Kaskus

News

smart.moneyAvatar border
TS
smart.money
Suka Bingung Dengar Istilah Perbankan? Simak Ini (1)
[img]//s.smart-money.co/2017/05/cost-3-768x562.jpg[/img]

Nasabah perbankan yang awam, sering mengalami kebingungan dengan istilah-istilah teknis bank. Padahal, mengetahui arti istilah-istilah ini bisa membantu menilai dan membandingkannya dengan bank lain.

Berikut beberapa istilah sederhana perbankan yang harus kamu ketahui.

Dana Pihak Ketiga (DPK), Dana Murah dan Dana Mahal Perbankan

DPK perbankan adalah seluruh dana yang diterima perbankan dari masyarakat. Makin besar pertumbuhan DPK dalam satu periode tertentu (misalnya satu tahun), berarti kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tersebut meningkat.

DPK perbankan berasal dari berbagai hal seperti tabungan, giro dan deposito. Kita juga sering mendengar dana murah dan mahal. Apa artinya? Dana murah perbankan adalah dana yang berasal dari tabungan dan giro.

Kenapa murah? Karena perbankan hanya memberikan bunga kecil pada dua produk tabungan ini. Perbankan biasanya hanya menawarkan bunga sekitar 2%-5% per tahun. Dana murah juga sering disebut Current Account Saving s Account (CASA).

Perbankan selalu berusaha dan berharap memperoleh dana murah yang besar dari masyarakat. Demikian, biaya (cost) mereka lebih efisien. Sebaliknya, sumber dana mahal perbankan adalah deposito.

Perbankan memang menawarkan bunga deposito lebih tinggi dibanding tabungan. Saat ini, bunga deposito sekitar 5%-7% per tahun sebelum pajak. Kelemahan deposito adalah adanya jangka waktu sehingga kamu tidak bisa mencairkannya setiap saat.

Bunga Kredit dan Faktor Pembentuknya

Saat mengajukan kredit ke perbankan, tentu besar bunga per tahun menjadi pertimbangan utama. Tiap bank menawarkan bunga kredit berbeda-beda dengan alasan perbedaan sumber dana.

Bila komposisi dana mahal lebih besar, biasanya, bunga kredit juga lebih besar. Sebab, bank harus membayar bunga simpanan pada nasabah dengan lebih besar pula. Perbankan menyebut hal ini sebagai biaya dana (cost of funds).

Dalam menentukan bunga kredit, perbankan mempertimbangkan beberapa hal lain. Selain cost of funds, mereka juga menghitung total biaya rutin untuk menjalankan usaha. Perbankan menyebut biaya ini overhead cost.

Biaya-biaya ini bisa berasal dari biaya perawatan gedung, gaji karyawan, dan lainnya. Mereka juga akan mempertimbangkan besarnya suku bunga acuan atau BI 7-Days Repo Rate milik Bank Indonesia (BI), suku bunga simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan profil risiko calon nasabahnya.

Berlanjut ke bagian kedua.

Sumber : //smart-money.co/lifestyle/suka-bingung-dengar-istilah-perbankan-simak-ini-1



tata604Avatar border
tata604 memberi reputasi
1
3.7K
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan