KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / B-Log Personal /
%% Pengalaman Pertama %%
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5992b8829478680f5a8b456f/pengalaman-pertama

%% Pengalaman Pertama %%

Siang agan-agan & sista-sista penghuni jagat Kaskus yang paling ganteng2 dan cantik2

Gw mo ikutan coret-coret disini ya
Judul B-Log-nya tendensius banget, padahal gw bakal pakai lapak ini buat berbagi pengalaman pertama beli satu unit apartemen

Gw mo ceritain proses dan perjuangannya.

Awalnya gw ga tertarik sama sekali beli satu unit apartemen, tapi karena perintah langsung dari kapolda a.k.a mantan pacar, jadi gw harus melewati berbagai prosedur pemilikan. Saat tulisan ini baru dimulai, status gw baru mulai mengajukan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen)

Banyak istilah-istilah baru dalam hidup gw yang ditemui, mungkin gw bakal share juga hasil investigasi (alias googling) tentang istilah apapun disini.
Semoga berhasil sampe saat buka kunci nanti... maklum gw ndesoo yang blom pernah punya apartemen..

hahaha.. seruput kopinya
profile-picture
someshitness memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Kesimpulan Langkah-langkah dan persyaratan:

PERTAMA: Bayar Booking Fee
Persyaratan: KTP, NPWP, Nomor HP dan Alamat Email
Caranya: hubungi salah satu Sales/Marketing.
Kalau belum ada punya contact person-nya, di lokasi kantor pemasaran banyak Sales yang stand by.
Tanya ke bagian Information
Dari proses ini Anda akan menerima: TTBF (Tanda Terima Booking Fee) dalam bentuk attachment email.
Segera cetak TTBF, untuk lanjut ke proses berikutnya.
Lama proses: Paling lama 1 jam, sejak transfer Booking Fee, menerima email bukti transfer Booking Fee.

KEDUA: Pilih Unit Apartemen
Persyaratan: Bawa TTBF dan KTP untuk mendapatkan nomor antrian
Sebaiknya koordinasi dengan sales Anda, untuk mendapatkan support (ngambilin nomer antrian)
Setelah nomor antrian dipanggil, pastikan Anda sudah dapat nomor apartemen yang dipilih
tapi kalau belum ada, silakan minta dan konsultasi dengan petugas di meja tersebut.
Kalau masih blank kita akan ditanya; "Pengennya dekat dengan apa? Taman Kota? Mal? Rumah Sakit? Perkantoran? Kampus..
Lalu ditanya juga mau beli yang tipe berapa, nanti dicarikan yang available.
Hasil dari proses ini kita mendapatkan:
1. Lembar Konfirmasi Pemesanan (berisi informasi tentang alamat/lokasi unit yang kita pilih)
2. Harga unit dan perincian biayanya
3. Denah lantai dan unit apartemen yang kita pilih
4. Spesifikasi dan detail bahan unit tersebut.
Lama Proses:
1. Ambil nomor, bisa sampai 1 jam
2. Nunggu nomor dipanggil: tergantung ramainya, bisa 1 harian.
3. Proses pilih unit; antara 30 sampai 120 menit.
Jangan lama-lama juga kasian petugasnya.. pastikan memilih unit yang sangat cocok pada proses ini.

KETIGA: PPPU (Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit)
Berbekal 4 lembar dokumen di atas, kita akan masuk ke babak berikutnya. Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit.
Ambil nomor antrian dulu, kalau masih lama mending pulang dulu, mandi-mandi dan makan yang cukup.
Disini proses konfirmasi bahwa kita benar-benar serius ingin membeli unit tersebut.
Ada beberapa dokumen penting yang ditandatangani, termasuk disclaimer dan surat kuasa pembentukan Perhimpunan Penghuni.
Dari proses ini kita mengantongi dokumen: Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit (1 halaman bermaterai, dua copy; satu untuk customer, satu untuk developer)
Lanjut ke proses berikutnya
Lama Proses:
1. Nunggu nomer dipanggil: Bisa seharian
2. Setelah nomor dipanggil: Paling lama 60 menit.
Kecuali Anda mau baca dulu semua dokumen sebelum tanda tangan (kurang lebih 50 halaman A4, font kecil-kecil dan rapat)

KEEMPAT:
Berhubung rencana kami ngambil secara kredit, tentunya harus hunting Bank yang akan jadi mitra kita untuk membayar lunas unit apartemen tersebut sebelum batas waktu yang ditentukan.
Kalau lewat dari batas waktu tersebut, mungkin kita dianggap mengundurkan diri.. blom tau juga, karena batas waktunya masih bulan September akhir.
Banyak Bank yang membuka stand untuk konsultasi masalah prosedur KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), dengan berbagai bunga atau besarnya keuntungan yang mereka tetapkan. Silakan pilih sesuai dengan kekuatan masing-masing.
Umumnya dokumen yang diminta oleh Bank (status gw sebagai karyawan) sebagai berikut:
1. Surat Keterangan Bekerja dari perusahaan
2. Slip Gaji 3 bulan terakhir
3. Rekening koran 3 bulan terakhir
4. SPT Tahun terakhir
5. KTP Suami Istri
6. NPW pemohon
7. Salinan Buku Nikah
8. Kartu Keluarga
9. Dokumen dan berkas dari proses PPPU di atas.

KELIMA:
Kami belum sampai proses berikutnya soalnya belum ada Bank yang memberi lampu hijau.

Sekian dulu, nanti kalau sudah ada update, akan diupdate juga disini.
Terima kasih
Diubah oleh Erroneous
Quote:


ditunggu apdetanya..
NO KENTANG
emoticon-Cool
Quote:


Widiih.. agan Sinyo yang legendaris mampir disini.. makasih udah mampir *salim*
udah banyak apdetnya tapi blom sempet nulis haha..
masih sibuk persiapan audit tapi sempet nyuri2 waktu urusin printilan pengajuan KPA..

20170805 Sabtu.
Awalnya gw lagi jalan-jalan sekeluarga ke mal terbesar se ... sekomplek gw aja sih, ..
ga gede-gede banget malnya tapi cukup lah buat tujuan jalan-jalan buat penghuni komplek dan sekitarnya.
Sempet lewat beberapa stand pameran property, perumahan, apartemen.. kayaknya sekarang masih booming
Ga lama, polda bilang "eh, liat tuh, apartemen yang ada iklannya di tipi.. kesana yuk?!!"
Gw sih ikutin aja, sambil megangin si sulung.
Ternyata di stand itu ga ada marketingnya, mungkin lagi pipis atau ngopi-ngopi di suatu tempat.
Akhirnya gw cuma ambil brosur, bawa pulang dan seperti biasa langsung ludes dirobek anak gw yg autis tanpa sempet liat-liat lebih jauh.

20170809 Rabu
Siang itu, ga tau dari mana, ada brosur apartemen tsb di meja resepsionis Gw ambil satu, kebetulan ada nomer WA-nya langsung aja gw kontek marketing itu. (catetan buat para marketing/sales: customer paling suka kalo ada nomer WA-nya disebutin, selain ga pake biaya, juga udah jadi standar komunikasi di negri ini)

Perkenalan skip akhirnya gw diundang dateng ke satu hotel di "samping patung kuda", besoknya hari Kamis, buat acara pengenalan produk.
Sekalian ngasih tau promo, besok adalah hari terakhir "Bayar DP 5%, sisanya ditanggung Developer"
Ya sudah gw mo ajak semua pasukan lengkap deh, soalnya punya dua buntut yg masih kecil-kecil ga bisa ditinggal-tinggal.

20170810 Kamis
Jam 5 sore cabuts ke hotel, begitu sampe hotel, dua bocah gw kompakan pup sekaligus.. beuh!! Terpaksa minjem toilet hotel buat ganti pampers. Anak cowok gw yang ganti, adeknya polda yang urus di toilet cewek. Sorry ya pak pemilik hotel.. gw ga nginep cuma numpang bersiih pup.. hahaa

Ternyata acara di hotel itu hoax. alias ga ada acara apa-apa.
Salesnya minta-minta maaf tapi ga mo mengakui itu kesalahan dia sendiri karena dia sendiri cuma nyampein info dari leadernya.
Ya sudahlah. Mo ngapain lagi.
Akhirnya dia ngajak langsung ke kantor pemasarannya, ga jauh dari hotel itu, karena bisa lebih leluasa sambil lihat contoh unit yang mau dijual, sekalian gw penasaran sama DP-nya yang cuma separo; kalau bayar booking fee malam ini juga.

Gw expecting zonk juga sih gara-gara kejadian tadi.. dalam bayangan gw pasti kantor pemasarannya suram (soalnya udah magrib), banyak gelas kopi dan puntung rokok bekas customer yang udah pada pulang. Waktu itu gw udah mo kabur aja males ngikutin motor si sales. Anehnya bini keukeuh pengen liat. U tau lah gimana kelanjutannya.

Magrib dulu ah.. capek juga ternyata nulis
salut buat yang betah nulis2 di kaskus ..



Diubah oleh Erroneous
lanjutken
ane penasaran mau tau cara ambil apartemen.
btw ambil apartemen itu gak bisa beli secara utuh ya ? smcm nyewa gt. jd ga bs di wariskan ke anak cucu model rumah2 biasa gt.

katanya sih itu. tp ane ga tau jg.
maklum ane biasa tinggal di gubuk
hahaaax
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh sinyoreborn
20170810 Kamis (lanjutan)
Gw tetep ngikutin tukang sales itu sesuai instruksi kapolda di sebelah, masuk ke sebuah mal.
Terakhir gw ke mal ini tahun lalu, lumayan rame karena ada XXI sama Hyperma*t, tapi ga serame mal-mal lain pada umumnya mungkin karena tempatnya agak terpencil di tengah lahan kosong di pinggir jalan lintas kawasan industri, dan juga mal-nya cuma satu lantai.

Sore itu gw heran, "tumben nyari parkiran susah disini.." sampe muter beberapa kali akhirnya nemu juga.
Udah malesin banget deh, gw pikir paling gw diajak ke stand pameran buat diprospek sama marketing itu.

Perkiraan gw salah..
Ternyata seluruh mal itulah kantor pemasarannya.. Hyperma** yang dulu disana udah dibongkar dan disulap jadi bagian administrasi pemasaran. Unit-unit display apartemen dibuat di dalam mal bagi yang mau ngebayangin jadinya kayak gimana nanti.
Ratusan kursi sofa yang nyaman disediakan buat customer dan calon customer yang berkunjung. AC-nya dingin, ga ada asap rokok di ruangan.. jauh dari perkiraan gw yang ngebayangin kantor pemasaran yang berantakan dan suram.
Seluruh lantai mal dipakai jadi area pemasaran. Penuh oleh marketing ataupun customer yang numplek disitu.

Setelah dapet tempat duduk di sofa yang empuk, kami diprospek sama sales tadi.
"Kalau malam ini bayar Booking Fee, Anda dapat discount DP yang seharusnya 10% menjadi 5% karena 5%nya ditanggung oleh Developer"
rayu si marketing. "Booking Fee, fully refundable", artinya kalo gw ga jadi beli duitnya balik lagi.

Gw ga begitu merhatiin omongan marketing itu sih soalnya repot megangin dua anak sambil cuci mata customer yang bening-bening, bini yang banyak nanya-jawab. Skip-skip, akhirnya bini setuju bayar Booking Fee.
Duh.. jadi juga dengan segala kerepotannya .. gw membayangkan beberapa hari ke depan yang melelahkan ngurus ini itu..

Kejadian itu adalah Langkah Pertama; kita menyatakan bersedia membayar Booking Fee.
Lalu om sales itu lapor ke Leader-nya untuk mendapatkan nomor rekening tujuan transfer.
Yang diminta dari proses tersebut adalah; KTP, nomer HP dan alamat email (wajib).
gimana kalo emak gw mo beli unit apartemen ya? ga punya email...

Edit: Tambahan: NPWP juga wajib. Kartu NPWP gw ilang, tapi nomernya masih dicatet.
Untung gw pernah scan NPWP tapi ada di laptop gw, malam itu ga bawa, dan ga masalah.. bisa nyusul katanya.
Catatan juga buat yang mau beli apartemen tapi ga punya nomer NPWP, terpaksa harus ngurus nomer NPWP dulu yaa.


Setelah nunggu sebentar, gw nerima email pemberitahuan sbb:

Quote:

Gw nerusin aktivasi akun.


Prosedur Langkah Kedua adalah transfer Booking Fee.
Gw antri di ATM terdekat yang ada disitu. Ternyata malam itu offline, jadi gw pake mobile banking buat transfer.
Beberapa saat setelah transfer, gw nerima email pemberitahuan
...save dulu ah ...

Quote:


Ada surprise juga sih; yang bayar Booking Fee malam itu, akan mendapatkan AC 1 (satu) PK, yang akan diberikan saat serah terima unit nanti.

Berhubung hari itu sudah malam (hampir jam 9) dan pendaftaran TTBF sudah ditutup (tutup jam 7 malam).
Kami diminta kembali besoknya (Jumat) buat proses selanjutnya.
Besok harus ambil nomor antrian, tapi diwakili oleh sales kami Om J bareng sama leadernya Om W.

Yaudah gw lanjutin di post2 berikutnya yaww
Spoiler for Prosedur lanjutan:


TTBF = Tanda Terima Booking Fee
Selanjutnya harus didaftarkan untuk proses Pemilihan Unit.
Diubah oleh Erroneous
Quote:


Apartemen yg kita beli ya akan jadi milik kita (kalo udah lunas).. bisa diwariskan buat anak-cucu katanya
karena unit apartemen itu milik pribadi (selama gedung apartemennya masih berdiri).

hahaa.. sama lah, sekarang juga ane tinggal di gubuk..
rumah yg di sempur sayang banget ya dilepas. Rumah di tengah kota banget tuh, jaman sekarang mo beli lagi pasti em-eman harganya..
Quote:


ane kira ga bakal jd milik kita pribadi bre.. kaya sistem di singapore gt, 100tahun out jd ga bs di warisin.
baru tau ane apartemen bs diwarisin.
hahahahaa..

iya kalo mau beli rumah di area sempur, sudirman, ahmad yani, udah pasti em-em'an. secara pusat kota bogor, en kawasan prestis gt.

udah lo beli aja rumah di kawasan bogor bang, masih banyak yg murah2. apalagi di kawasan Puncak 2, tanah msh pada murah. View pegunungan en perbukitan. cocok untuk rumah keluarga saat liburan
emoticon-Cool
Tentang NUP (Nomor Urut Pemesanan)

JAKARTA, KOMPAS.com - Skema nomor urut pemesanan (NUP) atau biasa disebut dengan priority pass dalam bisnis properti mulai menjadi tren. Beberapa pengembang dengan reputasi dan rekam jejak bagus merasa percaya diri dengan memberlakukan NUP atas proyek barunya.
NUP diberikan secara khusus kepada pembeli potensial sebelum produk properti secara resmi diluncurkan kepada publik. Biasanya, seminggu atau tiga hari menjelang peluncuran, pembeli potensial sudah mendapatkan NUP tersebut.

Associate Director Residential Sales Colliers International Indonesia, Aliviery Akbar, mengatakan, NUP terbukti efektif dalam penjualan, contohnya pada kasus Pondok Indah Residence, dan Holland Village. Dengan mengantongi NUP, pembeli potensial mendapat keuntungan memilih unit terbaik dengan harga lebih baik sebelum peluncuran resmi.

"Skema NUP terbukti cukup ampuh, khususnya untuk properti high demand (permintaan tinggi). Properti high demand ini maksudnya berada di lokasi strategis dengan proyeksi nilai investasi terus tumbuh, dan dikembangkan oleh developer ternama dengan rekam jejak baik. NUP ini bisa diberikan secara langsung kepada calon pembeli atau melalui perantara," jelas Aliviery kepada Kompas.com, Rabu (21/5/2014).


Sebaliknya, NUP akan menjadi bumerang dan tidak efektif membantu penjualan jika dikeluarkan oleh pengembang baru dengan portofolio terbatas.

"Siapa mereka, bagaimana kualitas proyeknya, apakah proyek ini akan terbangun, atau jangan-jangan mangkrak di tengah jalan, itu harus menjadi pertimbangan. Tidak sembarang pengembang bisa menerapkan skema NUP untuk mendulang penjualan," tambah Aliviery.

Fenomena NUP mulai terjadi sejak empat tahun lalu. NUP diterapkan pengembang untuk mengetahui kondisi dan reaksi pasar atas produk properti yang mereka tawarkan. Pertempuran sesungguhnya untuk memenangkan persaingan terjadi saat NUP digelar. Pertanyaannya, apakah pasar akan bereaksi negatif atau positif?

"Pemegang NUP bisa kemudian langsung membeli atau sebaliknya menarik diri. Ini yang dimaksud pertarungan sesungguhnya. Meskipun NUP seratus persen, namun belum tentu hasil yang sama akan didapatkan dalam penjualan. Bisa jadi si pemegang NUP menarik diri, karena yang mengajukan untuk mendapat NUP adalah orang lain, istri, teman atau anak yang belum mendapat restu pemilik uang," tutur Aliviery.

Lepas dari itu, tambah Aliviery, skema NUP memudahkan pengembang untuk mengetahui dan menghitung potensi marketing sales sejak awal.

Sumur:
"Nomor Urut Pemesanan", Tren Memanjakan Pembeli Potensial!
Diubah oleh Erroneous
Quote:


Ortu ane masih di Bogor, sanak famili juga.. pinggiran sih,jadi kalo pulang kesana berasa liburan di vila ..
Berhubung polda sekaligus menjabat jadi mentri keuangan; jadi keputusan beli apa-apa tetep di tangan doi
gw mah apa atuh, cuma tukang ngamen buat mengais rejeki
xaxaxa

Quote:


hahahaha mantabb
abang masih mending ngamen.
lah gw cuma tukang parkir alpamaret
hahahahaaxx.
emoticon-Leh Uga

Kenapa ga upload trit ke SFTH ?
jd makin banyak yg tau info ttg ini.
berguna bgt soalnya
emoticon-Cool
Diubah oleh sinyoreborn
Quote:


makasih atensinya gan..
ane masih nubitol cupu haha.. ga ngerti bedanya STFH sama B-Log personal
tujuannya sama aja sih, pengen nulis pengalaman ini
sukur-sukur kredit disetujui dengan cicilan ringan, enteng bulanannya

Oh ya, info di lembar PPPU, serah terima unit pada tanggal 31 Desember 2019..
Jadi perjalanan masih panjang, Presiden masih bisa ganti, kebijakan bisa berubah.. moga Kaskus masih ada sampe tanggal segitu ya.


Diubah oleh Erroneous
20170811 Jumat
Agenda hari ini seharusnya ikut proses Pemilihan Unit, tapi harus nunggu konfirmasi nomer antrian dari sales yang kemarin (Om J)
Lewat jam 1 siang dia ngabarin ga dapet nomer dan diusahakan besoknya (Sabtu) dapat nomer antrian.

Gw lanjutin ngamen seperti biasa.
20170812 Sabtu
PROSES PEMILIHAN UNIT
Jam 11 gw dapet info, nomer antrian sudah didapat. Gw kebagian nomer "1076"
Jam 1 siang dateng ke kantor pemasaran itu, nunggu nomer dipanggil.
Jam 3 sore nomer gw dipanggil, lalu milih unit didampingi oleh salesnya.
Persyaratan di proses ini adalah: TTBF (Tanda Terima Booking Fee) yang kemarin dikirim via email dan Fotocopy KTP.

Proses ini penting banget, cuma bisa dilakukan sekali dan harus hati-hati dalam memilih. Karena unit yang dipilih akan jadi milik kita, ga bisa berubah, untuk bertahun-tahun ke depan.
Pertamanya gw milih tower yang dekat dengan kompleks universitas.. dengan asumsi nanti kalo anak gw udah gede ga repot nyari tempat kost. Ternyata ga ada satu unit pun yang tersisa di tower dekat kampus.. Kata petugas admin-nya udah sold out sama mahasiswa..
Ebusyet.. kampusnya aja belom dibangun, lalu yang ngeborong kebanyakan mahasiswa .. jaman sekarang mahasiswa pada tajir banget ya?!
Yasudah, gw cari yang dekat lokasi yang akan dibangun stasiun LRT.. sama juga, ga ada yang available.
Akhirnya milih tower yang dekat dengan lokasi pusat pertokoan (Mall) .. yak. Tersedia. skip skip..

Selesai proses ini gw dapet dokumen-dokumen:
1. Konfirmasi Pemesanan yang berisi informasi; alamat Tower, Lantai dan nomer unit yang sudah dipilih. (1 lembar)
2. Harga unit dan perincian termasuk DISKON KHUSUS 42% . wow! (1 lembar)
3. Denah lantai dan unit yang dipesan, (1 lembar)
4. serta spesifikasi detail bahan-bahan (keramik/kayu/kaca) yang digunakan di unit tersebut. (1 lembar)

Setelah selesai, proses berikutnya adalah PPPU (Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit).

PROSES PPPU.
Kembali harus daftar nomer antrian diwakili oleh salesnya dan gw dapet nomer antrian "2431" .. pada saat itu yang dipanggil pakai pengeras suara baru nomer "2074". Dengan kecepatan sekitar 50 nomer antrian per jam.. estimasi gw malem banget baru dipanggil.
Akhirnya gw pulang dulu, bersih-bersih sekalian makan siang (udah jam 5 sore coyy)

Gw lupa mention kalo di bekas mal itu ternyata XXI masih eksis, ada food court juga yang menyediakan berbagai jenis makanan (ayam penyet, makanan khas jepang, bakso, juice dll), tapi dengan ratusan orang yang datang saat itu menyebabkan antrian panjang di depan masing-masing stand makanan. Jadi yang mau datang ke kantor pemasaran lebih baik bawa bekal makanan ringat/berat sendiri.
Untung rumah gw deket, sekitar 15 menitan lah dari lokasi itu. .. eh gubuk deng .. haha

SKIP

Jam 7 malam gw balik lagi kesana, masih nunggu karena yang dipanggil baru nyampe nomer "2150".. dan nomer gw ga berubah dari "2431".
Malam makin larut, sekitar jam 10 ternyata ada mas-mas sales lain yang baik hati ngasih nomer antriannya yang ga kepake.. wuidihh.. mantap. Akhirnya 10 menit kemudian nomer itu dipanggil juga.

Di proses ini banyak lembar dokumen yang harus ditandatangani:
1. PERATURAN TATA TERTIB “SARUSUN” (16 halaman, harus ditandatangani setiap halamannya)
2. KETENTUAN-KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT UMUM (29 halaman, harus ditandatangani setiap halamannya)
3. Pernyataan kesediaan untuk diwakili oleh pihak developer dalam pembentukan "Perhimpunan Penghuni" dan menyetujui siapapun yang ditunjuk menjadi ketua dan anggota "Perhimpunan Penghuni"
4. Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit (1 halaman bermaterai, dua copy; satu untuk customer, satu untuk developer)

Dalam proses ini gw cuma dapat salinan nomer #4 aja, termasuk 4 lembar dokumen yang dapat dari proses sebelumnya.

Dengan selesainya proses ini, maka tugas sales itu selesai.
Selanjutnya customer dipersilakan untuk memilih Bank rekanan yang akan membayar unit tersebut ke pihak pengembang.
Berhubung hari itu udah malam (jam 11) dan semua stand bank yang rame disitu sudah kosong jadi gw langsung pulang..

kalo bro Sinyo disitu mungkin bisa liat sahabat lamanya, mba kun, lagi jaga stand Bank malem-malem... hiiii

Persiapan energi buat besok hari Minggu..
Post berikutnya yahh..

Spoiler for Langkah berikut:

Diubah oleh Erroneous
Briking nyus, iklannya jadi HT disini
emoticon-Leh Uga:
Diubah oleh Erroneous
Apakah Bisa Apartemen Jadi Hak Milik?

Perkembangan zaman menuntut setiap orang di dunia menjadi masyarakat yang maju. Di negara selain Indonesia sebuah apartemen sudah menjadi tempat yang harus dimiliki oleh setiap warganya. Sebagian dari mereka bahkan sebagian besar hanya memiliki apartemen karena memang harga rumah disana sangat mahal. Tidak jauh berbeda dengan masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, perkembangan zaman berdampak pada kemajuan masyarakat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Memiliki sebuah apartemen menjadi konsumsi utama mereka. Rumah menjadi hal kesekian untuk dimiliki karena harga rumah di kota besar di Indonesia mahal. Karena hal itu masyarakat kota besar memilih memiliki apartemen jadi hak milik.



4 Hak Kepemilikan untuk Properti

Namun tampaknya masih banyak masyarakat yang tabu tidak tahu tentang apartemen jadi hak milik. Secara umum ternyata ada 4 hak kepemilikan rumah dan apartemen. Seperti yang kita ketahui, apartemen juga memiliki sertifikat kepemilikan. Nah, sebelum memiliki sertifikat tersebut Anda harus tahu tentang 4 hak kepemilikan sertifikat apartemen atau rumah. Berikut adalah 4 hak kepemilikan dan penjelasannya :



Hak Milik
Hak milik dalam Undang-undang pokok agrarian adalah hak kepemilikan terkuat dan terpenuh yang dimiliki seseorang atas tanah. Pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) bersifat sangat kuat dalam sistem hukum di Indonesia karena sertifikat ini hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia. Namun sayang nya Sertifikat ini hanya bisa di miliki rumah, bukan untuk rumah susun atau apartemen.



Hak Guna Bangunan (HGB)
Hak Guna Bangunan adalah hak mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan milik sendiri untuk jangka waktu 30 tahun dan bisa diperpanjang dengan jangka waktu paling lama 20 tahun. Sertifikat HGB adalah sertifikat aapartemen yang di pakai gedung kebanyakan.



Hak Pengelolaan Lahan (HPL)
Hak ini adalah hak yang berhubungan dengan kewenangan untuk penggunaan tanah yang bersangkutan, menggunakan tanah tersebut untuk pelaksanaan usaha atau pembangunan apartemen tersebut. Karena pastinya tanah yang menjadi tempat dibangun apartemen bukan tanah Anda sendiri, HPL juga diperlukan untuk sebuah apartemen.



Strata Title
Nah hak ini adalah yang terpenting untuk Anda pemilik apartemen. Strata title adalah hak milik satuan rumah susun atau apartemen. Hak ini juga merupakan hak kepemilikan bersama atas komplek bangunan.

sertifikat apartemen

Jika Anda membeli rumah akan mendapat hak milik tetapi jika apartemen, hak milik yang Anda dapatkan lebih komplek. Apartemen yang didirikan diatas tanah negara akan memiliki HGB murni, sedangkan apartemen yang Anda punya didirikan diatas tanah milik sendiri status HGB hak milik. Sejauh ini apartemen kebanyakan memiliki seritifkat HGB hak milik sudah sangat banyak di kota-kota besar. Karena selain untuk investasi, apartemen tersebut bisa menjadi tabungan karena sudah menjadi hak milik. Untuk Anda yang masih awam dan baru di dunia apartemen sebaiknya mencari informasi yang detail dan akurat tentang kepemilikan apartemen tersebut. Yang jelas setiap bangunan entah itu apartemen atau rumah yang anda miliki harus memiliki sertifikat apartemen yang jelas, dengan catatan bangunan tersebut lunas dalam pembayarannya. Serta carilah apartemen yang didirikan di lingkungan yang terpercaya juga terjamin hak-hak Anda.

Banyak yang mempertanyakan status sertifikat nanti kalo udah jadi.. gw juga blom begitu jelas jadi gw copas buat baca-baca juga

Sumur: Rukamen
Quote:

ke SFTH aje bang. lebih rame en pastinya bakal lebih banyak yg baca tulisan lo ini bang.
Semakin banyak yang tau pan efeknya semakin banyk jg bang yg paham soal begituan.
emoticon-Shakehand2
Quote:


Oke bang, ane nanti bilangin sama momod biar dipindah kesana
emoticon-Toast:
20170813 Minggu

Gw sepasukan berangkat lagi ke kantor pemasaran. Hari ini hari Minggu, jauh lebih rame lagi dari hari Sabtu kemarin. Mungkin karena banyak customer dan calon customer yang datang, ditambah jumlah tenaga sales/marketing yang katanya sampai 50 ribu orang.. warbyazah!!
50 ribu orang mungkin tersebar di seluruh Indonesia, tapi lebih dari 50% aja kalo ngumpul udah lumayan bikin sesak gedung seluas ini.

Setelah dapet tempat parkir gw masuk ke arena kantor pemasaran.. makin banyak pengunjung tumplek di dalem.. banyak juga yang bening-bening, kebetulan di depan sofa tempat gw duduk ada yang bening.. sempet gw foto juga, kapan-kapan gw share dimarih

Bini yang keliling nyari-nyari Bank sementara gw jagain bocah, sebelumnya gw sempet ikutan nyari bank.
Semua bank kyknya ditanyain persyaratannya apa aja, gw kasih summary aja ya dokumen-dokumen yang dibutuhkan pada umumnya:
1. KTP suami istri
2. Kartu Keluarga
3. Surat Keterangan Bekerja (bagi karyawan, gw karyawan bagian tukang ngamen, berarti butuh surat keterangan kerja)
4. Slip Gaji 3 bulan terakhir
5. Buku Tabungan (dengan catatan transaksi detail 3 bulan terakhir)
6. NPWP pendaftar
7. Salinan Buku Nikah

Akhirnya kami cuma pilih 3 Bank aja; yang dirasa paling sesuai cicilannya.

20170816 Rabu

Sempat ke lokasi kantor pemasaran karena salah satu banknya berkantor disana.
Diubah oleh Erroneous
Halaman 1 dari 2


×
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di