Kaskus

News

metrotvnews.comAvatar border
TS
metrotvnews.com
Tata Kelola Bus Pariwisata Perlu Diperbaiki
Tata Kelola Bus Pariwisata Perlu Diperbaiki

Metrotvnews.com, Jakarta: Dunia transportasi berduka, dua bus pariwisata mengalami kecelakaan dalam kurun waktu kurang dari 10 hari. Belasan nyawa melayang akibat kecelakaan bus HS Transport di Puncak, Bogor, dan bus Kitrans di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat.


Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, kecelakaan bus pariwisata yang terus berulang ini harus menjadi evaluasi bersama dari pemerintah, pengusaha angkutan, pengemudi, dan masyarakat itu sendiri. Pemerintah, katanya, bertanggung jawab untuk segera memperbaiki tata kelola bus pariwisata.


'Pengawasan pemerintah terhadap bus wisata perlu diperketat lagi. Tata kelola bus wisata perlu ditinjau ulang,' kata Djoko kepada Metrotvnews.com lewat pesan singkat aplikasi, Jakarta, Selasa 2 Mei 2017.


Pengawasan dan evaluasi dilakukan pemerintah dengan menerbitkan Permenhub Nomor 46 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang mencantumkan SPM angkutan orang untuk keperluan pariwisata.


Tak sampai di situ, beleid itu pun dapat penyempurnaan dengan penambahan untuk jenis keselamatan lewat munculnya Permenhub Nomor 28 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Permenhub Nomor 46 Tahun 2014.


'Sayangnya Permenhub ini masih kurang sosialisasi, apalagi untuk dilakukan evaluasi. Masih perlu lebih gencar lagi sosialisasi terhadap aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan,' kata Djoko.


Di sisi lain, Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) juga harus bertanggung jawab soal kelaikan kendaraan. Bersama dengan Kemenhub, Organda diminta mendata ulang usaha bus pariwisata dan membina pengusaha bus secara rutin.


Dua kecelakaan terakhir itu, analisa Djoko, akibat dari kelalaian manajemen event organizer (EO). Alih-alih menawarkan paket wisata murah dan mendapat orderan, EO malah mengabaikan keselamatan penumpang.


'Perlu pengawasan dari pemerintah daerah dan masyarakat terhadap EO yang kurang bertanggung jawab,' tuturnya.


Kecelakaan maut melibatkan 13 kendaraan terjadi pada 22 April di turunan Selarong, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini menyebabkan empat korban Tewas, tiga korban luka berat, dan tiga luka berat.


Berselang seminggu, tepatnya 30 April, kejadian serupa terjadi di Desa Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih di area Puncak. Kecelakaan menyebabkan 12 orang tewas.


 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...rlu-diperbaiki

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Tata Kelola Bus Pariwisata Perlu Diperbaiki Mimi Sempat Titipkan Anak Bungsu kepada Tetangga

- Tata Kelola Bus Pariwisata Perlu Diperbaiki Mimi Sempat Update Status BBM Sebelum Kecelakaan Maut Ciloto

- Tata Kelola Bus Pariwisata Perlu Diperbaiki Bus Kitrans Diduga Gunakan Tanda Uji Mobil Boks

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
932
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan