alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e6229e529a45b87c8b456a/badan-narkotika-nasional-dituding-hambat-penelitian-ganja-untuk-pengobatan
Badan Narkotika Nasional Dituding Hambat Penelitian Ganja untuk Pengobatan
Badan Narkotika Nasional Dituding Hambat Penelitian Ganja untuk Pengobatan

Koran Sulindo – Fidelis Ari Sudarwoto asal Sanggau, Kalimantan Barat, membuat ekstrak ganja untuk mengobati penyakit istrinya. Namun, ia pada 19 Februari 2017 lalu ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau karena menanam ganjadi halaman rumahnya. Ketika Fidelis dijebloskan ke penjara, sang istri, Yeni Riawati, akhirnya meninggal pada 25 Maret lalu karena berhenti menerima ekstrak ganja dan juga kesulitan mengakses obat untuk penyakitnya.

Fidelis sendiri tak terbukti menggunakan ganja. Urine-nya bersih.

Menilik kasus tersebut, pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat berpandangan, kasus yang menimpa Fidelis itu dapat dijadikan momentum untuk meninjau ulang aturan narkotika. “Undang-Undang Narkotika tidak seharusnya melarang pemanfaatan zat atau tanaman apa pun untuk kesehatan,” tutur Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat, Yohan Misero, di Jakarta.

LBH Masyarakat pun mendorong agar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika direvisi. Karena, undang-undang tersebut belum mengakomodasi penggunaan ganja untuk pengobatan. Yohan pun meminta pemerintah mendukung penelitian yang bisa mendukung urgensi revisi undang-undang tersebut. “Ilmu pengetahuan sudah sedemikian maju sehingga efek buruk suatu zat dapat dihilangkan bersamaan dengan mempertahankan sifat baiknya,” tutur Yohan.

LBH Masyarakat juga meminta kepolisian menghentikan penyidikan terhadap Fidelis. “Kasus ini menunjukkan bahwa narkotika tak serta-merta kita memandangnya sepolos itu saja, apalagi soal ganja yang ada manfaat kesehatannya,” kata Yohan.

Penghentian penyidikan, tambahnya, dapat dilakukan melalui Pasal 109 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Surat Penghentian Penyidikan (SP3) bisa diberikan, bergantung pada pertimbangan penyidik terhadap kasus yang bersangkutan. “Justru karena kasus ini sarat nilai kemanusiaan. Bila kasus ini diteruskan BNN, ini dapat menampilkan wajah penegakan hukum yang tidak humanis,” tuturnya.

Yohan melanjutkan, aturan pidana terkait narkoba dibuat untuk menghentikan kekacauan dan akibat negatif ke publik. “Yang dibuat Pak Fidelis ini tak ada kekacauan, dia hanya suami yang berjuang untuk kesembuihan istrinya,” ujar Yohan.

BNN, katanya, mestinya melirik situasi yang dialami anak Fidelis. “Karena ini soal perlindungan anak juga. Anak Fidelis sekarang sebatang kara karena ayahnya ditahan dan ibunya meninggal,” kata Yohan.

Hal senada juga dilontarkan organisasi Lingkar Ganja Nusantara (LGN). “LGN melihat tanaman ganja bisa dipakai untuk pengobatan. Pada kejadian Fidelis, masyarakat dari berbagai kalangan berani share berita dukungan, memperjuangkan ganja untuk keperluan medis,” kata Ketua LGN, Dhira Narayana.

Dhira mengungkapkan, pihaknya sempat mengajukan penelitian mengenai ganja medis ke Kementerian Kesehatan pada Oktober 2014 lampau. Pemerintah pun merespons positifs pada Januari 2015, lewat surat yang ditandatangani Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Sungguhpun demikian, penelitian tak kunjung terlaksana karena minimnya dukungan dari lembaga terkait, seperti BNN. “Itu terhenti karena faktor non-teknis. Saya anggap faktor politik, terutama sekali BNN yang tak mau memberikan lampu hijau,” tutur Dhira.

LGN, lanjutnya, belum berhenti memperjuangkan legalisasi ganja untuk keperluan medis. “Setelah ini, kami terbuka. Kami bicarakan resmi saja di media soal apa yang menghambat [penelitian soal ganja medis],” tuturnya.

Dijelaskan Dhira, kasus Fidelis bukanlah yang pertama kali di Indonesia. Sejak 2010, LGN telah mendokumentasikan puluhan kasus penggunaan ganja untuk pengobatan. Penyakit yang disorot dalam dokumentasi tersebut pun beragam, dari kanker, diabetes, hepatitis C, AIDS, stroke, sampai epilepsi. “LGN berharap pengetahuan khasiat ganja medis menyebar dan pada akhirnya dapat memberi keteguhan pada pemerintah untuk memulai riset ganja medis pertama di Indonesia,” katanya. [PUR]

Sumber : http://koransulindo.com/badan-narkot...uk-pengobatan/
wah buat kesehatan ya, tar banyak yang ngeklaim bisa gemukin badan dong.. emoticon-Big Grin
walau ane turut bersimpati untuk istrinya mas emoticon-shakehand
BNN barangkali menganggap ini sebagai kasus 'penyalahgunaan' ganja sebagai bagian dari Nakotika emoticon-Thinking
lalu, jika ada penyalahgunaan, seharusnya ada penggunaan yang semestinya emoticon-Amazed
ini yang mestinya ajdi acuan Kemenkes melalui Balitbangkes-nya dalam pemanfaatan ganja
termasuk juga dalam kasus Fidelis ini emoticon-Thinking
sementara BNN bisa membatasi geraknya sebagai pengawas / monitoring.
dan apabila ada penyalahgunaan, baru bertindak emoticon-Ngacir
Yg penting itu pendidikan dan informasi tentang apa itu ganja..
Jangan hukum ikut2an amrik dijadiin patokan.
Jasmerah!!!
jujur kalo buat kesehatan gue mendukung banget penggunaaan ganja ini, anak muda yang banyak pengen legalize ganja kan sebenernya cuma buat dicimeng doang, yang penting mah mereka mikir biar bisa gampang dan ga perlu kucing-kucingan lagi buat nyimeng emoticon-Thinking

turut berduka buat mas fidelis, tapi apa untuk kasus mas fidelis ini ga ada kompromi dikit dari BNN? dan kalo di legalize pun ganja ini perlu pengawasan yang sangat super ketat dari pemerintah, ga bisa sembarangan, all the best aja deh emoticon-Bingung
harap BNN cepat-cepat melegalisasi peresepan ganja untuk pengobatan supaya om komo tambah kaya!!! emoticon-Marah
kalau dari kata "penyalahgunaan" berarti logikanya barang itu telah disalahgunakan atau penggunaan yang salah, jadi barang itu sebetulnya mempunyai manfaat yang lebih baik. saya kira bahasa indonesia emang ribet kurang satu maknanya jadi beda, harusnya bukan dengan kata "pennyalahgunaan"
Quote:Original Posted By bujang.lalang
kalau dari kata "penyalahgunaan" berarti logikanya barang itu telah disalahgunakan atau penggunaan yang salah, jadi barang itu sebetulnya mempunyai manfaat yang lebih baik. saya kira bahasa indonesia emang ribet kurang satu maknanya jadi beda, harusnya bukan dengan kata "pennyalahgunaan"

saya setujuh... bruh
Quote:Original Posted By elluca
saya setujuh... bruh


ini kasusnya kayak beli lem aibon yang sebetulnya cuma buat ngelem tapi dituduh udah ngisap..parah emang udah haus duit kayaknya emoticon-Marah
mungkin untuk pemanfaatan buat penelitian masih sebatas instansi atau perusahaan yg dibolehin
klo untuk perorangan belum boleh
kalau pun boleh butuh syarat2 yg ketat dan pengawasan yg ketat juga
dr pihak bnn mungkin belum bisa untuk ngawasinya
obat kategori narkoba banyak kok diapotik.

jual aja ganja diapotik pake resep. apa bedanya.
jaga pola hidup agar tidak sakit.
itu pesan raja
Ya diatur aja gimana baiknya deh masalah ganja ini... ane ngikut aja bry. .
ga kebayang nyeseknya fidelis ini terhadap BNN.. istrinya menjadi korban SOP yg notabene mengesampingkan rasa kemanusiaan.

emoticon-Turut Berduka
Ga hbis pikirku jadinya,
Smoga ke depan ganja dilegalkan untuk kepentingan medis.
Quote:Original Posted By DuaLapanSatu
ga kebayang nyeseknya fidelis ini terhadap BNN.. istrinya menjadi korban SOP yg notabene mengesampingkan rasa kemanusiaan.

emoticon-Turut Berduka


udah itu hukumnya gan, ganja tidak boleh perorangan cuman utk penelitian baik perusahaan maupun medic di rs diperbolehkan makanya kena pasal penyalagunaan ya itu.
Quote:Original Posted By koeboe_elite
Ga hbis pikirku jadinya,
Smoga ke depan ganja dilegalkan untuk kepentingan medis.


loh bukannya bisa dipake ya utk keperluan medik cuman sebatas rs ataupum instansi terkait aja yg diperbolehkan.
peneliti indonesia itu udah keren-keren, dari lumut, alang-alang, sampe pohon kelapa udah diteliti.. ganja aja yg belom, anak tiri di dunia pertanaman.. mao neliti udah di skak ama kampus duluan
Quote:Original Posted By pecah.perawan


loh bukannya bisa dipake ya utk keperluan medik cuman sebatas rs ataupum instansi terkait aja yg diperbolehkan.


Bisa dipake utk keperluan medis di rs, tapi di negara belanda sono. Di Indonesia mah belum bisa. Indonesia msih menganggap ganja itu ilegal.
Quote:Original Posted By pecah.perawan


udah itu hukumnya gan, ganja tidak boleh perorangan cuman utk penelitian baik perusahaan maupun medic di rs diperbolehkan makanya kena pasal penyalagunaan ya itu.


kalau liat ceritanya sih bahkan penelitian pun tidak ada yg berani di sini