- Beranda
- Komunitas
- News
- Citizen Journalism
Analogy kasus Ahok
TS
malina025
Analogy kasus Ahok
Penafsiran analogynya itu bukan dalam kontex hukum. Tapi dalam kontex permainan (game theorynya) gimana.
Ibaratnya anda menghidangkan selai kacang. Anda tentu tidak berniat membunuh. Tapi ternyata ada orang menyebar selai kacang anda ke orang yang alergi kacang lalu orang itu belagak mati. Lalu anda dituduh pembunuhan berencana.
Ahok mengatakan bisa saja anda dibohongi. Nelayannya ketawa. Majoritas orang, menganggap itu hal biasa. Namanya orang mau menang pemilu ya segala cara. Ahli agama memang sering berbohong dengan menyembunyikan kontroversi. Seolah olah sudah ada suatu jawaban yang benar. Padahal ada penafsiran lain yang lebih masuk akal.
Kita sama sama tau Ahok melindungi uang kita. Yang biasa makan tentu amat ingin Ahok jatuh. Lalu ada orang memforward itu ke golongan sumbu pendek yang kemudia belagak tersinggung.
Analogynya
Misal A sengaja bunuh B. Lalu B mati. Itu pembunuhan berencana.
Kalau B tidak mati, namanya ya hanya percobaan pembunuhan. Kalau A tidak bermaksud membunuh, ya namanya kecelakaan. Hukumannya lebih ringan.
Nah ini, A tidak bermaksud membunuh B, Bnya bunuh diri supaya A dihukum. Kasus Ahok itu seperti itu.
Tentu saja B bunuh diri supaya A dihukum jarang terjadi. Soalnya bunuh diri kan mahal. Walaupun ada lho. Banyak orang yang dibully di sekolah bunuh diri supaya yang membully dia dihukum. Tapi itu amat tidak cost effective. Karena tentu saja hukumannya ringan.
Tapi kalau B belagak tersinggung? Itu ongkosnya murah dan kost ke Anya bisa tinggi sekali.
Itu mengapa banyak orang menganggap kasus Ahok itu alat politik.
Pasalnya pasal karet yang memang bisa diartikan sempit dan lebar. https://www.kaskus.co.id/post/591bbc...2cfe9b2d8b4569
Suka suka hakim. Itu mengapa di indo hakim sering disogok. Karena aturan memang tidak jelas.
Ibaratnya anda menghidangkan selai kacang. Anda tentu tidak berniat membunuh. Tapi ternyata ada orang menyebar selai kacang anda ke orang yang alergi kacang lalu orang itu belagak mati. Lalu anda dituduh pembunuhan berencana.
Ahok mengatakan bisa saja anda dibohongi. Nelayannya ketawa. Majoritas orang, menganggap itu hal biasa. Namanya orang mau menang pemilu ya segala cara. Ahli agama memang sering berbohong dengan menyembunyikan kontroversi. Seolah olah sudah ada suatu jawaban yang benar. Padahal ada penafsiran lain yang lebih masuk akal.
Kita sama sama tau Ahok melindungi uang kita. Yang biasa makan tentu amat ingin Ahok jatuh. Lalu ada orang memforward itu ke golongan sumbu pendek yang kemudia belagak tersinggung.
Analogynya
Misal A sengaja bunuh B. Lalu B mati. Itu pembunuhan berencana.
Kalau B tidak mati, namanya ya hanya percobaan pembunuhan. Kalau A tidak bermaksud membunuh, ya namanya kecelakaan. Hukumannya lebih ringan.
Nah ini, A tidak bermaksud membunuh B, Bnya bunuh diri supaya A dihukum. Kasus Ahok itu seperti itu.
Tentu saja B bunuh diri supaya A dihukum jarang terjadi. Soalnya bunuh diri kan mahal. Walaupun ada lho. Banyak orang yang dibully di sekolah bunuh diri supaya yang membully dia dihukum. Tapi itu amat tidak cost effective. Karena tentu saja hukumannya ringan.
Tapi kalau B belagak tersinggung? Itu ongkosnya murah dan kost ke Anya bisa tinggi sekali.
Itu mengapa banyak orang menganggap kasus Ahok itu alat politik.
Pasalnya pasal karet yang memang bisa diartikan sempit dan lebar. https://www.kaskus.co.id/post/591bbc...2cfe9b2d8b4569
Suka suka hakim. Itu mengapa di indo hakim sering disogok. Karena aturan memang tidak jelas.
anasabila memberi reputasi
1
951
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan