- Beranda
- Komunitas
- News
- Medcom.id
Nobel Perdamaian Suu Kyi Harus Dicabut jika Tragedi Rohingya Terus Berlanjut
TS
metrotvnews.com
Nobel Perdamaian Suu Kyi Harus Dicabut jika Tragedi Rohingya Terus Berlanjut

Metrotvnews.com, Jakarta: Kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar kembali marak terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, tercatat hampir 100 warga Rohingya tewas karena bentrokan bersenjata dengan tentara Myanmar.
Krisis kemanusiaan yang dialami oleh warga etnis Rohingya di wilayah Rakhine State ini memicu banyak kecaman, termasuk di Indonesia. Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin, mengatakan Myanmar harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi terhadap etnis Rohingya.
'Setiap negara harus menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh sebab itu, hak-hak seluruh pengungsi maupun etnis Rohingya harus dikembalikan. Jangan berpikiran dulu pengungsi ditampung negara-negara lain. Myanmar harus bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya. Kekerasan harus dihentikan,' kata Tubagus dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 2 September 2017.
Lebih lanjut lagi, Tubagus mengatakan setiap negara seharusnya menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia terlepas dari permasalahan politik yang sedang dihadapi. Hal tersebut sesuai dengan deklarasi HAM PBB.
Untuk itu, Tubagus mengajak seluruh komunitas negara ASEAN agar bersama-sama menekan Myanmar untuk menyelesaikan kekerasan etnis Rohingya di negara bagian Rakhine. Selain itu Indonesia juga harus berpartisipasi secara aktif dalam penyelesaian masalah ini karena Indonesia, sangat menghormati HAM sesuai dengan UUD 1945 dan filsafah Pancasila.
'Kita meminta kepada pemerintah Myanmar untuk bersikap arif, bijak dan adil. Apalagi, Aung San Suu Kyi adalah tokoh yang pernah mendapatkan Nobel Perdamaian. Kalau kekerasan yang dialami etnis Rohingya masih terus berlanjut, sebaiknya penghargaan Nobel itu dicabut saja. Karena sikap Aung San tidak menunjukkan sebagai seseorang yang mendapat Nobel Perdamaian,' lanjut Tubagus.
Tubagus juga menyampaikan dukungannya atas segala upaya yang akan ditempuh pemerintah Indonesia dalam mempercepat penyelesaian krisis kemanusiaan ini. Termasuk mendukung rencana Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk bertemu dengan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi.
'Kita harap ini diselesaikan dengan baik, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan,' tandas Tubagus.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/politik/...erus-berlanjut
---
Kumpulan Berita Terkait :
-
Sikap Jokowi Atas Persekusi Etnis Rohingya-
Menunggu Sikap dari Peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi-
Said Aqil: Gelar Nobel Aung San Suu Kyi Percumaanasabila memberi reputasi
1
1.9K
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan