febry212
TS
febry212
Operasi Intelijen yang Terkenal dan Tersukses dan Belum Pernah Diketahui Banyak Orang
1.Operasi Agen Mossad di Markas Hizbullah (Mossad-Israel)


Lambang Mossad

Pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah berbicara kepada pengikutnya melalui layar lebar dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, di Beirut, Lebanon


Kisah ini bermula dari penegasan Pemimpin Hizbollah Hassan Nasrallah pada 2009 untuk balas dendam atas tewasnya komandan sayap militer organisasinya, Imad Mughniyeh, dalam bom mobil di Damaskus, 12 Februari 2008.
Hizbullah menuding Israel di balik pembunuhan bom mobil Mughniyeh itu. Namun, secara resmi Israel membantahnya.
Hizbullah pun memberi mandat operasi balas dendam pada Israel kepada kepala unit operasi eksternal. Media Lebanon menyebut, posisi itu dijabat Mohammad Shawraba.
Meski sebelumnya pernah mengakui ada penyusupan mata-mata, termasuk dua agen rahasia Badan Intelijen Pusat AS (CIA), markas Hizbullah jarang ditembus agen rahasia asing.
Menurut sejumlah analis, insiden penyusupan agen Mossad di markas Hizbullah tak lepas dari kian berkembangnya organisasi itu. Dari organisasi untuk melawan serangan Israel bentukan 1980, Hizbullah kini menjelma aktor nonnegara yang bisa mengirim ribuan personel pasukan ke Suriah, membantu Bashar al-Assad.

2. Perang dunia 1 dan 2 (MI6-Inggris):

Lambang MI6

Foto Perang Dunia 1


Prestasi para agen MI6 ini terbilang cemerlang. Sejumlah operasi intelijen kontra Jerman dan Rusia sukses dijalankan pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Terutama pada Perang Dunia I, saat MI6 dipimpin spymaster Mansfield Smith Cumming. Berulangkali mereka berhasil mengalahkan Jerman.

3. Serangan Mumbai Tahun 2008 (RAW-India):

Lambang RAW

Tentara India menghadapi serangan teroris di Mumbai 2008


Sekitar 2-6 bulan sebelum serangan Mumbai 26/11, R & AW telah mencegat beberapa panggilan telepon melalui SIGINT, yang menunjuk pada serangan yang akan datang ke Hotel Mumbai oleh teroris yang berbasis di Pakistan, namun terjadi kegagalan koordinasi dan tidak mengikuti Up action diambil. Beberapa jam sebelum serangan tersebut, seorang teknisi RAW memantau transmisi satelit mengambil percakapan antara penyerang dan penangan, saat penyerang tersebut berlayar ke Mumbai. Teknisi tersebut menandai percakapan sebagai curiga dan menyerahkannya kepada atasannya. RAW percaya bahwa mereka khawatir dan segera memberi tahu kantor Penasihat Keamanan Nasional. Namun kecerdasan itu diabaikan. Kemudian, tepat setelah para teroris menyerang Mumbai, teknisi RAW mulai memantau enam telepon yang digunakan oleh para teroris dan merekam percakapan antara teroris dan penangan mereka. Pada tanggal 15 Januari 2010, sebuah agen R & AW yang berhasil merebut operasi menangkap Sheikh Abdul Khwaja, salah satu penangan serangan 26/11, kepala operasi HuJI India dan tersangka teror yang paling dicari di India, dari Kolombo, Sri Lanka dan membawanya. Ke Hyderabad, India untuk penangkapan formal.

4. Serangan Sabotase di Spanyol (GRU-Rusia)

Lambang GRU

Tentara Rusia

Perang saudara di Spanyol yang meletus pada 1936 membuat pemerintah republik yang sah terisolasi. Saat itu, hanya Uni Soviet yang menjadi sekutu Spanyol dan menolong mereka berperang melawan para tentara fasis. Pemerintah Soviet lalu membentuk detasemen pasukan khusus untuk melakukan serangan sabotase di wilayah Spanyol. Detasemen tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya pasukan khusus GRU (Direktorat Intelejen Utama Rusia).

Operasi yang paling dikenal dari pasukan tersebut adalah penghancuran kereta api yang mengangkut staf angkatan udara Italia di wilayah kota Kordoba pada awal 1937. Kereta yang terdiri dari delapan gerbong tersebut hancur akibat ledakan ranjau dan jatuh dari ketinggian tebing.

Pasukan tersebut juga berhasil melakukan serangan-serangan sabotase lain ketika bertempur di Spanyol, mulai dari peledakan kereta pengangkut amunisi senjata, sampai serangan ke markas gudang senapan mesin batalyon Franco.

Setelah kekalahan para loyalis republik, sebagian anggota pasukan khusus pergi ke Algeria menggunakan kapal yang mereka kuasai. Di sana, mereka dijemput untuk kembali ke Uni Soviet.

5. Operasi Burung Kondor (CIA-Amerika Serikat)

Lambang CIA
[
Sebuah foto tertanggal 30 Maret 1982, memperlihatkan seorang demonstran ditangkap aparat Argentina dalam Operasi Burung Kondor-


Operasi Burung Kondor (bahasa Spanyol: Operación Cóndor) adalah kampanye pembunuhan politik dan pengumpulan intelijen yang dinamai kontra-terorisme, yang dilakukan bersama oleh badan intelijen dan keamanan Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Paraguay, dan Uruguay pada pertengahan 1970-an. Negara-negara lain yang ikut bekerja sama, dalam tingkat yang lebih besar atau kecil di antaranya Kolombia, Peru dan Venezuela yang memberikan informasi intelijen, menanggapi permintaan dari badan-badan keamanan negara-negara Southern Cone. Amerika Serikat memberikan bantuan dengan "instalasi komunikasi di Zona Terusan Panama yang diakui melalui sebuah kawat yang dikeluarkan pada 2000 di bawah proyek deklasifikasi Chili. Kenneth Maxwell yang membahas buku Peter Kornbluh The Pinochet Berkas: A Declassified Dossier on Atrocity and Accountability, dalam jurnal Foreign Affairs November/Desember 2003, menunjukkan pengaruh Henry Kissinger dalam Operasi Burung Kondor. Hampir sepuluh negara di benua Amerika ikut serta dalam kampanye brutal ini.
Menurut "arsip-arsip teror", yang ditemukan pada Desember 1992 di Paraguay, sekurang-kurangnya 50.000 orang dibunuh, 30.000 "menghilang" (dikenal pula sebagai "desaparecidos") dan 400.000 dipenjarakan. "Arsip-arsip teror" ini juga memberikan bukti tentang kerja sama intelijen Kolombia, Peru dan Venezuela ketika bantuan itu diminta oleh para peserta utama dalam Operasi Burung Kondor.

6. Operasi intelijen dengan sandi Friendly 1 dan Friendly 2(BIN-Indonesia)

Lambang BIN

Pada tahun 1965, nama BIN sebelumnya bernama BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara). BAKIN kemudian menjadi dinas intelijen resmi yang begitu agresif terhadap para diplomat negara-negara komunis. Dua kegiatan operasi intelijen yang terkenal di masa-masa awal BAKIN adalah operasi intelijen dengan sandi Friendly 1 dan Friendly 2 dengan sasaran kantor kedutaan negara-negara komunis dan lembaga penerangan Front Pembebasan Nasional atas Vietnam Selatan (NLF) di Indonesia. Lambat laun, berkat kedekatannya dengan CIA dan Mossad, BAKIN menjelma menjadi badan intelijen yang licin dan profesional.
emoticon-Toast

Diubah oleh febry212 05-06-2017 07:25
anasabila4iinch
4iinch dan anasabila memberi reputasi
2
12.6K
26
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan