmati Risretto Bianco, minuman ekspresso yang ternyata disukai oleh bos Starbucks Indonesia, Bagus menyebut saat ini ada 24 gerai Starbucks telah beroperasi. Masih banyak potensi konsumen yang bisa digali. Apalagi, pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019. Belum lagi pelancong domestik.
'Ditambah lagi orang banyak mencari kopi Bali yang diakui dunia,' kata Bagus.
Kopi Bali atau kopi Kintamani, bagi sebagian kelompok, mendapat sertifikat Geographical Indication (GI) secara resmi pada 2008. Kopi khas Bali ini banyak dicari. Namun sayang, Starbucks tak bisa menjual kopi ini digerai-gerai mereka.

Manajer Wilayah Bali dan Lombok Starbucks Indonesia, Ida Bagus Dwipayana, saat berbincang dengan Metrotvnews.com. Foto: MTVN/Surya Perkasa
'Ada standar kualitas dan kuantitas yang harus dipenuhi. Kita tidak mungkin ambil kopi dari petani-petani, jika hasil produksi tak stabil,' kata dia.
Namun, bukan berarti Starbucks tak peduli. Mereka tetap memberdayakan petani kopi yang ada di Nusantara, termasuk Bali, lewat kursus dan pelatihan-pelatihan. Mulai dari cara memilih bibit, cara perawatan, hingga ke cara panen. Kopi yang selama ini dianggap hanya sebagai pembayar utang, bisa menjadi pendapatan utama petani kopi.
Hal ini pun diakui Anthony. Dia menyebut, potensi Indonesia sebagai produsen kopi sangat terbuka lebar. Apalagi, kopi-kopi specialty dari Indonesia banyak dicari.
'Bocoran, tahun depan kita akan membuat toko dengan konsep satu-satunya di dunia. Dan itu bakal ada di Bali. Nanti, orang bisa belajar proses penanaman kopi dari awal hingga akhir di toko itu,' kata Anthony sembari tersenyum lebar.

Starbucks Anniversary Blend, nikmatnya campuran kopi dari Papua dan Sumatera. Foto: MTVN/Surya Perkasa
Sumber : http://news.metrotvnews.com/daerah/n...g-pulau-dewata
---
Kumpulan Berita Terkait :
-
Kopi dan Gaya Hidup Warga Makassar-
Mengenal Kopi Asal Timor Leste yang Mendunia-
AEKI Catat Perkembangan Kopi di Sumbar Meningkatanasabila memberi reputasi
1
1.9K
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan