alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/595cd6c51cbfaae7538b456b/menghitung-daya-jangkau-radar-aesa
Menghitung daya jangkau radar AESA.
Selamat Sore dan Salam Sejahtera untuk para formiller sekalian.

Dalam trit ini saya akan membagi satu hasil dari ketertarikan saya pada dunia dirgantara terutama radar udara. Seperti tren belakangan ini radar udara terutama untuk pesawat tempur menjadi semakin modern. baik dari segi teknologi perangkat lunak maupun keras. Salau satu produk dari tren positif ini adalah radar berjenis ESA (Electronically Scanned Array).

Selayang Pandang

Seperti kepanjangannya yaitu Active Electronically Scanned Array. Antenna radar AESA terdiri atas komponen-komponen kecil. Mulai radiator yang menyusun antenna hingga T-R (Transmit Receive) module. Berbeda dengan radar konvensional. Radar AESA dapat melakukan scanning secara elektronik, dimana ia dapat mengarahkan berkas pancarannya ke sektor yang diinginkan tanpa gerakan fisik antenna.

Contoh modul T-R untuk AESA.

Menghitung daya jangkau radar AESA.

Penyusun Radar AESA
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Bibit-Bebet-Bobot.

Tren teknologi saat ini mengarah ke Radar AESA bukan tanpa alasan, ada keuntungan-keuntungan yang membuat mahalnya biaya produksi radar dianggap seimbang. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari radar AESA bilamana dibandingkan dengan saudara-saudaranya yaitu PESA, Hybrid Array dan radar konvensional dengan slotted planar array atau antenna reflektor :

1.Fleksibilitas dalam pemancaran dan penerimaan.

Dikarenakan setiap modul AESA sudah memiliki pemancar sendiri, maka bisa dimungkinkan untuk mengatur pola radiasi antena sesuai kehendak pengguna. Terutama untuk AESA dimana ia bisa mengatur pola radiasi yang dipancarkan. Sementara PESA/Hybrid tidak bisa atau terbatas hanya waktu menerima sinyal (receive saja).

Dengan demikian AESA bisa melakukan optimalisasi pencarian, mis memperbesar berkas pancaran (beamwidth) atau memperkecil atau melakukan penyesuaian untuk tujuan kesenyapan (stealth). Kemampuan mengatur pola radiasi ini dapat dicapai dengan "weighting" atau pembobotan. Skema pembobotan ini ada bermacam macam, mulai dari Taylor, Cos. Hingga alogaritma matematis lain yang khusus dikembangkan untuk radar AESA.

Keuntungan dari pembobotan adalah sbb :
1.Mengurangi kemungkinan emisi sidelobe radar terdeteksi lawan.
2.Mengurangi clutter sehingga "penciuman" radar lebih peka thd sasaran yang terbang rendah.

Contoh pola radiasi antenna yang diberi pembobotan Vs yang "tidak berbobot"
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Keseluruhan area antenna radar pun dapat dipecah menjadi "radar-radar" yang lebih kecil, namun tentu dengan batas tertentu. Terutama frekuensi. Perkembangan saat ini dimana antenna AESA masih menggunakan phase shifter baik digital maupun ferrite. Lebar pita frekuensi kerja yang bisa digunakan umumnya tidak lebih dari 3-4% atau sama dengan lebar pancaran berkas antenna.

Illustrasi. APG-77 sekaligus memecah berkas pancaran radarnya untuk menjalankan berbagai fungsi sekaligus
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Namun demikian sudah mulai dirintis radar AESA dengan teknologi "Photonic True Time Delay" dimana perubahan fase gelombang yang dipancarkan tidak lagi dilakukan oleh phase shifter namun oleh media lain, misalnya serat optik yang dipotong sesuai dengan fase yang ingin dipancarkan.

Menghitung daya jangkau radar AESA.

Dengan True time delay, maka antenna AESA bisa memanfaatkan seluruh frekuensi yang dia cakup (mis X-band 8-12 Ghz) tanpa perlu lagi mempertimbangkan keterbatasan lebar pita frekuensi operasionalnya bilamana ia masih menggunakan phase shifter. Namun demikian teknologi ini masih dalam pengembangan. Terutama untuk mengurangi jumlah serat optik yang diperlukan.



2.Tidak ada "Single point failure" Serta umur lebih panjang.

Radar konvensional, terutama pada pesawat tempur memiliki single point failure. yaitu pada bagian transmitter/pemancar. Dewasa ini radar pesawat tempur bergantung pada Travelling Wave Tube.

Menghitung daya jangkau radar AESA.

Umur rata-rata pemancar ini adalah singkat yaitu dalam kisaran ratusan jam 200-500 jam adalah standar. Bilamana lebih dari itu adalah luar biasa. Kegagalan komponen ini dapat mengakibatkan gagalnya operasional seluruh sistem radar. Hal semacam ini tidak dapat terjadi di radar AESA karena dengan modulnya yang berjumlah ribuan, kegagalan satu atau dua modul tidak akan mengakibatkan masalah pada performa. Sampai pada 10-14% jumlah modul dimana pola radiasi akan mulai terpengaruh.

Usia modul AESApun jauh lebih panjang, yaitu sekitar 900-1000 jam atau bahkan dapat sama dengan usia pesawat pemakainya (>10000 jam)

3.Derau (noise) yang lebih sedikit.

Salah satu sumber ketidak sempurnaan radar konvensional adalah jarak antara penerima dan antenna. dimana waveguide atau kabel, akan mengurangi kualitas sinyal yang sampai ke penerima. Atau sebaliknya mengurangi kualitas sinyal dari pemancar ke radiator. pada AESA masalah semacam ini dapat dihilangkan/dikurangi karena pemancar dan penerima ada tepat dibelakang antena.

Skema antenna AESA dengan jarak yang lebih pendek antara pemancar dan penerima.
Menghitung daya jangkau radar AESA.


Perhitungan daya jangkau Radar AESA.

Sekarang kita sampai pada bagian utama, yaitu perhitungan daya jangkau. Saya tidak akan banyak banyak menguraikan rumus yang digunakan namun hanya sebatas prinsip. Apa sih yang dihitung dalam spreadsheet excel ini dan asumsi apa yang menyertainya.

Untuk rumus matematis yang digunakan, secara umum tidak berbeda dengan perhitungan daya jangkau radar pada umumnya, namun demikian saya mengambil persamaan matematis yang paling mendekati untuk radar AESA, dimana ia sudah memasukkan jumlah modul T-R AESA.

Menghitung daya jangkau radar AESA.

Sumber : Introduction to Radar Systems 3rd Edition. Oleh Merril M Skolnik.

Sementara untuk memudahkan penggunaan. Spreadsheet excel sudah saya pecah-pecah menjadi beberapa bagian :

Variabel
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Sesi ini menurut saya cukup jelas dimana :

N= Jumlah modul pancar terima (T/R module)

S/N= Signal to Noise Ratio, perbandingan kekuatan sinyal thd derau (Noise) dari alam maupun sistem radar. Umumnya adalah 13 Db untuk probabilitas deteksi 50%.

p= Rerata daya pancar modul (Average power) Untuk radar pulse doppler pesawat tempur umumnya. rerata daya pancar dapat ditemukan dengan mengalikan daya pancar puncak (peak power) dengan duty cycle yang besarannya antara 15-25%. Duty cycle atau lamanya radar memancarkan sinyal dapat mencapai 30-50% namun model operasi semacam ini sangat jarang ditemui dan hanya untuk moda Velocity Search (mencari kecepatan sasaran) 50% sendiri menunjukkan radar yang menggunakan moda FMICW (Frequency Modulated Interrupted Continuous Wave) Moda operasional semacam ini setahu saya hanya digunakan di radar Foxhunter pada Tornado F-3 Inggris.

Daya pancar modul AESA sendiri bergantung pada material pembuat, model terbaik untuk AESA dengan GaAS (Gallium Arsenide) mampu menghasilkan daya pancar puncak sebesar 16 watt. Sementara untuk GaN (Gallium Nitride) adalah dapat sebesar 80 Watt. atau lebih.

Operational Wavelength : Menyatakan panjang gelombang dalam satuan meter. Untuk radar pesawat tempur rata,rata beroperasi pada panjang gelombang 3 cm (0.03 m) Atau X-band.

Target RCS : Menyatakan besaran RCS Atau radar Cross Section sasaran. Untuk pesawat tempur umumnya adalah 2.5 meter persegi (F-16 dari arah depan) dan pada frekuensi X-band. Besarannya sendiri bergantung dari banyak faktor yang sering menjadi sumber kontroversi dikarenakan kerahasiaan.

PRF (Pulse Repetition Frequency) : Ini adalah besaran dari jumlah "pulsa" yang dipancarkan oleh radar. variabel ini penting karena ia menentukan secara langsung daya pancar rerata radar, dan kemampuan radar untuk menentukan jarak. PRF terbagi 3 yaitu :

-High PRF
-Medium PRF
-Low PRF

Rata-rata radar pesawat tempur dewasa ini memiliki ketiga moda tersebut. untuk radar pespur umumnya PRF adalah 4-300 Khz. 300 Khz menunjukkan PRF yang tinggi sekali yang umummnya dipakai untuk moda Velocity Search

Pulsewidth used in mode: Sama dan bergantung pada PRF. Pulsewidth adalah panjang dari pulsa yang dipancarkan radar. Variabel ini menentukan langsung bersama PRF kemampuan resolusi radar dan daya pancar. Radar-radar berkemampuan LPI "bermain" disini untuk mengelabui penerima pasif (RWR/RHAWS) Lawan.

Hubungan antara panjang pulsa, dan PRF yang dipakai bisa dilihat pada tabel berikut, yang menyajikan moda-moda radar pespur, pada umumnya.

Untuk moda Udara ke Udara
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Moda Udara ke Darat
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Kedua tabel diatas dapat dijadikan acuan dalam pengisian di kolom variabel.

System temperature : Variabel yang menunjukkan kekuatan Derau dalam sistem radar dalam satuan suhu, untuk ESA nilainya adalah 400K.
Untuk radar konvensional dengan slotted planar array, nilainya adalah 500K.

Receiver noise figure : Kekuatan derau (noise) pada penerima dalam satuan Db. umumnya adalah 1.25-3 Db. Radar konvensional dikarenakan jarak antara penerima dan antenna memiliki nilai yang lebih besar yaitu 5 Db. Sementyara untuk radar PESA dengan tipe Hybrid array dimana modul penerima ada tepat dibelakang radiator, dapat memiliki nilai sama dengan AESA atau sedikit lebih besar. Contoh Irbis E dengan Noise figure sebesar 3.5 Db.


Scan Sector

Menghitung daya jangkau radar AESA.

Variabel Scan sector ini adalah untuk menghitung "dwell time" atau Td : Dwell time atau Time on Target. Konsep penting yang diusung oleh spreadsheet excel yang saya buat. Variabel ini menentukan berapa lama pancaran radar akan "menetap" di suatu sektor sebelum pindah ke sektor lainnya. Berikut ini adalah skematis moda pencarian radar pesawat tempur.

Menghitung daya jangkau radar AESA.

Dalam spreadsheet, perhitungan dwell time dilakukan dengan membagi time frame atau total waktu yang digunakan oleh radar atau "scan cycle" dengan sektor yang di scan (vertikal dan horizontal) lalu ukuran berkas (beamwidth) Hasilnya adalah beam position yang langsung menentukan Td dan pada akhirnya menentukan berapa pulsa yang kembali ke radar dan yang dapat diproses.

Selain sektor yang di scan. spradsheet excel saya juga mempertimbangkan weighting alogarithm sebagai acuan dalam menentukan beamwidth radar. Seperti yang dijabarkan sebelumnya bahwa radar AESA memiliki fleksibilitas untuk memancarkan pola radiasi yang dia inginkan. Di masa depan nantinya saya berharap untuk dapat mengembangkan fungsi spreadsheet lebih lanjut ke penentuan sidelobe dan evaluasi Pernika radar AESA yang dihitung dengan spreadsheet ini.

False Alarm
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Variabel ini adalah untuk menentukan nilai False alarm atau berapa kali radar akan "salah" dalam mendeteksi sasaran. Sayangnya tidak banyak referensi dalam variabel ini. Nilai yang terdapat di kolom diatas adalah untuk radar APG-63 milik F-15.

Calculated Parameters.

Menghitung daya jangkau radar AESA.

Dalam variabel ini bisa dibaca hasil perhitungan dari variabel yang dimasukkan. Selain menentukan berbagai variabel seperti jumlah beam position, lebar berkas dsb. Juga dihitung prakiraan ukuran antenna radar AESA tsb. baik Efektif maupun total (fisik) Asumsi dalam perhitungan ukuran ini adalah antenna menggunakan elemen yang ditempatkan pada jarak 1/2 panjang gelombang operasionalnya.

Hasil :
Menghitung daya jangkau radar AESA.

Pada kolom ini dapat dibaca hasil perhitungan dan probabilitas sasaran akan terdeteksi oleh radar.


Spreadsheet dapat diunduh dengan bebas pada link berikut :

http://www.mediafire.com/file/7wrkys...CalcTrial.xlsx

Demikian. Tentunya spreadsheet yang saya kembangkan ini sangat jauh dari sempurna. Namun saya harap bisa bermanfaat dan tentu saya menerima feedback atau umpan balik.

Terima kasih dan sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.
Kalau boleh ngasih saran : contoh barang (pespur, tank atau kaprang) yang make AESA boleh di masukin ke mari gan
berarti kelebihan pesa cuma murah aja ya gan? tp kok masih banyak negara yg mengembangkan pesa radar ya?
kira2 aesa ada tujuan khususnya ga ya? misal untuk stealth
dopost
dari 200 km dengan 20 sqm
menjadi 50 km dengan 0.1 sqm

turunnya ternyata tidak sedrastis yang ane kira. nice thread emoticon-Jempol
emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan

nice trit di trit kelas berat.

semoga gak ada komen "radar aesa cina lebih strong.....dibrosur"

btw seinget ane om stilplengker pernah bilang di salah satu trit (ane lupa di trit yang mana,kalo gak salah yang tentang su30mkk deh). untuk memperkirakan jangkauan/kekuatan radar paling gampang dilihat dari ukuran/diameter "hidung" peswat tempur.

apakah hal yang sama bisa untuk memperkirakan jangkauan/kekuatan radar aesa di hidung pesawat tempur saat ini kah????
Request pembahasan jenis2 aesa, negara pembuatannya sekalian di includekan, baru kalai ada penghitungan jarak jangkauan dsb di beberkan ya om ?... thanks
Sip

Btw, kalau pakai radar yg frekuensinya lebih rendah macam S, L, UHF atau VHF tinggal masukin wavelength frekuensi yg diinginkan atau ada yg perlu disesuaikan?
Radar yg bagus kl menurut saya adalah yg memiliki balance di jarak jangkau deteksi dan akurasi (detil posisi objek yg dideteksi). CMIIW

Nah, komponen/hal apa yg mempengaruhi akurasi suatu radar? Sehingga bisa menentukan jarak, ketinggian, kecepatan dan ukuran suatu objek
Quote:Original Posted By HarsoMukmiin
Sip

Btw, kalau pakai radar yg frekuensinya lebih rendah macam S, L, UHF atau VHF tinggal masukin wavelength frekuensi yg diinginkan atau ada yg perlu disesuaikan?


antenna Tx itu udah di match di frekwensi tertentu, ga bisa seenak udel ganti2 frekwensi.. kecuali untuk Rx alias receive
Quote:Original Posted By mandalatab
Kalau boleh ngasih saran : contoh barang (pespur, tank atau kaprang) yang make AESA boleh di masukin ke mari gan


boleh, kalau ane teruskan nanti.

Quote:Original Posted By gurrenn
berarti kelebihan pesa cuma murah aja ya gan? tp kok masih banyak negara yg mengembangkan pesa radar ya?
kira2 aesa ada tujuan khususnya ga ya? misal untuk stealth


Ya paling utama memang murah. dan juga bergantung sama maturitas infrastruktur produksi semi konduktor mereka. Karena Modul T-R ini manufakturnya memerlukan industri presisi. Ada negara yang bisa bikin AESA untuk radar darat dan frekuensi rendah namun masih merintis untuk yang frekuensi tinggi.

AESA, tidak ada tujuan khusus. Pengembangan AESA sekarang murni untuk meningkatkan fleksibilitas radar, melampaui PESA yang ada sekarang. Kalau PESA sulit itu kalau mau bikin "smart skin" atau conformal array dimana elemen radar itu dijadikan satu dengan kulit pesawat.


Quote:Original Posted By bobb234
emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan

nice trit di trit kelas berat.

semoga gak ada komen "radar aesa cina lebih strong.....dibrosur"

btw seinget ane om stilplengker pernah bilang di salah satu trit (ane lupa di trit yang mana,kalo gak salah yang tentang su30mkk deh). untuk memperkirakan jangkauan/kekuatan radar paling gampang dilihat dari ukuran/diameter "hidung" peswat tempur.

apakah hal yang sama bisa untuk memperkirakan jangkauan/kekuatan radar aesa di hidung pesawat tempur saat ini kah????


Ya semakin besar memang semakin bagus. Hal ini juga berlaku untuk AESA. Karena semakin besar ruang yang tersedia, ya jumlah modul yang dibawa juga bisa semakin banyak.


Quote:Original Posted By chendole
Request pembahasan jenis2 aesa, negara pembuatannya sekalian di includekan, baru kalai ada penghitungan jarak jangkauan dsb di beberkan ya om ?... thanks


bisa sih cuman ini agak sulit mencari materinya. Lalu ya harus siap ada yang masukin patriotisme.

Quote:Original Posted By HarsoMukmiin
Sip

Btw, kalau pakai radar yg frekuensinya lebih rendah macam S, L, UHF atau VHF tinggal masukin wavelength frekuensi yg diinginkan atau ada yg perlu disesuaikan?


Kurang lebih demikian. Yang perlu diperhatikan itu RCS. karena RCS untuk VHF dan X-band itu beda. Sayangnya saya nggak pernah nemu literatur yang membahas itu kalau ada benda di X-band RCSnya sekian.. di VHF itu RCSnya berapa.

Quote:Original Posted By W47IK
Radar yg bagus kl menurut saya adalah yg memiliki balance di jarak jangkau deteksi dan akurasi (detil posisi objek yg dideteksi). CMIIW

Nah, komponen/hal apa yg mempengaruhi akurasi suatu radar? Sehingga bisa menentukan jarak, ketinggian, kecepatan dan ukuran suatu objek


Untuk ini kita mengenal 2 kategori yaitu Resolusi (daya pisah) dan Akurasi. Keduanya adalah sama sama penting, namun untuk mendapatkannya seringkali kita akan menemui hal-hal yang berlawanan. Yang mempengaruhi resolusi itu banyak, mulai frekuensi kerja, panjang pulsa yang dilepaskan radar, lalu ukuran antenna .

Sementara untuk akurasi itu bergantung pada metode yang digunakan. (Monopulse, Conical Scan) Saat ini semua radar modern menggunakan Monopulse. untuk mendapatkan akurasi yang memadai.
Quote:Original Posted By W47IK
Radar yg bagus kl menurut saya adalah yg memiliki balance di jarak jangkau deteksi dan akurasi (detil posisi objek yg dideteksi). CMIIW

Nah, komponen/hal apa yg mempengaruhi akurasi suatu radar? Sehingga bisa menentukan jarak, ketinggian, kecepatan dan ukuran suatu objek


faktor2 yg menentukan resolusi radar

http://www.radartutorial.eu/01.basic...lution.en.html
Patriotism next step, biar ada bahasan dan kita ramai2 bisa tau mana id yang bisa dianggap kredible dan bisa di ajak kontributif poaitif di thread ini.

History kenapa sampai bisa buat aesa mungkin jadi latar belakang yang harus di pelajari meski bahsannya ndak mungkin sedikit, tapi ndak ada salahnya bukan buat mencoba?
Quote:Original Posted By pecotot


antenna Tx itu udah di match di frekwensi tertentu, ga bisa seenak udel ganti2 frekwensi.. kecuali untuk Rx alias receive


Maksud ane variabel di spreadsheetnya om flanker bukan ganti Tx di radar beneran. Ane iseng, duku baca di brosur APAR X band itu jangkauannya 150 km, I mast 400, S band itu 250 km dan Smart L, L band itu 400 km tu kira kira pengitungannya dari mana. Ntar klo pas selo pegang laptop pengen ane telusuri klo ada datanya.

Klo di spreadsheet om flanker ane ganti wavelengthnya doang arah perubahannya lumayan sesuai, makin rendah frekuensi makin jauh jangkauan, tapi ga ngepas rasionya. Semata karena jumlah TR modul, daya atau variabel lain antar radar itu beda atau ada perhitungan lain yg mesti disesuaikan? Ngelengkapin data variabelnya dari brosur thales doang ternyata susah juga.

Edit: thanks om flanker udah dijawab, ternyata RCS di X band sama VHF bisa beda ya. Kompleks juga
Quote:Original Posted By HarsoMukmiin


Maksud ane variabel di spreadsheetnya om flanker bukan ganti Tx di radar beneran. Ane iseng, duku baca di brosur APAR X band itu jangkauannya 150 km, I mast 400, S band itu 250 km dan Smart L, L band itu 400 km tu kira kira pengitungannya dari mana. Ntar klo pas selo pegang laptop pengen ane telusuri klo ada datanya.

Klo di spreadsheet om flanker ane ganti wavelengthnya doang arah perubahannya lumayan sesuai, makin rendah frekuensi makin jauh jangkauan, tapi ga ngepas rasionya. Semata karena jumlah TR modul, daya atau variabel lain antar radar itu beda atau ada perhitungan lain yg mesti disesuaikan? Ngelengkapin data variabelnya dari brosur thales doang ternyata susah juga.

Edit: thanks om flanker udah dijawab, ternyata RCS di X band sama VHF bisa beda ya. Kompleks juga


Nitip bahan2 perangkat apa saja dan apakah bahan2 perangkat didalam komponen radar aesa tersebut mempengaruhi jarak area jangkauan ?
Quote:Original Posted By HarsoMukmiin


Maksud ane variabel di spreadsheetnya om flanker bukan ganti Tx di radar beneran. Ane iseng, duku baca di brosur APAR X band itu jangkauannya 150 km, I mast 400, S band itu 250 km dan Smart L, L band itu 400 km tu kira kira pengitungannya dari mana. Ntar klo pas selo pegang laptop pengen ane telusuri klo ada datanya.

Klo di spreadsheet om flanker ane ganti wavelengthnya doang arah perubahannya lumayan sesuai, makin rendah frekuensi makin jauh jangkauan, tapi ga ngepas rasionya. Semata karena jumlah TR modul, daya atau variabel lain antar radar itu beda atau ada perhitungan lain yg mesti disesuaikan? Ngelengkapin data variabelnya dari brosur thales doang ternyata susah juga.

Edit: thanks om flanker udah dijawab, ternyata RCS di X band sama VHF bisa beda ya. Kompleks juga


wahhh harus bukak buku kuliah antena dan propagasi dulu neh emoticon-Ngakak:
kalo gak salah ya hubungan frekwensi dan jarak itu, rumusnya adalah ngitung free space loss..

K + 20 Log D + 20 Log f
D = Jarak
f = Frekwensi
K = Konstanta Boltzmann

kalo gak salah lho ya.. secara dulu kuliah ane seneng mbolos hahaha
IMO kalau soal list alutsista apa aja yg pake mending jangan dulu deh. terlalu melebar kemana2 nantinya. jangan sampe thread bagus banget kaya gini malah jadi kentang. hindari patriotism & chauvinism buta sejauh2nya.

mending bahas materi radarnya lebih dalam lagi. ditambah sejarah dari masih proto & aesa pertama yg aktif sih gw setuju.
Ada literasi bagus gak untuk awam? Seperti bedanya radar militer dan wx radar di maskapai sipil...
Quote:Original Posted By pecotot


wahhh harus bukak buku kuliah antena dan propagasi dulu neh emoticon-Ngakak:
kalo gak salah ya hubungan frekwensi dan jarak itu, rumusnya adalah ngitung free space loss..

K + 20 Log D + 20 Log f
D = Jarak
f = Frekwensi
K = Konstanta Boltzmann

kalo gak salah lho ya.. secara dulu kuliah ane seneng mbolos hahaha


Walah wkwkwk...

Btw soal sejarah, duluan aesa di kapal apa di pesawat ya? Klo pesawat jelas Mitsubishi F2 pelopornya. Kalau kapal?
Mau tanya nih, kenapa N pangkat tiga yah? Pengetahuan radar saya lumayan basic, belum pernah main-main dengan yang multi-transmiter modules. So, kalau bisa jawabannya yang even an idiot can understand.emoticon-Big Grin

Kesimpulan lihat itu, kalau ukuran T/R module bisa diperkecil, kita bisa memperbesar SNR dengan ngepak lebih banyak modul di dalam area yang sama. Gain yang didapet sepertinya jauh lebih besar daripada meningkatkan daya radar. Untuk X-band, batas bawah teoritis ukuran T/R berapa yah?