Kaskus

News

deniswiseAvatar border
TS
deniswise
Tokoh Muslim Tionghoa: Kalian Minoritas, Pandai-pandailah Bawa Diri
Jakarta— Kepala Suku Muslim Tionghoa Indonesia Jusuf Hamka mengatakan, sebagian besar orang-orang Tionghoa terlalu bangga bila ada kaumnya yang menjadi pejabat di negeri ini. Namun, terkadang mereka lupa akan kewajiban sebagai “pendatang”, sehingga bisa tega dan tanpa malu menghina serta merendahkan teman-teman suku mayoritas.

Menyikapi persoalan tersebut, Jusuf menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bergandengan tangan. Baik mereka yang berdarah Arab, India, Jawa, Sunda, ataupun yang beragama Kristen, Hindu, Buddha dan Islam, untuk mencintai dan membangun NKRI tanpa harus terpecah-belah karena urusan Pilkada DKI Jakarta ini.

"Kalau soal Pilkada, kita (etnis Tionghoa, red) sebaiknya tidak ikut pro ataupun kontra. Lebih baik kita hanya ikut memilih jagoan kita di dalam TPS, tanpa menyakiti perasaan pihak mana pun karena Pilkada DKI itu bebas dan rahasia. Kita sebagai Tionghoa harus cerdas dan sayang kepada teman-teman pribumi. Think smart, do smart, and be smart," jelas Jusuf penuh harap melalui surat terbuka yang diterima rilis.id di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Seyogianya, lanjut Jusuf, yang Tionghoa lebih bisa mawas diri dan yang mayoritas tetap welas asih tanpa menggeneralisasi teman-teman Tionghoa. Karena kekeliruan perilaku satu orang Tionghoa bukan cerminan Tionghoa seluruhnya!

Jusuf merasa penting memberikan refleksi sejenak kepada masyarakat luas dan khususnya warga Tionghoa. Jika ingin direnungkan sejenak, apakah yang sebenarnya orang-orang Tionghoa perdebatkan dalam Pilkada DKI ini.

Apa yang kalian usung dalam pilkada ini, sambungnya, adalah saudara atau darah daging kalian. Mengapa harus bermusuhan bila ada yang tidak sesuai dengan aspirasi yang kalian usung. Apa kalian untung dengan terpecah-belahnya Tionghoa pro-Ahok dan Tionghoa anti-Ahok.

“Ingatlah teman-temanku suku Tionghoa, kalau kalian minoritas dan pendatang. Pandai-pandailah bawa diri dan sayangilah pribumi seperti engkau menyayangi diri sendiri. Suku Tionghoa ini minoritas, pendatang dan sedikit jumlahnya dibanding suku Jawa dan Sunda. Oleh sebab itu, janganlah sampai terpecah-belah karena urusan Pilkada DKI semata," papar Jusuf.

Ia mengkhawatirkan ada bara api yang sudah mulai menyala di akar rumput. Untuk itu, Jusuf menyerukan untuk menghentikan segala macam provokasi antara Tionghoa dan pribumi, antara umat Kristen dan umat Islam. Sebab, jika tidak segera dihentikan, bukan tidak mungkin akan ada kejadian yang lebih dahsyat dari Mei 1998.

Dikemukakan oleh Jusuf bahwa Pilkada DKI yang sekarang ini bukanlah pilkada yang sehat dan wajar. Menurutnya, pilkada ini rasa-rasanya seperti pilpres. Ia mengemukakan bahwa Pilkada DKI bukan pertempuran antara Tionghoa versus pribumi, bukan antara Ahok dan Anies, melainkan antara Soekarnois dengan Soehartois.

"Marilah kita kembali berdagang dan berusaha sambil membangun Indonesia dengan baik, jujur tetapi tetap mengikuti situasi politik yang berkembang. Jaga sikap, sopan santun dan tata krama kita terutama kepada teman-teman pribumi. Insya Allah mereka akan makin sayang dan melindungi kalian seperti saudara sendiri," pinta Jusuf penuh doa.

"Saya mengimbau dan mendoakan untuk Tionghoa dan pribumi tetap bersatu dan saling sayang dengan welas asih untuk membangun NKRI dan mempertahankan Pancasila dan UUD 1945. Demi satu bangsa, satu bahasa dan satu tumpah darah, satu Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," imbuhnya.

http://m.rilis.id/tokoh-muslim-tionghoa-kalian-minoritas-pandai-pandailah-bawa-diri.html

Semoga persatuan selalu terjaga
0
766
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan